96. Fck, benar-benar picik.

Gu Yu kembali ke kelas dengan perasaan tertekan.

Dia memutuskan untuk tidak menyatakan perasaannya pada Bo Shangyuan.

Dia sepanjang hari begitu tertekan bahkan sampai sulit tidur karena memikirkan Bo Shangyuan dan Xie Yunyan.

Karena itu, begitu pagi tiba, dia pergi ke sekolah dengan dua lingkaran hitam besar yang tergantung di bagian bawah matanya.

Jin Shilong melihatnya, dan berpikir bahwa Gu Yu tidak bisa tidur karena masih terjerat untuk menyatakan perasaan, jadi ketika selesai senam pagi, dia berbisik. "Apa kau siap untuk menyatakan perasaanmu?"

"Tidak."

Jin Shilong tidak mengerti. "Hah?"

"Aku tidak mau."

Jin Shilong bingung. "Kenapa?"

"Tidak ada alasan."

Jin Shilong, "???"
.
.

Gu Yu masih merasa kesal dan tertekan.

Dia tidak banyak bicara, bahkan saat pulang bersama, dia semakin irit kata-kata.

Ketika akhir pekan membuat kelas dirumah Bo Shangyuan, selain topik kelas, dia juga tidak bicara.

Bo Shangyuan merasa sangat terganggu.

Dia ingin menuntut jawaban atas sikap aneh Gu Yu, tetap dia tidak bisa melakukannya sekarang.

Karena ujian akhir akan segera datang.
.
.

Dalam sekejap mata, setengah bulan berlalu dengan cepat.

Ulang tahun Duan Lun pada pertengahan Juni, paruh pertama ujian akhir.

Pada bulan Mei, Duan Lun sudah memberi tahu Bo Shangyuan tentang hari ulang tahunnya yang akan tiba.

Tujuannya sederhana.

- Supaya Xing Bo mempersiapkan hadiah lebih cepat.

Saat ini, hanya tiga hari tersisa dari ulang tahun Duan Lun. Saat jeda kelas kedua, Duan Lun yang duduk dibelakang tiba-tiba berdehem lalu mengetuk bangku depan. "Hei, Xing Bo, ulang tahunku tinggal tiga hari lagi."

"Hm."

Duan Lun menunggu kata-kata selanjutnya.

Namun ... tidak ada.

Dia tidak bisa menahan diri untuk bertanya, "Kau tidak punya hal lain untuk dikatakan, teman sekelas Bo Shangyuan?"

Duan Lun merasa kodenya sudah cukup jelas. Lagipula, Bo Shangyuan terlalu pintar dan pastinya dia bisa jeli.

"Apa yang harus dikatakan."

Duan Lun, "..."

Putus hubungan.
.
.

Tidak hanya hari ulang tahun Duan Lun yang akan datang, tetapi juga hari ulang tahun Xie Yunyan.

Ulang tahun keduanya berbeda satu hari.

Duan Lun pada hari minggu, 17 Juni. Sementara Xie Yunyan pada hari sabtu, 16 Juni.

Tetapi tidak seperti Duan Lun, Xie Yunyan tidak merasa antusias.

Nilainya merosot jauh... Perasaannya tertekan memikirkan kemungkinan akan masuk ke kelas C pada kenaikan kelas nanti.

Dia benar-benar tidak ingin pergi ke kelas C.

Xie Yunyan tidak mood, tapi sahabatnya, Xia Yao begitu memikirkan tentang hari ulang tahunnya.

Xie Yunyan mengatakan ulang tahun tidak begitu penting, tetapi Xia Yao tidak setuju.

Ulang tahun hanya terjadi setahun sekali, bagaimana mungkin dilewatkan?

Untuk meyakinkan Xie Yunyan, Xia Yao berkata, "Bukankah kau ingin menaikkan nilaimu?"

Xie Yunyan mengangguk, lalu bertanya, "Tapi apa hubungannya ini dengan hari ulang tahunku?"

