85. Memberimu trik sulap

Gu Yu sudah kembali dari rumah Jiang Zhenshan. Begitu selesai makan malam, dan masuk ke kamar, pesan berita WeChat mulai menjerit gila.

Dia mengambil ponsel dan rentetan chat dari grup.

Xiao Jin Jin Lucu Berapa banyak PR kalian yang sudah selesai? ]

(= ∩ω∩ =) [ Sudah selesai semua. ]

Xiao Jin Jin Lucu Semuanya? Aku masih banyak yang belum selesai. ]

(= ∩ω∩ =) Hehe~ ]

HEHEHE WTF! Kau sudah selesai?! ]

HEHEHE Sudah menulis 10 esai??? ]

(= ∩ω∩ =) [ Ya]

HEHEHE [ Wow, kau binatang buas ... ]

Setelah mengirim pesan ini, dua detik kemudian prompt sistem muncul di grup.

HEHEHE retract the chat. ]

(= ∩ω∩ =) [ ...... Aku sudah melihatnya. ]

Xiao Jin Jin Lucu Aku juga melihatnya. ]

HEHEHE Oh, apa yang aku katakan ... ]

HEHEHE [ Ah, haha, cuaca sepertinya bagus hari ini ... ]

(= ∩ω∩ =) [ Hmm. ]

Ketiga orang itu mengobrol dengan gembira sementara Gu Yu hanya diam menyaksikan dan tidak bermaksud untuk berpartisipasi.

Selain tidak banyak bicara, dia juga tidak tahu harus berkata apa.

Pada saat ini, Jin Shilong tiba-tiba mengirim tautan pos didalam grup.

Judul pada tautan itu dilebih-lebihkan, dan sejumlah tanda seru digunakan, seakan takut orang lain akan melewatkan.

Judul tulisan itu adalah 'Kekasih Bo Shangyuan ternyata adalah dia!!!!!!!!!'

Setelah melihat judul ini, Shen Teng dan Jiang Zhenshan tiba-tiba bereaksi.

(= ∩ω∩ =) [ Apa postingannya benar? ]

HEHEHE [ WTF, bagaimana mereka tahu siapa kekasih Bo shangyuan itu? ]

Xiao Jin Jin Lucu Aku juga baru melihat di forum sekolah. ]

HEHEHE [ Apa itu benar-benar gadis di pos? ]

Di sisi lain, Gu Yu yang diam menyaksikan, mengklik tautan tersebut.

Detik berikutnya, foto terbaru seorang gadis muncul di matanya.

Penampilan gadis itu sangat lembut, mengenakan seragam sekolah, seputih salju.

Namun, gaya seragam sekolah ini tampaknya berasal dari sekolah lain, bukan dari Chengnan.

Dibawah foto, pemilik posting memiliki paragraf kata yang panjang.

Dia bilang bagaimana mengetahui bahwa gadis itu adalah kekasih Bo Shangyuan dan juga mengatakan bagaimana prestasi gadis itu di sekolah. Lalu dia juga menganalisis alasan mengapa Bo Shangyuan menyukainya, dan juga menganalisis saat ketika dan penyebab Bo Shangyuan dalam suasana hati yang buruk.

Tunggu sebentar.

Pemilik posting bercerita panjang lebar dan penuh keyakinan di pos.

Jika bukan karena fakta bahwa Gu Yu baru saja diberitahu kalau Bo Shangyuan tidak punya kekasih, dia mungkin akan segera percaya.

Namun, ketiga orang di grup bereaksi.

Xiao Jin Jin Lucu Aku tidak menyangka dia adalah kekasihnya ... ]

(= ∩ω∩ =) [ Aku, aku pikir mereka sepertinya ... tidak serasi. ]

HEHEHE Gadis ini sepertinya normal. ]

HEHEHE Tapi bagaimana Bo Shangyuan menyukainya? ]

Ketiganya terkejut.

Pada saat ini, Gu Yu yang dari tadi diam, mengirim satu kalimat.

[ ... Dia tidak punya kekasih. ]

Mereka terkejut lagi.

Xiao Jin Jin Lucu Benarkah??? ]

(= ∩ω∩ =) [ Ah? Tapi kenapa ada yang bilang dia punya kekasih? ]

HEHEHE [ Ya, aku ingat sepertinya Duan Lun yang bilang. ]

[ Duan Lun bilang padaku dia hanya bicara omong kosong. ]

Xiao Jin Jin lucu Duan Lun bilang padamu? Ah? Dia bilang itu hanya omong kosong? ]

[ ... Hm. ]

HEHEHE WTF, artinya, begitu banyak gadis yang suka padanya, tetapi dia tidak melirik satupun? ]

Melihat itu, Gu Yu seperti memikirkan sesuatu, dan wajahnya tiba-tiba menjadi merah.

