94. Ayolah, pergi dan nyatakan perasaanmu!

Xie Yunyan berkedip polos, tetapi Bo Shangyuan hanya meliriknya sekilas lalu berbalik dan pergi.

Para siswa di sekitar melihatnya diabaikan. Siswa lelaki menggelengkan kepala dan menghela nafas, dan para gadis saling berbisik dengan senang.

Xie Yunyan menatap punggung Bo Shangyuan, merasa kesal.

Katakan saja tidak akan membuat mati!

Dia kemudian tiba-tiba teringat sesuatu.

Matanya bersinar.

Dia perlahan menoleh ke arah tangga.

Meski Bo Shangyuan tidak menjawab, tetapi jika tidak salah menebak, lelaki tadi pasti Gu Yu dari kelas E.

Guru kelas dan guru matematika di kelas B mengatakan bahwa hubungan antara Gu Yu dan Bo Shangyuan sangat baik, maka masalah ini seharusnya tidak palsu.

Karena Gu Yu dan Bo Shangyuan memiliki hubungan yang baik ... Jadi apa dia bisa membantunya berbicara pada Bo Shangyuan?

Dan yang paling penting adalah Gu Yu tampaknya berbicara jauh lebih baik daripada Bo Shangyuan.

Memikirkan hal ini, Xie Yunyan segera memutuskan untuk menunggu jeda kelas berikut dan pergi untuk menemukannya.
.
.

Di jeda kelas ketiga, Xie Yunyan dari kelas A tiba-tiba muncul di depan kelas kelas E.

Xie Yunyan berdiri di pintu kelas dan melambaikan tangan, "Gu Yu! Keluarlah sebentar!"

Gu Yu menoleh.

Setelah melihat gadis yang berbicara dengan Bo Shangyuan tadi, dia terdiam sesaat.

Dia menurunkan mata dan menjilat bibirnya, berdiri lalu dan datang ke pintu ruang kelas.

"... Apa ada sesuatu?"

Xie Yunyan akan bersiap untuk berbicara, namun melihat orang-orang di kelas E dan dikoridor tengah memandang mereka dengan rasa ingin tahu. Dia seketika merasa malu.

"Itu ... Ayo pergi ke tempat lain."

"Hm."

Kemudian, keduanya pergi ke taman bunga di sebelah gedung pengajaran.

Terpencil, tidak ada orang di sekitar.

Xie Yunyan merasa lega tidak ada yang melihat, lalu bertanya. "Apa di sekolah ini kau punya hubungan terbaik dengan Bo Shangyuan?"

Gu Yu tidak lagi terkejut karena sudah memperkirakan tujuan gadis ini.

Dia dengan tenang menyangkal, "Tidak."

Ekspresi Xie Yunyan kusut. "Tapi aku dengar dari orang lain kalau kau memiliki hubungan terbaik dengan Bo Shangyuan."

Suara Gu Yu ringan, "Bukan aku, Duan Lun."

Xie Yunyan bertanya-tanya. "Hei? Benarkah?"

Tapi kalau dipikirkan baik-baik, yang dekat dengan Bo Shangyuan setiap hari, memang Duan Lun.

Tapi ini bukan intinya.

Xie Yunyan berkedip dan berkata, "Ini tidak masalah, yang penting kau memiliki hubungan yang baik dengannya."

Gu Yu menatapnya, "... Apa yang ingin kau perlukan."

Xie Yunyan tiba-tiba menjadi malu lagi.

"Bukankah kau memiliki hubungan baik dengan Bo Shangyuan? Jadi apa kau bisa membantuku untuk berbicara untuk memintanya memberiku kelas tambahan?"

Gu Yu tertegun.

Dia perlahan menurunkan matanya.

Pikirannya rumit.

Setelah beberapa saat, dia akhirnya berkata. "... dia tidak akan mendengarkanku."

