75. Tidak ada apa-apa

Kemudian, Jin Shilong kembali mengirim pesan.

Xiao Jin Jin Lucu [ Kenapa kau tiba-tiba bertanya ini? ]

[ … tidak ada apa-apa. ]

[ Sedikit penasaran. ]

Xiao Jin Jin Lucu [ Kenapa kau ingin tahu tentang ini? ]

HEHEHE [ Benar. ]

Gu Yu terdiam selama dua detik, lalu dengan tenang menjawab.

[ Aku melihatnya di TV tadi malam. ]

[ Serial TV, saat protagonis mabuk, ia langsung mencium orang terdekat. ]

[ Tiba-tiba aku ingat, aku ingin tahu. ]

Gu Yu berbohong dengan begitu mulus dan mudah.

Wajahnya begitu biasa, bahkan jika ketiga temannya berdiri di depannya, mereka benar-benar tidak dapat melihat bahwa ia sebenarnya berbohong.

Karena itu ketiganya segera percaya.

Xiao Jin Jin Lucu [ Oh, begitu … ]

HEHEHE [ WTF, serial TV ini terlalu mengerikan. ]

(= ∩ω∩ =) [ Aku … aku sebenarnya ingin melihat sedikit … ]

Xiao Jin Jin Lucu [ Aku juga ingin melihat …]

Xiao Jin Jin Lucu [ Setelah pria mabuk anggur, dia memegang si wanita lalu menciumnya… ah ah ah ah ah, sangat manis! ]

Xiao Jin Jin [ Aku ingin tanya, apa yang dicium itu tokoh utama wanita? ]

[ … tidak. ]

Xiao Jin Jin Lucu [ Oh. ]

Xiao Jin Jin Lucu [ Aku langsung kehilangan minat. ]

HEHEHE [ Hei, aku tiba-tiba tertarik. ]

(= ∩ω∩ =) [ Aku … Aku juga… ]

Xiao Jin Jin Lucu [ Selera kalian terlalu berat! ]

[ …… ]

Jika Gu Yu memberi tahu mereka bertiga tentang yang sebenarnya, entah bagaimana reaksi mereka.

Topik menyimpang sesaat dan segera kembali ke topik utama.

Xiao Jin Jin Lucu [ Sebenarnya, jika seseorang mabuk, dia biasanya tidur dengan tenang, atau memeluk botol anggurnya sambil bertingkah gila. ]

Xiao Jin Jin Lucu [ Jenis mabuk seperti serial TV yang mencium orang lain, aku belum pernah melihatnya. ]

Gu Yu tertegun.

Belum pernah melihatnya.

Jadi, tadi malam, apa halusinasinya?

Atau, sebenarnya itu hanya mimpi?

Dia bermimpi Shangyuan mabuk, dan kemudian bermimpi bahwa Duan Lun meneleponnya, dan bermimpi dia pergi ke bar, dan kemudian bermimpi membawa pulang Shangyuan dan akhirnya … bermimpi Shangyuan menciumnya.

Semua ini hanya mimpi.

Faktanya Shangyuan tidak melakukan apa-apa, tidak minum, tidak menciumnya, dan bekas luka di lehernya kemungkinan besar digigit nyamuk. Atau mungkin ruam yang terjadi karena dia makan sesuatu yang tidak bersih kemarin.

Memikirkan kemungkinan ini, Gu Yu diam.

Jika dia benar-benar bermimpi, mengapa dia mengalami mimpi seperti itu?

Gu Yu tidak mengerti.

Pikirannya semakin rumit.

Dalam grup itu, ketiga temannya lanjut mengobrol dengan seru.

HEHEHE [ WTF, Xiaojinjin terdengar seperti sangat berpengalaman. ]

HEHEHE [ 😱 ]

Xiao Jin Jin Lucu [ Tentu saja, aku pernah ke bar! ]

HEHEHE [ WTF, benarkah! ]

(= ∩ω∩ =) [ Wow … ]

HEHEHE [ Apa yang ada di bar? Apa seperti pepatah online kalau ada yang menari striptis? ]

(= ∩ω∩ =) [ strip… striptis?! ]

HEHEHE [ Kata orang lain di Internet, aku tidak tahu apa itu benar. ]

Xiao Jin Jin Lucu [ Ya, aku sudah melihatnya. ]

HEHEHE [ WHAT THE FCK! ]

(= ∩ω∩ =) [ Wow~ ]

Gu Yu hanya diam membaca obrolan ketiganya.

