78. Konspirasi Girl ( 3 )

Di kampus, Dan Ju pergi ke supermarket untuk membeli beberapa botol bir dan kembali ke apartemen. Dia menyalakan musik, duduk di sofa dan minum anggur, ah, sudah tidak terlalu muda, masih sia-siakan waktu. Saat Shi Xi kembali, Dan Ju tertidur disofa, botol kosong dan makanan ringan tergeletak dilantai. Dia mematikan musik, berjongkok dan memungut botol.

“Kakakku dulu biasanya mengunjungiku.” Dan Ju tiba-tiba terbuka, kakaknya adalah ibu dari Shi Xi. Shi Xi melemparkan botol itu ke tempat sampah, Dan Ju kemudian berkata, “Jika dia tahu tentang kau dan Guo Zhi, aku benar-benar ingin tahu apa yang akan dia lakukan dengan kepribadian seperti itu.”

“Kau terlalu banyak daya.”

“Lagipula, itu adalah perasaanmu, tapi kau tahu dia tidak akan setuju.”

“Apa yang ingin kau katakan.”

“Tuhan benar-benar ironis. Kalian sudah memiliki hubungan yang buruk. Itu tidak akan bisa diperbaiki karena ini. Shi Xi, ketika mereka melahirkanmu, mereka hanya anak-anak. Jangan terlalu menyalahkan mereka.”

“Menyalahkan? Aku sudah lama tidak memiliki perasaan ekstra itu,” kata Shi Xi dingin.

“Aku tahu kau tidak peduli jika mereka tidak setuju hubunganmu tetapi bagaimana jika Guo Zhi peduli, apa yang akan kau lakukan?”

“Kau tidak seharusnya berbicara dengannya tentang hal ini.”

Dan Ju menguap, “Yakinlah, aku terlalu malas untuk mengurus urusanmu, apa kau takut meningkatkan rasa bersalahnya? Aku berkata, tidak peduli apa, pilih apa yang kau inginkan, ini agak membusuk keegoisanku. Biarkan aku melihat cinta seperti apa yang bisa kau wujudkan pada akhirnya. Untuk mempertahankan garis keturunan kalian bisa serahkan padaku, aku bisa mencoba melahirkan beberapa lagi, siapa saja diantara kalian yang ingin memberitahuku.” Dan Ju menoleh dengan tersenyum.

“Kelola bisnismu sendiri.”

“Apa yang bisa aku lakukan?” Dan Ju berbalik di sofa, punggungnya menghadap Shi Xi. Tubuh kurus itu bisa terlihat kesedihan dan rasa sakit, Shi Xi membuka suara, “Pulanglah.”

“Pria yang kasar, apa kau mengusirku pergi?”

“Kembalilah ke orang yang bisa meredakan kesepianmu.”

Tubuhnya kaku dan pundaknya berkedut, “Shi Xi, bagaimana bisa cinta membuat orang begitu menyakitkan kadang-kadang, ingin bersamanya, tidak bisa bersamanya. Hal baik terakhir dalam hatiku, apa kau ingin melepaskannya?”

“Kau bukan crybaby, Bibi.”

“Ya.” Dan Ju kembali duduk, “Betapa manisnya harus sesuai betapa sedihnya itu, sehingga hubungan itu bisa seimbang.”

Pintu terbuka, dan Guo Zhi merasa atmosfir di depannya agak aneh. Dia melihat sedikit air mata disudut mata Dan Ju, “Girl, apa yang terjadi?”

Dan Ju berubah menyedihkan memandang Guo Zhi, “Dia menolak mengembalikan pakaian dalamku.”

Guo Zhi menghentak kakinya marah, “Shi Xi, apa kau bisa mengembalikan pakaian dalam Girl? Dia menangis.”

“Jangan menguji batasku.”

“Aku juga harus pergi.” Dan Ju berdiri.

“Hei? Bukankah kau baru saja datang, bermain selama beberapa hari lagi.”

“Tidak, aku ada urusan lain, Guo Zhi, antar aku.”

“Baiklah kalau begitu.”

