87. Jadi kalian sudah berkencan sekarang?

Ibu Gu biasa berbicara banyak, jadi setelah makan beberapa suap, dia tidak bisa menahan diri untuk mulai bertanya pada Bo Shangyuan.

"Kau peringkat berapa di sekolah?"

Karena Gu Yu tidak pernah mengatakan tentang nilai Bo Shangyuan di rumah, jadi ibu Gu hanya tahu bahwa prestasi Bo Shangyuan di sekolah pasti baik, tetapi untuk peringkat, itu sama sekali tidak diketahui.

Bo Shangyuan merespon samar. "Pertama."

Ibu Gu segera mengambil nafas rendah.

Dia tidak menyangka Bo Shangyuan ternyata peringkat pertama di sekolah.

Ada begitu banyak kelas di Sekolah Menengah Chengnan, begitu banyak siswa dan bisa dapat peringkat pertama, bisa dilihat seberapa pintar dia.

... Hei, ini memang terus-menerus membandingkan diri sendiri dengan orang lain hanya akan membuat orang marah (pepatah)

Sangat tampan, lebih kaya dari keluarganya, dan juga lebih pintar daripada anaknya.

Ibu Gu kemudian bertanya lagi. "Prestasimu sangat bagus, tinggi dan tampan, dan pasti populer di sekolah kan?"

"Tidak."

Ibu Gu sedikit terkejut. Karena di matanya, Bo Shangyuan seharusnya sangat populer di sekolah.

Pada saat ini, Gu Yu yang duduk di samping, menjelaskan perlahan. "... Dia tidak banyak berbicara dengan siswa lain di kelas, dan dia tidak terlalu banyak tersenyum, sehingga teman sekelas tidak berani mendekatinya."

Ibu Gu terkejut lagi.

Di depannya, Bo Shangyuan selalu sopan dan masuk akal, jadi dia berpikir Bo Shangyuan tipe yang peduli sesama dan memiliki hubungan yang baik dengan teman sekelasnya.

Ibu Gu kemudian menyadari sesuatu. "... Bagaimana kalian bisa menjadi teman?"

Gu Yu diam dan merenung sejenak. "... lupa."

Bo Shangyuan tidak berbicara.

Untuk Bo Shanyuan, dia dan Gu Yu tidak berteman.

Dia juga tidak ingin berteman dengannya.

Untungnya, ibu Gu tidak mengulik lebih dalam.

Bagaimanapun, mereka telah menjadi teman, kenapa harus bertanya bagaimana?

Ibu Gu lanjut bertanya dengan wajah gosip, "Apa ada seorang gadis yang kau suka di kelas?"

Mendengar itu hati Gu Yu menjerit.

Dia mendongak dan menatap ibu Gu dengan sedikit tidak puas, "Bu, kenapa kau tiba-tiba bertanya itu?"

Ibu Gu tidak peduli. "Ibu hanya bertanya saja, apa salahnya."

Gu Yu menutup mulut dan tampak sedikit tertekan.

Bo Shangyuan merespon. "Tidak."

Ibu Gu mengerti, "Ya lagipula sekolah menengah adalah waktu yang paling kritis ..."

Bo Shangyuan dengan tenang memotong. "Ada di kelas lain."

Suara ibu Gu tiba-tiba berhenti.

Gu Yu menundukkan kepalanya lagi, makan dalam diam.

Wajahnya tadi sedikit merah, tetapi kali ini, sangat ekstrem.

Untuk menurunkan suhu di wajah, Gu Yu bermeditasi di batinnya: bukan aku, bukan aku, bukan aku ...

Namun, disaat bersamaan setelah Bo Shangyuan menyelesaikan kalimat ini, dia perlahan menatapnya.

Adapun artinya, tidak usah dikatakan.

Gu Yu kini merasa seperti balok es baru saja dioleskan ke wajahnya.

Di sisi lain, ibu Gu semakin bersemangat.

Dia bertanya. "Gadis macam apa itu?"

"Imut."

Gu Yu, "..."

Ibu Gu bertanya lagi. "Berapa tingginya?"

"168."

Gu Yu, "..."

Ibu Gu terkejut. "Sangat kebetulan, dia setinggi Yu Yu!"

"Hm."

Gu Yu, "..."

Ibu Gu kemudian bertanya, "Kelas mana?"

"Kelas E."

Gu Yu, "..."

Ibu Gu terkejut, "Bukankah itu juga kelas Yu Yu?"

"Hm."

Gu Yu, "..."

Ibu Gu terkejut. "Bahkan satu kelas dengan Yu Yu ... Apa Yu Yu kenal gadis itu?"

"Yah, dan sangat akrab."

Gu Yu, "........."