Ketiganya tidak merasa aneh karena Gu Yu memang biasanya tidak banyak mengobrol.

Tetapi Jin Shilong tiba-tiba memikirkan sesuatu dan kembali ke topik sebelumnya.

Xiao Jin Jin Lucu [ Oh, ya. ]

Xiao Jin Jin Lucu [ Aku membaca cuitan yang sangat lucu di Internet sebelumnya. ]

Xiao Jin Jin Lucu [ Ada cuitan satu gadis yang lagi tren di Weibo, itu tertulis, saat kakaknya mabuk, dia bertingkah gila di jalan lalu memeluk seekor anjing liar di depan tong sampah, dan kemudian dengan anjing itu dia bersumpah untuk keduanya menjadi saudara sehidup semati. ]

Xiao Jin Jin Lucu [ Jadi, jika kau mabuk lalu mencium orang lain, itu mungkin saja. ]

Xiao Jin Jin Lucu [ Banyak hal di dunia ini, tidak ada yang tidak mungkin. ]

Setelah membacanya, Gu Yu langsung menghela nafas lega.

Itu bukan mimpi.

Dia kemudian merasa ada sesuatu yang salah.

Jika bukan mimpi …

Apa itu kenyataan?

Ekspresi Gu Yu aneh.

Dia kembali mengajukan pertanyaan.

[ Seperti plot dalam serial TV, protagonis mabuk dan secara tidak sengaja mencium orang… ]

[ Apa itu juga akan terbawa dalam mimpi? ]

HEHEHE [ Pertanyaan Xiao Yu Yu kali ini lebih aneh. ]

(= ∩ω∩ =) [ Bisa… Bisakah? ]

Xiao Jin Jin Lucu [ Protagonisnya pria atau wanita? ]

[ … Pria ]

Xiao Jin Jin Lucu [ Tampan? ]

[ … Tampan. ]

Xiao Jin Jin Lucu [ Pasti akan terbawa mimpi. ]

Xiao Jin Jin Lucu [ Mimpi yang indah, hehe~ ]

Xiao Jin Jin Lucu [ Bermimpi dicium lagi olehnya~]

HEHEHE [ Selera siswa Jin agak berat … ]

Gu Yu melihat jawaban Jin Shilong dan diam untuk waktu yang lama.

Bermimpi dicium lagi.

Meskipun dia merasa bahwa mimpi itu sedikit mengerikan, namun konten yang dia impikan persis sama dengan apa yang dikatakan Jin Shilong, dia dicium sekali lagi.

[ …… ]

[ Kenapa? ]

Xiao Jin Jin Lucu [ Karena suka! ]

[ … Suka? ]

Xiao Jin Jin Lucu [ Ya. ]

Xiao Jin Jin Lucu [ Bermimpi dicium pria yang tampan, betapa bahagianya. ]

Gu Yu melihat kata bahagia di layar, matanya kosong.

Bahagia? Mimpinya tadi adalah karena dia bahagia?

Gu Yu mengambil cermin dan berkaca.

Namun, sama sekali tidak ada raut bahagia diwajahnya.

Gu Yu semakin tidak mengerti.

Meskipun dia terlihat tidak bahagia, tetapi dia tidak merasa marah.

Dia kemudian mengajukan pertanyaan lain.

[ Tiba-tiba dicium oleh pria, bukankah itu menjadi mimpi buruk? ]

Xiao Jin Jin Lucu [ Bagaimana mungkin. ]

Xiao Jin Jin Lucu [ Dicium pria yang tampan, bagaimana mungkin kau sebut itu mimpi buruk? ]

Jin Shilong kemudian beralih bertanya.

