79. Konspirasi girl ( Part IV ) (16+)


Akhir-akhir ini, Guo Zhi agak aneh. Dia tidak tersenyum seperti biasanya ketika melihat Shi Xi. Hanya menampakkan wajah kaku. Seperti ketika Shi Xi menyinggungnya, dia tidak memandang Shi Xi dengan baik. Sikap ini membuat orang merasakan api besar.

Di pagi hari, mereka bertemu di jalan menuju gedung fakultas. Guo Zhi melihat Shi Xi disisi gedung kelas, “Oh, itu kau Shi Xi.” Nadanya acuh.

“Kau…”

“Sekarang aku sedikit sibuk, kau bisa mengatakannya nanti.” Guo Zhi langsung pergi begitu saja tanpa menoleh. Shi Xi meremas tinjunya, persendiannya mengeluarkan suara, emosinya menguar.
.
.

Di kelas kedua, Guo Zhi datang ke ruang kelas Shi Xi dengan membawa kertas dan pena. Ia menghampiri Shi Xi yang duduk dibangku kemudian melemparkan pena dan kertas di atas meja, “Ini.”

“Apa maksudmu?” Shi Xi tidak memiliki banyak ekspresi, memandangi Guo Zhi.

“Aku tidak punya waktu sementara ini, kau bisa menggunakannya sendiri.”

“Aku tanya, apa maksudmu?”

Guo Zhi melipat tangan, sikapnya buruk. “Kau masih tidak mengerti ini? Kau tidak terlalu pintar. Simpan sendiri! aku tidak punya banyak waktu untuk datang padamu kapan saja, aku pergi.” Dia keluar.

“Hei, aku bilang berhenti!”

Seolah-olah tidak mendengar suara Shi Xi, Guo Zhi tidak peduli dan tetap pergi. Bocah ini, bahkan berani mengabaikannya, dari mana keberanian itu muncul, Shi Xi tidak bereaksi di permukaan, tetapi ia sedikit tersinggung.
.
.

Saat istirahat makan siang, Shi Xi turun kelantai bawah dan menemukan Guo Zhi sedang menunggu di sana. Dia tidak sabar dan mendesak, “Tidak bisa bergegas?”

Tingkat pertemuan yang sering terjadi seperti itu telah diduga secara sengaja. Shi Xi tidak mengatakan apapun, ia berjalan duluan, Guo Zhi di belakangnya masih dengan wajah tak sabaran. “Aku katakan, kau bisa bergeser kesamping dan jangan menghalangi jalanku.”

Shi Xi menggigit giginya, dia menahan keinginan untuk tidak memukul Guo Zhi dan mempercepat langkahnya, tetapi Guo Zhi tetap berjalan di belakangnya, dan dia menolak untuk meninggalkan setengah langkah. Tidak menyadari aura dingin dan mematikan terselubung dari Shi Xi. Ketika dia tiba di kantin, dia secara alami duduk di seberang Shi Xi, tidak berbicara, dan melemparkan lauk yang tidak dia sukai ke dalam mangkuk Shi Xi. Shi Xi menatap kedalam mangkuknya, tetapi masih tidak berbicara. Entah kenapa Guo Zhi merasa benar-benar kedinginan.

Keduanya makan dengan kepala tertunduk dan tidak ada yang berbicara di tengah. Ketika dia selesai makan, dia bersandar dikursi dan melipat kakinya, “Sepertinya tidak ada bahasa yang sama denganmu.”

“Apa kau sengaja memprovokasiku?” Suara Shi Xi dingin, udaranya membeku.

Sekarang, Guo Zhi yang menyadari beralih berdiri dengan enggan. “Lihatlah apa yang kau katakan, memangnya aku begitu? Aku pergi dulu.”

Shi Xi melihat bagian belakang Guo Zhi yang telah pergi meninggalkannya, dan menggigit giginya lagi, emosi!
.
.

Pada akhir kelas sore, tidak banyak orang yang tersisa di kelas, tetapi telinga Shi Xi bising dengan suara Guo Zhi dan Hua Guyu yang berdiskusi panas di depannya.
“Oh, Guo Zhi, kenapa kau bilang Dan Ju meninggalkanku, hanya mengandalkan wajahku, dia setidaknya ingin tinggal bersamaku seumur hidup, kalau tidak itu tidak logis.” Hua Guyu bersinar di cermin.