Dia dalam diam menoleh dan menatap wajah Bo Shangyuan yang tampak tenang.

Disisi lain, ibu Gu segera mengalihkan pandangan padanya.

"Yu Yu, siapa itu?"

Gu Yu menunduk, "... Aku tidak mau bilang."

Ibu Gu tidak mengerti. "Kenapa kau tidak mau bilang? Ibu tidak akan komentar."

Lagipula, itu adalah gadis yang disukai Bo Shangyuan, bukan yang Gu Yu sukai.

Wajah Gu Yu merah. "... Aku tidak mau bilang."

Melihat itu, ibu Gu harus menyerah dan mengeluh. "Anak ini, apa salahnya beri tahu ibumu..."

Gu Yu menunduk, tidak menanggapi.

Ibu Gu kembali bertanya pada Shangyuan. "Bagaimana prestasi gadis itu di kelas? Oke?"

"Oke."

Ibu Gu terkesima sejenak, "Tetapi kalau berkencan, hal terpenting adalah saling menyukai, jadi apa kau sudah menyatakan perasaanmu?"

"Hm."

"Jadi kalian sudah berkencan sekarang?"

"Belum."

Ibu Gu bingung, "Bukankah kau sudah menyatakan perasaan?"

Garis pandang Bo Shangyuan beralih ke arah Gu Yu disebelahnya. "Dia belum menjawab."

Ibu Gu terkejut, "Dia belum menjawab? Apakah masih ada seorang gadis yang tidak menyukaimu."

Bo Shangyuan hanya menatap Gu Yu dengan tenang, tanpa kata-kata, tidak ada jawaban.

Disisi lain, wajah Gu Yu menjadi semakin merah dan kepalanya semakin rendah.

Tidak mendapat respon, ibu Gu berpikir bahwa 'gadis' itu benar-benar tidak menyukai Bo Shangyuan dan dia takut akan menyentuh kesedihannya jadi tidak terus bertanya.
.
.

Karena harus kembali ke rumah utama Bo pada siang hari, jadi setelah Bo Shangyuan selesai makan siang, dia pamit.

Bo Shangyuan berdiri dan dengan sopan mengucapkan selamat tinggal kepada orangtua Gu Yu. "Aku harus kembali ke rumah nenek untuk makan malam, jadi aku akan pergi dulu. Paman Bibi sampai jumpa."

Mendengar kata-kata itu, kedua orangtua itu segera bangkit untuk mengirimnya.

Ayah Gu berkata, "Sekarang Tahun Baru, tidak ada bus di jalan, atau paman akan mengantarmu."

Bo Shangyuan menolak. "Terima kasih, paman, tidak perlu, ada sopir di rumah."

Ayah Gu tiba-tiba kehilangan kata-katanya.

Kemiskinan membatasi imajinasi ayah Gu.

Ibu Gu mengeluarkan sebuah amplop merah dari sakunya, menyerahkannya dengan sedikit malu.

Karena hanya sedikit uang dalam amplop merah.

"Keluarga Bibi tidak kaya, jadi bibi tidak bisa memberi amplop merah yang besar. Meskipun uangnya sedikit kurang, ini niat baik bibi ..."

Bo Shangyuan menerima dan membalas yang samar. "Terima kasih, Bibi."

Ibu Gu sedikit terkejut lalu tersenyum, "Hei, tidak, terima kasih."

Setelah itu Bo Shangyuan pamit lalu berbalik ke pintu masuk, siap berganti sepatu.

Kedua orangtua itu berdiri di teras dan melihat Bo Shangyuan selesai mengganti sepatu, lalu membuka pintu untuk pergi, dan pada saat ini, keduanya tiba-tiba teringat sesuatu.

Mereka berteriak pada Gu Yu yang masih duduk diruang tamu. "Yu Yu! Teman sekolahmu harus pergi, cepat antar dia kebawah!"

Gu Yu bergumam mengiyakan, berdiri perlahan, datang ke pintu depan, dan kemudian berdiri di depan Bo Shangyuan.

Bo Shangyuan menatapnya lurus, tanpa berkedip.

Bo Shangyuan hanya menatapnya, tidak melakukan apapun dan tidak ada yang dikatakan, tetapi di bawah garis pandang itu, wajah Gu Yu menjadi semakin merah.

"Kau jangan menatapku."

"Kenapa."

Gu Yu mengembungkan pipinya. "Tidak ada alasan."

Bo Shangyuan melirik wajah Gu Yu yang merah, sudut bibirnya naik.