Xie Yunyan melihat ada kesempatan baik, dia dengan cepat menyarankan. "Tidak masalah, kau tolong bicara saja padanya. Hasil ujian bulananku turun begitu buruk jadi jika akhir semester masih belum naik, tahun kedua nanti aku mungkin akan masuk kelas C."

Berbicara tentang ini membuatnya depresi.

Gu Yu tahu bahwa Bo Shangyuan sekarang tidak tertarik padanya, dan ia tidak memenuhi syarat untuk membuat pernyataan yang tidak bertanggung jawab tentang Bo Shangyuan.

Tapi ... dia masih tidak bisa menahan diri.

"Ada begitu banyak orang dikelas A yang punya nilai bagus, kenapa kau mencari Bo Shangyuan?"

"Karena dia peringkat pertama di kelas."

Dia sedikit malu dan menggaruk kepalanya, melanjutkan. "Sebenarnya, peringkatku sebelumnya di kelas selalu berada di lima besar, tetapi aku tidak tahu apa yang terjadi dalam dua bulan terakhir."

Gu Yu diam.

Dia kemudian berkata. "Bo Shangyuan ... Saat ini sudah membuat kelas untuk seseorang, jadi kau sebaiknya cari orang lain."

Xie Yunyan terkejut.

Bo Shangyuan membuat kelas untuk seseorang?

Xie Yunyan penasaran, "Siapa orang itu?"

Gu Yu menggelengkan kepalanya, "Aku tidak bisa mengatakannya."

Xie Yunyan berpikir sejenak. "Apa itu yang Bo Shangyuan katakan?"

Gu Yu berbalik, tidak menoleh. "Kelas akan dimulai, aku kembali dulu."

Xie Yunyan menahannya. "Kau jawab dulu, baru pergi..."

Gu Yu tidak peduli, dia terus berjalan.

Setelah kembali ke ruang kelas, tiga temannya mengerumuninya.

Tidak hanya mereka, orang lain di kelas juga ingin tahu melihat ke arah Gu Yu.

Seorang gadis tiba-tiba datang untuk menemukan seorang lelaki, tetapi dia tidak dapat berbicara di depan semua orang dan harus pergi ke tempat lain ... Selain menyatakan perasaan, mereka tidak dapat memikirkan jawaban lain lagi.

Dalam hal ini, mereka yang tidak pernah ditembak gadis merasa iri.

Gu Yu jelas tidak tampan dan tidak tinggi, bagaimana pacarnya begitu baik?

Di sisi lain, tiga orang bertanya penasaran. "Gadis tadi dari kelas A kan? Apa yang dia cari?"

Jiang Zhenshan, "Keingintahuan yang sama."

Jin Shilong, "Jangan-jangan ..."

Gu Yu menjawab samar, "Bahas Bo Shangyuan."

Mereka seketika menjadi tidak tertarik.

Ketiganya merespon bersamaan, "Oh."

Siswa lain kelas juga seketika tidak memiliki minat.

Btw, hati mereka merasa lega.

Lagipula, Gu Yu tidak tinggi dan tidak tampan, bagaimana pasarnya bisa begitu baik? Ternyata gadis itu mencarinya hanya untuk membahas Bo Shangyuan.
.
.

Xie Yunyan yang mencoba meyakinkan Gu Yu tidak berhasil, jadi begitu kembali ke kelas, dia masih terus menganggu Bo Shangyuan.

Meskipun dia juga merasa sedikit tidak tahu malu, tetapi demi tidak dipindahkan ke kelas C, dia tidak peduli.

Jadi Xie Yunyan sekali lagi duduk di bangku meja depan Bo Shangyuan, menghujaninya dengan rentetan kalimat.

"Kau bantu aku membuat kelas, aku akan memberimu uang."

"Kita teman sekelas, bantulah aku."

"Aku benar-benar tidak ingin pindah ke kelas C saat tahun kedua nanti."

"Hei, aku mohon teman sekelas Bo."

