93. Jika tidak ada lagi kesegaran, putus hal yang normal

Hari-hari masih sama, tetapi Bo Shangyuan perlahan merasa bahwa ada yang salah dengan Gu Yu.

Tetapi dia tidak bisa mengerti apa yang salah.

Suasana hatinya sedikit kesal.

Sebelumnya dia selalu biasa akan menyeret Gu Yu ke sudut dan memaksanya bicara jujur.

Namun, sekarang, dia tidak bisa melakukan ini.

Karena ujian bulanan ketiga akan segera datang.

Demi prestasi Gu Yu, bahkan jika suasana hatinya sedang kesal, dia harus bersabar.

Karena itu dia tidak lagi menyentuhnya ataupun bertanya tentang jawaban.

Tetapi disisi lain, Gu Yu semakin salah paham bahwa Bo Shangyuan tertarik pada dirinya sendiri.

Kesalahpahaman semakin dalam dari hari ke hari, dan Gu Yu menjadi semakin sadar akan kenyataan bahwa ia tidak memiliki kelebihan. Ketika dia menjadi lebih sadar akan kenyataan, suasana hatinya menjadi semakin rendah.

Ketika suasana hatinya menjadi semakin dan semakin tertekan, dia akhirnya menyadari satu hal.

Dia ... sepertinya ... sungguh ... menyukai Bo Shangyuan.
.
.

Tes bulanan ketiga akhirnya tiba.

Pada hari sebelum ujian bulanan, pada sore hari di jeda kelas ketiga, tiga orang berdiskusi menebak tentang peringkat Gu Yu.

Shen Teng, "Kalian tebak, berapa peringkat Xiao Yu Yu pada ujian kali ini?"

Jiang Zhenshan, "Aku dengar dari orang-orang di kelas C mengatakan soal ujian bulan ini sedikit lebih sulit ... Jadi mungkin kelima?"

Jin Shilong, "Kelima? Bukankah itu terlalu rendah untuk Gu Yu? Kurasa yang ketiga."

Shen Teng, "Itu ... kalau begitu kurasa yang kedua!"

Setelah menebak peringkatnya, mereka bertiga akhirnya berbalik dan mengalihkan pandangan ke Gu Yu.

Mereka bertiga bertanya bersamaaan, "Xiao Yu Yu / Teman sekelas Gu / Gu Yu / Menurutmu kau akan dapat peringkat berapa?"

Gu Yu tidak mengangkat kepalanya. "Pertama."

Mereka langsung terdiam.
.
.

Pada hari kamis, hari ketika hasil ujian bulanan diumumkan, seluruh orang terkejut setelah membaca hasil Gu Yu.

- Dia bilang pertama dan ternyata memang yang pertama, keren!

Untuk alasan ini, guru kelas dari kelas E dapat dikatakan bahagia. Dia memuji dan membanggakannya selama kelas, menyuruh yang lain mengikutinya.

Tetapi guru kelas dari kelas A tidak begitu bahagia.

Karena saat ini lagi-lagi seseorang kehilangan poin, bahkan lebih buruk daripada terakhir kali.

Dan orang itu bukan orang lain, itu adalah Xie Yunyan.

Guru kelas dari Kelas A terdiam lama setelah mengetahui tentang hasil ujian bulanan Xie Yunyan.

Dia duduk di kantor dan melihat pertanyaan yang salah di atas kertas ujian Xie Yunyan.

Semakin melihat, semakin berat ekspresinya.

Karena beberapa pertanyaan yang salah di kertas, dia merasa bahwa menurut kinerja normal Xie Yunyan, tidak mungkin untuk salah menjawab.

Setelahnya dia memanggil Xie Yunyan ke kantor.

Setelah Xie Yunyan berada di kantor, guru kelas tidak mengatakan apa-apa dan langsung ke pokok permasalahan.

"Jelaskan bagaimana nilaimu seperti ini pada guru."

Xie Yunyan menunduk dan melirik kertas di atas meja. Dia balas berbisik, "Aku tidak tahu mengapa nilaiku begitu rendah."

