65. Diam - diam Suka

Meskipun Duan Lun selalu penasaran dengan jawaban tentang kekasih Shangyuan, tetapi saat ini, wajah Duan Lun sama sekali tidak ada raut bahagia.

- Karena jawabannya sangat mengejutkan.

Beberapa bulan yang lalu, saat pelatihan militer, Duan Lun penasaran tentang kemungkinan Shangyuan punya kekasih.
Terutama tiga bulan yang lalu, dia semakin penasaran ketika dia tahu bahwa kekasih Shangyuan adalah seorang gadis di kelas E.

Karena menurut Duan Lun, gadis yang bisa membuat Bo Shangyuan yang abnormal jatuh cinta jelas wanita yang luar biasa.

Duan Lun terus menduga-duga hampir semua gadis di kelas E dan bahkan yang paling gemuk di kelas E pun tidak luput dari dugaannya.

Namun, dia tidak menyangka bahwa yang disebut kekasih itu ...

Pada dasarnya bukanlah seorang gadis, tetapi seorang laki-laki.

Sama seperti Piala Dunia.

Sebelum pertandingan, telah menebak bahwa Argentina atau Brasil memenangkan kejuaraan, dan bahkan insomnia selama beberapa hari, sebagai hasilnya, tidak diduga bahwa, pada akhirnya, juaranya adalah Cina yang tidak pernah dipikirkan dan bahkan tidak berani memikirkannya.

Rasa tercengang dan mengejutkan seperti ini bisa dibayangkan.

Meskipun Duan Lun selalu merasa bahwa tindakan Shangyuan pada si kurcaci kecil dari kelas E itu terlalu baik untuk membeli minuman, pulang bersama, atau bahkan mencubit wajahnya dan menyentil kepalanya ...

Dalam tiga tahun ketika mereka berdua berada di sekolah menengah pertama, Duan Lun tidak pernah melihat Shangyuan melakukan ini sebelumnya.

Bahkan di SMA yang sudah berjalan beberapa bulan saja, Duan Lun tidak melihat Bo Shangyuan begitu dekat dengan teman sekelas mereka.

Lebih tepatnya dia abaikan.

Karena itu, Duan Lun pernah curiga bahwa kurcaci kecil itu mungkin anak haram dari ayah Bo ... Kalau tidak, itu adalah putra lainnya yang lahir dari ibu Bo.

Tapi sekali lagi ...

Jika kurcaci kecil ini benar-benar memiliki hubungan dengan ayah Bo atau ibu Bo, tentu saja Shangyuan tidak mungkin akan begitu baik padanya.

Tapi...

Selain hubungan darah dengan ayah Bo dan ibu Bo, Duan Lun benar-benar tidak bisa memikirkan identitas lain.
Bukan karena Duan Lun terlalu lurus, jadi dia tidak memikirkan ke arah belok.

Tetapi karena...

Ketika selama sekolah menengah pertama, Shangyuan tidak menunjukkan tanda-tanda bahwa dia menyukai laki-laki!

Tidak.

Jangankan tanda-tanda dia menyukai laki-laki, dia bahkan tidak menunjukkan tanda-tanda menyukai perempuan.

Tidak peduli bagaimana para gadis menyatakan cinta, menyindir dia untuk menunjukkan pikirannya, atau berada di depannya untuk menunjukkan keberadaan untuk menarik perhatiannya, Shangyuan tidak bergerak seperti gunung, tidak ada reaksi.

Tapi ini bukan tanpa alasan.

Karena dalam dua tahun itu, perasaan Bo Shangyuan tidak terlalu baik.

Dalam dua tahun pertama dari tiga tahun pertama, ayahnya Bo Yuen Long..... Tidak, wanita simpanan paman Bo yaitu Li Shuhui melahirkan putranya dan akan memiliki modal untuk pindah ke keluarga.

Tapi ide ini hanya karena dia bersemangat tentang dirinya sendiri.

Orang kaya seperti keluarga Bo, Li Shuhui yang sombong tentang dirinya, telah mencoba entah berapa banyak untuk menjadi bagian dari keluarga mereka. Karena itu tidak mungkin bagi nenek Bo untuk setuju.

Meskipun ayah Bo dan ibu Bo sekarang berpisah, tidak ada perasaan, tetapi bagaimanapun juga, tidak ada perceraian, dan sekarang masih ada hubungan suami-istri.