Xiao Jin Jin Lucu [ Tokoh utama dalam serial TV itu, selain tampan, apa ada kelebihan lain? ]

[… Kaya, luar biasa. ]

Xiao Jin Jin Lucu [ Playboy? ]

[ … Tidak. ]

Xiao Jin Jin Lucu [ Wow, dicium pria berkualitas tinggi, bagaimana bisa itu mimpi buruk! ]

Xiao Jin Jin Lucu [ Tidak cukup untuk memintanya mencium. ]

Bagaimana bisa itu mimpi buruk?

Gu Yu melihat kata-kata ini, diam.

Jadi …

Mimpinya yang dia pikir itu adalah mimpi buruk, apa itu mimpi indah?

Gu Yu sedikit bingung

[ Jadi …]

[ Jika kau bermimpi sedang dicium oleh pria kaya dan tampan, itu mimpi indah? ]

Xiao Jin Jin Lucu [ Tentu saja! ]

Xiao Jin Jin Lucu [ Dicium pria yang kaya dan tampan, itu bukan mimpi buruk! ]

HEHEHE [ Meskipun aku benar-benar ingin membantah … tapi aku merasa sedikit masuk akal. ]

Xiao Jin Jin Lucu [ Apanya yang sedikit, itu jelas sangat masuk akal! ]

Xiao Jin Jin Lucu [ Bahkan jika itu nyata, benar-benar mustahil untuk memiliki mimpi buruk. Kecuali jika kau takut pada pria! ]

Xiao Jin Jin Lucu [ Jika kau dicium pria jelek dan tidak punya uang tetapi playboy, itu normal untuk memiliki mimpi buruk. ]

HEHEHE [ Aku benar-benar yakin sekarang … ]

(= ∩ω∩ =) [ Aku selalu berpikir teman sekelas Jin sangat masuk akal … ]

HEHEHE [ Tapi apa ada orang seperti itu dalam kenyataan? Seharusnya tidak ada. ]

(= ∩ω∩ =) [ Itu… Seperti… Siswa Bo…]

Xiao Jin Jin Lucu [ Sangat tepat! ]

HEHEHE [ Oh. ]

HEHEHE [ 😑 ]

Gu Yu diam lagi.

Tetapi pada saat ini, Jin Shilong tiba-tiba menemukan sesuatu.

Gu Yu jarang mengobrol kalau tidak diajak bicara dan hanya menjawab singkat, tiba-tiba bertanya banyak hari ini. Dan juga isi topik sangat aneh.

Xiao Jin Jin Lucu [ Tunggu, sepertinya aku menemukan sesuatu. ]

HEHEHE [ Temukan apa? ]

(= ∩ω∩ =) [ Ah? ]

Xiao Jin Jin Lucu [ Gu Yu, jangan bilang kau … ]

Gu Yu melihat kalimat ini, dan hatinya tegang.

Karena terakhir kali, Jin Shilong bisa menebak dengan detail pada pakaian juga dirinya yang tinggal bersama Shangyuan.

Xiao Jin Jin Lucu [ Gu Yu, jangan bilang kau bermimpi si tokoh utama pria di serial TV tadi malam, menciummu? ]

Gu Yu tertegun.

Setelahnya dia menghela nafas lega.

[ … Hm. ]

(= ∩ω∩ =) [ Hei, teman sekelas Gu yang polos juga bisa bermimpi semacam ini. ]

HEHEHE [ Tunggu, bermimpi dicium tokoh utama pria??? ]

Xiao Jin Jin Lucu [ Tampaknya Gu Yu benar-benar menyukai pria dalam serial TV. ]

HEHEHE [ Kenapa? ]

(= ∩ω∩ =) [ +1 ]

Xiao Jin Jin Lucu [ Jika kau tidak menyukainya, kenapa kau memimpikannya? ]

HEHEHE [ Suka pria dalam serial TV. Bukankah… itu disebut gay? ]

(= ∩ω∩ =) [ Belum tentu … Ada juga siswa laki-laki yang menjadi penggemar selebriti pria. ]

Gu Yu diam.

… Suka?
.
.