"Meskipun kau sekarang sudah membuat kelas untuk orang lain, tambahlah satu orang lagi ..."

Mendengar kalimat terakhir, Bo Shangyuan yang tidak bereaksi dari tadi tiba-tiba mengangkat kepalanya.

Dia berkata dingin. "Siapa yang memberitahumu."

Suara dinginnya membuat orang yang mendengar merasa gemetar.

"Kata Gu Yu dari kelas E ..."

Bo Shangyuan mengerutkan kening, "Apa kau menemuinya?"

Xie Yunyan menyusutkan tubuhnya. "Ya..."

"Apa yang kau cari?"

Xie Yunyan dengan hati-hati melihat ke arahnya, dan perlahan menjawab. "Aku ingin dia membantuku berbicara padamu untuk memberiku kelas ..."

Bo Shangyuan menatapnya dingin.

Melihat ekspresi itu, suara itu Xie Yunyan tanpa sadar semakin rendah dan rendah.

Dia berpura-pura tidak ada yang terjadi dan tersenyum kaku. "Aku hanya mengatakan ini, tidak ada yang lain."

Disaat bersamaan, bel berbunyi.

Seakan hidup kembali, mata Xie Yunyan menyala, dan dengan cepat berkata, "Aku akan kembali ke bangkuku." Dia kemudian melesat pergi.
.
.

Setelah empat puluh menit.

Kelas terakhir dipagi hari berakhir.

Xie Yunyan takut Bo Shangyuan akan datang untuk mencari masalah jadi dia langsung cepat-cepat pulang.

Namun, dia jelas-jelas berpikir lebih, karena Bo Shangyuan sama sekali tidak berencana untuk pergi padanya.

Bo Shangyuan dengan wajah tenang pergi ke lantai pertama.

Ketika dia pergi ke kelas E, Gu Yu masih mengemasi buku pelajaran.

"Xie Yunyan tadi mencarimu?"

Gerakan Gu Yu terhenti.

... Ternyata gadis itu bernama Xie Yunyan.

Namun, ini adalah pertama kalinya Gu Yu mendengar nama gadis lain dari mulut Bo Shangyuan.

Gu Yu bergumam mengiyakan.

"Apa yang dia katakan?"

"Tidak ada, dia hanya ingin memintaku berbicara padau untuk memberinya kelas tambahan."

"Apa jawabanmu?"

"Tidak ada artinya, kau tidak akan mendengarkanku, dan kemudian aku bilang kau sekarang sudah membuat kelas dengan seseorang."

Gu Yu memang mengatakan yang sebenarnya, tidak bohong.

Bo Shangyuan juga mendapati bahwa dia tidak berbohong.

Tetapi karena inilah dia merasa sedikit aneh.

Gu Yu begitu tenang seperti genangan air, dan tidak ada gelombang dalam nadanya.

Ketenangan itu membuat Bo Shangyuan merasa ada yang sedikit salah.

Dia tiba-tiba dengan dingin bertanya,"... Kau tidak punya hal lain untuk dikatakan?"

Mendengar ini, Gu Yu tertegun, dia mengangkat kepalanya.

"... Apa?"

Bo Shangyuan mengerutkan alis, hendak menyiapkan sesuatu untuk dikatakan, tetapi Gu Yu kemudian mengalihkan topik pembicaraan.

"Aku sudah selesai berkemas, ayo pergi."

Gu Yu menurunkan matanya, tampak menghindar menatapnya.

Bo Shangyuan mengamatinya sejenak dan kemudian perlahan mendapatkan kembali penglihatannya.
.
.

Xie Yunyan memutuskan untuk mengubah metode setelah pergi ke Gu Yu dan tidak ada efek.

Xie Yunyan mulai menguntit Bo Shangyuan.

Di pagi hari, dia akan mengirim makanan, akan memberikan air di kelas pendidikan jasmani, dan membantu menuliskan tugas saat kelas mandiri malam.

