7. Hanya penghapus

Hari ketiga tes dasar.

Ini adalah hari terakhir ujian.

Pada hari terakhir ujian, subjek bahasa Inggris di pagi hari lalu subjek biologi dan geografi disore hari.

Sama seperti dua hari sebelumnya, Shangyuan masih yang pertama yang menyerahkan lembar jawaban terlebih dahulu.

Dan, jawabannya benar semua.

Ketika tes bahasa Inggris di pagi hari, para siswa yang berada di ruang ujian yang sama dengan Shangyuan melihatnya kumpul lebih dulu membuat mereka semua terkejut, terpana dan tidak dapat dipercaya.

WTF, mereka masih mengisi dan Shangyuan sudah selesai?

Tapi di sore hari, mungkin sudah terbiasa, ketika para siswa yang berada di ruang ujian yang sama melihat Shangyuan kumpul lebih dulu, mereka sudah tidak lagi terkejut.

Mereka akan merasa aneh jika Shangyuan yang terlambat kumpul.

Bagaimanapun, dimata siswa baru, Shangyuan bukan lagi orang biasa.

Jika satu atau dua mata pelajaran benar semua, ini bukan apa-apa. Namun selain matematika dan bahasa, mata pelajaran lain dia juga kumpul terlebih dahulu dan benar semua!

Keparat! Bahkan jika mereka mencontek, mereka tidak dapat menjamin bisa benar semua.

Tentu bukan itu intinya.

Intinya adalah beberapa orang telah mendengar bahwa SMA Chengnan telah benar-benar membedakan siswa bodoh dari siswa berprestasi untuk lebih meningkatkan secara intuitif kesulitan semua mata pelajaran ujian setidaknya 20%.

Oleh karena itu, materi ujian ini sedikit lebih sulit daripada materi ujian sebelumnya.

Meski begitu, Shangyuan masih bisa benar semua.

Apakah ini masih disebut manusia??

Wtf, apa dia benar-benar manusia biasa???

Namun, mereka tidak tahu, pada kenyataannya, matematika Shangyuan juga benar semua.

Itu hanya karena 'menunggu seseorang', jadi dia tidak mengumpul lebih awal.

Adapun bahasa ...

Shangyuan tidak benar semua.

Karena dia tidak mengisi pertanyaan bacaan.

Tetapi bukan karena dia tidak bisa mengisi, tetapi karena topiknya tidak Shangyuan sukai.

Judul pertanyaan bacaan adalah "Rumah."

Kata "rumah", ayah dan ibunya saling berselingkuh selama bertahun-tahun, dan juga punya anak haram diluar. Itu konyol dan ironis.

Bagaimana mungkin Shangyuan bisa mengisinya?

Dia sama sekali tidak ingin memindahkan pena.

Meskipun pertanyaan bacaan dalam bahasa tidak diisinya, subjek lain dia benar semua.

Sama seperti di sekolah menengah pertama, setiap kali mengikuti ujian, Bo Shangyuan pada dasarnya selalu peringkat pertama.

Karena selain matematika dan bahasa, semua mata pelajaran lainnya selalu dikumpul lebih awal, nama Bo Shangyuan mulai secara menyeluruh tersebar dalam kelompok siswa baru sekolah menengah ini.

Hampir tidak ada yang tidak mengetahuinya.

Bahkan sampai ketelinga para senior dan para gadis penasaran tentang sosok Shangyuan.

Sekolah belum dimulai, tetapi Shangyuan sudah menjadi topik utama di SMA Chengnan.

Tinggi dan tampan, jangan lupakan, nilainya juga sangat bagus. Dalam hal ini, orang lain merasa sangat iri, berpikir bahwa jika mereka bisa seperti Shangyuan.

Namun, Shangyuan tidak ada reaksi.

Atau, mungkin sudah lama terbiasa dengan hal ini.

Dan karena itu ...

