95. Bilang aku menyukaimu?

Gu Yu menatap punggung Jin Shilong yang berada tidak jauh, dan ekspresinya menjadi lebih putus asa.

Jin Shilong ... tidak akan menyebarnya pada orang lain kan?

Kelas pagi berakhir

Seperti biasa, Gu Yu pulang bersama Bo Shangyuan.

Sepanjang jalan pikirannya penuh rasa khawatir tentang rahasianya yang diketahui Jin Shilong dan sepenuhnya mengabaikan Bo Shangyuan.

"... ada apa."

Suara bernada rendah dan terdengar dingin di telinga Gu Yu membuatnya terhenyak, dia segera menyangkal. "Tidak ada."

Bo Shangyuan mengerutkan alis.
.
.

Gu Yu khawatir tentang hal itu sepanjang hari.

Dia takut begitu kembali ke sekolah, teman sekelasnya akan memandangnya dengan tatapan aneh.

Untungnya, apa yang dia khawatirkan tidak terjadi.

Jin Shilong tampaknya tidak mengatakan apa-apa kepada orang lain, dan belum mengungkapkan apa pun.

Karena itu, situasi di kelas masih sama, tanpa perubahan apa pun.

Adapun satu-satunya perubahan ... Mungkin senyum di wajah Jin Shilong yang sedikit lebih sering dari biasanya.

Dan itu sangat menyilaukan.

Gu Yu, "..."
.
.

Seminggu kemudian.

Gu Yu menghabiskan satu minggu dalam pertempuran yang menakutkan.

Selama minggu ini, Gu Yu sangat berhati-hati dan berjuang, dan tidak berani melakukan gerakan besar.

Tetapi setelah menemukan bahwa Jin Shilong benar-benar tidak memiliki niat untuk memberi tahu orang lain, ia akhirnya merasa lega.

Lalu ... masalahnya disini.

Ya, menyatakan perasaan.

Dia belum melakukan itu.

Dia melihat drama di TV tentang menyatakan perasaan tetapi dia hanya merasa terlalu palsu.

Apa itu perasaan menggebu-gebu, tidak ada.

Lalu bagaimana cara dia menyatakan perasaannya?

Seperti di TV?

Tapi adegan di TV agak terlalu tidak nyata.

Kalau tidak ... Apa sebaiknya dia nyatakan saat pulang bersama dari sekolah?

Ah ... tapi dia terlalu malu.

Atau ... Ketika membuat kelas pada akhir pekan, dia nyatakan di rumah Bo Shangyuan?

Ketika sedang membuat kelas, lalu tiba-tiba menyatakan perasaan ... Apa Bo Shangyuan akan percaya?

... sangat kusut.

Gu Yu gagal untuk menemukan jawaban, jadi dia harus bertanya pada netizen yang berpengalaman.

Judul: { Aku ingin bertanya, bagaimana kalian menyatakan perasaan pada seseorang? }

OP: 1234

Konten utama: Aku baru-baru ini berencana untuk menyatakan perasaan pada seorang lelaki, tetapi aku belum punya pengalaman jadi aku tidak tahu bagaimana caranya ...

Dan ... Aku ... Aku agak malu ...

1L [ Menyatakan perasaan? Apa ponselmu tidak menyenangkan? ]

2L [ Kau sampah, kenapa kau meninggalkan ponselmu? ]

3L [ FFFFFF  ]

4L [ Jomblo lebih baik. ]

Sebagian besar netizen saat ini masih lajang, jangankan menyatakan perasaan, mereka bahkan belum pernah menggandeng tangan gadis.

Dan beberapa yang jomblo ngenes begitu membenci dan sangat sensitif dengan topik mengenai pasangan jadi memberi jawaban negatif.

Namun ada juga yang menjawab serius.

