62. Meminta Gu Yu untuk kembali? Dia tidak setuju.

Shen Teng tidak ingin mengatakan apa-apa, Gu Yu tidak bertanya lagi.

Gu Yu selalu seperti ini.

Jika pihak lain tidak ingin mengatakannya, dia tidak akan lanjut bertanya.

Empat kelas di sore hari adalah Fisika dan Kimia dan Bahasa Inggris. Kimia memiliki dua kelas.

Pada sore hari setelah empat kelas berakhir, waktunya makan malam dikantin.

Hari ini hari Kamis, hidangan kantin iga babi rebus dengan keripik kentang dan sup rumput laut, yang semuanya disukai oleh Shen Teng.

Saat bel berbunyi, Shen Teng biasanya menjadi yang pertama berdiri, dan langsung pergi ke kantin.

Namun, entah bagaimana hari ini, Shen Teng belum bergerak.

Gu Yu yang melihat itu, mau tidak mau bertanya, “Shen Teng, kau tidak pergi makan malam?”

Shen Teng menyusutkan tubuhnya dan dengan hati-hati melihat sekeliling, “Aku tidak ingin pergi ke kantin hari ini. Aku akan memberimu kartuku, kau bawakan aku makanan …”

Gu Yu dengan tidak mengerti bersiap mengambil kartunya namun terdengar suara serak dari luar jendela.

“Shen Teng gege, ayo pergi ke kantin.”
Shen Teng membeku dan tampak kaku ke arah jendela.

Gu Yu juga ikut melihat ke arah jendela.
Sosok Ma Cheng bersandar di dekat jendela, dan ada beberapa pengikut di belakangnya.

“Cheng Ge, apa ini kakak ipar?”

“Yoi, kakak ipar terlihat sangat imut.”

“Halo kakak ipar~ mohon perhatiannya dimasa depan.”

Mata Gu Yu berkedut dan perlahan melihat ke arah Shen Teng.

Hah?  … Kakak ipar?

Sejak kapan Shen Teng menjadi kakak ipar mereka?

Lagipula, bukankah kakak ipar itu untuk seorang gadis?

Disisi lain Shen Teng gemetar dan berkata, “Kau lepaskan aku … aku benar-benar tidak suka laki-laki …”

Ma Chen tidak mempercayainya, “Bo Shangyuan bilang kau seperti itu.”
Setelah itu, Ma Cheng menyentuh dagunya dan menatap Shen Teng, berpikir. “Tidak masalah, aku suka tipe sepertimu.”

Shen Teng menangis dan bertanya, “Apa yang tidak kau suka? Bisa tidak aku mengubahnya?"

Ma Cheng menyeringai dan berkata, “Selama itu kau, aku suka segalanya.”

Gu Yu tiba-tiba menyadari apa fokusnya.
“… Bo Shangyuan yang bilang?”

Ma Cheng mengangkat alisnya, “Ya.”

Gu Yu segera mengeluarkan ponsel dan mengirim pesan padanya.

[ Apa yang kau katakan pada Ma Cheng? ]

Shangyuan membalas sangat cepat.

Tidak mengatakan apa-apa. ]

[ Lalu kenapa Ma Cheng dan orang-orangnya menyebut Shen Teng sebagai kakak ipar? ]

Kau tebak. ]

[ …… ]

Adapun mengapa Shangyuan memberi tahu Ma Cheng bahwa Shen Teng suka laki-laki …

Umumnya orang normal jika memikirkan film dewasa dengan hardcore taste, itu pasti *P, atau S/M, dan bahkan human beast, dll …. Mana ada yang akan memikirkan film gay?

Jadi dimata Shangyuan, Shen Teng adalah gay.

Karena itu, Bo Shangyuan tidak merasa telah melakukan kesalahan.

Secara khusus, dia telah membantu Shen Teng karena menemukan kekasih yang baik untuknya.

Ma Cheng tinggi dan tegap, juga jago berkelahi. Sangat cocok.

Disaat Gu Yu masih tidak bisa mengerti, Shen Teng yang duduk di depannya, telah dibawa pergi oleh Ma Cheng.

Ma Cheng mengait leher Shen Teng, dan dikelilingi oleh sekelompok pengikutnya berjalan ke arah kantin.

“Mau makan apa? Aku traktir.”