Jika mereka tidak bercerai, biarkan wanita simpanan dan anak haramnya masuk ke keluarga Bo bukankah itu aib?

Orang kaya lain mungkin setuju, tetapi tradisi nenek Bo itu kuno dan mematuhi aturan. Selama ayah Bo dan ibu Bo belum bercerai, perempuan lain, tidak boleh masuk ke keluarga mereka.

Di sisi lain, Bo Shangyuan tidak seperti Duan Lun atau generasi kedua kaya lainnya yang suka mengganti kekasih seperti air mengalir. Shangyuan menghindari amoralitas yang sebagian besar juga dipengaruhi oleh nenek Bo.

Nenek Bo yang tidak setuju, Li Shuhui mengadu pada ayah Bo.

Ayah Bo pun meminta Shangyuan agar membiarkan nenek Bo menerima Li Shuhui.

Namun, Bo Shangyuan tidak memiliki perasaan yang baik untuk Li Shuhui. Karena itu, permintaan ayah Bo itu secara alami ditolak olehnya tanpa ragu-ragu.

Li Shuhui ingin masuk ke keluarga Bo tetapi nenek Bo tidak setuju. Satu-satunya hal yang bisa melunakkan hati nenek Bo adalah Bo Shangyuan, tetapi Shangyuan jelas menolak keduanya, sehingga situasinya menjadi jalan buntu.

Dalam dua tahun itu, dalam hal ini, Bo Shangyuan sudah jengkel dengan ayah Bo, jadi jangankan ada yang dia suka, nasib baik dia tidak memukul orang.

Karena itu, tidak peduli apakah itu laki-laki atau perempuan, Bo Shangyuan tidak pernah memandang orang lain dengan baik. Bahkan dia tidak pernah beri senyum pada guru kelas.

Jadi sejak SMP Duan Lun merasa bahwa orang ini tidak akan menyukai siapa pun, dan ide ini terus berlanjut sampai SMA.
Karena itu, selama periode pelatihan militer, Duan Lun terkejut ketika dia tahu bahwa Bo Shangyuan punya kekasih.
Berbicara tentang pelatihan militer, Duan Lun tiba-tiba teringat tentang satu postingan.

Saat pelatihan militer, kurcaci kecil itu menarik sudut pakaian Shangyuan dan membiarkan Shangyuan membawanya berlari, adegan itu dipotret lalu diposting ke forum sekolah.

Duan Lun tidak terlalu peduli ketika dia melihatnya pada waktu itu. Dia pikir Shangyuan mungkin hanya berbaik hati, itu bukan masalah besar, jadi dia tidak peduli.

Memikirkannya sekarang ...

Bagaimana mungkin Shangyuan punya kebaikan dalam dirinya?

Lalu Duan Lun memikirkan postingan lainnya.

Wangi gardenia.

Duan Lun tiba-tiba memikirkan kemungkinan yang sangat mengerikan.
Bau harum itu ... Jangan katakan ... Sebenarnya ... itu kurcaci kecil.

Pada saat itu, tubuh Bo Shangyuan tiba-tiba memiliki aroma, dan Duan Lun berpikir bahwa itu adalah seorang gadis jadi dia bertanya pada mereka, tetapi gadis manapun tidak ada yang memiliki wewangian ini.

Duan Lun pun menyerah.

Jika pada saat itu, dia pergi ke kelompok laki-laki untuk mencari tahu ... Mungkin dia bisa langsung menemukannya.

Hanya saja dia tidak pernah berpikir bahwa wewangian ini dari tubuh laki-laki, jadi dia bahkan tidak bertanya kepada siswa laki-laki yang lain.

Duan Lun memikirkan bahwa pemilik aroma gardenia itu adalah kurcaci kecil di depannya saat ini membuatnya menjadi lebih khawatir.

- Jawaban ini bahkan lebih mengerikan daripada bertemu hantu di jalan pada malam hari.

Duan Lun dalam tiga pandangan challenge.
Tiga Filosofi: pandangan dunia, nilai-nilai, dan pandangan hidup
Jadi, Bo Shangyuan dan kurcaci kecil ini sudah bersama sejak awal?

Bukan sejak sekolah resmi dimulai, tetapi sejak mengikuti pelatihan militer, mereka sudah mulai berhubungan???

Excusme???

Jumlah informasinya terlalu besar, dan Duan Lun tidak dapat menerimanya.
Di mata Duan Lun, kekasih Bo Shangyuan entah perwakilan kelas (perempuan) dari kelas E, atau gadis paling cantik di kelas, atau kelas paling humoris di kelas, atau paling mampu bertarung, atau yang berwatak keras.

