68. Tampaknya tiba-tiba ada firasat buruk.

Gu Yu terdiam lama.

Dia tidak tahu bagaimana menjawab.

Seperti menebak keraguan Gu Yu, ayah Gu kembali mengiriminya pesan.

Ibumu bilang tidak akan lagi mengeluh tentang nilaimu atau membandingkanmu dengan orang lain. Beberapa hari yang lalu, putra keluarga Li dilantai bawah yang biasanya tidak memberontak, ternyata diam-diam menggunakan uang dari keluarganya, dia bahkan tidak mengaku dan berkelahi dengan ayahnya. Karena itu, ibumu sadar betapa baiknya kau. Ibumu membuat banyak hidangan kesukaanmu hari ini. Kau tidak bisa memasak, Shangyuan pasti yang biasa memasak kan? Kau pulang untuk makan siang dirumah jadi bisa membiarkan Shangyuan beristirahat. ]

Gu Yu masih ragu-ragu, dan ketika dia melihat kalimat terakhir, hatinya sedikit tergerak.

Memang, dia tidak bisa memasak, jadi selama beberapa bulan terakhir, Shangyuan yang memasak. Meskipun Bo Shangyuan tidak pernah mengatakan apa-apa tentang hal itu, tetapi dia tidak tahu apa yang ada dalam hatinya.

Gu Yu terdiam lama.

Dia bersiap untuk membalas pesan tersebut.

“Apa yang kau lakukan?”

Suara Shangyuan tiba-tiba terdengar dari samping, Gu Yu kaget dan langsung menyimpan ponsel.

Gu Yu menoleh dan mendapati Shangyuan yang baru saja keluar dari kelas dan berdiri di luar jendela di samping tempat duduknya, tengah menatapnya.

Gu Yu berdiri dari tempat duduknya dan membalas dengan tenang, “Tidak ada.”

Shangyuan mengerutkan alis.

Gu Yu mengemas barang-barang di atas meja, lalu meninggalkan ruang kelas, pulang bersama.

Shangyuan yang berjalan dibelakang Gu Yu, menatap punggungnya, sedikit memicing. Ketika mendengar suaranya tadi, Gu Yu langsung menyembunyikan ponselnya.

“Siapa yang mengirim pesan?”

Gu Yu terlihat tenang, “Shen Teng.”

Entah mengapa, Gu Yu reflek untuk berbohong.

Shangyuan menatapnya sejenak lalu merespon. “… Benar kah?”

Jika itu benar-benar Shen Teng, bagaimana Gu Yu menyembunyikan ponselnya?

Tapi Shangyuan tidak mengatakan kalimat ini.

Dalam perjalanan pulang pada siang hari, Gu Yu lebih diam dari sebelumnya.

Dalam hal ini, Bo Shangyuan tidak mengatakan apa-apa, tetapi diam-diam mengeluarkan ponsel dan mengirim pesan ke Fuxing Real Estate.

[ Bagaimana dengan rumah itu? ]

Kami masih mencarinya, jangan khawatir, kami akan segera menemukannya. ]

[ Tiga hari terakhir. ]

Dalam tiga hari terakhir, ini … agak sulit. ]

Pelanggan, lebih beberapa hari lagi, rumah di dekat distrik sekolah ini benar-benar tidak mudah ditemukan! ]

Pihak lain ingin menambah batas waktu lebih banyak, tetapi tidak ada kesabaran dalam diri Shangyuan.

Meskipun mulut Gu Yu berkata bahwa orang yang baru saja mengiriminya pesan adalah Shen Teng, tetapi Shangyuan yang pintar bisa tahu dia berbohong.

Orang yang dapat dihubungi Gu Yu di ponsel hanya beberapa orang, Shen Teng dan dua teman lainnya. Shangyuan juga tahu bahwa Gu Yu umumnya tidak menelepon dan mengirim pesan, ditambah Gu Yu menjadi lebih diam, jadi, siapa yang bertukar pesan dengannya tadi, Shangyuan bisa menebak.