Tentu, ada gadis yang ingin tahu apakah Shangyuan sudah memiliki kekasih atau belum.

Adapun mengapa perempuan ingin tahu...

Jawabannya jelas.

Namun karena ekspresi Shangyuan terlalu dingin, tidak pernah tersenyum, dan tidak suka didekati, jadi tidak ada yang berani mengambil inisiatif untuk bertanya padanya.

Karena tidak berani bertanya pada orangnya langsung, jadi harus bertanya secara tidak langsung pada orang lain.

Pertanyaan ini, mereka akan bertanya pada Shen Teng.

Mengapa Shen Teng ...

Karena Shen Teng dan Gu Yu saling kenal.

Mengapa berpikir tentang Gu Yu ...

Karena Gu Yu duduk didekat Shangyuan selama ujian.

Tentu saja, sebagian besar alasannya adalah karena beberapa gadis telah mendengar bahwa ketika sedang ujian matematika, Gu Yu meminjamkan penghapus pada Shangyuan.

Oleh karena itu, gadis-gadis itu akan menerima begitu saja, dan Gu Yu mungkin tahu apa Shangyuan punya pacar atau tidak.

Namun, Gu Yu tidak tahu.

Semenjak Shangyuan pindah disebelah rumahnya, Gu Yu tidak pernah berbicara sepatah kata pun dengan Bo Shangyuan.

Gu Yu tidak tahu harus berkata apa, dan merasa tidak ada yang bisa dikatakan.

Sedangkan Shangyuan, pasti merasa tidak layak untuk mengobrol dengannya.

Shen Teng dan Gu Yu telah berada di meja yang sama untuk sekolah menengah pertama selama tiga tahun. Tentu saja, jelas bagi Shen Teng untuk tahu bahwa Gu Yu tidak suka berbicara dan sedikit tertutup.

Meskipun Gu Yu dan Bo Shangyuan berangkat ke sekolah bersama, berada di ruang ujian yang sama, dan duduk di sebelah Shangyuan, tetapi Gu Yu tidak suka berbicara, dan bahkan tidak suka mengambil inisiatif untuk berbicara dengannya. Gu Yu benar-benar - tidak - dapat - mengambil inisiatif dan berbicara dengan Shangyuan.

Apalagi bicara tentang ada atau tidak kekasih Shangyuan.

Karena itu, Shen Teng tidak berniat untuk bertanya pada Gu Yu.

Karena bahkan jika dia bertanya, jawabannya mungkin hanya satu.

- Aku tidak tahu.
.
.

Setelah tes dasar hari ketiga berakhir, hari berikutnya, saatnya mengumumkan hasil.

Sama seperti ruang ujian dan nama, skor total juga dipublikasikan di papan pengumuman.

Namun, itu tidak dalam urutan pengumuman kursi ruang ujian, tetapi sesuai dengan skor total, dari tinggi ke rendah, dari atas ke bawah, urutan ini berturut-turut tercantum di papan buletin.

Tentu saja, skor tertinggi adalah yang terbaik, dan yang terendah adalah yang terburuk.

Adapun orang dengan hasil terbaik ... Gu Yu tidak perlu memikirkannya, tentu sudah tahu siapa itu.

Pada hari pengumuman hasil, sekelompok siswa baru merasa gelisah, berkeringat, dan lemas di kaki mereka, karena takut bahwa mereka akan ditempatkan ke kelas terendah.

Tidak seperti lainnya, Gu Yu dan Shen Teng yang baru saja memasuki gerbang sekolah, tidak terburu-buru, dan wajah mereka tidak gugup.

Untuk Gu Yu, karena dia jelas tahu tentang kekacauannya sendiri.

Karena terlalu jelas, Gu Yu bisa menebak berapa banyak poin yang dia miliki.

Karena dia tahu skornya, tidak ada yang namanya gugup.

Adapun Shen Teng ...