"Xie Yunyan, prestasimu biasanya berada di peringkat lima teratas di kelas. Bagaimana kau menjadi seperti ini sekarang? Ah? Dibandingkan skormu saat ini, skor peringkat pertama di kelas E bahkan lebih tinggi!"

Ketika guru kelas ada di kantor, mereka akan berbicara satu sama lain tentang hasil siswa di kelas mereka. Oleh karena itu, guru kelas dari Kelas A tahu tentang prestasi Gu Yu yang kembali ke tempat pertama di Kelas E.

Xie Yunyan diam, menundukkan kepalanya.

Guru kelas menahan dahinya tidak berdaya.

"Melihat hasilmu, saat naik tingkat dua nanti, jangan katakan kelas A, aku pikir kau mungkin tidak masuk kelas B."

Mendengar itu, ekspresi Xie Yunyan tiba-tiba menjadi salah.

Dia dengan sedih meneteskan air mata, "Aku sudah berusaha belajar dengan sangat serius, tetapi aku tidak tahu kenapa nilaku tidak naik ..."

Guru kelas menghela nafas.

"Aku mengatakan dengan serius, apa yang kau tangiskan."

Xie Yunyan tiba-tiba semakin menangis.

Ekspresi guru kelas tidak berdaya. "Ya, kau sudah tahu sekarang. Selama waktu ini, kau harus bekerja lebih keras, mengerjakan lebih banyak makalah, dan melakukan lebih banyak pertanyaan. Jika kau tidak mengerti apa-apa, bertanya saja pada teman yang lebih baik untuk belajar. Jika kau benar-benar tidak mengerti, datang dan tanyakan pada guru."

Xie Yunyan mengangguk, "Baik ... guru."

Guru kelas melambaikan tangannya. "Oke, kelas akan dimulai, kembalilah."

Xie Yunyan pamit, berbalik dan hendak pergi, tetapi tiba-tiba dia teringat sesuatu.

Xie Yunyan kembali menghadap guru kelas. Dia dengan ragu berkata. "Guru, aku... Aku ingin teman sekelas Bo memberiku kelas tambahan, tetapi dia selalu mengabaikanku. Apa guru bisa membantuku bicara padanya?"

Guru kelas menggelengkan kepalanya, "Guru tidak bisa membantu ..."

Bo Shangyuan selalu bertindak sesuka hati, bahkan berani mengosongkan lembar ujian, mana mungkin mendengarkannya?

Xie Yunyan agak tersesat. "Oh ... begitu, terima kasih guru."

Ketika dia akan pergi, guru matematika di kelas B tiba-tiba mengeluarkan kalimat, "Oh ya, bukankah hubungan antara siswa Bo dengan siswa Gu Yu di kelas E sangat baik? Terakhir kali aku melihat mereka berdua berbicara di kantor."

Mendengar itu, guru kelas dari kelas A juga langsung memikirkannya.

"Oh ya, sepertinya aku sudah mendengar ini."

Setelah itu, dia menambahkan kalimat, dengan perasaan aneh, "Satu adalah Kelas A dan yang lainnya adalah Kelas E. Mereka tidak satu sekolah ketika masih di sekolah menengah pertama. Bagaimana mereka saling mengenal?"

Xie Yunyan berhenti dan berbalik untuk bertanya, "Apa hubungan antara Bo Shangyuan dan siswa Gu Yu di kelas E sangat baik?"

Guru kelas tersenyum dan berkata, "Guru juga mendengarnya. Aku tidak tahu spesifiknya. Kau bisa bertanya kepada siswa lain."

Xie Yunyan mengerti. "Guru, aku akan kembali ke kelas."

Guru kelas dengan samar merespon dan melambaikan tangannya.

Xie Yunyan berjalan kembali dengan tanda tanya.

Setelah kembali ke kelas, dia langsung menghampiri Bo Shangyuan untuk bertanya.

Tetapi aksinya itu dimata orang lain di kelas menjadi ambigu.