Sebelumnya, saat sesuatu terjadi di rumah, penampilan Gu Yu begitu hening.

Sedangkan untuk isi pesan teks, Shangyuan juga bisa menebak sedikit.

Bukan nilai, tapi untuk membujuknya pulang.

Bagaimanapun, ibu Gu pernah datang untuk menemuinya ke sekolah secara langsung.

Ketika berpikir bahwa Gu Yu akan pulang, perasaan Shangyuan merosot.

– Dia tidak ingin melihat adegan ini.

[ Setelah tiga hari, tidak dapat ditemukan, kontrak tidak valid. ]

Setelah mengirimkan pesan ini, Shangyuan keluar dari WeChat dan tidak lagi menunggu balasan dari pihak lain.

Pada saat ini Shangyuan tidak ada kesabaran.

Pikiran Gu Yu penuh dengan pesan ayahnya barusan, jadi dia tidak menyadari perubahan Shangyuan.

Dan karena Gu Yu tidak membalas pesan ayah Gu, jadi bujukan mengenai pulang kerumah untuk makan siang berakhir dengan ketidakpastian.
.
.

Setelah ujian bulanan, kini tiba perayaan Hari Tahun Baru.

Pada Hari Tahun Baru, sekolah sedang libur, dan sebagian besar siswa di kelas setuju untuk bermain, tetapi karena Gu Yu bukan orang yang suka bersenang-senang, dia masih seperti biasa, dan belajar di rumah.

Ujian tengah semester akan tiba berikutnya. Shangyuan semakin ketat untuk memeriksa pekerjaan rumahnya setiap hari. Ketika Gu Yu secara tidak sengaja melewatkan pertanyaan, Shangyuan akan menjadi sangat keras.

Gu Yu tidak terlalu peduli dengan ujian tengah semester, tetapi dia tidak bisa menahan diri untuk tidak gugup ketika Shangyuan menuntutnya untuk meningkatkan poin.

Dia takut nilainya turun dan membuat Shangyuan tidak senang lalu akan membelikannya wusan.

Pada Hari Tahun Baru, mereka berdua benar-benar berencana untuk membuat kelas, tetapi ketika mereka sarapan di pagi hari, nenek Bo tiba-tiba menelepon.

Karena Shangyuan pindah dari rumah dan tinggal sendirian, sikap nenek Bo sangat marah.

“Kau sudah pindah dan tidak mau pulang untuk berlibur! Kau ingin mencekik nenekmu!”

Shangyuan menekan pelipisnya, agak sakit kepala.

“Tidak, Nenek.”

Gu Yu yang duduk didepannya, berdiri dan dengan lembut membereskan piring dan garpu di atas meja lalu berjalan pergi.

Nenek Bo kini terdengar mengeluh. “Kau tidak ingin melihat ayahmu dan wanita itu. Bahkan juga tidak mau melihat nenek? Setelah pindah begitu lama, kau tidak kembali untuk melihat nenek sekali pun, bahkan tidak menelepon. Apa kau sudah tidak ingin nenek?”

“Maaf nenek, aku lupa.”

Nenek Bo mencemooh, “Apanya yang lupa, kau mungkin tidak menaruh nenek di hatimu!”

Bagaimanapun, nada nenek Bo berubah lembut. “Hari Tahun Baru Tahun ini, pulanglah untuk makan. Nenek sudah lama tidak bertemu dengan cucuku ini, nenek sangat rindu.”

Shangyuan terdiam.

Nenek Bo lanjut berkata, “Nenek tahu kau tidak ingin melihat mereka, tetapi hari ini adalah Hari Tahun Baru. Ini adalah hari ketika anggota keluarga berkumpul untuk reuni kan? Selama kau pulang kali ini, walaupun tidak menelepon nenek, nenek tidak peduli …”

Nenek Bo membujuk dengan sabar.