Shen Teng merespon dengan wajah menangis, “Aku tidak ingin makan apa pun …”

Ma Cheng tersenyum dan berkata, “Kau sudah mulai berpikir untuk menghemat demi suamimu. Ini tidak buruk. Kau benar-benar seseorang yang aku inginkan.”

Shen Teng segera menutup mulutnya dan berhenti berbicara.

Disisi lain, Jin Shilong yang melihat kepergian Shen Teng, memegangi wajahnya dan mendesah.

Mata Jin Shilong bersinar dan bersemangat, “Ini seperti pasangan dalam komik, laki-laki arogan dan perempuan canggung!”

Ah, ah, ah, ah, super imut!

Sisi lain.

Shen Teng tiba-tiba bersin.
.
.

Setelah belajar mandiri malam, seperti biasa, keduanya kembali ke rumah.

Setelah pulang ke rumah, seperti biasa, hal pertama yang harus dilakukan adalah menulis pekerjaan rumah.

Gu Yu duduk di bar merah dan menulis pekerjaan rumah, sementara Shangyuan berdiri dengan tenang dan mengawasinya untuk menulis pekerjaan rumah.

Itu tidak berbeda dari sebelumnya, tetapi ada sesuatu dalam pikiran Gu Yu yang menggantung selama sehari.

Ya, itu adalah film aksi dengan hardcore taste.

Sebenarnya bagaimana tipe yang berat itu, Gu Yu agak penasaran.

Tadinya dia ingin meminta tautan lagi pada Shen Teng namun teman satu mejanya itu sudah dibawa pergi Ma Cheng.

Gu Yu menulis pertanyaan sambil melirik wajah Shangyuan.

Laki-laki itu bersandar malas di samping bar, memegang ponsel di tangannya, tidak tahu melihat apa.

Shangyuan masih menatap layar dan tidak mengangkat matanya. Dia bertanya, “Lihat apa.”

Gu Yu ragu-ragu, dan bertanya, “… Apa kau menonton itu?”

Alis Shangyuan terangkat, dia menatap Gu Yu.

Di bawah tatapan Shangyuan yang dingin, Gu Yu berbisik, “… Aku agak penasaran.”
Pandangan Shangyuan seketika redup dan dalam, seperti kolam yang kedalamannya tidak terduga.

“Apa kau ingin melihatnya?”

Gu Yu ragu-ragu sejenak lalu mengiyakan.
Shangyuan diam sejenak, lalu berkata dengan pelan. “Jika kau melihatnya, kau harus menonton dari awal sampai akhir. Apa kau yakin?”

Gu Yu ragu-ragu lagi.

Menonton dari awal sampai akhir …
Tidak masalah!

Keingintahuan mengalahkan alasan, “Oke.”

Shangyuan menatapnya sejenak dan kemudian mengalihkan perhatiannya.
“Jangan menyesal.”

“?”

Kenapa menyesal? Gu Yu tidak bisa mengerti.

Gu Yu berpikir Shangyuan akan langsung memutar filmnya, tetapi dia masih berdiri diam dan tidak bergerak.

“Apa PRmu sudah selesai? Benar semua?”
Gu Yu kembali menundukkan kepalanya.
.
.

Setelah setengah jam.

Gu Yu akhirnya menyelesaikan pekerjaan rumahnya. Begitu dia menulis pertanyaan terakhir, dia dengan cepat meletakkan pena dan mendorong pekerjaan rumahnya ke depan.

Shangyuan yang melihat Gu Yu yang sedikit bersemangat, mengambil pekerjaan rumahnya dan mulai memeriksa jawabannya tanpa ekspresi.

Untuk jawabannya sendiri, Gu Yu bisa menjawabnya jadi dia tidak khawatir sama sekali.

Dia sudah belajar selama lebih dari dua bulan, dan jika dia harus bingung dengan pertanyaan-pertanyaan sederhana ini, dia tidak akan mungkin peringkat pertama di kelas.

Seperti yang diharapkan Gu Yu, tidak butuh waktu lama, Shangyuan meletakkan buku PRnya.

Mata Gu Yu tidak berkedip menatapnya.

“Dua pilihan. Satu: tidur, dua: nonton …”

Gu Yu dengan cepat memberikan jawabannya. “Dua.”

Shangyuan menatap Gu Yu dalam-dalam, dan kemudian menghidupkan ponsel dan menemukan tautan yang disalin sebelumnya.