Girl tidak mengatakan itu, dia memiliki seseorang yang dia sukai.”

“Aku tidak percaya pria itu tampan, aku lebih tampan darinya!”

“Ya, Hua er berkulit putih, tubuh bagus, dan wajah yang sangat tampan. Dulu di SMA, kau adalah pangeran di mata banyak gadis. Bagaimana mungkin kau tidak menemukan pacar? Jika aku perempuan, aku mungkin sudah menyukaimu sejak lama.”

Hua Guyu semakin bangga dengan pujian, “Shi Xi, apa kau mendengarnya?”

“Kenapa kau berbicara dengannya? Dia sangat sulit diajak bicara.”

Anak ini mencari kematian, benar-benar mencari kematian! Shi Xi membalik halaman buku dengan sangat kejam.
Hua Guyu memandang Shi Xi, dia melihat ke bawah ke buku jadi ekspresinya tidak terlihat, tetapi entah kenapa Hua Guyu sulit menelan ludah, suasananya sangat buruk.

Guo Zhi hari ini juga aneh, apa yang terjadi dengan dua orang ini? Lebih baik tetap hidup dan tidak menjadi bagian dari masalah keduanya. Hua Guyu mencari kesempatan untuk lolos.
.
.

Pada saat ini, Shi Xi menutup buku, berdiri dan berjalan keluar kelas, Guo Zhi mengikutinya. Ketika sampai didekat kamar asramanya, Guo Zhi membuka suara, “Itu saja untuk hari ini, selamat tinggal.”

“Mau pergi?”

“Itu, bukan itu masalahnya.”

“Sepertinya kita harus membicarakannya, Guo Zhi.” Wacana itu sepertinya diperas, membuat orang bergetar, Guo Zhi tidak mungkin untuk menolak, takut untuk menolak. Ketika ia tiba di pintu masuk apartemen, ia berada dalam suasana gelap di mana tidak mengatakan sepatah kata pun pada Shi Xi, ia ketakutan.

“Lebih baik, hari ini lupakan dulu, aku, aku akan kembali ke asrama.” Setelah itu, Guo Zhi berlari menuju lift seperti melarikan diri, jari-jarinya terus menekan tombol lift, tiba-tiba bayangan muncul di belakangnya menutupi cahaya, Shi Xi membungkuk, menggendong Guo Zhi dibahunya, terlepas dari perjuangannya yang terus meronta, dia akhirnya dibawa kembali ke kamar dan dilemparkan ke tempat tidur. Shi Xi mengambil baju ganti, berhenti di pintu kamar mandi, “Coba saja kalau kau berani lari lagi.” Setelah meninggalkan ancaman ini, suara air terdengar dari kamar mandi.

Masalah besar! Tampaknya Shi Xi marah! Guo Zhi bergegas mengeluarkan ponselnya dan melakukan panggilan.
Girl, selamatkan aku.”

“Ada apa, kejutan.”

“Kau bilang kalau aku selalu baik pada Shi Xi, dia akan bosan dan sesekali ubah sesuatu yang baru seperti cuek padanya, membuatnya kesal, dia akan menyadari betapa baiknya aku. Aku sudah coba, tetapi tampaknya dia sangat marah sekarang.”

“Kau benar-benar mencobanya.”

“Tentu saja, tetapi ini sangat sulit, bagaimana kau melakukannya, untuk orang yang kau sukai?”

“Aku tidak bisa melakukannya.”

“Lalu kenapa kau mengajariku! Apa yang harus aku lakukan sekarang?”

“Tunggu kematian.” Dan Ju menutup telepon.

Girlgirl! Hei, girl!”

Apakah ia dikhianati oleh girl? Tidak, girl bukan orang seperti itu, mungkin sinyalnya tidak bagus, jadi terputus.

Pintu kamar mandi terbuka, Guo Zhi berdiri di sudut. Shi Xi berjalan mendekatinya, “Apa ketidakpuasanmu denganku?”

“Tidak, tidak, hanya, itu, aku.” Dia menggelengkan kepalanya dengan putus asa.