Pandangan Shangyuan kosong.

Setelah lama, dia akhirnya membuka mulut. “Aku mengerti.”

Nenek Bo menghela nafas lega. “Cucu nenek memang sangat taat.”

Nenek Bo tersenyum senang.

Shangyuan bergumam mengiyakan dan mengucapkan akan segera pulang dan kemudian menutup telepon.

Shangyuan menatap Gu Yu dan berkata samar, “Aku harus kembali.”

“um.”

“Ada uang di laci kamar tidur. Jika kau lapar, kau bisa membelinya sendiri.”

Gu Yu mengangguk.

“Diam dirumah, jangan berkeliaran diluar.”

Gu Yu mengangguk lagi.

Shangyuan masih tidak nyaman, dia menatap sekeliling untuk melihat apa masih ada sesuatu yang perlu untuk dingatkan.

Gu Yu tidak bisa menahan diri untuk mengatakan, “Aku hampir 17 tahun dan bisa mengurus diri sendiri. Jangan khawatir tentang itu. Kau harus segera pergi, jangan sampai terlambat.”

Gu Yu mengatakan itu sambil mendorong Shangyuan ke pintu keluar.

Shangyuan memikirkan sesuatu, dan berkata dengan ekspresi serius, “Kau tidak bisa memasak, jangan memindahkan apa pun di dapur.”

Gu Yu mengangguk. “Aku tahu, kau pergilah.”

“Dan, jangan membukakan pintu untuk orang lain. Di Tahun Baru, ada lebih banyak pencuri, mencuri barang tidak masalah tapi …”

Gu Yu langsung memotong. “Aku tahu! Kau akan terlambat jika tidak segera pergi!”

Setelah itu, tanpa menunggu respon Shangyuan, Gu Yu dengan cepat mengucapkan selamat tinggal lalu segera menutup pintu.

Setelahnya telinga Gu Yu seketika menjadi tenang.

Dia berbaring di sofa dan merasa lega.

Untuk pertama kalinya, dia tahu bahwa Bo Shangyuan begitu bertele-tele …

Di luar pintu yang tertutup, Shangyuan masih berdiri dengan mengerutkan kening. Dia mengeluarkan ponselnya bersiap untuk mengirim Gu Yu pesan tetapi tampaknya semua sudah dia katakan.

Tiba-tiba Nenek Bo kembali menelepon. Begitu Shangyuan menerima, suara nenek Bo langsung terdengar.

“Bagaimana kau belum tiba? Atau kau tidak akan datang? Jika Hari Tahun Baru tidak pulang untuk menemui Nenek, Nenek benar-benar ingin bersedih.”

Shangyuan menutup matanya sejenak, “… aku akan segera tiba.”

Disisi lain, Gu Yu merasa sangat nyaman.

Shangyuan yang pergi itu berarti dia tidak perlu mengikuti kelas hari ini.

Memikirkan bisa ‘libur’ hari ini, Gu Yu merasa bahagia.

Dia berbaring di sofa dengan postur ikan asin, bengong seharian.
.
.

Tiga puluh menit kemudian.

Gu Yu masih bengong menatap lurus ke langit-langit.

… sangat membosankan.

Tanpa Shangyuan, ruangan tampak lebih sunyi.

Gu Yu adalah orang yang relatif membosankan, tidak memiliki hobi, meskipun dia bermain game tetapi dia tidak tertarik pada permainan, karena dia hanya memiliki beberapa kata, jadi dia tidak banyak mengobrol. Walaupun menonton film, rasanya sangat membosankan untuk menonton film sendirian.

Tidak ada Shangyuan, Gu Yu seperti tidak tahu harus berbuat apa.

Gu Yu berpikir sejenak.

Bagaimana dia melewatkan akhir pekan sebelum mengenal Bo Shangyuan?  … dia tidak bisa mengingatnya.

