73. Bercampur

Apakah sekarang ini? Apakah sudah waktunya mendengarkan ini? Meskipun demikian, Guo Zhi tak bisa menahan detak jantungnya karena suhu tubuh Shi Xi.

“Kau masih harus menjaga dirimu sendiri, bocah busuk.” Tangan yang mengulurkan dengan mudah tangkap, pria itu memandang ke Shi Xi, sudut bibirnya terluka, ekspresinya tidak banyak berubah seperti sebelumnya, seperti ilusi. Melalui pupilnya, udara menjadi dingin. Dia menarik Guo Zhi ke belakangnya dan mendekati kedua pria itu langkah demi langkah, “Pertemuan langka dengan bahan seperti ini, aku akan menikmatinya.”

“Apa yang kau bicarakan, kau pikir kami takut?”

Shi Xi berjalan menuju pintu ruang kelas, jari-jarinya diletakkan pada sakelar lampu, “Kalian harus takut.” Lampu padam, ruang kelas gelap, dan jeritan masih bisa terdengar dalam gelap, “Apa-apaan ini!” Di sekitarnya, Guo Zhi mengulurkan tangan dan tidak melakukan apa pun. Mata Guo Zhi menyorot waspada, ada teriakan di kejauhan, dan ada sesuatu yang sobek, kakinya gemetar karena ketidakberdayaan, rasanya seperti jatuh ke dalam pleksus yang gelap, dan suara seperti kunyahan binatang buas yang menggigit mangsa terus terdengar ditelinganya. Dia meraba-raba menuju ke pintu yang bercahaya, terlepas dari rasa sakit yang menghantam sudut meja. Ketakutan menyeretnya seperti seutas tali, dan akhirnya, ke tempat yang terang, ia hanya menghela napas lega, dan tangan yang dingin menyeretnya kembali ke jurang yang gelap.

Jeritan semakin lemah dan semakin lemah, dan akhirnya kelas menjadi sunyi. Lampu menyala, Guo Zhi menyipitkan mata menyesuaikan keadaan. Shi Xi berdiri didekatnya dengan kedua tangan dimasukkan ke saku celana. “Ada apa, ayo.” Guo Zhi melihat dua pria tadi sudah tergeletak di lantai, mereka meringkuk berkedut tak berdaya. Dia berjalan ke sisi Shi Xi dengan pikiran kosong. Apa yang terjadi?

Menunggunya kembali, Guo Zhi menghalangi jalan Shi Xi, dan menatapnya dengan khawatir. “Wajahmu baik-baik saja? Coba aku lihat.” Guo Zhi menyentuhnya dengan lembut, menyentuh luka dibibir, jari-jarinya yang hangat menutupi dinginnya wajah Shi Xi.

“Tidak apa-apa.”

“Aku sedikit marah denganmu.” Protes Guo Zhi melalui pandangan, “Bisakah kau memperlakukan wajah ini dengan baik, berapa banyak waktu yang Tuhan telah habiskan untuk menciptakan penampilanmu, kau sangat sia-sia!”

“Apa kau sangat menyukai wajah ini?” Shi Xi diperdaya dengan nada yang buruk.

“Tidak, bukan begitu.” Guo Zhi panik, jarinya menekan kuat luka Shi Xi, Shi Xi mengerutkan alisnya, Guo Zhi seketika menjatuhkan dirinya ke tubuh Shi Xi, memeluk pinggangnya dengan erat, “Jika kau terluka, aku akan sangat sedih, sangat sedih. Kau harus ingat kalimat ini, jika kau tidak ingat, aku akan selalu mengingatkanmu. Jadi, jangan disengaja.”

Shi Xi meletakkan tangannya di kepala Guo Zhi. “Siapa yang bertingkah sekarang.”

“Pasti bukan aku. Btw, aku akan membeli beberapa suplemen untukmu besok.”

“Tidak perlu sibuk.”

“Ingat untuk membuka pintu untukku, jangan tidur terlalu banyak.”

“Aku tidak mau, itu menyebalkan, kau tahu?” Kata-kata Shi Xi begitu dingin sehingga Guo Zhi tidak tahu bagaimana menjadi baik. Apakah itu menyebalkan? Dia menarik kepalanya, dan hampir jatuh dalam depresi. Namun suara Shi Xi menariknya kembali, “Kau akan membuka pintu sendiri nanti.” Kunci itu bergoyang di tangannya, mata Guo Zhi bersinar, “Benarkah?” Tangan itu mencapai kunci namun kalah cepat, dengan jahilnya Shi Xi mengangkat tangannya lebih tinggi dan membuat Guo Zhi hanya bisa menggapai udara. Dia berjinjit, tidak akan pernah berdamai dengan kesenjangan tinggi mereka.

“Berikan padaku.”

“Apa gunanya?”

“Hanya sisi positifnya, aku tidak perlu mengetuk pintu setiap pagi.” Guo Zhi memegang lengan Shi Xi yang terangkat, “Aku tidak percaya kau tidak lelah!”

Shi Xi menurunkan tangannya, tindakan ini agak disengaja, Guo Zhi langsung merampok kunci, ia takut Shi Xi berubah pikiran jadi ia bergegas melarikan diri.
.
.

Pada siang hari, Guo Zhi menenteng sekantong besar suplemen untuk menemui Shi Xi, ia melihat sosok yang akrab di jalan. Itu adalah Guo Yiqi. Dia berdiri di depan dua pria. Guo Zhi terkejut. Bukankah itu pria di kelas tadi malam?