12L [ OP, bagaimana karakter, tinggi, kondisi keluarga, dan wajah lelaki itu, kau tidak katakan secara spesifik, bagaimana kami memberimu ide? ]

Ah, maaf. Ini pertama kalinya aku memposting. ]

Tingginya 183, tidak terlalu suka berbicara, relatif dingin. Terlihat tampan, begitu banyak gadis menyukainya. Kondisi keluarga relatif makmur, dan pakaian termurahnya adalah 5.000 yuan. Dia sepertinya tidak menyukai apapun ... Oh, dia suka memaksa orang lain untuk menulis pertanyaan ... ]

Setelah Gu Yu menjawab itu, para netizen jomblo ngenes tadi kembali merespon.

47L [ OP menyerah saja, dia tidak akan menerimamu. ]

48L [ Pakaian termurahnya 5.000 yuan?  Sial, aku benci orang kaya. ]

49L [ Tampan dan kaya, OP kau tidak punya kesempatan. Pria seperti ini tidak setia, sama seperti pria gay. ]

50L [ Jangan bermimpi OP, cuci muka dan tidur. ]

Gu Yu melihat jawaban di pos, dan sedikit terpana.

... menyerah?

Pada saat ini, komen no. 12 sekali lagi merespon.

98L [ Aku 12L tadi. Aku ingin bertanya pada OP. Lelaki yang kau sukai itu sangat baik, bagaimana situasimu sendiri? Kau belum mengatakan tentang dirimu. ]

Aku ... aku tidak sebagus dia, aku pendek, tidak tampan, nilaiku tidak bagus, dan tidak ada kelebihan ... ]

Balasan 98L [ Kau sebaiknya menyerah saja, jika kau sebaik lelaki itu, tidak ada masalah untuk menyatakan perasaan. Tetapi kau tidak memiliki kelebihan, dan tidak terlihat baik. Bagaimana dia bisa menerimamu? Mungkin aku berbicara sedikit lagi, aku harap OP tidak keberatan. Kisah Cinderella yang tidak ada kelebihan bersatu dengan pria tampan dan kaya di TV hanya akan terjadi di TV, dan itu tidak mungkin terjadi didunia nyata. Jika kau masih bersikeras untuk menyatakan perasaan, aku sarankan kau sebaiknya siapkan mental sebelum ditolak. ]

Setelah membaca paragraf panjang ini, Gu Yu bingung.

Apa dia benar-benar harus ... menyatakan perasaannya?
.
.

Dari postingan yang dia kirim, semua respon mengatakan untuk harus menyerah, dia tidak punya kesempatan.

Adapun bagaimana cara menyatakan perasaan, tidak ada saran.

Gu Yu merenung dalam kegelapan.

Apa dia harus menyerah?

Tapi ... dia tidak mau menyerah.

Tetapi ketika berpikir bahwa dia mungkin akan ditolak, dia merasa dilema.
.
.

Dalam sekejap mata, tiga hari telah berlalu.

Setelah senam pagi, Jin Shilong akhirnya tidak bisa menahan diri untuk berbisik pada Gu Yu. "Apa kau sudah katakan?"

Gu Yu kaget, dia menggerakkan bibirnya tapi tidak bisa mengucapkan sepatah kata pun.

Jin Shilong paham, dia seketika terkejut. "Belum? Kau masih ragu? Tidak sepatah kata pun ..."

Shen Teng tiba-tiba bergabung dan menyela. "Kata apa? Apa yang kalian bicarakan?"

Jin Shilong berdeham dan berkata serius. "Tidak ada."

Shen Teng, "????"

Setelahnya Jin Shilong diam-diam memberi kode pada Gu Yu melalui pandangan.

Gu Yu mengerti dan keduanya bersiap pergi.

Disisi lain, Shen Teng juga akan mengikuti namun Jin Shilong menghentikannya, "Kau kembali ke ruang kelas lebih dulu."

Shen Teng bingung. "Apa yang akan kalian lakukan tanpaku?"

"Kami ingin membahas sesuatu, kau pergilah bermain dengan Ma Cheng."

Mendengar itu, Shen Teng mulai emosi, dia menghentakkan kakinya, "Aku tidak ada hubungan dengannya untuk bermain!"

Jin Shilong tidak merespon, berbalik dan pergi.

Keduanya menetap di tempat yang lebih parsial.

Setelah duduk, Jin Shilong langsung bertanya ke inti. "Kenapa kau masih tidak katakan padanya? Kau malu?"

