63. Jangan takut pada apa pun, ikuti saja aku.

Malam Natal akan tiba dalam beberapa hari.

Hari belum tiba, setiap pedagang sudah mulai menjual berbagai hadiah dan apel.

Cabang-cabang di sisi jalan ditutupi dengan pita merah, dan jendela-jendela kaca dari toko-toko juga ditutupi dengan pola Santa Claus dan tongkat permen. Toko-toko mainan juga sudah mulai menjual patung-patung rusa lucu.

Di jalan, berbagai barang Natal terlihat.

Tidak hanya berbagai pelaku bisnis di jalan, para siswa di kelas juga menantikan hari ini.

Karena dua hari itu adalah hari libur.

Tepat setelah pelajaran pertama, Shen Teng yang duduk di depan, berbalik, dan dengan antusias berbalik menatap Gu Yu, "Xiao Yu Yu, Malam Natal dan Hari Natal ayo datang ke rumahku~"

Gu Yu melihat ekspresi wajah Shen Teng yang begitu menantikannya seketika paham.

"Main game selama dua hari libur?"

Shen Teng seketika cemberut dengan melankolis.

Untuk musim liburan, semua bisnis tidak akan melewatkan kesempatan, entah itu fisik atau virtual.

Tentu saja, permainan tidak terkecuali.

Selain beberapa bonus emas yang tidak terduga, ada juga beberapa objek dalam game.

Dibilang sulit sebenarnya tidak terlalu sulit, tidak juga terlalu mudah.

Tapi betapapun sulitnya, tidak ada perbedaan di mata Shen Teng si top notch gamer yang payah.

Karena dia tidak bisa melewati level jadi harus meminta bantuan Gu Yu.

Shen Teng meraih tangan Gu Yu dan menangis tersedu, "Xiao Yu Yu, aku mengandalkanmu! Objek ini memberi +15 batu yang dibentengi! Kau mau tahu berapa! 2000! Kali ini! Bonusnya adalah 5! Satu buah adalah 2000 yuan, dan 5 buah adalah sepuluh ribu yuan!"

Shen Teng begitu menggebu-gebu, jika dia bisa, dia mungkin sudah berguling-guling di depan Gu Yu sekarang.

Gu Yu awalnya ingin menolak, tetapi begitu dia mendengar nilai batu 2000 dan memberikannya lima, dia tidak bisa menahan keraguan.

Dia berkata, "Kau tunggu, aku akan bertanya pada Bo Shangyuan ..."

Karena dia tinggal di sebuah rumah Bo Shangyuan, tidak tahu mengapa, tidak peduli hal besar atau kecil, Gu Yu selalu bertanya kepada Bo Shangyuan terlebih dahulu.

Gu Yu mengeluarkan ponselnya dan mengirim pesan.

[ Apa masih membuat kelas pada Malam Natal dan Hari Natal? ]

Di sisi lain Shangyuan mengangkat sebelah alisnya melihat pesan ini.

Sebenarnya, dua hari itu Shangyuan tidak berencana untuk membentuk kelas, bagaimana pun, itu Malam Natal dan Hari Natal, dan setelah membentuk kelas selama berhari-hari, sudah pasti dua hari itu harus libur.

Namun, melihat kalimat Gu Yu ini, Bo Shangyuan masih bertanya.

[ Kenapa? ]

[ Aku akan ke pergi ke rumah Shen Teng untuk bermain game. ]

Wajah Shangyuan menghitam dalam sekejap mata.

- Pergi ke rumah Shen Teng untuk bermain game.

Gu Yu takut bahwa Bo Shangyuan tidak senang, jadi dia menjelaskannya dengan cepat.

[ Ada bonus dalam game yang dimainkan pada hari itu. ]

[ Seperti objek batu penguat. ]

[ Nilai batu 2.000 yuan, satu objek ada lima. ]

[ Dia tidak bisa melewati level jadi meminta bantuanku. ]

Tidak ada tanggapan.

Gu Yu menunggu lama dan tidak mendapat jawaban, jadi dia mengirim pesan lain.

[ ...? ]

[ Apa kau menerima pesanku tadi? ]

Kali ini, Shangyuan akhirnya bereaksi.

[ Tidak. ]

Gu Yu berpikir bahwa Shangyuan benar-benar tidak menerima pesannya, jadi dia bersiap untuk mengirim pesan lagi. Detik berikutnya, pihak lain tiba-tiba memberinya 10.000 yuan.

Gu Yu melihat catatan transfer 10.000 yuan di layar ponsel dan tersedak.

[ Berikan padanya. ]

[ ...... ]

Jadi ini maksudnya.