Karena selama ini dia terlalu lengket.

Meskipun apa yang dia katakan di hanya untuk meminta Bo Shangyuan membuat kelas tambaham, kenapa dia tidak meminta orang lain? Terlebih lagi, sikap Bo Shangyuan yang menolaknya sudah menjadi begitu jelas, mengapa dia terus bersikeras?

Oleh karena itu, dimata orang lain di Kelas A, kelas tambahan hanyalah alasan.

Alasan sebenarnya adalah karena dia suka Bo Shangyuan.

Siswa lelaki di kelas itu menatap ambigu sementara gadis lain menatap tidak senang.

Tapi Xie Yunyan tidak punya waktu untuk mempedulikan ini, dia hanya ingin tahu bagaimana dia bisa membuat Bo Shangyuan setuju untuk memberikan pelajaran padanya.

Karena dia tidak mau masuk ke kelas lain selain kelas A.

Xie Yunyan duduk di bangku depan meja Bo Shangyuan, memalingkan wajah menghadapnya, lalu bertanya. "Ya, aku ingin bertanya ..."

Duan Lun yang duduk dibelakang Bo Shangyuan menopang wajah dan dengan santai bersandar di meja. Dia segera memotong, "Xie Yunyan, kau belum menyerah? Kau terlalu bersemangat."

Xie Yunyan bergumam mengiyakan. "Aku tidak akan menyerah!"

Sudut bibir Duan Lun melengkung, dia mengangkat alisnya, "Satu kelas 20.000 sudah cukup bagimu untuk merekrut seorang guru terkenal. Kenapa kau harus meminta Bo Shangyuan?"

Xie Yunyan tidak ingin terlalu banyak berpikir. "Ya karena dia selalu peringkat pertama."

Duan Lun balas menyeringai. "Aku tidak berpikir ini alasannya ... Peringkat pertama tidak berarti bahwa orang akan membuat kelas. Aku pikir kau menyukainya."

Wajah Xie Yunyan tiba-tiba memerah.

Dia dengan cepat menyangkal. "Tidak, tidak! Aku sangat yakin bukan karena aku suka Bo Shangyuan!"

Duan Lun melambaikan tangannya dan berkata, "Apa yang membuatmu sangat bersemangat? Lagipula, aku berbicara tentang seseorang, bukan Bo Shangyuan. Kau sendiri yang bilang, bukan apa yang aku katakan."

Duan Lun dengan polos menyebar tangannya.

Xie Yunyan mendelik marah.

Disisi lain, Bo Shangyuan yang menjadi bahan obrolan dua orang itu sama sekali tidak peduli.

Dia mengeluarkan ponsel dan mengirim pesan.

Skor. ]
.
.

Sisi lain.

Memang benar seperti kata Jiang Zhenshan. Soal ujian bulan ini sedikit lebih sulit. Setidaknya dua poin lebih buruk daripada ujian bulanan terakhir.

Karena itu, nilai merosot adalah hal yang normal.

Namun, meskipun normal, tetapi itu tidak dapat diterima, itu adalah masalah lain.

Karena itu pada akhir pelajaran pertama, seorang gadis di kelas menangis karena mengalami penurunan nilai.

Gadis-gadis di sekitar bergegas untuk menghibur, mengambil tisu, dan membantu menghapus air mata.

Salah satu siswa laki-laki di deret kedua juga menghiburnya. Pertama, dia membisikkan beberapa kata kepada gadis itu lalu mengulurkan tangan dan memeluknya. Dia bahkan mengambil makanan ringan di laci dan menyerahkannya kepada gadis itu.

Tindakan laki-laki ini sebenarnya sangat mengharukan.

- Menurut akal sehat, ini benar.

Tapi Jiang Zhenshan merasa aneh dan tidak mengerti.

Dia menoleh dan berbisik kepada tiga orang. "Bukankah aneh Wei Chengyu tidak berbicara dengan Guan Yu? Dia sangat baik pada Ruan Yunting, apa dia tidak takut Guan Yu marah?"