Bo Shangyuan tidak melirik satu gadispun.

Karena yang dia suka adalah laki-laki.

Namun, Jin Shilong masih agak sulit percaya.

Karena berita tentang Bo Shangyuan punya kekasih mulai menyebar dari awal sekolah, lalu tiba-tiba dikatakan tidak, itu benar-benar mengejutkan.

Dan ini yang dikatakan Duan Lun, bukan yang dikatakan langsung dari Bo Shangyuan.

Xiao Jin Jin lucu Mungkin saja Duan Lun bilang dia berkata omong kosong itu hanya bercanda? ]

HEHEHE Benar. ]

[ Tidak. ]

Xiao Jin Jin lucu Kenapa kau begitu yakin ... Apa Bo Shangyuan bilang padamu dia tidak punya kekasih? ]

[ ... Hm. ]

Gu Yu dan Bo Shangyuan adalah tetangga. Mereka tinggal satu rumah sebelumnya, dan sering pergi dan pulang sekolah bersama. Karena itu, untuk jawabannya, ketiganya hampir tidak ragu.

Jin Shilong terkejut dan membuka mulutnya.

Jika Bo Shangyuan yang mengatakannya, berarti memang tidak ada.

Xiao Jin Jin lucu Lagipula aku juga tidak melihat dia sangat baik pada gadis manapun disekolah. ]

Xiao Jin Jin lucu Pikirkan tentang hal itu, di sekolah ini, dia tampaknya hanya sangat baik padamu. ]

Xiao Jin Jin lucu Dia membelikanmu susu untuk membuat kelas, pergi ke sekolah bersamamu, dan membiarkanmu tinggal di rumahnya. Lagi pula, aku tidak melihatnya melakukan ini pada gadis-gadis lain. Oh, sepertinya pada laki-laki juga tidak. ]

Xiao Jin Jin lucu Hehe, ketika ada gosip dia punya kekasih, aku pikir itu kau. ]

Gu Yu tertegun. Wajahnya tiba-tiba menjadi lebih merah.

HEHEHE Bukankah Xiao Yu laki-laki, bagaimana menjadi kekasih Bo Shangyuan? ]

Xiao Jin Jin lucu Hei, memangnya sesama laki-laki tidak bisa berkencan? ]

(= ∩ω∩ =) [ Ah ... Sebenarnya, aku pikir ... Dibandingkan dengan gadis itu, teman sekelas Gu Yu tampak lebih serasi dengan Bo Shangyuan ... ]

Xiao Jin Jin lucu [ Benar, benar, aku juga pikir begitu! ]

Jin Shilong dan Jiang Zhenshan mengobrol dengan senang di grup.

Gu Yu disisi lain, menatap kosong udara di depannya, dan hanya ada satu kalimat yang tersisa di kepalanya.

... dia tampaknya hanya sangat baik padamu.
.
.

Festival berikutnya setelah Hari Valentine adalah Festival Musim Semi.

Seminggu kemudian, Festival Musim Semi segera tiba sesuai jadwal.

Pada hari terakhir kelas perbaikan, Jiang Zhenshan sangat enggan. Ketika akan tiba membuat kelas di sore hari, dia bahkan lebih cemberut dan wajahnya tidak bahagia.

Setelah melihatnya, ibu Jiang memberi saran. "Saat libur di akhir pekan, ajak Gu Yu kesini untuk bermain. Dia bisa datang kapanpun, kenapa kau begitu sedih?"

Setelah tercerahkan oleh ibunya, suasana hati Jiang Zhenshan akhirnya lebih baik.

Pada pukul 5:30 sore, kelas tambahan hari terakhir akhirnya berakhir.

Di akhir kelas perbaikan, Gu Yu mengemas buku pelajaran dan materi, bersiap untuk pergi.

Jiang Zhenshan berdiri dan berbisik, "Apa kau ingin tinggal untuk makan malam?"

Gu Yu tertegun, sebelum dia berbicara, ibu Jiang datang dan mengetuk kepala anaknya.

Ekspresi ibu Jiang sangat tidak setuju. "Malam ini Malam Tahun Baru, dia harus berkumpul dengan keluarganya untuk makan malam, bagaimana bisa dengan santai tinggal di rumah orang lain untuk makan malam."

Jiang Zhenshan menjilat mulutnya.

Disisi lain Gu Yu yang bersiap pergi pamit pada Ibu Jiang.

Namun, sebelum pergi, ibu Jiang menghentikannya, dan kemudian mengeluarkan sebuah amplop merah dengan sebuah berkat dari sakunya.

Gu Yu melihat amplop merah itu, sedikit tertegun.

Ibu Jiang tersenyum dan memasukkan amplop merah ke tangannya, lalu menyentuh kepalanya.

"Selamat Tahun Baru."

Gu Yu ingin mengembalikan amplop merah itu, tetapi ibu Jiang mencegatnya lagi.