Gu Yu terdiam.

[ Bisa tidak libur membuat kelas selama dua hari? ]

[ Bonus ini tampaknya sangat penting bagi Shen Teng. ]

[ Kalau tidak, aku akan belajar setelah pulang dari rumahnya. ]

[ ...... ]

[ Pada Malam Natal, kau akan memainkan permainan di rumah  Shen Teng? ]

[ Ya. ]

Gu Yu benar-benar tidak merasa ada yang salah.

Baginya, apakah itu Malam Natal atau Natal, di matanya, itu hanya liburan langka yang hanya setahun sekali.

Shangyuan terdiam.

Dia membalik halaman teman WeChat dan menemukan avatar Ma Cheng dengan nama akun 'karst'.

[ 24.25 luang? ]

[ Bagaimana kau tiba-tiba bertanya ini padaku? ]

[ Jangan bilang, Siswa Bo si dewa sekolah kami yang terkenal tidak bersama kekasih selama dua hari libur, jadi ingin aku menemani? ]

[ Bawa pergi istrimu. ]
.
.

Pada saat ini, kelas E.

Shen Teng menerima pesan WeChat dari Ma Cheng.

Dia terdiam.

Setelahnya perlahan berbalik dan menunjukkan senyum tragis pada Gu Yu di belakangnya.

Shen Teng menelan saliva, "Itu, Malam Natal dan Hari Natal kau tidak harus pergi ke rumahku ..."

Gu Yu tidak mengerti, "Bagaimana dengan 10.000 batumu?"

Ketika dia memikirkan batu 10.000 yuan itu, dia tidak bisa menahan tangis.

Shen Teng menangis dan berkata, "Aku sudah membuat janji dalam dua hari itu ..."

Gu Yu tidak banyak berpikir, oh, dan berkata bahwa dia mengerti.

Tetapi pada akhirnya, dia bertanya lagi, "Apakah kau yakin? Jika kau yakin, aku tidak perlu meminta cuti untuk pergi pada Bo Shangyuan."

Gu Yu merasa aneh sejenak.

... Meminta cuti untuk pergi?

Dia merasa ada sesuatu yang salah, tetapi sepertinya tidak ada yang salah.

Shen Teng merasa kecewa tapi tidak peduli seberapa keras dia merasa, dia tidak bisa mengubah kenyataan.

Siapa yang memintanya ditangkap oleh Ma Cheng.

"Ya."

Gu Yu tidak terus bertanya. Dia menundukkan kepala dan memperbarui pesannya.

[ Shen Teng tiba-tiba bilang aku tidak harus pergi. ]

[ Hm. ]

Setelahnya Shangyuan menyimpan ponsel ke laci.

Tentu saja, dia tidak memberi tahu Gu Yu bahwa dia melakukan hal licik dibaliknya.

Duan Lun yang duduk dibelakang melihat Shangyuan selesai membalas pesan, dia bertanya, "Apa itu kekasihmu?"

Shangyuan mengiyakan tanpa menoleh.

Duan Lun terkejut tidak menyangka Shangyuan meresponnya.

Dia ingat sesuatu lalu bertanya lagi, "Apa yang akan kau lakukan pada dua hari libur natal?"

"Di rumah."

Mata Duan Lun memompa.

"Sialan, kau hanya berada di rumah?"

Shangyuan tanpa ekspresi, acuh tak acuh.

Duan Lun benar-benar tidak tahan untuk bertanya, "Apa kau tidak bosan di rumah sepanjang hari?"

"Tidak."

Dulu itu benar-benar membosankan.

Tidak, harus dikatakan bahwa di mana pun dia berada, itu membosankan.

Tetapi sekarang berbeda.

Selama ada Gu Yu, dia tidak akan pernah bosan.

Bahkan jika hanya melihat Gu Yu tertidur, dia bisa menatapnya sepanjang hari.

Duan Lun mendengarkan jawaban dari Bo Shangyuan, dan merasa bahwa Shangyuan tidak bisa diselamatkan.

Duan Lun menduga bahwa meskipun dua hari Xing Bo berada di rumah, dia pasti tinggal bersama kekasihnya.

Duan Lun mendengus dan berkata, "Sudah begitu lama berkencan, kau masih tidak mau menunjukkannya padaku?"

Tidak ada tanggapan.

Duan Lun tidak terkejut. Kemudian dia berkata, "Bahkan jika kau tidak mengajaknya, aku sudah memesan tempat di nine song pada Malam Natal. Aku juga mengundang bunga yang baru-baru ini populer untuk menyanyikan dua lagu. Bahkan ada begitu banyak permainan dan makanan, kau benar-benar tidak mengajak kekasihmu yang lucu untuk makan dan bermain?"