Itu karena terlalu fokus mengoceh tentang gadis-gadis yang ingin tahu tentang ada atau tidak kekasih Shangyuan, dan benar-benar mengesampingkan hasil nilainya.

Bahkan itu sudah dilupakan, maka tidak ada yang perlu dibicarakan, tidak ada kegugupan.

Keduanya pun pergi bersama ke arah papan buletin.

Selama keduanya berjalan, selama itu pula Shen Teng terus mengoceh tentang Shangyuan.

Meskipun Shen Teng tidak bertanya apakah dia punya pacar atau tidak, tetapi di sisi lain, Shen Teng tidak bisa tidak tahan mengoceh hal itu sepanjang waktu.

Setelah ujian berakhir kemarin, Shen Teng mulai membahas pada Gu Yu sampai berjalan ke gerbang sekolah.

Keduanya berpisah di gerbang sekolah. Setelah mereka pulang, dan makan. Shen Teng lanjut membahas hal ini WeChat.

Dalam hal ini, Shen Teng yang tertekan terus membahas semalaman sampai Gu Yu berkata di WeChat bahwa dia akan tidur, barulah Shen Teng berhenti.

Tapi ini hanya sementara ...

Shen Teng tidak menahan dan mulai lagi.

Tidak aneh Shen Teng begitu berceloteh.

Karena Shen Teng benar-benar terlalu jengkel.

Shen Teng memikirkan hal itu setelah ujian kemarin, itu membuatnya tertekan.

"Kemarin, sekelompok gadis tiba-tiba datang dan memintaku untuk berbicara. Mereka minta WeChat dan Penguinku. Memikirkan itu, aku tidak menyangka aku begitu populer dengan perempuan. Begitu banyak gadis mencariku untuk minta kontak,"

"Yang hasilnya, setelah mereka mendapatkan WeChat dan Penguinku. Mereka memintaku tanya padamu, apa kau tahu siapa kekasih Shangyuan. Sialan! Ternyata tujuan mereka Shangyuan!"

"Apa itu WeChat dan Penguin, hanya karena mereka ingin menginginkan info dariku tentang kekasih Shangyuan!! Sialan! Aku pikir aku sangat populer di kalangan perempuan! Dan aku seperti orang bodoh sempat mengira hal itu cukup lama."

"Apa bagusnya Shangyuan! Hanya lebih tinggi, hanya sedikit lebih tampan, dan ... Uh ... nilainya sedikit lebih bagus ... Lalu... Apalagi ... Menakjubkan...."

Saat Shen Teng berbicara, suaranya semakin rendah.

Shangyuan tinggi dan tampan, dan nilainya bagus, sangat menakjubkan.

Shen Teng tampak tertekan, "Ketika mereka meminta kontakku, aku benar-benar bahagia untuk waktu yang lama, masih berpikir, begitu banyak gadis yang menyukaiku, dan untuk menjadikan favoritku, aku bingung mana yang harus ku pilih? ... Ternyata aku tidak menyangka hanya aku yang bersemangat, dan mereka semua hanya ingin membahas Shangyuan! Sialan! Ingin rasanya aku meledak!"

"... Makanya jangan bermimpi di siang hari."

Shen Teng mendesah dramatis, "Aku sudah begitu patah hati dan Xiao Yu masih menyerangku! Kita putus!"

"..."

Selesai meratap, Shen Teng tak bisa menahan diri untuk bergosip. Dengan tengilnya dia bertanya, "Apa menurutmu Shangyuan punya kekasih?"

"Hm."

Tinggi dan tampan, nilainya bagus ... Bagaimana mungkin tidak punya kekasih?

"Aku juga berpikir seperti itu. Ada begitu banyak orang mengejarnya, bagaimana mungkin tidak ada kekasih? Bahkan jika tidak, itu pasti bukan untuk saat ini."

Gu Yu tidak berbicara.

Dia tidak peduli jika Shangyuan punya kekasih.