“Aku sudah bilang jangan datang ke sekolah! Kalian tidak melakukan tugas dengan baik dan beraninya datang padaku untuk mendapatkan uang? Dua pemborosan.” Guo Yiqi jelas tidak senang.

“Kau tidak bisa menyalahkan kami. Untuk membantumu, kami juga terluka. Bagaimana kau tidak bisa memberikan biaya pengobatan?”

Setelah lama terjerat, Guo Yiqi mengambil uang dari tas dan melemparkannya ke wajah dua orang, “Kebaikan seperti apa, mengambil uang dan merepotkanku, hal kecil ini tidak dapat dilakukan dengan baik.” Dia berbalik. Dia melihat Guo Zhi, setelah kepanikan singkat, Guo Yiqi melipat tangannya, “Aku terlihat olehmu.” Kedua pria itu juga melihat Guo Zhi, takut Shi Xi akan muncul, mereka mengambil uang itu dan segera melarikan diri.

“Ternyata itu kau.”

“Memangnya apa salahku? Aku hanya tidak suka melihat Shi Xi, kau juga berisik. Merasa begitu baik? Kalau begitu katakan padaku, kau tidak berani mengukur, hati-hati aku bahkan bisa membereskan kalian bersama.” Guo Yiqi berkata dengan kejam, sering menggertaknya, Guo Zhi sudah terbiasa dengan itu.

“Aku juga bisa memberreskanmu, jika kau melakukan hal semacam ini lagi pada Shi Xi, aku akan melaporkanmu.” Guo Zhi dengan tenang menatap Guo Yiqi.

“Hei, menakutiku, huh? Aku sangat takut. Merasa dilindungi jadi kau merasa hebat, begitu?! Saat melihat luka di wajahnya pagi tadi, kau tidak tahu betapa bahagianya aku.” Guo Yiqi berkata dengan pelan, Guo Zhi tidak bisa mendengarnya dengan jelas. Ia hanya bisa melihat gerakan mulutnya. Itu menjengkelkan dan sangat menjengkelkan. Dia agak menjengkelkan. Guo Zhi melempar kantong di tangannya ke kepala Guo Yiqi. Ia mengambil dua langkah pertama dan meraih bahu Guo Yiqi. Guo Yiqi takut dengan gerakan tiba-tiba.

“Apa yang kau inginkan? F*ck!“

“Menurutmu apa yang ingin aku lakukan, jika hal ini membuat sekolah tahu, biarkan orang tuamu tahu, kau benar-benar memiliki kepercayaan diri untuk dikeluarkan? Terakhir, bisakah kau tutup mulut? Mulutmu tidak layak menyebut nama Shi Xi. Cepat pergi, kalau tidak aku tidak tahu apa yang akan aku lakukan padamu, pergi.” Guo Zhi mendorong Guo menjauh. Guo Yiqi dengan malu mempertahankan wajah sombongnya, apa yang terjadi, dan ia bahkan tidak bisa bernapas, dengan wajah abu-abu, dia berjalan pergi dan melihat ke belakang pada Guo Zhi, pria itu yang dengan percaya dirinya membela Shi Xi, ada sebuah pertanyaan muncul dibenaknya.

Apa hubungan antara Guo Zhi dan Shi Xi?

Guo Zhi memungut kembali tonik yang tersebar di tanah ke dalam kantong, dan ia kemudian mati-matian berlari ke apartemen Shi Xi. Ketika memasuki kamar, ia berdiri di depan Shi Xi sambil megap-megap. Dia menatap tangannya sendiri, “Aku berakhir, Shi Xi, aku sudah berakhir.”

“Well.”

“Apa jawabanmu, aku baru saja mengatakan kalau aku sudah berakhir.”

“Memangnya kenapa?”

“Aku baru saja bertindak kasar pada seorang gadis!” Guo Zhi berjalan bolak-balik didalam kamar, “Aku bukan pria yang baik, aku harusnya menahan diri, bagaimana bisa aku mengasari gadis itu, aku bukan pria yang baik. Jika gadis itu salah, aku juga tidak bisa melakukannya. Lagipula, dia perempuan, aku laki-laki kan?”

“Berisik.” Gagasan Guo Zhi tidak bisa beresonansi pada Shi Xi.

“Aku tidak melakukannya dengan benar, aku bukan laki-laki!” Guo Zhi melempar dirinya ke tempat tidur.

“Yah, aku tahu kau bukan laki-laki,” Shi Xi menghiburnya.

Guo Zhi mendongak, “Hiburan macam apa itu?!” Setelahnya, ia membenamkan wajah di selimut. Setelah beberapa saat, Shi Xi hanya diam melihatnya, dia mendongak lagi, “Sebelum aku mengenalmu, aku adalah pria yang naif, lihat sekarang, apa yang terjadi padaku?”

Karena kedua orang itu telah bersama, jadi, setelah waktu yang lama, ia menyerap kepolosannya, ia terkontaminasi dengan kejahatannya, tidak terlalu ringan, tidak terlalu berat, bercampur bersama, tepat.

Donasi buat Choco
Chapter terbaru tidak muncul di Select Chapter jadi klik judulnya dibawah!
Loading

Comments

  1. Guo Zhi yg polos sudah terkontaminasi kejahatan nya Shi Xi😂

    ReplyDelete

Post a Comment