Ketika berbicara tentang itu, tidak ada reaksi dari Shangyuan. Untuk mengundang bunga populer bagi Shangyuan dan Duan Lun si kaya generasi kedua, dapat dilihat kapan saja, selama masih ada uang.

Tetapi ketika datang untuk makan dan bermain, hatinya sedikit tergerak.

Sudah lama dia tampaknya benar-benar tidak mengajak Gu Yu keluar. Setiap hari hanya membuat kelas tambahan dan Gu Yu juga tidak pernah memiliki keluhan.

Shangyuan tanpa ekspresi, menggosok sendi jari tengah, merenung sejenak.

Setelah beberapa saat, dia kembali mengangkat ponsel.

Bagi Duan Lun Shangyuan berhati keras, tidak peduli apa yang dia katakan, hanya akan diabaikan.

Oleh karena itu, setelah melihat Shangyuan mengangkat ponselnya, mulut Duan Lun menganga lebar.

WTF??? Bo shangyuan tergerak??

Apa dia tidak salah lihat?

Duan Lun menunduk dan membuka WeChat, dan segera mulai mengirim cuitan ke lingkaran teman.

[ WTF! Laozi benar-benar membuat Bo Shangyuan tergerak!! ]

Duan Lun tidak pernah merasa seperti ini.

Dalam sekejap Duan Lun menerima banyak tanggapan.

Ada lingkaran generasi kedua yang kaya, ada alumni dari generasi sebelumnya, dan model-model liar ditambahkan di luar, serta orang-orang dari chengnan.

Chang'an [ WTF! Apa maksudmu? ]

Cao [ Fck, apa katamu??? ]

Ta [ Apa yang kau katakan??? ]

Xie Yi [ Sial ... Apa yang kau katakan??? ]

Chao Gege [ Ah sialan, apa yang kau katakan??? ]

Dan seterusnya...

Tepat ketika semua orang terkejut, Bo Shangyuan mengirim pesan pada Gu Yu.

[ Ayo keluar saat malam Natal. ]

[ ? ]

[ Pergi kemana? ]

[ Nine songs. ]

[ Tunggu sebentar. ]

[]

[ Aku cari tahu dulu ...]

Bagi mereka yang besar dari keluarga kaya, nine songs hampir tidak asing. Selama seperti Duan Lun yang kaya dan suka bermain di luar, dia akan pergi ke tempat itu.

Tetapi untuk Gu Yu yang hanya dari keluarga biasa, ia tidak pernah mendengar nama itu.

Gu Yu membuka Baidu dan mencari dua kata dari nine songs ( Jiu Ge ).

Seketika beberapa info keluar dari kotak pencarian.

# Berapa angka minimum konsumsi di Jiu Ge ah #

# Jiu Ge tempat yang menyenangkan #

# Bagaimana bisa menjadi anggota di Jiu Ge? #

# Untuk menjadi anggota di Jiu Ge harus menghabiskan puluhan ribu yuan ah #

Ada banyak info dalam pencarian, tetapi tidak ada gambar.

Gu Yu memiliki beberapa keraguan dan kembali ke WeChat.

[ Kenapa aku tidak bisa menemukan gambar? ]

[ Tidak diizinkan. ]

[ Oh ...]

Faktanya, Gu Yu tidak tertarik dengan apa yang harus dimainkan. Dia ingin tinggal di rumah lebih lama dari pada di luar.

Karena rumah sepi, dan dia suka tempat yang sepi.

Namun, dia takut Shangyuan sudah reservasi, jadi dia tidak mengatakan bahwa dia tidak ingin keluar, tetapi bertanya

[ Apa tempatnya sudah dipesan? ]

[ Ya. ]

[ Duan Lun yang memesan. ]

Gu Yu tadinya akan setuju tetapi begitu membaca pesan kedua, dia tiba-tiba merasa tidak enak.

[ Duan Lun yang mengajak? ]

[ Ya. ]

[ Kalau begitu kau saja yang pergi. ]

[ Aku tidak pergi. ]

[ Jika kau tidak pergi, aku tidak akan pergi. ]

Gu Yu memandang layar ponsel dan diam.

Bagaimanapun Duan Lun yang mengajak Shangyuan, jika Shangyuan tidak pergi hanya karena dia menolak, rasanya tidak terlalu baik.

[ ... oh. ]

[ Jam berapa? ]

Shangyuan mengalihkan pandangannya dan bertanya pada Duan Lun di belakangnya, "Jam berapa."