“Bicaralah dengan baik.”

Girl bilang kau bisa menyadari kalau aku lebih baik. Bahkan, aku hampir tidak bisa menahan diri. Aku juga bekerja sangat keras. Aku ingin membuatmu tersenyum, aku ingin melakukan banyak hal denganmu, aku ingin bersikap baik padamu.” Guo Zhi sangat dianiaya tetapi tidak dapat menyebabkan simpati Shi Xi. Dia mendorong Guo Zhi ke dinding dan meraih pergelangan tangannya dengan kekuatan, “Wanita mati itu mengajarimu hal-hal aneh ini. Apa otakmu tidak memiliki kekuatan pembeda?”

Kepala Guo Zhi miring ke samping, napasnya bergelombang dengan dadanya, terengah-engah, wajahnya memerah, bibirnya sedikit terbuka, matanya yang hitam bersinar, suaranya samar-samar menggoda, “Sakit, Shi Xi, lepaskan aku, sakit, sakit.” Dia menggigit bibir bawahnya dan mengerutkan kening. Mata Shi Xi sedikit melebar, lalu berbisik, “Inilah yang diajarkan wanita mati itu.”

“Apa kau melihatnya? Apa tidak berguna?”

Sial! Shi Xi tidak mau mengakui bahwa trik ini berguna! Dia menyeret Guo Zhi duduk ditepi tempat tidur, “Dengan seluruh malammu, lepaskan amarahku, aku akan memaafkanmu.”

“Apa, apa? Sepanjang malam? Sepanjang malam!”

“Apa kau punya pendapat?”

“Tidak.” Guo Zhi ragu-ragu berdiri di samping tempat tidur, “Ini, aku ingin kau merasa nyaman kali ini.” Setelah menyelesaikan kalimatnya, dengan wajah memerah malu, Guo Zhi membiarkan Shi Xi duduk di tepi ranjang dan berlutut didepannya, membuka kancing dan menurunkan ritsleting celana Shi Xi.
Hadiah yang dimaksud Dan Ju mengacu pada ini, kan? Tidak sia-sia keduanya memiliki hubungan darah. Karena hal semacam ini baru mengakui kalian ada hubungan darah, huh?!

Pada saat ini, kehangatan Guo Zhi membungkusnya, dia meletakkan tangannya di kepala Guo Zhi, jari-jari indahnya menyelip ke rambut, dia melihat leher belakangnya Guo Zhi yang putih, tangannya yang lain meluncur masuk dari kerah, menyentuh perlahan-lahan di kulit yang membakarnya. Setelah beberapa saat, Guo Zhi mengangkat kepalanya, dengan hati-hati bertanya, “Shi Xi, apa kau merasa nyaman?”

“Jangan terlalu provokatif, kau akan dalam bahaya.” Shi Xi mengangkat Guo Zhi dan meletakkannya di tempat tidur, bibirnya mencium rambut Guo Zhi, perlahan turun ke kedua mata, pucuk hidung, lalu bibir hingga lehernya.

Shi Xi menjalin tangannya dengan tangan Guo Zhi, bibirnya mendekat telinganya, “Panggil namaku, sepanjang waktu.”

“Shi Xi, eung~, Shi Xi, Shi Xi, Shi Xi …”
Keinginannya sudah tidak sabar dalam panggilan itu, Shi Xi mengangkat pinggang Guo Zhi dan mendorong ke bagian terdalam, jemari Guo Zhi menggenggam erat jemarinya, naluri tubuh untuk melayani gairah, kata-kata cinta menjadi desahan berat, melayang di udara, kaki Guo Zhi naik ke pinggang Shi Xi, bergumul dalam nafsu.

Kecepatannya, kekuatannya, keinginannya, kelembutannya, menyusup ke seluruh tubuh Guo Zhi.

Guo Zhi mendapatkan sedikit kesadaran dalam goncangan yang konstan. Dia mengulurkan tangan dan mengaitkan ke leher Shi Xi. Shi Xi membungkuk, mereka berciuman dalam.
.

21 Maret 2019

Donasi buat Choco
Chapter terbaru tidak muncul di Select Chapter jadi klik judulnya dibawah!
Loading

Comments