Setelah itu, Shen Teng memikirkan sesuatu. Dia kembali bertanya, "Aku dengar dari gadis-gadis kemarin, ketika ujian matematika, kau meminjamkan penghapus ke Shangyuan kan?"

Gu Yu bergumam mengiyakan.

Shen Teng tampak penasaran, "Bagaimana Shangyuan meminjamnya? Apa dia mengucapkan kata seperti: teman sekelas, apa boleh aku pinjam penghapusmu? Atau, dia hanya menampakkan wajah dingin dan biarkan kau membawa penghapus langsung padanya?"

Shen Teng berpikir tentang wajah Shangyuan yang selalu tanpa ekspresi, dan berpikir bahwa poin terakhir yang paling mungkin.

Gu Yu merespon tanpa menoleh. "Dia tidak pinjam padaku, aku yang melempar ke mejanya."

Shen Teng tidak menyangka jawaban ini. Dia diam beberapa saat sebelum kembali bersuara. "Ah? Kau yang melemparkan padanya?"

Gu Yu menjelaskan dengan pelan. "Lagipula aku tidak menggunakannya. Aku lihat dia tidak membawanya jadi aku lemparkan saja milikku."

Shen Teng tertegun, tidak bisa menahan diri untuk bertanya, "... Apa Shangyuan tahu kalau kau yang melemparnya?"

Ekspresi Gu Yu tenang. "Aku tidak tahu."

Shen Teng berpikir sejenak dan berkata, "Aku pikir dia pasti tahu ... bahkan sekelompok gadis tahu bahwa kau yang meminjamkan penghapus padanya. Tidak mungkin dia tidak mengetahuinya."

Gu Yu tampak acuh tak acuh, "Hm."

Shen Teng melihat bahwa wajah Gu Yu sangat tenang dan tidak ada reaksi sama sekali merasa agak aneh, "Big bro, kenapa kau tidak bereaksi?"

"Untuk apa bereaksi mengenai penghapus murahan."

Dari awal hingga akhir, Gu Yu tidak mementingkan penghapus.

Penghapus bukanlah apa-apa, tidak layak disebut.

Mendengar itu, Shen Teng langsung merespon. "Ini bukan hanya hal penghapus."

Gu Yu mendengar kata-kata itu dan mengerutkan kening dan bertanya, "Kalau bukan penghapus, lalu apa?"

Setelah sepuluh detik, dia mulai berpikir.

Ketika Shen Teng menundukkan kepalanya dan berpikir serius, keduanya tidak butuh waktu lama sebelum mencapai papan buletin.

Gu Yu menatap papan buletin dan mengangkat matanya. Nama Shangyuan langsung tercermin di mata Gu Yu.

Nama Bo Shangyuan berada di puncak papan buletin sehingga sangat mencolok dan menarik perhatian.

Skor setelah namanya lebih mencolok.

Shangyuan, 755 poin.

Total skor adalah 770 poin.

Dengan kata lain, Shangyuan hanya kurang 15 poin.

Mungkin sudah diperkirakan ini akan menjadi nilainya jadi Gu Yu tidak terkejut.

Gu Yu melihat dengan tenang skor Shangyuan, dan kemudian melihat ke bawah untuk menemukan namanya.

Setelah mencari tiga putaran papan buletin, Gu Yu akhirnya menemukan namanya di bagian tengah dan belakang papan buletin.

Gu Yu, 430 poin.

Ini berbeda lebih dari tiga ratus poin dari Shangyuan

Lebih dari tiga ratus poin ...

Gu Yu tidak akan pernah bisa memperpendek jarak.

Setelah Gu Yu membaca skornya, dia ingat kalimat Shen Teng.

'Tinggi dan tampan, jika nilainya bagus ... orang seperti itu terlalu menjengkelkan.'

'Sungguh, itu terlalu menjengkelkan.' Batin Gu Yu.

Donasi buat Choco
Chapter terbaru tidak muncul di Select Chapter jadi klik judulnya dibawah!
Loading

Comments