Duan Lun takut Shangyuan akan membatalkan lagi, jadi dia berkata, "Jam 8 malam."

Setelah itu, dia lanjut bertanya. "Bawa kekasihmu bersama?"

  
"Hm."

Mendengar itu, ekspresi di wajah Duan Lun tiba-tiba menjadi indah.

WTF! Bo Shangyuan benar-benar akan membawa kekasihnya!

- Dia akhirnya akan tahu siapa gadis yang dengan beraninya tidak membalas pesan itu (?) Siapa dia sebenarnya!
.
.

Tepat setelah harapan yang telah lama ditunggu-tunggu, akhirnya hari Natal.

Pada malam Natal, suasana di jalanan begitu semarak. Penjaja bisnis kecil telah keluar untuk mendirikan kios, serta toko pinggir jalan itu ramai dengan kata Selamat Natal.

Bukan hanya itu, tetapi bahkan pesan teks telah diberkati.

[ Besok adalah Natal, semoga Hari Natalmu bahagia!  \ ^ O ^ / Festival Natal toko kecil diskon 30%, hanya setahun sekali, jangan lewatkan ... ]

Dini hari tadi, Duan Lun yang tidak bisa tidur karena terlalu bersemangat, mengirim pesan WeChat pada Shangyuan untuk mengingatkannya jangan lupa datang ke nine songs pada jam 8 malam ini.

Dapat dikatakan bahwa untuk hari ini, yang paling dinanti bukanlah bisnis, bukan juga pasangan bagi Duan Lun, tetapi akhirnya dia bisa melihat wajah sebenarnya dari kekasih Bo Shangyuan.

Namun, harus dikatakan bahwa Xing Bo benar-benar ketat.

Sampai sekarang, jika dia tidak mau membawa kekasihnya, Duan Lun tidak akan pernah tahu siapa gadis itu.

Kegembiraan Duan Lun yang tidak terbendung sudah mengirim pesan di pagi buta membuat Shangyuan berubah menjadi es.

Di hadapan orang lain, daya tahan tubuh Shangyuan selalu nol.

Disaat dia bersiap untuk menarik Duan Lun ke daftar hitam lagi, Gu Yu bangun.

Atau, bisa dibilang Gu Yu tidak tidur sama sekali.

Memikirkan dia akan pergi menemui teman-teman Bo Shangyuan. Tidak tahu mengapa, dia merasa gugup.

Teman-teman Bo Shangyuan ... Pasti juga tinggi, tampan, dan kaya, jenis orang yang mengintimidasi karena punya uang kan? Bukankah seperti Duan Lun?

Dia pendek dan jelek ... Meskipun hasilnya telah meningkat sedikit baru-baru ini, tetapi bagaimanapun, itu hanya gelar umum. Jika dia pergi dengan Shangyuan, bukankah dia hanya akan mempermalukan Shangyuan?

Gu Yu dengan gugup memelototi selimut, berpikir tak terbatas dalam benaknya.

Shangyuan yang melihat pemandangan ini tidak jadi menarik Duan Lun ke daftar hitam, dia kembali meletakkan ponsel.

"Ada apa."

Gu Yu berbisik, "Aku tidak bisa pergi."

Shangyuan mengerutkan alis, ekspresinya bingung.

"Hm?"

"Teman-temanmu pasti sepertimu, tinggi dan tampan, juga dari keluarga kaya ... Aku pendek dan biasa saja. Jika aku mengikutimu kesana, bukankah itu akan membuatmu malu?

Sebelumnya Shangyuan tidak peduli untuk pergi ke nine songs.

Tetapi setelah mendengarkan kata-kata Gu Yu, Bo Shangyuan merasa bahwa dia harus pergi.

"Beberapa laki-laki ada yang tumbuh terlambat, meskipun terlihat pendek ketika ditahun pertama, tetapi mereka akan tinggi ketika berada di tahun ketiga."

Mata Gu Yu bersinar.

Dia segera berpikir dan tidak tahan untuk bertanya, "Apa aku akan lebih tinggi darimu saat menjadi senior nanti?"

Bo Shangyuan tidak ragu, "Tidak."

Dengan dendam terpendam Gu Yu membuang pandangan.

Shangyuan lanjut berkata. "Penampilan luar hanya kulit yang terlihat bagus. Tidak masalah. Yang paling penting adalah bagian dalam, jadi kau tidak perlu memasukkan kulit ke dalam hatimu."

Gu Yu tidak menjawab, mulutnya bergumam.