Di sisi lain, ayah Gu masih berdiri diluar pintu memandang Gu Yu dengan ekspresi tidak tenang. "Liburan Tahun Baru ini, ada banyak pencuri di jalan. Ada berita di TV beberapa hari yang lalu, mengatakan seseorang hanya berdiri ditepi jalan dan langsung dirampok. Tidak aman selama beberapa hari. Kau mengirimnya ke lantai bawah lalu cepat kembali setelah melihatnya pergi."

Tanggapan Gu Yu, "Iya."

Setelahnya ibu Gu berkata kepada Bo Shangyuan. "Jika kau punya waktu luang, datang kesini untuk bermain lain kali."

"Oke."

Hal ini tidak harus secara khusus diingatkan oleh ibu Gu.

Jangankan waktu luang, bahkan jika dia sibuk pun, dia akan datang untuk bertemu Gu Yu.

Kedua orangtua itu masih ingin terus mengatakan sesuatu, tetapi Bo Shangyuan lebih dulu bicara. "Bibi dan paman, sudah terlambat, aku harus pergi."

Rumah utama Bo ada di distrik pinggiran kota, agak jauh dari sini, jadi dia harus kembali lebih awal.

Pada akhirnya, mereka hanya bisa bicara. "Hati-hati di jalan."

Bo Shangyuan dan Gu Yu pun berbalik dan pergi.

Ayah dan ibu Gu yang berdiri di luar pintu, memperhatikan kedua lelaki itu masuk ke lift sebelum mereka kembali ke rumah.

Di sisi lain, setelah pintu lift tertutup, Bo Shangyuan menatap Gu Yu dan berkata. "Kemarilah."

Gu Yu dengan bingung berjalan mendekat.

Detik berikutnya, mata Bo Shangyuan redup, langsung memeluk pinggangnya dan menciumnya.

Gu Yu tiba-tiba membeku dengan bodoh.

Berbeda dengan dua ciuman sebelumnya, ciuman pertama adalah saat Bo Shangyuan mabuk, gerakannya kasar serta kurang ajar, dengan makna buas. Di kedua kalinya, meskipun dia dalam keadaan jernih, dia keliru berpikir bahwa Gu Yu berhubungan dengan Jiang Zhenshan, jadi suasana hatinya sangat suram. Jadi saat itu gerakannya tidak lembut dan hanya memiliki makna melampiaskan amarah dan penuh agresivitas.

Kali ini, gerakannya begitu melekat dan lembut.

Bo Shangyuan mengigit pelan bibir bawahnya, sambil mengisap lembut, perlahan-lahan membuat garis lengkung bibirnya.

Terlepas dari berapa kali dicium, Gu Yu masih tidak terbiasa dengan itu.

Dia tampak bodoh terperangkap dalam lengan Bo Shangyuan dan pikirannya kosong.

Sampai lift berdenting, ia akhirnya kaget dan segera mendorong Bo Shangyuan.

Setelah mendorong, ia menutup mulutnya, memerah, dan tampak terkejut.

Sementara Bo Shangyuan tampak seakan tidak ada yang terjadi sebelumnya, dengan tenang dan santai menjilat bibir bawahnya.

Dia berkata. "Ini bukan pertama kalinya, bagaimana kau masih malu."

Gu Yu tiba-tiba tersendat dan dia tidak tahu bagaimana menjawab.

Setelah waktu yang lama, Gu Yu akhirnya menemukan suaranya.

"Ti-tidak tahu malu ..."

Bo Shangyuan tampak tidak peduli dan menjawab ringan. "Memang."

Gu Yu benar-benar kehilangan suaranya.

Dia dengan wajah datar mengirim Bo Shangyuan ke luar komunitas, lalu menunggunya pergi dan akhirnya kembali ke rumah.

Ketika sampai di rumah, dia mengambil ponsel, membuka WeChat, dan kemudian melihat ada postingan terbaru Bo Shangyuan dilingkaran teman.

Bo Shangyuan tidak pernah memposting di lingkaran teman.

Dari awal WeChat, sampai sekarang, konten lingkaran teman Bo Shangyuan selalu kosong.

Jika mereka tidak tahu, mungkin berpikir Bo Shangyuan mengatur private.

Namun kenyataannya dia memang tidak pernah memposting di lingkaran teman.

Karena itu, pembaruan lingkaran teman ini dapat dianggap sebagai pemandangan langka dalam seratus tahun.

Postingannya singkat, benar-benar gaya Bo Shangyuan.

Kontennya adalah:

• Foto amplop merah •

Diberikan ibu mertua. ]

"..."

Gu Yu terdiam untuk waktu yang lama, lalu keluar dari WeChat dan mematikan ponsel.

Kemudian menutupi wajahnya.

Donasi buat Choco
Chapter terbaru tidak muncul di Select Chapter jadi klik judulnya dibawah!
Loading

Comments