Xia Yao dengan greget, mengetuk kepalanya. "Kau bodoh, apa kau bisa merayakannya bersama teman sekelas dirumah?"

Rumah Xie Yunyan adalah sebuah vila luas dua lantai. Untuk mengundang teman sekelas, tidak ada masalah sama sekali.

Xie Yunyan berkedip, "Lalu ..."

Dia masih belum mengerti apa maksud sahabatnya ini.

Xia Yao bertanya lagi. "Saat itu pasti orangtuamu ada dirumah kan?"

Xie Yunyan mengangguk dengan jujur.

Dia semakin bingung."Tapi apa hubungan antara orang tuaku dengan nilaiku?"

Xia Yao menggelengkan kepalanya dan merasa bahwa Xie Yunyan adalah kepala pohon gubal.

Dia sekali lagi mengetuk kepala Xie Yunyan, "Bukankah Bo Shangyuan selalu menolakmu? Kau undang saja dia ke rumahmu di hari ulang tahunmu dan minta orang tuamu bicara padanya. Dia bisa menolakmu, tetapi dia pasti tidak bisa menolak didepan orangtuamu kan?"

Xie Yunyan akhirnya menyadari ini.

"Ah benar! Aku mencintaimu!"

Xie Yunyan dengan penuh semangat memeluk Xia Yao.

Tetapi kemudian masalahnya muncul lagi.

Senyum di wajah Xie Yunyan berangsur-angsur membeku.

Xie Yunyan melirik ke arah Bo Shangyuan dan berkata, "Bagaimana jika dia tidak pergi?"

Xia Yao lagi-lagi mengetuk kepalanya.

"Bodoh! Kau meminta temannya untuk pergi! Lalu biarkan temannya memanggilnya."

Xie Yunyan langsung bersinar.

Dia dengan gembira mengambil tangan Xia Yao dan berkata, "Xia Yao, kau adalah penyelamatku!"

Xia Yao melambaikan tangannya dan berkata, "Kecil, ini hanya cipratan air ~"

"Hehehe~"

"Jangan ketawa omong kosong. Kau harus menemui Duan Lun."

Xie Yunyan, "Siaaap!"

Jadi, di jeda kelas tiga, Xie Yunyan langsung menghampiri Duan Lun dan mengundangnya untuk perayaan ulang tahun nanti.

Duan Lun dengan aneh meliriknya dan bertanya, "Kenapa kau mengundangku? Apa menariknya untukku?"

Xie Yunyan, "..."

Duan Lun kemudian melihat ke arah Bo Shangyuan dan dengan cepat menyadari.

Dia memegang dagunya dan menyeringai. "Kalau kau suka padaku, katakan saja. Kenapa harus bertele-tele?"

Xie Yunyan memerah dan menggeram. "Siapa yang menyukaimu!"

"Kau tidak mengundang laki-laki lain tetapi hanya mengundangku. Bukankah itu berarti kau suka padaku?"

Setelah mendengar itu, orang lain di kelas seketika merasa aneh.

Bukankah Xie Yunyan menyukai Bo Shangyuan? Bagaimana dia juga menyukai Duan Lun?

Uh ... Tidak disangka, Xie Yunyan ternyata tipe gadis yang berubah-ubah.

Di bawah mata aneh orang lain di kelas, wajah Xie Yunyan menjadi semakin merah.

"Aku ... aku sebenarnya mencoba untuk ..."

Duan Lun langsung memotongnya dan bertanya. "Untuk Bo Shangyuan? Tidak mungkin ... Jika kau ingin mengundangnya, kenapa tidak langsung bilang padanya tetapi malah datang padaku. Alasanmu itu terlalu terlalu sulit untuk dipercaya."

Xie Yunyan, "..."

Dia kemudian dengan tegas berbalik pergi sambil berkata. "Maaf, anggap saja aku tidak mengatakan apa-apa."

Di belakangnya, Duan Lun tersenyum dan berkata, "Malu? Jangan pergi, kelas akan dimulai."