Gu Yu kini berguling-guling di sofa.

Sangat membosankan.

Dia mengeluarkan ponsel dan berniat mengirim Shangyuan pesan, tetapi ketika berpikir Shangyuan mungkin sedang sibuk sekarang, jadi dia kembali meletakkan ponsel.

Gu Yu lanjut bengong.

Tapi setelah jeda yang lama, Gu Yu tiba-tiba teringat sesuatu dan jatuh dari sofa.

Gu Yu berpikir bahwa ketika Hari Tahun Baru, bukankah rumah harus dibersihkan? Tidak ada Shangyuan, dia lebih baik membersihkan rumah.

Setelah memikirkannya, Gu Yu segera mengubah idenya menjadi tindakan praktis dan mulai membersihkan rumah.
.
.

Saat ini, sisi lain.

Rumah keluarga Gu.

Pada Hari Tahun Baru sangat logis untuk keluarga berkumpul untuk makan dan bersenang-senang. Namun, keluarga Gu tampak dingin dan kesepian.

Karena Gu Yu tidak ada di sana.

Hanya ada dua orang yang tersisa, bagaimana bisa bersenang-senang.

Ibu Gu duduk di meja dan memandangi makanan di depannya, tidak ada rasa.

Ayah Gu makan dengan bosan, tidak mengatakan apa-apa.

Dalam beberapa bulan terakhir, lebih sedikit kata di rumah. Adapun alasannya, keduanya jelas paham.

Ibu Gu melihat adegan reuni ketiganya di depan TV ruang tamu, bertahan dan bertahan, dan akhirnya tidak menahan diri.

“Apa sebaiknya aku pergi kesebelah dan membujuk Yu Yu untuk makan dirumah?”

Ayah Gu tidak mengangkat kepalanya dan acuh tak acuh.

“Bukankah aku sudah mengiriminya pesan beberapa hari yang lalu? Tidak ada balasan. Jangan buang waktumu.”

Ibu Gu menghela nafas dan menundukkan kepalanya.

Ibu Gu mengubah topik.

“Bagaimana kabar sepupumu?”

Mendengar itu, ekspresi ayah Gu menjadi berat.

Ayah Gu menggelengkan kepalanya dan berkata, “Masih di rumah sakit.”

Ibu Gu menghela nafas lagi.

“Biasanya sangat taat dan suka membantu … Siapa sangka dia bisa … melakukan hal semacam itu. Sepupu hanya memukulnya sekali, dia pergi ke dapur untuk mengambil pisau …”

Ibu Gu tidak melanjutkan lagi.

Tidak hanya sepupu, tetapi juga putra keluarga Li, Li Dong, yang selalu dipuji oleh ibu Gu di lantai bawah. Demi bermain game, dia mencuri uang dari keluarga, tanpa diduga, Li Dong berkelahi dengan ayahnya.

Li Dong berusia 17 tahun. Dia pria besar dan memiliki kekuatan besar. Ayahnya sudah empat puluh tahun, dan dia berani memukul ayahnya.

Bukan hanya itu, tetapi Li Dong sama sekali tidak merasa menyesal, dan bahkan merasa bahwa dia tidak salah.

Kejadian ini menyebar ke seluruh komunitas, ketika orang-orang di komunitas berbicara, mereka hanya bisa menghela nafas panjang, mengatakan bahwa anak-anak saat ini tidak bisa menahan diri untuk memberontak.

Ibu Gu memikirkan Gu Yu.

Tidak peduli bagaimana dia memarahinya, Gu Yu selalu diam dan tidak pernah melawan.

Padahal, selain tidak terlalu suka bicara, Gu Yu baik-baik saja.

– Dibandingkan dengan putra keluarga Li dan putra keluarga sepupu.

Ayah Gu bersuara. “Mengetahui orang untuk waktu yang lama tanpa mengenal aslinya, kau diluar terlihat baik, siapa yang tahu kau seperti apa di rumah.”