Tentu saja, semua hal di atas adalah dugaan Duan Lun.

Bagaimanapun, kekasih Bo Shangyuan harus benar-benar luar biasa dalam beberapa hal, dan itu jelas bukan "biasa".
Lagi pula, Bo Shangyuan itu sangat tidak normal, orang biasa tidak akan mampu bertahan dengannya.

Sebenarnya kekasih Bo Shangyuan memang sangat luar biasa dalam beberapa hal.

Misalnya jenis kelamin.

Memikirkan ini, sudut mata Duan Lun berkedut.

Setelah beberapa lama, Duan Lun akhirnya menerima kenyataan bahwa kekasih Bo Shangyuan adalah laki-laki.

Setelah dengan enggan menerima kenyataan, Duan Lun menoleh dan memandang Gu Yu dari samping.

Laki-laki itu tetap saja laki-laki, apanya yang luar biasa kalau cukup tampan, Duan Lun mungkin masih bisa sedikit mengerti.
Tapi ... Duan Lun tidak melihat kelebihan apa pun dari bocah ini.

Tinggi ... tidak sedap dipandang. Seperti kurcaci kecil di negeri kurcaci.

Penampilan ... hampir tidak cukup tampan. Lagi pula, dibandingkan dengan gadis-gadis yang telah menyatakan cinta pada Bo Shangyuan, benar-benar tidak layak dibandingkan. Bukan hanya para gadis itu, tetapi juga para generasi kedua yang kaya di lingkaran mereka.

Latar belakang keluarga ... Yang dia dengar, biasa. Dan itu tidak biasa saja, tetapi sangat biasa, dapat dikatakan bahwa itu mendekati level missqueen.  ← Di mata Duan Lun.

Prestasi ... Apa bagusnya punya nilai baik di kelas E? Selain itu, bahkan jika nilainya benar-benar baik, bisakah itu lebih baik daripada Shangyuan yang peringkat satu seangkatan?

Jadi ... Sebenarnya yang Shangyuan suka dari Gu Yu itu apa?

Duan Lun memandangi kedua orang itu dengan rumit.

Disisi lain setelah bertanya retorik pada Duan Lun, Shangyuan kembali memalingkan matanya pada Gu Yu. Dia bertanya samar, "Mau makan apapun kau bisa mengambilnya sendiri."

Jarak antara keduanya dekat dengan letak piring, jadi ketika mengatakan itu, Shangyuan mengambil piring porselen putih dan garpu lalu menyerahkannya ke tangan Gu Yu.

Gu Yu mengambilnya ekspresi dengan tenang, bergumam patuh kemudian pergi mengambil makanan di sebelahnya.

Tindakan Shangyuan itu sudah biasa.
Karena di rumah, tindakan semacam ini, entah sudah berapa kali dia melakukannya.
Entah itu saat Gu Yu mencuci tangannya, berdiri di belakang Gu Yu untuk membantunya menyingsingkan lengan bajunya, atau membantunya mengelap mulutnya saat dia makan, atau ketika dia pergi ke sekolah, dia berlutut untuk membantunya mengikat tali sepatu... Bo Shangyuan sudah melakukannya berkali-kali di rumah.

Itu tidak disengaja, tetapi setelah melihatnya, dia belum memikirkan apa pun dalam pikirannya, dan tubuhnya telah bertindak secara tidak sadar.
Bo Shangyuan sudah terbiasa dengan ini, dan Gu Yu juga terbiasa.

Tapi ... orang lain tidak.

Bo Shangyuan selalu dikenal karena ketidakpeduliannya dan tidak punya hati.
Berteman dengannya? Tidak ada yang mungkin.

Mengobrol dengannya? Tidak ada yang mungkin.

Ingin meminta bantuannya? Tidak ada yang mungkin.

Ingin informasi kontaknya? Tidak ada yang mungkin.

Jadi meskipun itu hanya gerakan tangan menyerahkan piring yang sederhana, itu berbeda di mata orang lain yang hadir.

Dapat membiarkan Shangyuan mengambilkan piring, sepertinya harus melakukan delapan ratus hal baik dulu dalam hidup.

Selain itu, hal yang paling mengejutkan adalah bahwa Gu Yu yang menerima piring, tidak memiliki reaksi terkejut di wajahnya, seolah-olah dia sudah terbiasa dengannya.