Xie Yunyan tidak mendengarnya.

Dia bersumpah bahwa jika dia mencari Duan Lu lagi, dia adalah babi.
.
.

Karena Duan Lun tidak mungkin, jadi Xie Yunyan berniat mencari Gu Yu.

Pada kelas siang, Xie Yunyan sekali lagi datang ke pintu kelas E dan berteriak. "Gu Yu, aku ada keperluan denganmu!"

Pandangan semua orang di Kelas E sangat halus.

Terakhir kali adalah demi Bo Shangyuan, tapi sekarang mereka sudah berkencan, lalu kenapa dia datang lagi?

Jangan-jangan, orang yang disukai Xie Yunyan sebenarnya adalah Gu Yu?

Disisi lain, Gu Yu tampak bingung.

Apa itu demi kelas tambahan? Tapi apa dia masih belum menyerah?

Atau ... Untuk hal lain?

Gu Yu perlahan berdiri dan meninggalkan ruang kelas bersama Xie Yunyan.

Sama seperti terakhir kali, setelah datang ke sudut terpencil, Xie Yunyan langsung bicara ke inti. "Dua hari lagi ulang tahunku. Apa kau ingin datang?"

Gu Yu tertegun sejenak. "Ah ... selamat ulang tahun."

Xie Yunyan terus menambahkan. "Nanti ada banyak makanan juga permainan. Kau tidak perlu membeli hadiah."

Gu Yu mengerutkan alis. "Terima kasih ... Tapi kenapa kau mengundangku?"

Berbicara tentang ini, Xie Yunyan merasa malu.

"Aku ... aku ingin kau mengajak Bo Shangyuan."

Tiba-tiba Gu Yu sadar.

... tidak heran.

Dikatakan bahwa dia jelas tidak memiliki persahabatan dengan Xie Yunyan, mengapa Xie Yunyan mengundangnya untuk perayaan ulang tahun?

Setelah mengetahui jawabannya, ekspresi wajah Gu Yu sangat tertekan.

Dia berkata dengan lemah, "Kenapa kau tidak bicara langsung padanya?

Xie Yunyan berbisik. "Dia bahkan tidak peduli padaku ..."

Gu Yu menatap tanah, "Kalau aku bicara, apa dia akan pergi?"

Xie Yunyan berkata dengan senyum lebar. "Aku tidak tahu, coba saja keberuntungan."

Gu Yu diam beberapa saat.

"Aku tidak bisa membantumu, kau bilang langsung saja padanya."

Setelah itu, tanpa menunggu Xie Yunyan merespon, dia berbalik dan pergi.

Xie Yunyan buru-buru berkata, "Hei, tunggu, bantu aku mengucapkan sepatah kata—"

Tapi Gu Yu sudah jauh.

Xie Yunyan berdiri di tempat yang sama, tertekan dan sesak.

Gu Yu kembali ke kelas, dan seolah-olah tidak ada yang terjadi, dia kembali duduk dan dengan tenang mengeluarkan buku teks kelas berikutnya.

Shen Teng berbalik dan bertanya, "Apa kali ini juga demi Bo Shangyuan?"

"Hm."

"Karena?"

"Ulang tahunnya akan datang."

"Dia ingin kau mengajak Bo Shangyuan?"

"Hm."

Shen Teng menggerutu. "Bukankah sekarang mereka sudah berkencan? Kenapa dia tidak langsung saja bicara pada kekasihnya dan malah menemuimu... Apa kaum jomblo tidak memiliki hak asasi manusia uh?"

Jin Shilong di sampingnya menatap Gu Yu dengan berat.

Mata Gu Yu terkulai dan ekspresinya tenang.
.
.

Jumat

Siang hari, 13:30.

Seperti biasa, setelah menyelesaikan pertanyaan, Gu Yu pergi ke rumah sebelah untuk menyerahkannya pada Bo Shangyuan.