Ibu Jiang tersenyum dan berkata, "Tidak banyak, ambil saja."

Jiang Zhenshan disamping mengangguk, "Ya, Tahun Baru, itu normal untuk mengumpulkan beberapa amplop merah."

Gu Yu diam sejenak, "Terima kasih, Bibi."

Ibu Jiang tersenyum, "Sama-sama."

Ketika meninggalkan komunitas, Gu Yu berbalik dan berteriak pada Jiang Zhenshan yang mengirimnya. "Sampai jumpa semester depan!"

Gadis itu juga balas berteriak.

Matanya tidak berkedip melihat kepergian Gu Yu. Setelah beberapa saat, dia menyadari sesuatu.

Hei... Apa Gu Yu tadi tersenyum?
.
.

Pada hari Festival Musim Semi, sisi jalan penuh dengan lentera merah, dan jendela-jendela berbagai toko juga ditempelkan dengan berkah, menjual bait dan amplop merah.

Sedangkan untuk pusat perbelanjaan, lagu Andy Lau bergema, dan berbagai komoditas sudah mulai melakukan kegiatan penjualan diskon.

Sedangkan untuk program-program di TV, ada lebih banyak nuansa Festival Musim Semi.

Di semua stasiun adalah malam gala.  Beberapa penyanyi papan atas dengan gaun merah sedang bernyanyi, atau para aktor yang sedang berlakon aneh di variety show di TV.

Meski acaranya sangat memalukan, tidak ada yang ditonton, tapi setidaknya itu membuat keluarga jauh lebih hidup.

Pukul delapan malam, ketiga anggota keluarga itu duduk di ruang tamu dan menonton tv. Tidak ada yang bicara membuat suasananya tampak agak bermartabat.

Karena malam ini adalah Malam Tahun Baru, jadi di pagi hari, ibu Gu memberikan kalimat khusus kepada Gu Yu, biarkan dia tinggal di rumah di sore hari, dan setelah malam di Malam Tahun Baru, jangan pergi ke rumah teman sekelas.

Di lain waktu, ke mana Gu Yu pergi, mereka bisa mengabaikannya.

Namun, karena Gu Yu telah membuat janji dengan Jiang Zhenshan sebelumnya untuk hari terakhir dari kelas tambahan, jadi ibu Gu tidak bisa menahannya.

Ketika Gu Yu pulang, sudah jam tujuh malam.

Ibu Gu yang duduk di ruang tamu entah menunggu berapa lama, raut wajahnya sangat jelek.

Tetapi karena dia tidak akan lagi memarahinya jadi ibu Gu tidak mengatakan apa-apa.

Dia hanya duduk di sofa dengan wajah hitam.

Sementara ayah Gu biasanya akan mengatakan sesuatu tetapi kali ini, ayah Gu merasa pergi ke rumah teman saat hari libur tahun baru itu bukan hal biasa jadi dia juga tidak berbicara.

Adapun Gu Yu, dia duduk di sofa dan menjilat bibirnya.

Dia ragu-ragu sejenak sampai akhirnya tampak memiliki keberanian untuk mengeluarkan uang di sakunya.

"Ini."

Kedua orangtua itu yang tadinya marah dalam diam seketika tertegun.

Keduanya bicara bersamaan. "Dari mana uang itu?"

Gu Yu berbisik, "Uang dari bekerja."

Ibu Gu bingung. "Bukannya kau selalu bermain bersama teman sekelas belakangan ini? Kapan kau bekerja?"

Sang ayah dari sisi lain berkata. "Jadi alasanmu pergi bermain itu, apa sebenarnya bekerja?"

"Hm."

Ayah Gu tidak mengerti. "Kenapa kau tidak jujur? Kami pikir kau tadi pergi bermain lagi."

Gu Yu menundukkan kepalanya. "... Aku takut kalian tidak setuju."

Kedua orangtua itu tiba-tiba menjadi rumit.

Setelahnya ayah Gu bertanya. "Kenapa kau ingin bekerja?"

Gu Yu menunduk dan berkata, "... Bukankah keluarga kita sedang kesulitan baru-baru ini?"

Mendengar itu, Ibu Gu memegang mulutnya.

Suaranya tercekat. "Bagaimana ini suamiku, aku ingin menangis sekarang ..."
.
.

Pada saat yang sama, rumah utama Bo.

Rumah utama Bo megah seperti biasa, dan setiap sudut tampak mengungkapkan bau orang kaya.

Bahkan meja makannya paling tidak panjangnya lima meter.

Di atas meja makan besar, nenek Bo duduk di kursi utama, tersenyum dan bertanya pada Bo Shangyuan disebelahnya. "Tengah semester pertama sudah selesai. Apa ada gadis yang kau suka?"