Awalnya mereka hanya ingin tahu tentang identitas Gu Yu. Sekarang, semua orang begitu takjub.

WTF ...

Duan Lun juga kaget.

Dia menarik napas.

Karena dia menemukan bahwa Bo Shangyuan ... benar-benar serius.

Ketika Gu Yu pergi, Duan Lun akhirnya tidak bisa menahannya.

Duan Lun yang masih berdiri disebelahnya, menurunkan volume suara, mengerutkan kening dan bertanya, "Kau tidak serius kan?"

Berkencan hanya untuk main-main tidak masalah, tetapi menjadi serius adalah masalah.

Kalau itu gadis, mungkin baik-baik saja, tetapi ini laki-laki.

Mendengar itu Shangyuan hanya menatapnya tajam dan dingin sekilas, tidak bicara.

Meskipun tidak ada kata, mata yang penuh cemooh itu telah memberikan jawaban pada Duan Lun dalam diam.

- Memangnya aku sepertimu?

Duan Lun sudah biasa menjajakan hatinya, mengubah kekasih seperti air mengalir. Meskipun Shangyuan tidak mengatakan apa-apa tentang masalah ini, dia sebenarnya sangat mencemooh.

Dalam persepsi Shangyuan, sebaiknya konsisten, atau tidak sama sekali.

Tentang mengganti kekasih, itu buang-buang waktu, dan buang-buang perasaan.

Duan Lun tertegun oleh tatapan tajam yang melotot itu. Setelah beberapa saat, dia kemudian bertanya, "Apa yang kau sukai dari dia?"

Karena Duan Lun benar-benar tidak melihat kelebihan apa pun dari diri Gu Yu.
Shangyuan tanpa ekspresi merespon, "Aku suka segalanya."

Duan Lun tidak berpikir bahwa Gu Yu memiliki kelebihan, tetapi di mata Bo Shangyuan, semua dalam diri Gu Yu adalah kelebihan.

Bicaranya lembut, perhatian, lucu ...
Semuanya.

Duan Lun yang mendapat jawaban ini membeku lagi.

Duan Lun tanpa sadar menyentuh giginya, dan matanya berkedut.

Sialan, giginya ngilu.

Ini penuh dengan bau asam cinta.

/ orang yang lagi dimabuk cinta /

Apa yang disebut kekasih dimata Xi Shi mungkin adalah Bo Shangyuan saat ini.

/ seseorang terlihat biasa dimata orang lain, tetapi bagi mereka yang dimabuk cinta itu terlihat luar biasa /

Duan Lun merasa bahwa Shangyuan saat ini telah dibutakan oleh cinta.

Dia mendengus dan kemudian bertanya dengan santai, "Terus sejauh apa kalian sekarang?"

"Tinggal bersama."

Duan Lun seketika membeku.

Dia berpikir bahwa dia salah mendengar, "Ha?"

Shangyuan tidak merespon, matanya lurus menatap Gu Yu yang tidak jauh.

Setelah loading sejenak, Duan Lun akhirnya menahan napas.

WTF, sialan! Lebih cepat darinya!

Shangyuan benar-benar, tidak untuk menembak satu, tetapi dalam satu tembakan akan mengejutkan empat.

Sekolah menengah atas ini baru resmi selama beberapa bulan, dan dia sudah berada di basis ketiga!

Meskipun Duan Lun memang mengganti kekasih seperti air mengalir, tetapi juga sedikit lebih liar daripada teman sebaya lainnya, tetapi tidak peduli kekasih yang mana, kemajuan interaksi akan selalu hanya dalam tahap pro-touch, tidak akan ke tahap lebih lanjut.

Meskipun memang ada gadis yang menggodanya, Duan Lun tidak ragu untuk menolak.

Tidak akan menuju basis ketiga, ini adalah prinsip Duan Lun.

Duan Lun bersumpah bahwa dia tidak akan pernah mengikuti jejak ayahnya.

Duan Lun memandanginya dengan wajah gosip. "Basis ketiga?"

"Tidak."

Duan Lun langsung melihatnya dengan penuh tanda tanya hitam.

Tinggal satu rumah dan tidak ada basis ketiga??

Alis Duan Lun terangkat, "... Hanya menyentuh?"

"Tanpa ciuman, tanpa sentuhan."

Duan Lun semakin tidak mengerti.
"Lalu apa?"

Shangyuan tidak mengangkat matanya, "... Dia tidak tahu apa-apa."