“Hei …”

“Jangan bicara lagi, makan.”

“Aku tidak tahu apakah Yu Yu makan atau tidak …”

“Shangyuan yang memasak untuknya di rumah, dia pasti makan.”

“Mereka satu usia, memiliki bahasa yang sama, disekolah yang sama, dan Shangyuan juga tidak mengeluhkan nilainya, wajar jika dia tidak ingin pulang …”

“Apa gunanya kau mengatakan itu sekarang.”

Ibu Gu tahu bahwa itu tidak berguna dan tidak lagi berbicara.

Tapi Gu Yu tidak makan.

Shangyuan tidak ada, dan dia terlalu malas untuk membeli diluar, juga tidak merasa lapar, jadi dia tidak makan.

Gu Yu berpikir, tunggu sampai selesai membersihkan rumah baru berpikir tentang makan.

Rumah Shangyuan besar, dan Gu Yu sendirian. Isi ruangan sangat mahal, terutama karpet yang lebih dari seratus ribu yuan, Gu Yu harus memberi perhatian khusus setiap kali dia lewat, takut akan menjatuhkan air ke karpet.

Ketika Gu Yu akhirnya selesai membersihkan rumah, hampir waktunya untuk makan malam.

Gu Yu yang lelah langsung tergeletak dilantai, menolak untuk bergerak.

Dia lelah dan lapar, tetapi saat ini dia hanya ingin berbaring di lantai sebentar.

Gu Yu mengangkat ponsel dan bersiap untuk bertanya kapan Shangyuan pulang.

Dia baru saja membuka kunci ponsel, pintu depan tiba-tiba diketuk.

Dia memandang ke arah pintu dengan pandangan tertegun lalu bangkit dari lantai.

… apa Shangyuan sudah kembali?

Gu Yu bangkit dan membuka pintu, lalu dia tertegun.

Ayah Gu sebenarnya tidak setuju dengan ibu Gu, dan terakhir kali Gu Yu tidak membalas pesan, sikapnya sudah sangat jelas.

Putranya masih tidak mau pulang.

Ayah Gu tidak ingin Gu Yu berpikir bahwa mereka terlalu menjengkelkan, jadi dia tidak setuju dengan ibu Gu untuk datang.

Tapi ibu Gu masih tidak bisa menahan diri di malam hari.

Pada Hari Tahun Baru, keluarga orang lain berkumpul dengan anak mereka untuk makan, bagaimana mungkin dirumah hanya mereka sendirian.

Karena belum melihatnya untuk waktu yang lama, ibu Gu tampaknya agak sempit.

Ibu Gu berdiri di luar dan tersenyum sedikit kaku. “Apa kau sudah makan malam?”

Gu Yu tidak menyangka ibu Gu datang dan bertanya, jadi dia sedikit terkejut.

Ibu Gu tersenyum dan berkata, “Ada banyak makanan lezat di rumah. Apa kau ingin pulang untuk makan malam?”

Gu Yu diam.

Dia menjilat bibirnya dan berbisik, “… Aku tidak mau pulang.”

Ibu tersenyum canggung sejenak, lalu menjelaskan, “Pulanglah untuk makan, kau bisa kembali kesini lagi setelah makan. Hari ini Tahun Baru, anggota keluarga berkumpul untuk makan …”

Dia tidak mengatakan apa-apa.

Ibu Gu mungkin sudah memperkirakan akan seperti ini, jadi tidak terkejut, hanya sedikit frustrasi.

Ibu Gu menghela nafas dan berkata, “Kalau kau tidak mau makan, ibu tidak bisa memaksa … Kau jaga diri dengan baik, ibu kembali dulu …”

Melihat punggung ibu Gu yang frustrasi, Gu Yu ragu-ragu sejenak.

“… Aku belum makan.”