Secara alami, bagaimanapun, ini semua telah ditolak mentah-mentah oleh Bo Shangyuan.

Namun, Xie Yunyan tidak menyerah, masih gigih.

Semua orang di Kelas A tahu bahwa Xie Yunyan secara sepihak berusaha merayu Bo Shangyuan, dan Bo Shangyuan sepenuhnya tidak tergerak.

Tetapi dimata siswa kelas lain, itu berbeda.

Siswa di kelas lain melihat Xie Yunyan selalu menguntit Bo Shangyuan dan itu membuat mereka berpikir bahwa keduanya sedang berkencan.

Karena mereka belum pernah melihat Bo Shangyuan bersama gadis lain, karena itu mereka keliru dan berpikir keduanya berkencan.

Selain kelas A, seluruh sekolah tahu bahwa Bo Shangyuan sekarang berkencan dengan Xie Yunyan.

Bahkan ada pos gosip di forum sekolah mengenai kapan keduanya akan putus.

Judul Posting: { Ayo taruhan, kapan Xie Yunyan dan Bo Shangyuan akan putus. }

Konten utama: OP akan bertaruh pertama, OP menebak mereka akan putus setelah lebih dari sebulan! Bertaruh lima yuan!

1L [ Masih ada lebih dari sebulan untuk liburan musim panas, OP, kau berbicara omong kosong! ]

2L [ Aku bertaruh 1 yuan, mereka akan putus dalam seminggu! ]

3L [ Bagaimana nada tulisan ini tampak familiar? OP, apa kau Ma Xuanming? ]

4L [ Kalau aku bertaruh selama tiga minggu. ]

5L [ Kenapa kau selalu membahas orang yang berkencan kapan akan putus? Apa kau tidak bisa membahas kapan mereka akan menikah? ]

6L [ Ada banyak yang lebih cantik dari Xie Yunyan di sekolah, kenapa Bo Shangyuan harus berkencan dengannya? Aku bertaruh pada paruh kedua di tahun kedua. ]

126L [ Tidak akan putus. Bo Shangyuan tampak tipe yang setia. Aku bertaruh dua yuan! ]

127L [ aku juga berpikir tidak akan putus. ]

445L [ Putus, putus, putus, aku bertaruh besok mereka akan putus! Para pasangan, matilah kalian! ]

Shen Teng melihat itu dan dengan penasaran bertanya pada Gu Yu, "Apa benar Bo Shangyuan berkencan dengan Xie Yunyan?"

Jiang Zhenshan juga memandangnya dengan penasaran.

Jin Shilong bertanya-tanya. "Aku juga penasaran, aku tidak berpikir Bo Shangyuan menyukai tipe seperti Xie Yunyan ..."

Gu Yu diam sejenak.

"... Aku tidak tahu."

Shen Teng bingung. "Hei, Xiao Yu Yu tidak tahu?"

Jin Shilong mengerutkan alis. "Kau bahkan tidak tahu? Itu tidak ilmiah. Jika seorang seorang lelaki berkencan, dia pasti akan memberi tahu orang terdekatnya."

Gu Yu menurunkan matanya, tidak mengatakan apa-apa.
.
.

Meskipun Gu Yu tahu bahwa Bo Shangyuan tidak tertarik pada dirinya, dia masih agak tidak dapat terima untuk sementara waktu kalau Bo Shangyuan berkencan dengan Xie Yunyan.

Seandainya tidak tidak menyadari dirinya menyukai Bo Shangyuan, mungkin dia tidak akan begitu sedih seperti sekarang.

Kelas keempat, kelas pendidikan jasmani.

Sekarang pada awal Juni, tidak terlalu panas, suhunya pas.

Setelah berlari mengelilingi lapangan, guru membubarkan barisan dan menyuruh mereka bermain sesuka hati.

Karena itu para siswa penuh senyum bahagia.