Shen Teng melambaikan tangannya, "Mereka sudah putus."

Jiang Zhenshan terkejut. "Putus? Tapi aku ingat bukankah mereka masih bersama bulan lalu?"

"Ya, putus dua hari yang lalu."

Jiang Zhenshan mengerutkan kening, dan ekspresinya agak kusut. "Tapi aku ingat dengan jelas Wei Chengyu bilang dia suka Guan Yu untuk waktu yang lama ... Apa mereka benar-benar putus? Tidak mungkin..."

Kali ini Jin Shilong dengan samar merespon. "Mungkin memang benar, tetapi begitu bersama, perasaan fresh dan misteri akan tiba-tiba menghilang. Begitu kesegaran lelaki berakhir, yang tadinya suka akan segera menjadi tidak suka. Jika tidak ada lagi kesegaran, putus hal yang normal."

Mendengar itu, jemari Gu Yu gemetar.

Dia perlahan mendongak dan melihat ke arah Jin Shilong.

Mereka tidak memperhatikan ekspresi aneh di wajah Gu Yu.

Jiang Zhenshan tidak pernah jatuh cinta, jadi dia tidak begitu mengerti maksud Jin Shilong.

Dia bertanya, "Apa maksudmu dengan kesegaran dan misteri?"

Jin Shilong perlahan berkata. "Kesegaran seperti kau membeli penghapus baru. Kau menyukainya pada awalnya, tetapi setelah digunakan untuk waktu yang lama dan berubah kotor, kau tidak lagi menyukainya."

Jiang Zhenshan tampaknya telah menyadari.

Dia berkedip dan terus bertanya. "Bagaimana dengan misteri?"

"Bukankah bintang di TV sangat misterius?"

Jiang Zhenshan mengangguk.

Jin Shilong melanjutkan, "Karena itu sangat misterius, kau selalu memikirkannya dalam kebaikan, bermimpi bahwa dia baik, lembut, sempurna ... kau tidak bisa tidak membayangkan, kau pasti ingin bersamanya, dia juga akan menarikmu secara tidak sadar. Tetapi ketika kau benar-benar bersamanya, fantasi itu akan hilang, dan perasaan menarikmu akan menghilang."

Jiang Zhenshan mengerti. "Ternyata begitu."

Jin Shilong kembali berkata. "Namun, jika kau benar-benar menyukainya, hal seperti itu tidak akan menjadi masalah. Karena itu, Wei Chengyu putus dengan Guan Yu sebenarnya karena dia tidak cukup menyukainya."

"Oh ... kalau begitu dia sampah."

Shen Teng yang sedang makan melon, bertanya pada Jin Shilong. "Kau belum pernah berkencan, bagaimana kau bisa memiliki pengalaman ini?"

Jin Shilong dengan sombong mengeluarkan komik gadis dari laci. "Aku sudah melihat ribuan komik gadis, jadi walaupun belum melihat ayam, aku sudah pernah melihat ayam berlari!"

Shen Teng bergumam oh, lalu menyeka mulut.

Dia kemudian dengan kesal berkata, "Bisa tidak jangan bicara tentang ayam atau bebek? Kau tidak dapat membelinya di sekolah ..."

Disisi lain Gu Yu dalam diam menunduk.

Dia mengerti.

Tidak heran jika Bo Shangyuan tidak pernah menyentuhnya lagi, dan tidak lagi meminta jawaban. Itu karena kesegarannya sudah hilang.

Juga, mereka selalu bersama setiap hari, tentu tidak akan lagi ada kesegaran.

Ponselnya berdering.

Dia mengeluarkan ponsel dan melihatnya.

Benar saja, itu dari Bo Shangyuan. Kontennya sama seperti yang dia diperkirakan.

Skor. ]

[ 583]

[ Peringkat pertama. ]

Bawa kertasnya. ]

[ Hm. ]

Gu Yu melihat waktu.

[ Kelas akan dimulai. ]

[ Aku akan membawanya di kelas berikutnya. ]

[ Guru datang, aku matikan ponsel. ]

Di sisi Bo Shangyuan mengerutkan alis.