Karena dia tampan jadi mengatakan bahwa kulit itu tidak penting, tidak pernah ada orang jelek yang mengatakan bahwa kulit itu tidak penting.

Shangyuan beralih mencubit wajahnya, "Kau sangat imut, dimana yang biasa saja."

Gu Yu dengan emosi hendak menggigit tangan Shangyuan diwajahnya tetapi laki-laki itu dengan mudah berhasil lolos.

Dia mencubit wajahnya lagi!

Gu Yu menutupi bekas cubitan yang memerah sambil mendelik emosi.

"... Tapi bukankah imut menggambarkan seorang gadis?"

"Apa kamus menetapkan kata imut hanya bisa menggambarkan perempuan?"

Gu Yu memikirkannya dan menggelengkan kepalanya perlahan.

Tampaknya benar-benar tidak ada aturan tentang kata imut yang hanya bisa menggambarkan perempuan.

Tapi karena digambarkan sebagai imut, Gu Yu tidak bahagia sama sekali.

Shangyuan lanjut berkata, "Uang itu tidak berarti apa-apa, tetapi itu berarti bahwa orang itu hanya memiliki lebih banyak uang daripada orang kebanyakan. Tetapi tidak ada perbedaan dengan orang lain kecuali sedikit uang. Dan punya uang untuk sementara waktu tidak berarti kau punya uang seumur hidup. Jika kau tidak punya uang untuk sementara waktu, itu tidak berarti kau tidak punya uang seumur hidup. Karena itu, kau tidak perlu meremehkan diri sendiri karena ini."

Mendengar itu Gu Yu tidak paham.

Namun, setidaknya inferioritas di dalam hatinya benar-benar memudar.

Shangyuan lanjut bertanya, "Apa masih ada yang ingin kau tanyakan?"

Gu Yu berpikir sejenak dan berbisik, "Apa aku benar-benar masih bisa tumbuh lebih tinggi?"

"Hm."

"Bisa lebih tinggi darimu?"

"Tidak."

"... oh."

"Sudah selesai?"

"... um."

"Bangun dan gosok gigi."

"Oh."

Gu Yu dengan patuh beranjak dari tempat tidur dan pergi ke kamar mandi.

Meskipun ini Malam Natal, masih tidak berbeda dari sebelumnya.

Makan, tidur siang, bermain ponsel saat bosan, atau menonton film dengan komputer milik Shangyuan. Dalam kedipan mata, malam pun tiba.

Pada pukul 6:30 malam, Gu Yu tiba-tiba menjadi gugup sekitar satu jam sebelum keberangkatan.

Dia masuk ke kamar dan mulai mengambil pakaiannya.

Dia menemukan setelan jas dari tumpukan blus kelinci dan mantel cakar beruang, memakainya dan kemudian bergegas ke depan Shangyuan, bertanya gugup. "Apa ini terlihat bagus?"

Shangyuan merespon tanpa ragu "Bagus."

Gu Yu merasa lega. Namun, setelahnya, dia merasa tidak puas dengan jas di tubuhnya, jadi dia kembali ke kamar tidur dan berganti ke yang lain.



Setelah mengganti set lainnya, Gu Yu sekali lagi berlari ke depan Shangyuan dan bertanya, "Bagaimana dengan set ini? Terlihat bagus?"

Kata Shangyuan masih sama. "Bagus."

"Dibandingkan dengan yang sebelumnya?"

"Semuanya terlihat bagus."

Gu Yu menatapnya, tampak sedikit tertekan.

"Kau hanya asal menjawab."

Shangyuan tidak berkedip. "Tidak."

Shangyuan benar-benar merasa semuanya terlihat bagus.

Bahkan jika Gu Yu tidak memakainya, dia tetap terlihat bagus.

Setelahnya, Shangyuan lanjut bertanya, "Kenapa kau terus berganti pakaian?"

Gu Yu menundukkan kepalanya dan berkata dengan suara cemberut, "Aku takut akan mempermalukanmu ..."

Shangyuan akhirnya tidak bisa menahan senyum.

"Kemarilah."

Gu Yu mendekat dengan bingung.

Ada apa?

Detik berikutnya, Shangyuan yang duduk di sofa membungkus tubuh Gu Yu dalam pelukannya.

Suaranya sangat rendah, "Jangan takut pada apa pun, ikuti saja aku."

Gu Yu bergumam, "um." Lalu berbisik, "Itu ..."

"Hm?"

"... Panas."

"..."

Suasana yang lembut itu seketika menghilang tanpa jejak.


Donasi buat Choco
Chapter terbaru tidak muncul di Select Chapter jadi klik judulnya dibawah!
Loading

Comments