Pada saat bersamaan.

Rumah Bo.

Shangyuan yang mabuk dan tertidur semalaman, bangun ketika hari sudah siang.

Dia mengalami sakit kepala, memegang dahinya, dan perlahan-lahan bangun dari sofa.

Ketika duduk, matanya menangkap gelas kaca yang tergeletak di karpet di depannya, dan diatas karpet lembut, ada noda air basah disana.

Jelas, itu noda cairan yang tumpah dari gelas.

Shangyuan yang suka kebersihan seketika mengerutkan dahi tidak senang.

Dia mengambil ponsel dan mulai memanggil Duan Lun.

Setelah telepon berdering tiga kali, panggilan dengan cepat terhubung.

Duan Lu sangat tersanjung, dia mengangkat alisnya, “Apa yang diperlukan Bo kami yang tampan?”

Shangyuan baru saja bangun, jadi suaranya jauh lebih serak, “… Siapa yang mengirimku pulang tadi malam.”

Duan Lun mendengar kata-kata dan memiliki ekspresi aneh, “Kurcaci kecil.”

Shangyuan menatap gelas yang tergeletak di karpet, mengerutkan kening.

Gu Yu tahu harga karpet ini.

Ratusan ribu.

Tentu saja, untuk Bo Shangyuan, ini bukan apa-apa.

Tapi untuk Gu Yu, itu sangat mahal.

Karena itu, ketika dia masih tinggal dirumah ini, Gu Yu selalu takut mengotori karpet. Jika tidak ada keperluan diruang tamu, dia tidak akan pernah menginjak karpet.

Jika dia lewat ruang tamu, dia hanya akan berjalan diluar karpet.

Gu Yu jelas tidak akan melakukannya.

“… Bukan orang lain?”

“Berdasarkan sifatmu, jika aku meminta orang lain menyentuhmu, kau pasti akan membunuhku.”

Shangyuan tidak menyangkal, dia melihat gelas yang tergeletak di depannya, menekan alisnya.

Meskipun Duan Lun adalah playboy, dia tidak memiliki kebiasaan berbohong.

Shangyuan bergumam samar dan siap untuk menutup telepon, tapi teringat sesuatu, suaranya berubah dingin.

“Bagaimana kau dapat nomor ponselnya?”

“…”

… Fck.

Apa yang disebut gigitan anjing Lu Dongbin, mungkin Duan Lun saat ini.

sudah berbuat baik, tetapi yang di tolong tidak tahu berterima kasih dan malah nyerang balik. /

Bahkan nomor ponsel saja tidak bisa diminta. Hasrat posesifnya sangat kuat. Dia bisa saja langsung mengurung kurcaci kecil di rumahnya sehingga tidak ada yang bisa melihatnya!

Duan Lun hanya memikirkan ini, tetapi dia tidak tahu bahwa Bo Shangyuan memang benar-benar memiliki ide ini.

Duan Lun memutar matanya. “Dari kelas E.”

“Hapus.”

Duan Lun tahu bahwa dia akan berkata begitu, jadi tidak terkejut.

Duan Lun memutar matanya.

Lebih memilih kekasih daripada teman… Cuih!

Setelah mengumpat dalam hati, Duan Lun tiba-tiba memikirkan hal yang menarik.

Bibir Duan Lun naik dan penuh minat. “Oh ya, aku harus memberi tahumu sesuatu.”

Shangyuan mengerutkan alis.

“Kurcaci kecil itu mengira kau punya kekasih.”

Benar saja, seperti yang diharapkan Duan Lun, dia menjawab dengan cepat. “Apa?”

Duan Lun bahagia, wajahnya penuh kebanggaan. “Pertama-tama, aku tidak mengatakan apa-apa, itu adalah pikirannya sendiri.”

Lalu lanjut berkata perlahan, “Bukankah itu normal kalau kurcaci kecil berpikir kau punya kekasih? Seluruh sekolah mengira kau punya kekasih.”

Wajah Shangyuan berubah dingin.

Meskipun tidak bicara, Duan Lun sepenuhnya bisa menebak ekspresinya.