Bo Shangyuan menjawab dengan suara dingin. "Ada orang yang aku suka."

Disisi berlawanan, ayah Bo mengerutkan kening.

Dia berkata, "Omong kosong! SMA harus fokus pada pembelajaran, bukan fokus menyukai gadis. Ini konyol!"

Nenek Bo tidak tahan untuk berteriak. "Memangnya kenapa kalau Yuanyuan menyukai seseorang? Dia tidak sepertimu yang langsung membuat anak haram! Selain itu, orang dalam keluarga yang paling tidak memenuhi syarat untuk mengurusi cinta awal Yuanyuan adalah kau! Ketika kau berada di sekolah menengah, entah berapa banyak kekacauan yang sudah kau lakukan. Jangan kira aku lupa!"

Ketika ayah Bo di sekolah menengah, dia sangat bajingan dan playboy.

Ada juga dua kasus hamil anak perempuan, yang terkenal di seluruh sekolah.

Jika bukan karena keberhasilan besar keluarga Bo, tidak mungkin menemukan seseorang untuk memperbaikinya.

Kelakuan Ayah Bo saat remaja berbanding terbalik dengan Bo Shangyuan yang bersih dan tidak pernah mengacaukan gadis.

Karena itu, nenek Bo sangat menjaganya.

Wajah ayah Bo kaku, dan suaranya tanpa sadar melemah.

"Sudah belasan tahun yang lalu, bagaimana ibu masih ingat?"

Nenek Bo acuh, terlalu malas untuk menanggapi, dan memilih menoleh pada Bo Shangyuan.

"Gadis seperti apa itu? Imut atau pintar?"

"Imut."

Bo Shangyuan mengatakan seperti itu, pasti sangat imut.

Nenek Bo penasaran dan berkata, "Kapan kau membawa anak itu mengunjungi nenek?"

Bo Shangyuan memikirkannya dan berkata, "... Nanti."

Nenek Bo kecewa.
.
.

Pada pukul 12 malam, petasan dan kembang api dilepaskan.

Gu Yu berdiri di dekat jendela, menatap kembang api yang indah di langit, lalu mengeluarkan ponselnya, menulis pesan.

[ Selamat Tahun Baru. ]

Bo Shangyuan membalas sangat cepat.

Hm. ]

Selamat Tahun Baru. ]

Gu Yu bersiap kembali ke ruang tamu, tetapi pada saat ini, Bo Shangyuan lanjut mengirim pesan.

[  Amplop merah. ]

[ ? ]

Mengucapkan Selamat Tahun Baru, kenapa tidak beri amplop merah. ]

[ ...... ]

Gu Yu terdiam sesaat, dan kemudian mengirim 88 yuan sebagai angpao.

Masih kurang 432 yuan. ]

Gu Yu mengerutkan kening dan ekspresinya agak bingung.

Tentu saja, Gu Yu tidak berpikir bahwa dia mencarinya untuk meminta uang. Lagi pula, Bo Shangyuan sangat kaya.

Gu Yu hanya berpikir bahwa angka ini agak aneh.

Namun dia tetap mengirim lagi 432 yuan.

Memberimu trik sulap. ]

[ ?  ]

Detik berikutnya, ponsel Gu Yu menerima prompt sistem.

1024 memberi Anda transfer 5.200 yuan. ]

Gu Yu tertegun, setelah beberapa lama, akhirnya menyadari bahwa yang Bo Shangyuan ingin darinya adalah angka 520.

Gu Yu meletakkan ponselnya dan memerah, hanya untuk merasa bahwa ia tidak memiliki cara untuk berpikir.

Pada saat bersamaan.

Duan Lun mengirim pesan pada Bo Shangyuan.

Selamat Tahun Baru. ]

[ Hm. ]

Apa ada amplop merah? ]

Dua detik kemudian, Duan Lun menerima amplop merah dari 1024. /nama id wechat si yuanyuan/

Duan Lun memandangi tulisan diluarnya 'Selamat tahun baru, semoga mendapat untung yang melimpah,' dan dengan bersemangat menggosok tangannya.

Meskipun Duan Lun tidak kekurangan uang, tetapi ketika dia berpikir bahwa Bo Shangyuan yang mengirim, itu membuatnya antusias.

Bo Shangyuan sangat kaya, jika tidak salah menebak, pasti jumlahnya harus 200 ribu ...

Duan Lun kemudian membuka amplop merah itu.

1 yuan.

Senyuman Duan Lun seketika lenyap.
.
.

Di sisi lain, ibu Bo yang sudah lama tidak melihatnya juga mengirim amplop merah pada Bo Shangyuan. Oh tidak, itu seharusnya transfer.

500.000.

Tapi itu diabaikannya.


Donasi buat Choco
Chapter terbaru tidak muncul di Select Chapter jadi klik judulnya dibawah!
Loading

Comments