Kemudian dia pergi ke ruang tamu untuk menyalakan TV LCD.

Di sisi lain, Gu Yu dengan cepat duduk di sofa ruang tamu, menunggu untuk menonton film.

Setelah TV terhubung ke ponsel dengan Bluetooth, Shangyuan mengklik link tersebut di ponsel. Detik berikutnya, layar LCD yang hampir memenuhi seluruh bingkai TV juga diputar secara serempak.
Dua pria telanjang tanpa pakaian muncul di depan keduanya.

Karena telah melihatnya di pagi hari, Shangyuan tidak terkejut tentang adegan di TV.

Sementara Gu Yu tiba-tiba menegang.
Seiring berjalannya waktu, plot di layar semakin aneh.

Dua lelaki tegap dengan delapan abs telanjang dan berpelukan, pertama-tama mencium satu sama lain, terjerat satu sama lain, dan kemudian, keduanya mulai menjilat satu sama lain dan menyentuh tubuh satu sama lain.

Kedua tangan pria itu menyentuh punggung satu sama lain, lalu meluncur turun di pinggang, menyentuh pinggul, dan kemudian berpindah ke dada.

Puting dada terus dipelintir, dicium, dan bahkan dijilat …

Gu Yu melihat pemandangan di dalam TV, semakin pucat pasi.

Pada menit kedelapan, dua orang dalam film mengubah posisi mereka.

Seseorang menuju ke atas dan seseorang ke bawah.

Lalu...

Gu Yu tidak tahan lagi.

Dia menutup wajahnya, terlalu malu untuk melihatnya lagi, tetapi Shangyuan disebelahnya dari awal hanya menonton dengan tanpa ekspresi dan acuh tak acuh, tampaknya adegan di TV bukanlah film dewasa tetapi program berita.

Shen Teng berharap bahwa ketika Shangyuan melihat film dewasa yang berat ini, dia membeku dan pasti akan menunjukkan ekspresi lain.

Misalnya, menjijikkan, kaget, malu, dan sebagainya.

Tapi itu sangat disayangkan, itu tidak terjadi.

Shangyuan sudah dari dulu pernah melihat yang lebih menjijikkan dari ini.

Bukan film, tapi seseorang.

Ya, itu adalah ayah Bo.

“Ini … apa-apaan ini!”

“Tanya Shen Teng.”
Mata Shangyuan masih menatap layar TV, tanpa ekspresi.

‘Adegan’ di TV telah memasuki tahap yang panas. Kedua pria itu berdiri dan saling membelai sambil berjalan menuju sisi tempat tidur.

Jika dikatakan reaksi dari Shangyuan, mungkin hanya merasa menjijikkan.
Di matanya, dua tubuh telanjang di layar benar-benar jelek dan tidak sedap dipandang.

Memikirkan tentang Shen Teng, Gu Yu akhirnya memiliki pemahaman yang kabur tentang mengapa Shangyuan menghubungi Ma Cheng untuk Shen Teng.

Itu karena Shen Teng membiarkan Shangyuan untuk melihat ini!

Film yang tidak sedap dipandang ini …
Gu Yu tidak tahu bagaimana menggambarkannya.

Gu Yu kembali menoleh pada Shangyuan dari balik tangan yang menutupi wajahnya, laki-laki itu masih menatap tv, tidak berkedip.

Melihat situasinya, Gu Yu dengan terburu-buru berjongkok didepan Shangyuan, melebarkan kakinya dengan kedua lututnya bertumpu di sofa membuat paha shangyuan terkurung diantaranya. Dia kemudian menutup mata Shangyuan dengan tangannya erat-erat.

“Jangan menonton.”

Shangyuan tidak meronta, biarkan Gu Yu menutup di matanya.

“Bukankah kau ingin aku menuliskannya?”

Gu Yu tidak mau berpikir, “Jangan tulis.”

Shangyuan merespon santai, “Kau yang menyuruhku, bagaimana kau bisa mengatakan jangan tulis?”

Gu Yu mengerutkan alisnya dan masih menutup mata Shangyuan dengan erat, dan menolak untuk melepaskannya.

“Kau tidak diizinkan menonton.”
Gu Yu berkata sambil diam-diam mengambil remote control di sisi Shangyuan dan kemudian mematikan TV.

Seketika membuatnya menghela napas lega.