– Ini membuatnya bahagia.

Duan Lun segera mentransfer topik dengan cepat.

“Si gemuk Zhu mengajakku bermain bola, tidak ada lagi yang dikatakan, tutup telepon.”

Setelah itu, dia menutup telepon.

Duan Lun berbaring di tempat tidur dan berguling dengan gembira.

Dia tidak memikirkan sebelumnya bahwa suatu hari, dia bisa memprovokasi Shangyuan.

Disisi lain, Shangyuan beralih menekan nomor lain.

Namun, tidak terduga bahwa setelah panggilan terhubung, pihak lain langsung menutupnya.

Adapun orang yang berani menutup telepon, secara alami, hanya ada seseorang.

Shangyuan mengerutkan alisnya dalam.

Hm?
.
.

Saat ini.

Sisi lain dari dinding.

Gu Yu terdiam.

Kata suka yang Jin Shilong bahas telah melekat dalam pikirannya dan berulang.

Gu Yu duduk di meja belajar dan matanya kosong.

… Apa dia suka Bo Shangyuan?

Tetapi, Bo Shangyuan itu laki-laki.

Lagipula, bukankah dia punya kekasih?

Pertanyaan-pertanyaan ini terus berputar di benaknya.

Tiba-tiba ponselnya berdering.

Gu Yu secara tidak sadar menerima panggilan. Namun setelah melihat nama Shangyuan tertera dilayar, dia syok, otaknya belum sepenuhnya bereaksi, dan jarinya secara bawah sadar langsung menutupnya.

Gu Yu kemudian menyadari apa yang baru saja dilakukannya.

Dia menutupi wajahnya, melakukan hal memalukan.

Dia bahkan dapat membayangkan bagaimana ekspresi Bo Shangyuan saat ini.

Seketika beberapa hal yang dia abaikan kini muncul.

Yang terjadi semalam … Apa Shangyuan masih mengingatnya?

Ketika dia menciumnya … Apa dia sadar atau tidak?

Dan…

Apa Shangyuan mengira dia sebagai … Kekasihnya?

Entah mengapa, begitu berpikir Bo Shangyuan menciumnya karena mengira dia adalah kekasihnya, Gu Yu merasa sedikit tertekan.

Adapun mengapa, Gu Yu tidak bisa mengerti.

Mungkin, apa karena dia laki-laki yang dianggap sebagai perempuan?

Pada saat ini, Shangyuan mengirim pesan padanya.

Apa yang kau lakukan? ]

Gu Yu melihat pesan WeChat ini dan menjilat bibirnya. Setelah beberapa lama, dia menjawab.

[ Mengulas. ]

Kenapa tidak menjawab telepon. ]

[ …… ]

[ Aku salah tekan. ]

Apa kau yang mengirimku pulang kemarin? ]

[ Hm. ]

Apa ada yang Duan Lun katakan? ]

[ Tidak. ]

[ Oh, dia bilang kau belum membayar anggur jadi memintaku memberi uang 200.000 yuan. ]

Benarkah? ]

Pada saat yang sama, Duan Lun yang sedang berbaring di tempat tidur seketika merinding.

Sial, bagaimana tiba-tiba dia punya firasat buruk …

Shangyuan mengalihkan topik pembicaraan.

Apa yang terjadi di rumah kemarin? ]

Gu Yu tertegun.

Suasana hatinya tiba-tiba menjadi rumit dan sulit dimengerti.

[ …… ]

[ Kau … tidak ingat? ]

Apa? ]

[ … tidak ada apa-apa. ]

Gu Yu mendesah lega.

Pada saat yang sama, dia juga merasa kosong.

Dia tidak merasa bahagia.
.
.

Disisi lain, Shangyuan membaca dua pesan terakhir itu dan kemudian menatap gelas yang tergeletak di atas karpet, tidak berkedip.

Tidak ada apa-apa?

Ini jelas tidak tampak seperti tidak ada apa-apa.

Donasi buat Choco
Chapter terbaru tidak muncul di Select Chapter jadi klik judulnya dibawah!
Loading

Comments