Dan Ju menggantung tasnya, dan tiba-tiba dia meletakkan tangannya di kepala Shi Xi, mengusak rambutnya, “Sweetheart, aku akan menyiapkan hadiah untukmu.” Shi Xi menggertakan giginya, menepis tangan Dan Ju. Guo Zhi mengagumi keberanian girl yang tidak takut mati. Dia mengangkat tangannya dan mendekati Shi Xi. Dia hanya ingin menjangkau namun suara dingin Shi Xi menyela, “Jangan mencari kematianmu.” Keduanya ditendang keluar dari rumah.
.
.

Barisan batang di kedua sisi jalan diterbangkan oleh angin musim gugur, sudah lama sekali ia tidak berjalan dengan Dan Ju. Ia ingin berterima kasih banyak padanya.

“Jika kau sibuk, kembalilah bermain.”

“Aku tidak sesibuk itu.”

“Gadis, aku ingin mengucapkan terima kasih, kedatanganmu seperti penebusan. Mungkin kau tidak tahu. Ada banyak gosip di sekolah beberapa waktu yang lalu. Mereka mengatakan banyak kata-kata jelek di belakang. Aku tidak memberi tahu Shi Xi. Sejak bertemy pertama kali aku hanya ingin memberikan semua hal-hal baik untuknya, jadi aki tidak ingin dia mendengar gosip ini. Tapi saat aku ingin berjuang melawannya, kau datang, leluconmu menenangkan rumor, jadi terima kasih banyak.” Daun-daun kering kering berbunyi renyah bersentuhan dengan kaki Guo Zhi.

“Aku tahu tentang gosip itu.”

“Kenapa kau?”

“Jangan menatapku dengan tatapan seperti itu, aku bukan peri. Kebetulan aku datang pada saat ini. Kebetulan membuat lelucon, hanya untuk menenangkan rumor. Menurutmu, itu kenapa? Jangan bodoh.” Dan Ju meregangkan tubuhnya dan melanjutkan, ” Aku juga ingin mengambil kredit sendiri, biarkan kau membawaku ke langit. Tapi, bukan aku yang benar-benar menebusmu, Shi Xi yang memanggilku untuk datang.”

Guo Zhi berhenti. Arus hangat mengamuk dalam dirinya, dan tidak bisa lagi berhenti.

Dia mengantar Dan Ju naik taksi, dan mulai melaju perlahan. Dia melambaikan tangannya dan berkata dengan keras, “Girl, selamat tinggal. Aku akan meminta Shi Xi untuk mengembalikan pakaian dalammu, percayalah!” Dan Ju bersandar di belakang kursi dan tersenyum, “Bukankah dia idiot?” Ketika mobil itu hilang dari pandangannya, Guo Zhi berbalik dan tidak sabar untuk kembali bertemu Shi Xi.

Dia terus mengetuk pintu, Shi Xi dengan wajah tidak senang membukanya, “Berikan aku kuncinya.”

“Tidak mau.” Guo Zhi menabrak tubuhnya memeluk Shi Xi, kekuatan tabrakan yang tiba-tiba membuat Shi Xi melangkah mundur,”Jika kau datang untuk membuka pintu, aku bisa memelukmu dalam waktu sesingkat ini.”

“Apa kau perlu menjadi begitu sentimental ketika wanita itu pergi?” Dia ingin mendorong Guo Zhi, tetapi Guo Zhi tidak peduli dan bersikeras menempel padanya.

“Kau biarkan aku memeluk.”

“Lepaskan! wanita itu pasti memberimu obat estrus*.”

*masa gairah untuk hewan 

“Aku tidak tahu, efek obat itu tampaknya sangat kuat. Jika aku tidak memegangmu, kau mungkin diracuni.” Guo Zhi dengan teorinya yang aneh, Shi Xi tidak ingin mengatasinya, jadi ia harus membiarkannya terus dalam pelukan.

“Shi Xi, aku punya permintaan. Bisakah kau mengembalikan pakaian dalam girl. Ah! Sakit! Kenapa kau memukulku!”
.
.

Ketika Hua Guyu tahu Dan Ju telah pergi, hatinya rapuh dan terluka. Kepalanya berada di atas meja dengan ekspresi seperti orang mati. “Kenapa? Kenapa kekasihku meninggalkanku, bagaimana dia rela pergi dan menyia-nyiakan ketampananku? Shi Xi, beri aku nomor ponselnya, aku ingin mendengar bagaimana dia menyesal.”

“Tinggalkan aku.”

Donasi buat Choco
Chapter terbaru tidak muncul di Select Chapter jadi klik judulnya dibawah!
Loading

Comments