Jin Shilong tidak mengerti.

Dia melanjutkan, "Bukankah tinggal bilang saja? Kenapa kau begitu terjerat?"

Gu Yu menunduk dan ragu-ragu.

Dia akhirnya berkata perlahan, "Aku mengirim posting dua hari yang lalu."

Jin Shilong mengangguk. "Hm, lalu?"

Gu Yu menjilat bibirnya, "Mereka semua membiarkanku menyerah, bilang aku jangan nyatakan perasaanku, dia tidak akan terima."

Jin Shilong mengerutkan kening dan bertanya, "Karena itu kau terjerat dalam beberapa hari ini?"

Gu Yu diam.

Jin Shilong kembali berkata. "Kalau kau ditolak, ya sudah, apa masalahnya?"

Gu Yu masih diam.

Jin Shilong mengangkat dagunya ke arah lapangan dan berkata, "Kau lihat, gadis itu pernah menyatakan perasaannya pada Bo Shangyuan tetapi juga ditolak. Sekarang apa hidupnya tidak baik? Bukankah itu hanya penolakan? Bukan apa-apa."

Gu Yu perlahan berkata, "Tetapi jika aku ditolak, maka ... Aku dan dia mungkin tidak akan bisa menjadi teman."

"Jika dia benar-benar berkencan dengan Xie Yunyan, apa kau menerima Xie Yunyan dan berteman dengannya?"

Gu Yu perlahan menggelengkan kepalanya.

Jin Shilong mengangkat alisnya. "Nah, itu saja."

Gu Yu merenung.

Sepertinya ... benar juga.

Itu hanya masalah kata-kata, bukan hal besar.

Jika ditolak, itu akan ditolak.

"Jadi ... bagaimana cara menyatakan perasaan? Aku belum pernah mengalami sebelumnya."

Jin Shilong mengingat plot adegan dalam ribuan komik gadis yang telah dia baca.

Dia berpikir sejenak dan kemudian berkata, "Ketika kalian pulang dari sekolah, kau bilang padanya ada sesuatu untuk dikatakan, dan kemudian ketika dia menatapmu, kau langsung nyatakan. Jika kau merasa malu untuk katakan langsung, kau bisa mengatakannya lewat WeChat."

"... Bilang aku menyukaimu?"

Jin Shilong mengangguk. "Ya, apa lagi yang akan kau katakan?"

Gu Yu masih sedikit ragu.

"Tiba-tiba menyatakan perasaan ... Apa dia benar-benar akan percaya?"

Jin Shilong merasa bahwa Gu Yu terlalu kusut. "Kau katakan saja dulu, dan jika dia tidak percaya, kau terus katakan itu padanya."

"Oh ..."

Jin Shilong masih ingin mengatakan sesuatu lagi, tapi sayangnya, bel kelas berbunyi.

Dia buru-buru berdiri. "Ayo kembali ke kelas. Sisanya kita bicarakan lain kali."

Keduanya pun kembali ke kelas.

Setelah tercerahkan oleh Jin Shilong, malam ini, Gu Yu penuh keberanian dan benar-benar siap untuk mengatakannya pada Bo Shangyuan.

Dalam perjalanan pulang, Gu Yu ragu-ragu sejenak sebelum berkata. "Aku ..."

Bo Shangyuan menoleh, menatapnya dingin.

Di bawah pandangan itu, nyali Gu Yu seketika menciut.

Dia menunduk, "Tidak ... tidak ada apa-apa."

Bo Shangyuan mengerutkan alis, merasa aneh.
.
.

Dalam proses mengumpulkan keberanian yang berulang, tidak terasa ujian bulanan keempat tiba.

Gu Yu percaya diri dia masih peringkat pertama di kelas E.

Dan benar saja, nilainya kali ini 590 poin.

Jika dia tetap konsisten, tahun kedua nanti dia bisa masuk ke kelas B.

Guru kelas E kelas merasa sangat bahagia karena prestasi Gu Yu yang terus meningkat.

Namun, guru kelas dari kelas A berada dalam suasana gemuruh hujan.