... Selain Gu Yu.

Dia duduk sendirian didekat semak bunga, dalam diam menyaksinya teman sekelasnya bermain dilapangan, tanpa senyum di wajahnya.

Dia tidak tersenyum dan tidak mau bicara.

Bo Shangyuan memiliki orang yang disukai, menurut akal sehat, dia harus senang.

Mungkin hatinya terlalu sempit, dia tidak mau ikut bahagia.

Dia bahkan agak gelap, berharap untuk mereka cepat putus seperti postingan di forum sekolah.

Gu Yu tahu bahwa keadaan pikirannya saat ini agak tidak normal, jadi dia tetap sendirian dan menenangkan dirinya.

Dia menenangkan diri untuk bisa menerima kenyataan.

Matanya menatap lurus ke udara kosong di depannya.

Dilihat dari penampilannya, bisa ditebak bahwa suasana hatinya tidak terlalu baik.

Tidak jauh dari situ, Jin Shilong melihat pemandangan ini dan mengangkat alisnya.

Dia kemudian berjalan ke arah Gu Yu.

Belum begitu dekat, Gu Yu mengangkat suara. "Aku ingin sendirian."

Mendengar itu, Jin Shilong tiba-tiba menjadi tertarik.

"Apa suasana hatimu sedang buruk?"

Gu Yu tidak berbicara.

Jin Shilong berjongkok dan berkata, "Bicaralah padaku, aku tidak akan memberi tahu orang lain."

Gu Yu melihatnya, masih tidak berbicara.

Ketika Jin Shilong melihat ini, dia langsung berkata, "Entah itu tentang perasaan atau keluarga, atau keberuntungan, dll ... Kau bisa bertanya padaku! Tetapi jangan tentang pelajaran, nilaimu lebih baik dariku."

Mendengar kata perasaan, Hati Gu Yu tergerak.

Dia menggosok bibirnya dan ragu-ragu untuk bicara.

Jin Shilong bergegas untuk meyakinkan. "Kau katakan saja, jika aku memberi tahu orang lain, aku tidak akan bisa menemukan seorang pria dalam hidupku ... tidak, maksudku gadis!"

Gu Yu meremas jemarinya.

Seperti akhirnya mendapatkan keberanian untuk bicara, dia perlahan berkata. "Sebenarnya ... beberapa waktu yang lalu, seseorang menciumku."

Jin Shilong tidak menyangka kalimat ini yang akan keluar. Sungguh menakjubkan sampai dia menganga tidak percaya.

Kemudian, didetik berikutnya, dia dengan wajah gosip bergegas bertanya. "Lalu? Dia lari setelah menciummu?"

Gu Yu menggelengkan kepalanya dan berkata, "Tidak, dia membuatku memikirkan jawaban, memikirkan kenapa dia ... menciumku."

Jin Shilong berpikir sejenak dan bertanya, "Siapa orang itu?"

Gu Yu menunduk. "... Aku tidak bisa mengatakannya."

Jin Shilong sadar.

Dia mengubah pertanyaannya.

"Kalian sudah lama saling kenal?"

Gu Yu mengangguk.

Jin Shilong bertanya lagi, "Bagaimana sikapnya padamu? Baik atau tidak?"

"... Sangat baik."

"Dia pasti menyukaimu!"

Mendengar itu, wajah Gu Yu seketika memerah.

"Aku ... aku tahu."

Jin Shilong sangat gembira. "Lalu? Apa kalian berhubungan sekarang?"

Gu Yu menggelengkan kepalanya. "Tidak, dia menyukai gadis lain dan kini berhubungan dengan gadis itu."

Jin Shilong mengerutkan kening dan ekspresinya kusut.

"Plot ini tidak berkembang dengan benar. Bukankah dia masih meminta kau untuk menjawab pertanyaan sebelumnya? Bagaimana dia bisa tiba-tiba berkencan dengan gadis lain?"