Langkah ibu Gu berhenti.
.
.

Pada saat bersamaan.

Rumah utama keluarga Bo.

Rumah keluarga Bo besar dan luar biasa.

Bahkan nine songs tempat hangout favorit pada generasi kedua yang kaya itu tidak sebanding dengan rumah Bo.

Ini rumah utama tempat nenek Bo tinggal, juga tempat Li Shuhui ingin pindah dua tahun lalu.

Tempatnya besar, megah, dan bahkan ‘tetangga’ di sekitarnya tampak megah.

Karena ini, Li Shuhui sangat bersemangat untuk rumah utama.

Sangat disayangkan bahwa betapapun usahanya, nenek Bo tidak akan setuju dengan Li Shuhui yang tidak dalam derajat yang sama.

Nenek Bo ingin Shangyuan pindah kesini, tetapi ditolak.

Shangyuan suka kesunyian.

Cahaya kuning pucat bergoyang dari ketinggian lima lantai dan tercermin di atas kepala semua orang di atas meja.

Kumpulan kerabat duduk di meja diam dan khusyuk, tidak ada yang berbicara.

Atau, menunggu pembukaan dari nenek Bo.

Karena di sini, nenek Bo adalah penguasa rumah.

Pada Hari Tahun Baru, semua orang dalam keluarga Bo akan bergegas ke rumah ini, tetapi tidak peduli siapa mereka, protagonis akan selalu nenek Bo.

Selama ada ayah Bo, Shangyuan tidak akan bicara.

Nenek Bo tersenyum dan memindahkan makanan ke mangkuk Shangyuan, “Yuanyuan, makanlah lebih banyak. Lihatlah dirimu, seperti apa dirimu sekarang?”

Shangyuan tanpa bicara, dengan patuh melahap makannya.

Nenek Bo sangat senang melihatnya, dia terus fokus memberikan hidangan untuk Shangyuan, sementara orang lain yang hadir, sama sekali diabaikan oleh nenek Bo.

Ketika Shangyuan di rumah, dia biasanya tanpa ekspresi dan jarang tersenyum. Karena tidak ada apapun dalam keluarga ini yang membuatnya tersenyum. Nenek Bo tentu menerima begitu saja, tetapi ayah Bo di samping yang melihat wajah Bo Shangyuan yang tanpa ekspresi, tidak bisa menahan amarah.

Ayah Bo menepuk meja, “Bu, kau tidak bisa memanjakkannya lagi. Lihat dia sekarang? Dia tidak punya rasa hormat dan tidak memandang yang tua.”

Nenek Bo mengabaikannya dan terus memberikan hidangan pada Shangyuan.

Orang lain yang hadir di berpura-pura tidak mendengarnya.

Sepupu ayah Bo dengan tenang menundukkan kepalanya untuk makan. Kakak kedua dan suaminya diam-diam memainkan telepon seluler. Sepuou ayah Bo langsung menemukan alasan untuk pergi dari sini.

Setiap kali ayah dan anak itu hadir pada saat yang sama, suasana akan menjadi sangat mengerikan.

Melihat nenek Bo mengabaikannya, ayah Bo berkata dengan marah, “Bu! Aku bicara denganmu!”

Kali ini, nenek Bo itu akhirnya bereaksi.

Dia mengerjap dan berkata, “Sejak kapan kau punya hak untuk bicara!”

Ayah Bo tidak bisa percaya. “Bu, apa maksudmu dengan ini, mengapa aku tidak punya hak bicara! Apa aku bukan bagian dari keluarga Bo?”

Nenek Bo mencibir, “Untuk wanita liar di luar, kau mengusir cucuku keluar dari rumah. Masih bagus aku masih menganggapmu bagian dari keluarga Bo.”

Ayah Bo menunjuk Shangyuan. “Dia yang ingin pergi. Kapan aku mengusirnya? Kau tanyakan saja padanya, dia sendiri yang mau pindah.”