Gu Yu berdiri dari sofa, melepaskan tangannya, “Kau tidak diizinkan untuk menonton, sekarang tidur.”

Setelah selesai, dia berbalik dan pergi ke kamar tidur untuk mengambil piyamanya.
Shangyuan menatap punggung Gu Yu, dia memikirkan rasa malu Gu Yu menutup matanya, membuatnya tanpa sadar mengembangkan senyum.

Sebelumnya adegan di layar membuatnya sedikit mual, tetapi ketika memikirkan tindakan Gu Yu tadi, dia tiba-tiba menjadi jauh lebih baik.

Um.

Sangat lucu.

Setelah mandi, kedua lelaki itu berbaring berdampingan di tempat tidur.

Seperti biasanya, Shangyuan duduk di samping tempat tidur, mengangkat ponsel dan melihat pasar saham.

Gu Yu yang berbaring disebelahnya, mengerutkan kening melihat Shangyuan seperti memperhatikan sesuatu dilayar ponselnya.

Gu Yu mengulurkan tangan dan tampak serius, “Berikan ponselmu.”

Jika itu orang lain, mungkin telah ditakuti oleh mata dingin Bo Shangyuan.

Tidak benar…

Harus dikatakan bahwa tidak ada yang berani meminjam ponsel Shangyuan.

Saat ini, Shangyuan hanya menatapnya dan dengan tenang menyerahkan ponsel.
Gu Yu mengambil alih dan mendapati bahwa Shangyuan hanya melihat kurva pasar saham, bukan lanjut menonton film barusan, dia pun merasa lega.

Dia kembali menyerahkan ponsel ke Shangyuan. “Yang tadi itu … Aku tidak izinkan kau melihatnya lagi.”

Sudut bibir Shangyuan sedikit naik. “Oke.”

Gu Yu menarik selimut dan bersiap untuk menutup matanya dan tidur.

Sebelum tidur, ia mengucapkan kalimat lain, “Jangan bergadang, ingat untuk tidur lebih awal.”

Karena masih harus pergi ke sekolah besok.
“Oke.”

Shangyuan menunggu sampai Gu Yu benar-benar tertidur, dia sedikit mencodongkan tubuhnya, menatap wajah tidurnya, sudut bibir yang dingin melengkung menampakkan senyum lembut.
Shangyuan memejamkan mata, sedikit mendesah.

… dia tidak akan melepaskannya.

Setelahnya Shangyuan mengulurkan tangan dan mengambil Gu Yu ke dalam pelukannya.

Gu Yu yang telah lama terbiasa dipeluk, sedikit bergerak dalam pelukan untuk menemukan posisi yang nyaman lalu tidak bergerak lagi.

Dengan Gu Yu berbaring dipelukannya, Shangyuan membuka WeChat, dan kemudian mengirim pesan ke agen properti.

[ Rumah. ]

Maaf pelanggan, rumah di dekat distrik sekolah terlalu sulit …]

Beri aku waktu lebih banyak, aku pasti akan menemukannya segera! ]

[ Berapa lama? ]

Dalam enam bulan, aku pasti bisa menemukannya dalam waktu enam bulan! ]

[ Aku tidak sabar. ]

Tiga bulan! ]

Shangyuan tidak membalas.

Setelah cukup lama menunggu balasan, agen properti takut bahwa pelanggan besar ini akan memblaklistnya, jadi sambil menggigit giginya, dia kembali mengirim pesan.

Satu bulan! ]

Beri aku sebulan lagi, aku pasti akan membantumu menemukan rumah! ]

Setelah itu, agen properti mulai menunggu jawaban.

Pelanggan ini adalah temperamen yang paling aneh sejak ia menjadi agen properti selama bertahun-tahun.

Semua orang menginginkan lokasi yang baik, lalu lintas yang baik, udara yang baik, atau rumah yang murah, tetapi hanya ada dua persyaratan dari pelanggan ini.

1: Dekat dengan sekolah.

2: Sulit ditemukan.

Permintaan kedua terlalu konyol dan sulit dimengerti.

Namun, karena diminta oleh pelanggan, betapapun tidak dapat dipahami, sebagai agen properti, ia harus memenuhi persyaratan pelanggan.

Namun, distrik sekolah benar-benar terlalu sulit, dan tidak akan bisa ditemukan dalam waktu singkat.