Karena itu, emosi Gu Yu menjadi semakin rendah.

"Mungkin karena dia tidak tertarik padaku ..."

Jin Shilong berpikir sejenak.

"Tidak."

Gu Yu tertegun.

"Dia sudah baik padamu begitu lama. Bagaimana mungkin dia tiba-tiba menyukai gadis lain? Ah ya, setelah dia meminta jawaban, apa kau memberitahunya?"

Gu Yu menggelengkan kepalanya lagi.

Jin Shilong semakin bingung. "Kenapa kau tidak mengatakan itu?"

"Aku ... aku malu"

Jin Shilong tidak bisa mengerti, "Kenapa harus malu, bukankah tinggal bilang saja?"

Gu Yu terdiam sejenak.

"Lagipula itu tidak berguna sekarang, dia sudah menyukai gadis lain ..."

"Kurasa tidak."

Gu Yu berkedip, menatapnya.

"Aku pikir itu pasti karena kau belum memberi jawaban jadi dia cemas dan mencari gadis lain untuk membuatmu cemburu."

Otak Gu Yu agak bodoh, "... Begitukah?"

Jin Shilong berkata dengan yakin. "Tentu saja, bukankah ada plot seperti itu dalam drama TV. Untuk membuat wanita yang disukai cemburu, tokoh utama pria sengaja mencari gadis lain untuk membiarkan wanita itu makan cuka ... Lagipula, dia sudah baik padamu begitu lama, dia tidak akan tiba-tiba menyukai gadis lain."

Gu Yu merasa sedikit yakin.

Dia mengangguk. "Oh ... seperti ini ..."

Suasana hatinya sedikit senang.

Melihat penampilan bodoh Gu Yu, Jin Shilong kembali memberi dorongan. "Ayolah, pergi dan nyatakan perasaanmu! Jika kau menghindar lagi, mungkin suatu hari dia benar-benar akan berubah pikiran!"

Gu Yu seketika menjadi malu-malu.

"Tapi ... aku tidak berani mengatakannya."

Jin Shilong tidak mengerti. "Kenapa tidak berani? Hanya bicara saja kan? Bukan memintamu membunuh seseorang."

Gu Yu menyusut tubuhnya dan tidak mengatakan apa-apa.

Jin Shilong tiba-tiba menyadari sesuatu.

"Tunggu."

"?"

"Dia suka gadis lain ... itu artinya, orang yang menciummu itu laki-laki?"

"..."

Jin Shilong berpikir sejenak.

"Laki-laki ... selalu sangat baik padamu ... Dia saat ini sudah berhubungan dengan gadis lain ... Jangan katakan kalau itu... Bo Shangyuan?"

"... Bukan."

Jin Shilong terkejut dengan reaksi Gu Yu.

"Wow~~ apa yang baru saja aku dengar? Hahahahahaha, aku samar-samar merasa bahwa kekasihnya dalam rumor itu mungkin kau!"

Gu Yu sedang sekarat dan berusaha menyangkal. "Bukan Bo Shangyuan ..."

Jin Shilong tersenyum senang. "Kau tenang saja, aku tidak akan memberi tahu orang lain ~"

"..."

Setelah itu, Jin Shilong berbalik dan pergi.

Batinnya menjerit bahagia: Oh, Bo Shangyuan dan Gu Yu benar-benar pasangan yang cocok~~~

Disisi lain, Gu Yu yang ditinggal sendiri kini tampak putus asa.

Bagaimana ini? Jin Shilong tahu itu Bo Shangyuan...

Donasi buat Choco
Chapter terbaru tidak muncul di Select Chapter jadi klik judulnya dibawah!
Loading

Comments

  1. Kkk jin shilong km km benar" petunjuk arah cerita hahahaha km suka laki" oh siapa pasangan mu apa ada d cerita ini hehhehe

    ReplyDelete

Post a Comment