Shangyuan tanpa ekspresi, masuk telinga kanan keluar telinga kiri.

Nenek berkata dingin. “Kau membiarkan wanita simpanan dan anak haram itu menempati rumah cucuku, bukankah itu berarti kau mengusir cucuku pergi?”

“Bu, apa yang kau katakan, apa dia yang menyebut anak haram padamu?”

Nenek Bo berteriak, “Kalau bukan anak haram lalu apa? Anak dari wanita simpanan bukankah itu disebut anak haram?”

Ekspresi ayah Bo tidak berdaya. “Bu, itu cucumu …”

Ayah Bo dan nenek Bo sedang berselisih membuat Shangyuan yang sudah tidak bernafsu makan, berdiri dari duduknya.

“Aku naik ke atas.”

Ayah Bo ingin menghentikannya, tetapi nenek Bo langsung menyuruh putri keduanya dan putra bungsunya untuk menghalanginya, lalu nenek Bo tidak bisa menahan amarah, “Kenapa, kau masih ingin melakukan sesuatu pada cucuku?!”

“Bu, dia cucumu, tapi juga anakku …”

Nenek Bo mendengus, “Yang aku lihat di matamu, putramu hanya anak haram itu. Selama bertahun-tahun, aku tidak melihatmu peduli pada Yuanyuan, tetapi kau begitu baik pada anak haram itu, membelikannya pakaian dan juga mainan. Dengar, selama aku masih hidup, jangan harap anak haram dan wanita simpananmu itu bisa masuk di keluarga Bo!”

Ayah Bo memohon, “Bu-“

Shangyuan tanpa ekspresi, naik ke atas dan berjalan ke kamarnya.

Meskipun Shangyuan jarang ke rumah utama, nenek Bo masih menyediakan kamar untuknya.

Dia melangkah masuk kedalam, semua suara diisolasi dari pintu.

Telinganya hening, wajahnya kembali jauh lebih baik.

Alasan mengapa dia tidak tinggal di rumah utama adalah karena ayah Bo. Jika dia tinggal satu rumah, adegan yang baru saja terjadi akan terjadi sekali dalam tiga hari.

Karena itu, setelah Li Shuhui pindah ke rumah ini, Bo Shangyuan lebih suka membeli rumah dan pindah untuk tinggal sendiri, dan tidak ingin tinggal di rumah utama.

Dia duduk di tepi tempat tidur, mengeluarkan ponsel dan mengirim pesan pada Gu Yu.

[ Apa kau sudah makan malam? ]

Tidak ada balasan.

Gu Yu tidak menjawab. Ini bukan pertama kalinya, tapi entah bagaimana, kali ini, melihat tidak ada balasan, kelopak matanya berkedut.

Tampaknya tiba-tiba ada firasat buruk.

… Mungkin hanya ilusi.

Tidak ada pesan balasan, tidak berarti ada apa-apa.

Mungkin Gu Yu sedang makan jadi tidak melihat, atau sudah tidur.

Ada ribuan kemungkinan, dan dia seharusnya tidak hanya memikirkan sisi buruknya.

Pada saat dia bersiap kembali menyimpan ponsel, Perusahaan Real Estat Fuxing mengiriminya beberapa pesan.

Rumah telah ditemukan!!! ]

Di area Nancheng! ]

Bisa pergi untuk melihat rumahnya besok. ]

Melihat pesan ini, wajahnya yang tidak begitu baik sedikit membaik.

Fuxing Real Estate jelas begitu bersemangat, dan mengiriminya pesan lagi.

Apa bisa pergi melihat rumahnya besok? ]

[ Hmm. ]

Jam berapa? ]

[ Jam delapan. ]

Baik, pelanggan. ]

Sampai jumpa besok. ]

Donasi buat Choco
Chapter terbaru tidak muncul di Select Chapter jadi klik judulnya dibawah!
Loading

Comments