Pihak lain terdiam untuk sementara waktu.
Tepat ketika agen properti tidak bisa membantu tetapi mengatakan sesuatu, pihak lain akhirnya merespons.

Hanya ada satu kata.

[ Cepat. ]

Agen properti melihat pesan itu dan akhirnya merasa lega.

Pelanggan terjamin! ]

Karena kami telah menandatangani kontrak denganmu, Real Estat Fuxing pasti akan membantumu menemukan rumah! ]

Shangyuan tidak lagi menjawab, membuang ponsel ke samping.

Tatapannya beralih pada Gu Yu di pelukan, matanya dalam.

Sebelumnya, niat awalnya adalah membiarkan Gu Yu tinggal di rumahnya, dan untuk berapa lama, dia tidak pernah memikirkannya.

Atau, jika Gu Yu ingin kembali, dia bisa kembali, dan jika ingin tinggal, tetap tinggal di sini. Jika orangtuanya bertobat dan membujuknya untuk kembali, maka itu terserah Gu Yu. Semuanya tergantung pada dirinya sendiri.

Tapi setelah hidup bersama selama dua bulan … gagasan Shangyuan sebelumnya berangsur-angsur berubah.

Meminta Gu Yu untuk kembali?

– Dia tidak setuju.
.
.

Keesokan harinya.

Shangyuan masih menuliskan kesan setelah menonton.

Dan ditulisnya seribu kata.

Bo Shangyuan menulis itu di kelas bahasa.
Karena tidak pernah membuat catatan ketika kelas berlangsung, guru bahasa sangat terkejut dan merasa senang melihat pemandangan ini.

Bo Shangyuan akhirnya mau mencatat!
Untuk fakta bahwa dia tidak pernah membuat catatan di kelas, para guru kelas A sebenarnya dilema antara mau menegur atau tidak.

Mereka ingin menegur, tetapi Shangyuan selalu mendapat peringkat satu.

Tidak ditegur, mereka khawatir siswa lain akan mengikuti tindakannya dan tidak membuat catatan.

Tapi hari ini, Bo Shangyuan bersedia untuk membuat catatan!

Guru bahasa sangat bersemangat sehingga ketika kelas berakhir, dia kembali keruang guru dan mengatakan hal yang membahagiakan ini pada guru-guru kelas A yang lain.

Namun, guru bahasa Kelas A tidak tahu bahwa Bo Shangyuan sebenarnya sedang menulis kesan dari film dewasa.

Dia menulisnya dengan sangat cepat, dan telah selesai saat kelas berakhir.
Setelahnya, Shangyuan berdiri dan berjalan ke lantai pertama untuk membayar ‘pekerjaan rumah’.
Dia kemudian menyerahkan pada Gu Yu lewat jendela.

Gu Yu mengambil alih dan bertanya, “… apa ini?”

Shangyuan merespon singkat, “Kesan setelah menonton.”

Ketika mendengar tiga kata ini, Gu Yu tiba-tiba memikirkan sesuatu dan memerah.
Dia berbisik, “Bukankah aku tidak izinkan kau menulis kemarin?”

Shangyuan tidak menanggapi, melirik pada kertas di tangan Gu Yu sejenak lalu berjalan pergi.

Sementara Gu Yu yang memegang kertas, dilema antara membacanya atau tidak.

Kalau dibaca, dia takut akan tidak sedap dipandang seperti apa yang diperlihatkan di layar kemarin.

Tapi jika tidak membacanya, dia ingin tahu apa yang Shangyuan tulis.

Gu Yu perang pikiran beberapa saat dan akhirnya, rasa ingin tahu yang menang.
Gu Yu melihat ke bawah.

Seketika wajahnya menggelap.
Konten post-view seperti ini.

Aku tidak suka pria yang tidak memakai pakaian. Aku suka yang memakai piyama kelinci.

Aku tidak suka yang bertubuh kekar, aku suka yang sedikit lebih kurus, putih dan pendek, lebih suka lagi dengan yang memiliki tinggi badan 168.

Aku juga tidak suka rambut yang terlihat terlalu kasar dan tidak lembut sama sekali… ]

Setelah membacanya, Gu Yu kembali menenangkan wajahnya dan meremas kertas di tangannya.

🌻🌻🌻


Donasi buat Choco
Chapter terbaru tidak muncul di Select Chapter jadi klik judulnya dibawah!
Loading

Comments