Pada saat ini, Bo Shangyuan bersandar di sofa, dengan santai meninjau jawabannya, dan Gu Yu seperti murid sekolah dasar yang taat, berdiri lurus di depannya, menunggu hasil penilaian.

Sambil menunggu, dia melihat-lihat sekeliling dan secara tidak sengaja matanya tertuju pada sesuatu yang menarik perhatian.

Pintu ruang belajar terbuka dan ada kotak hadiah besar.

Kotak hadiah sangat mencolok sehingga sulit baginya untuk tidak melihat.

Ekspresi wajah Gu kaku untuk sesaat.

Dia berkata pada dirinya sendiri bahwa dia jangan berpikir jauh. Kotak ini tidak memiliki arti lain, sudah pasti bukan hadiah ulang tahun untuk orang lain, sama sekali bukan.

Namun, disaat bersamaan, ponsel di saku Bo Shangyuan tiba-tiba berdering.

Bo Shangyuan menekan tombol jawab dengan wajah tanpa ekspresi.

Di ujung lain telepon, Duan Lun bersuara. "Aku sudah memesan lokasi, dan kau tidak boleh terlambat."

Bo Shangyuan merespon dingin. "Kau menelepon hanya untuk mengatakan ini?"

Duan Lun mengumpat dan berkata, "Laozi akan berulang tahun, apa kau tiba bisa bersikap lembut?"

"Apa ulang tahunmu penting."

Di sisi lain, Gu Yu membeku.

Adapun Duan Lun mencebik kesal, lalu berkata. "Putus hubungan!"

Setelah itu, dia kembali bertanya. "Kau tidak lupa hadiahku kan?"

Ya, ini adalah fokus Duan Lun saat ini.

"Hm."

Setelah mendengar itu, Duan Lun menjadi bersemangat.

Dia bertanya penasaran. "Apa yang kau beli?"

"Menurutmu?"

Duan Lun begitu penasaran sampai rasanya ingin menggaruk dinding. "Katakan saja, tidak akan membuatmu mati!"

Sudut bibir Bo Shangyuan sedikit bergerak, dan langsung menutup panggilan.

Bo Shangyuan tidak pernah suka menelepon dan dia tidak suka menjawab telepon terlalu lama.

Karena itu, panggilan kali ini termasuk lama.

Dan yang bisa melakukan panggilan telepon yang begitu lama, pasti orang terdekat.

Orang terdekat ... ulang tahun pada akhir pekan ...

Jika dipikirkan, itu hanya Xie Yunyan.

Gu Yu percaya bahwa Bo Shangyuan tidak akan setuju pergi ke ulang tahun Xie Yunyan.

Tampaknya dia merasa benar sendiri.

Lagipula mereka sudah berkencan sekarang, kekasihnya ulang tahun, bagaimana mungkin dia tidak pergi.

Pada saat ini, Gu Yu pucat dan darahnya hilang.

Disisi lain, Bo Shangyuan beralih melihat wajah Gu Yu yang tampak tidak baik. "Ada apa?"

Bo Shangyuan mengerutkan kening sambil mengulurkan tangan, mengecek suhu di dahi Gu Yu. Suhunya benar, dan tidak terasa seperti orang sakit.

Gu Yu perlahan mengangkat matanya. Bergumam pelan. "Apa kau akan pergi ke perayaan ulang tahunnya?"

Bo Shangyuan mengiyakan.

Lagi pula, dia dan Duan Lun sudah saling kenal selama bertahun-tahun. Itu mustahil jika dia tidak pergi.

Namun, Bo Shangyuan tidak sadar, kata ulang tahunnya disini merujuk pada gadis bukan lelaki.

/ pakai kata 'dia' untuk unisex /

Begitu tahu Bo Shangyuan akan pergi ke ulang tahun Xie Yunyan, wajah Gu Yu tiba-tiba menjadi semakin pucat.

Matanya terkulai dan sedikit bergetar.

Jari-jarinya dingin, dan hatinya hampa.