Karena nilai Xie Yunyan kembali menurun.

Terakhir kali peringkatnya berada ditengah di kelas, dan kali ini dia berada di ketiga terakhir.

Guru kelas A sangat marah. Dia langsung memanggil Xie Yunyan ke kantor.

Xie Yunyan tahu bahwa nilai telah mencapai titik terendah jadi ketika dia berjalan ke kantor, kepalanya hampir terkubur di lengannya.

Dia dulu berada di lima besar di kelas, dan sekarang berada ditiga terbawah, bisa dibayangkan bagaimana reaksi guru kelas.

Setelah tiba dikantor, guru kelas langsung menjadi geram. "Lihatlah peringkatmu kali ini, tiga terbawah!"

Xie Yunyan tidak mengatakan apa-apa.

Guru kelas melemparkan kertas ujian itu di depan matanya.

"Lihat jawaban salahmu!"

Xie Yunyan berkata, "Aku tidak tahu kenapa itu salah ..."

Guru kelas menarik napas dalam-dalam. "Nilaimu seperti ini, tidak belajar dengan baik, dan malah suka dengan siswa laki-laki di kelas!"

Gosip tentangnya dengan Bo Shangyuan, guru kelas tentu mendengar sedikit.

Xie Yunyan dengan cepat mengklarifikasi: "Tidak, guru! Aku hanya ingin dia membuat kelas... tetapi aku kenapa orang lain dengan keliru berpikir aku suka padanya ..."

Guru kelas tidak peduli tentang ini. "Aku hanya ingin tahu, bagaimana kau bisa mendapat nilai seperti ini? Jika kau masih terus menurun, jangankan kelas B. Kau bahkan tidak bisa masuk kelas C."

Xie Yunyan membungkuk. "Aku minta maaf, guru ..."

Guru kelas selalu berkata dan berkata, tetapi selalu sia-sia.

Dia akhirnya merasa sedikit lelah dan tak berdaya.

Dia menekan alisnya dan berkata, "Bulan depan adalah ujian akhir. Guru tidak memiliki apa-apa untuk dikatakan. Hasilnya adalah milikmu. Bahkan jika kau ingin mendapat kopian, guru tidak akan menerima uang. Semuanya tergantung pada usahamu sendiri. Guru dapat memainkan peran yang sangat kecil. Jika kau tidak ingin belajar, guru tidak dapat melakukan apa pun."

"Aku masih ingin belajar, guru ..."

Guru kelas mengayun ke arahnya dan berkata, "Guru tidak punya apa-apa untuk dikatakan lagi. Kembalilah ke kelas."

Xie Yunyan menundukkan kepalanya dan menjawab dengan suara. Dia berbalik perlahan ke ruang kelas.

Setelah kembali ke ruang kelas, Xie Yunyan segera menangis dan berdiri disisi meja Bo Shangyuan.

"Big brother, selamatkan aku!"
.
.

Pada saat yang sama, Gu Yu seperti biasa membawa hasil ujiannya ke lantai dua.

Dia datang ke pintu kelas A. Namun, sebelum dia bisa berbicara, dia melihat adegan disana.

Gu Yu terdiam sejenak, dia kemudian merasa kesal dan menjejalkan kertas itu pada orang yang kebetulan lewat disebelahnya.

"Bantu aku berikan itu pada Bo Shangyuan."

Dia langsung berbalik dan pergi.

Siswa lelaki yang memegang kertasnya. "????"

Dia kemudian dengan bingung meletakkan kertas itu dimeja Bo Shangyuan dan menunjuk ke arah pintu ruang kelas. "Gu Yu dari kelas E baru saja memintaku memberikan ini padamu."

Bo Shangyuan tertegun.

Dia segera mengirim pesan ke Gu Yu.

Kenapa kau tidak memberikan langsung padaku? ]

[ Ada sesuatu. ]

Apa yang terjadi. ]

[ Aku tidak ingin mengatakannya. ]

? ]


Donasi buat Choco
Chapter terbaru tidak muncul di Select Chapter jadi klik judulnya dibawah!
Loading

Comments