Ekspresi Duan Lun membatu.

Duan Lun dengan tidak percaya menunjuk Gu Yu yang tidak jauh sedang memegang piring dan makan kue dengan tenang.
"Jadi ... kau menyukainya diam-diam ..."

"Hm."

"..."

Duan Lun benar-benar kehilangan suaranya.

Dia sangat terkejut.

Duan Lun tidak menyangka bahwa dia akan melihat kata cinta rahasia disisi Bo Shangyuan.

Duan Lun menepuk wajahnya dengan ekspresi kusam.

Yah, dia pasti belum bangun.

Kalau tidak, mengapa dia bermimpi hal yang mengerikan.

Duan Lun berbalik dan pergi, berjalan menuju toilet untuk mencuci muka dan membiarkan dirinya bangun.

Saat Duan Lun pergi, sisi Bo Shangyuan kosong.

Para model generasi kedua yang kaya di sekitarnya melihat dan mengangkat alis, berniat berjalan ke arahnya, seolah-olah ingin mencari perhatian.

Namun, Shangyuan tidak melihat sama sekali, dia langsung menemukan sudut yang relatif jauh dan duduk, berwajah dingin, tanpa ekspresi, dan aura tubuhnya tercetak dengan aura orang asing.

Meskipun Shangyuan tidak berbicara, adegan saat ini diam-diam memberi tahu mereka jawaban.

- diabaikan.

Mereka pun kembali ke posisi semula.

Adapun pandangan Shangyuan hanya pada sosok Gu Yu dari awal hingga akhir, dan tidak pernah terlepas.

Seolah-olah semua orang dan benda-benda di sekitar mata benar-benar tersembunyi dan menghilang, hanya menyisakan Gu Yu saja.

Dia tidak suka atmosfer penuh aroma di depannya, jadi dia duduk di sudut platform terbuka dan tidak pernah bergerak. Dari awal hingga akhir, tidak ada rencana untuk berbicara.

Dia duduk diam di sudut, matanya tidak berkedip menatap Gu Yu berdiri disisi meja dengan piringnya, perlahan-lahan memakan makanan ringan.

Bo Shangyuan tidak memiliki minat untuk makan, jadi dia tidak berencana untuk maju. Tiba-tiba, dia melihat Gu Yu tersedak jadi dia berdiri dan menghampirinya.

Di bawah mata semua orang, Shangyuan dengan terampil dan alami menuangkan segelas air dan menyerahkannya kepada Gu Yu.

Melihat air yang tiba-tiba muncul di depannya, Gu Yu sedikit tertegun.
"Minumlah."

Menyadari itu Shangyuan, Gu Yu pun menerimanya. Setelah minum, dia mengangkat kepalanya dan membisikkan terima kasih.

"Hm."

Shangyuan menatap Gu Yu dengan tenang, dan semua kedalaman tersembunyi di bawah wajahnya tanpa ekspresi.
Gu Yu mengambil garpu dan piring yang baru, "Kau tidak makan?"

Shangyuan tidak tertarik pada makanan ini, "Tidak."

Gu Yu ingin bertanya mengapa, tetapi tiba-tiba teringat fakta bahwa Shangyuan sangat pemilih.

Dia pun meletakkan garpu dan piring kembali.

Keduanya tidak berpikir apa-apa tentang interaksi yang dilakukan.

Tetapi orang-orang di sekitar mereka melihat benar-benar terpana.

Jadi ...

Apa sebenarnya hubungan laki-laki yang berbicara dengannya Bo Shangyuan itu??

Sisi lain.

Khawatir bahwa Gu Yu tiba-tiba tersedak lagi, Shangyuan beralih duduk di tempat yang lebih dekat dengan Gu Yu.
Karena ada lebih banyak orang di sekitarnya, jadi dalam suatu waktu, aroma parfum para gadis, rasa cologne laki-laki, dan bau asap yang kuat, semuanya bercampur menjadi satu, masuk memenuhi rongga hidungnya.

Bau ini jauh lebih buruk daripada selokan.
Shangyuan bertahan dengan wajah dingin, penuh kesabaran.

Belum lima menit Shangyuan bertahan, Gu Yu yang sudah merasa kenyang kembali meletakkan garpu lalu berjalan ke arahnya untuk pulang.

Meskipun ada banyak game di tempat ini, Gu Yu tidak tertarik. Kalau Shen Teng yang datang kesini, dia mungkin sangat menyukainya, tetapi Gu Yu tidak tertarik.
"Ayo pulang."