Isi pembicaraan sebenarnya tidak berbeda dari biasanya.

Entah bagaimana, Bo Shangyuan merasakan hal yang aneh.

Tapi dia tidak punya waktu untuk berpikir terlalu banyak karena bel seketika berdering.

Dia mendongak dan menatap guru bahasa Inggris berjalan ke podium, dia sedikit kesal melemparkan ponsel ke dalam laci.
.
.

Setelah empat puluh menit, bel kelas berbunyi.

Kelas kedua berakhir.

Di kelas dua, sesuai dengan apa yang dikatakan Bo Shangyuan, Gu Yu membawa kertas itu dan pergi ke lantai dua.

Bo Shangyuan berdiri di pintu kelas lebih awal, menunggunya naik.

Dia bersandar pada pintu kelas, tampaknya terintegrasi dengan kusen pintu.

Meskipun dia berwajah dingin dan wajahnya tidak tersenyum, dia tetap menarik perhatian dan tidak bisa mengalihkan pandangan.

Entah laki-laki atau perempuan yang datang dan pergi, begitu melewatinya, mereka tidak bisa tidak menoleh untuk memandangnya.

Gu Yu berjalan dan melihat pemandangan di depannya, sekali lagi sangat merasakan jarak antara dirinya dan Bo Shangyuan.

Dia menutup matanya dan mengambil napas dalam-dalam.

Gu Yu tidak tahu apa yang dia pikirkan, tapi dia masih mengenali sesuatu. Ekspresinya sedikit lebih tenang.

Dia datang mendekat dan memberikan kertas di tangannya.

"Ini. Kalau begitu aku akan kembali dulu."

Pada saat ini, Bo Shangyuan dengan dingin menangkap pergelangan tangannya.

Gu Yu tertegun, dia berbalik dan bertanya bingung. "Ada apa?"

Boss menatapnya dengan tatapan yang dalam.

Gu Yu juga menatapnya.

- Tidak memerah.

Jari-jari Bo Shangyuan sedikit mengetat.

Gu Yu bertanya lagi. "Apa ada sesuatu?"

Bo Shangyuan hening sejenak, lalu perlahan melepaskan tangannya.

"... tidak ada."

Gu Yu bergumam oh dan tidak banyak berpikir.

"Kalau begitu aku pergi."

"Hm."

Gu Yu pun berbalik.

Bo Shangyuan menatap kepergiannya tanpa berkedip.

Dia mulai ragu apa itu benar atau salah untuk memutuskan menjaga jarak dari Gu Yu demi meningkatkan nilainya

Xie Yunyan muncul dan melihat kepergian Gu Yu, dia berbalik dan bertanya, "... apa itu Gu Yu dari kelas E?"

Bo Shangyuan biasanya tidak peduli pada Xie Yunyan.

Tetapi jika menyebutkan Gu Yu, itu berbeda.

Bo Shangyuan beralih menatapnya dengan sangat dingin.

"Lalu."

Xie Yunyan merinding, dia menggosok lengannya dan balas. "Aku mau bertanya."

Bo Shangyuan hanya menatapnya tanpa ekspresi.

Seakan tidak takut mati, Xie Yunyan menambahkan kalimat. "Apakah kalian benar-benar memiliki hubungan yang baik?"

Bo Shangyuan menatapnya dingin, tidak menjawab.

Xie Yunyan berusaha menenangkan suasana dan tersenyum. "Aku ... aku bertanya karena penasaran."

Xie Yunyan menyengir polos.

Sisi lain.

Gu Yu sudah mencapai tangga.

Ketika berjalan di tangga, Gu Yu tiba-tiba ingin berbalik melihat Bo Shangyuan.

Begitu menoleh, adegan dua orang itu langsung menarik perhatiannya.

Dia tidak berkedip, dan kemudian kembali mengalihkan pandangan.


Donasi buat Choco
Chapter terbaru tidak muncul di Select Chapter jadi klik judulnya dibawah!
Loading

Comments