"Oh ... Begitu ..."

Dia tidak bicara lagi.

Bo Shangyuan merasa ada sesuatu yang salah.

Dia dengan sabar, mengulangi pertanyaan lagi. "Ada apa."

Gu Yu dengan tenang menggelengkan kepalanya. "Tidak ada."

Setelah itu, dia langsung mengalihkan topik.

"Pertanyaan mana yang salah?"

Bo Shangyuan tanpa sadar menyerahkan kertas ditangannya.

Gu Yu mengambilnya dengan tenang dan menatap pertanyaan yang salah.

Setelah membacanya, dia berkata, "Kalau begitu aku kembali dan menyalinnya."

Dia kemudian berbalik pergi.

Bo Shangyuan melihat kepergian Gu Yu yang tenang, dan kerutan alisnya menjadi semakin dalam.

Karena harus menahan diri, dia hanya bisa menekan alisnya dan mencebik kesal.

Adapun Gu Yu, dia bilang akan menyalin pertanyaan, tetapi karena suasana hatinya terlalu sedih, dia tidak bisa menulis sepatah kata pun.

Dia duduk di meja, menatap kertas ujian di depannya, dan pikirannya kacau.

... matanya masam.

Suasana hati Gu Yu rendah dan tidak bahagia. Ketika dia tiba di sekolah pada sore hari, dia tidak ingin mengatakan sepatah kata pun.

Perubahan emosional Gu Yu, orang lain secara alami merasakannya.

Shen Teng dan Jiang Zhenshan tidak bisa mengerti seperti sebelumnya, sementara Jin Shilong secara samar menebak satu atau dua.

Di kelas keempat sore itu, ketika pergi ke kafetaria untuk makan malam, Jin Shilong diam-diam menyeret Gu Yu ke samping.

"Apa yang terjadi? Kau ditolak?"

Gu Yu diam sejenak. "... tidak."

"Lalu kenapa?"

Gu Yu berkata perlahan, "Xie Yunyan akan berulang tahun ..."

"Lalu."

"Bo Shangyuan akan pergi ... Dan juga membelikannya hadiah ..."

Jin Shilong tampak bodoh.

Dia yang bisa membuat pernyataan yang bagus dan fasih, memberi tahu Gu Yu bahwa sebenarnya, Bo Shangyuan hanya pura-pura dengan Xie Yunyan dan orang yang benar-benar Bo Shangyuan suka adalah dia ... tapi kali ini, Jin Shilong tidak bisa berkata-kata.

Menurut temperamen Bo Shangyuan yang dingin, jika dia hanya pura-pura, dia tidak akan mungkin melakukan ini.

Jin Shilong hanya bisa menghela nafas panjang, dan menepuk bahu Gu Yu dengan berat.

"Hei ... Pergilah jalan-jalan pada akhir pekan, mungkin suasana hatimu akan lebih baik."

Gu Yu diam.
.
.

Saat ini, sisi lain.

Duan Lun yang berjalan ke arah kantin bersama Bo Shangyuan tiba-tiba memikirkan satu hal.

Langkah kaki Duan Lun mandek, dia menoleh untuk bertanya. "Apa kau tidak bilang pada kurcaci kecil tentang pesta ulang tahunku?"

"Tidak."

Ekspresi Duan Lun aneh. "Kenapa kau tidak katakan?"

"Dia akan membelikanmu hadiah."

Menurut temperamen Gu Yu, jika dia tahu bahwa Duan Lun mengundangnya, ada kemungkinan 99% bahwa dia akan membelikan hadiah.

Oleh karena itu, Bo Shangyuan tidak berniat untuk mengatakan lebih awal, dan memutuskan untuk menunggu sampai hari H dan langsung membawanya kesana.

Duan Lun, "..."

Fck, benar-benar picik.


Donasi buat Choco
Chapter terbaru tidak muncul di Select Chapter jadi klik judulnya dibawah!
Loading

Comments