Shangyuan mengangkat matanya, memandangnya dan bertanya, "Sudah tidak makan?"

Gu Yu menyentuh perutnya dan berkata, "Aku kenyang."

Shangyuan melirik meja bowling dan meja biliar yang tidak jauh, serta kerangka penembakan kecil, dan samar-samar bertanya, "Tidak pergi ke sana?"

Gu Yu menggelengkan kepalanya. "... Aku tidak tertarik."

Shangyuan pun berdiri.

Karena dia tidak mengatakan apapun, jadi Gu Yu ragu-ragu bertanya, "... Pulang?"
"Hm."

Gu Yu merasa relaks.

Meskipun makanannya enak, pemandangannya bagus, ada banyak yang bisa dimainkan, tetapi bagi Gu Yu, lebih baik di rumah.

Duan Lun yang baru saja keluar dari toilet melihat keduanya berbalik dan ingin pergi, ekspresi berubah tidak percaya. "Kalian mau pulang? Tidak tinggal sebentar? Yan Jue akan segera datang, tunggu dia selesai menyanyikan lagu baru kalian pergi."

Mendengar itu Gu Yu tanpa sadar bertanya, "Apa Yan Jue akan datang?"

Meskipun Gu Yu terkejut, itu hanya kaget biasa.

Gu Yu sebenarnya tidak merasakan apa-apa.

Karena penyanyi itu sedang naik daun saat ini, bahkan jika Gu Yu tidak terlalu memperhatikan berita hiburan, dia selalu mendengar nama itu dari mulut orang lain.

Duan Lun yang sudah menduga reaksi Gu Yu, dia pun dengan bangga berkata, "Yan Jue akan segera ke sini. Kalian bisa pergi nanti setelah mendengarkannya menyanyikan tiga lagu."

"Oh."

Ketika Duan Lun berpikir bahwa Gu Yu ingin tinggal lebih lama, dia melihat bahwa Gu Yu tidak ragu untuk menoleh dan melihat Shangyuan dan berkata, "Ayo pulang."

Duan Lun membeku.

Dia tanpa sadar bertanya, "Kau tidak ingin tinggal dan mendengarkan nyanyiannya?"

Gu Yu menggelengkan kepalanya, "Tidak."

Ekspresi Duan Lun aneh dan wajahnya kusut. "Kenapa?"

Orang awam dan semacamnya pasti sangat susah melihat bintang yang begitu populer.
Oleh karena itu, menurut akal sehat, orang biasa seperti Gu Yu, jika mereka tahu bahwa mereka dapat melihat bintang sebesar itu dengan segera, mereka seharusnya menyiapkan ponsel untuk mengambil gambar, dan mengambil pena dan kertas untuk ditandatangani.

Tapi Gu Yu ingin pulang???

Pulang???

What???

Ekspresi Gu Yu juga sangat aneh karena mendengar pertanyaan Duan Lun.
"... Aku bukan penggemarnya, kenapa aku harus tinggal dan mendengarkan nyanyiannya?"

Duan Lun tidak mau berpikir, "Tapi dia adalah bintang besar!"

"Oh." Gu Yu lalu mengajukan pertanyaan, "... Terus kenapa?"

"..."

Duan Lun diam.

Setelah beberapa lama, Duan Lun akhirnya menemukan suaranya.

"Dia bernyanyi dengan baik."

"Oh," Kemudian Gu Yu bertanya dengan bingung, "Jika ingin mendengarkan lagunya, bisa juga mendengarkannya lewat aplikasi musik."

"... Perasaan mendengarkan LIVE benar-benar berbeda dari perasaan mendengarkan dalam aplikasi musik."

"Kalau begitu dengar yang versi LIVE."

"... kau menang."

"?"

Duan Lun mengalihkan pandangan ke arah Shangyuan yang belum berbicara, dan berkata, "Aku mengerti."

Duan Lun akhirnya mengerti mengapa Bo Shangyuan menyukai Gu Yu.

Mulut kedua orang ini, Duan Lun curiga bahwa itu mungkin dari pabrik yang sama.

Selama mereka membuka mulut, itu bisa membunuh orang.

Gu Yu masih dengan tanda tanya. "?"

Apanya yang mengerti?



Donasi buat Choco
Chapter terbaru tidak muncul di Select Chapter jadi klik judulnya dibawah!
Loading

Comments