61. Menandai

Tidak lama setelah mengunjungi pusat pameran, Guo Zhi sudah membawa banyak hal menggantung ditubuhnya. Di depan mereka, ada seorang gadis mengenakan rok berpotongan rendah yang terbuka, yang sulit untuk tidak menarik perhatian. Dilihat dari cara berpakaian, itu pasti kaisar wanita. Sedikit kontak dengan anime membuatnya cukup tahu tentang hal klasik, Guo Zhi memicingkan matanya.

Kaisar wanita pura-pura tidak melihat Guo Zhi dan Shi Xi, dia melewati mereka. Guo Zhi tiba-tiba menjerit. "Sepupu, apa itu kau?"

Guo Ruojie mempercepat langkahnya, Guo Zhi mengejar dari belakang dan meraihnya. Memperhatikan dari kepala ke kaki, ini Guo Ruojie, ia tidak bisa mempercayai matanya. Guo Zhi merasa tidak puas dengan pakaian itu. "Kau sepertinya juga memiliki hobi." Guo Zhi tidak menyangka bertemu sepupunya disini dengan penampilan seperti ini.

"Ya."

"Kau juga bisa berpakaian seperti sepupu, manusia, hewan, pohon." Dia dengan tulus memberi nasihat, tidak ada ironi.

Guo Ruojie memutar matanya. "Aku akan mainkan apapun sesuai keinginanku, kenapa kau mengaturnya?"

"Aku memikirkanmu."

"Terima kasih!" Guo Ruojie menggertakan giginya, dia pikir keduanya sulit untuk datang ke sini, tetapi akhirnya bertemu mereka juga. Mereka cukup percaya diri dengan pakaian mereka sendiri.

Ketika mendengar suara yang akrab, Hua Guyu melihat Guo Zhi dan kaisar wanita cantik dari belakang. Dia tertarik untuk maju. Guo Zhi yang melihat Hua Guyu pertama kali dengan senang menyapa. "Hua er, kau juga datang." Hua Guyu tidak memperhatikannya, dia ingin sekali melihat Guo Ruojie. Dia langsung membungkuk dan berkata dengan penuh semangat. "Kakak perempuan ini, tanpa dada besar, tanpa wajah cantik, jangan berpakaian seperti ini! Kau juga harus menghargai cosplay!"

"Kenapa kau berkata kasar pada sepupuku?" Guo Zhi membela sepupunya tetapi Guo Ruojie tidak menerima niat baik itu. "Jangan katakan padanya, kau tidak bisa pergi ke mana pun. Siapa lagi ini?"

Dengan cara ini, Hua Guyu dan Guo Ruojie bertemu untuk pertama kalinya. Jangan berpikir bahwa akan ada reaksi kimia yang tiba-tiba. Kenyataannya adalah tidak ada hal romantis. Visi Hua Guyu sangat tinggi sehingga sulit untuk dipahami. Banyak hal tidak bisa menarik minatnya.

"Kalian belum saling mengenal, izinkan aku memperkenalkan."

"Tidak." Kedua orang itu tegas menolak dan saling jijik satu sama lain.

"Hua er, siapa yang kau mainkan?"

"Oh, ya ~" Hua Guyu menyeringai, dan dengan bangga menyentuh wajahnya. "Siapa yang ingin aku mainkan? Hanya semua orang yang ingin bermain denganku. Ketika aku bertemu Shi Xi, aku punya sesuatu yang penting untuk diperlihatkan."

Guo Zhi kembali ke tempat Shi Xi berdiri namun tak menemukannya. "Tadi jelas-jelas dia disini denganku."

Tidak jauh dari sana ada sekelompok gadis di sekitar, intuisi mengatakan kepadanya bahwa Shi Xi ada di sana. Ketika mereka berjalan kesana, Shi Xi sedang melihat-lihat buku komik yang ditempatkan di luar. Pandangan para gadis itu jelas tidak menyenangkan untuk Guo Zhi. Dia berhenti sejenak kemudian berbalik pergi.

Hua Guyu berpura-pura tanpa sengaja berdiri didekat Shi Xi, menghalangi pandangan dan mengangkat tangannya untuk tebar pesona, dia tidak cukup tergantikan oleh Shi Xi, tetapi didalam hatinya berteriak: lihat aku, lihat aku, semua lihat aku.

Hua Guyu mengeluarkan ponselnya di depan mata Shi Xi, "Gadis di foto ini sangat cantik bukan? Gadis populer dengan dada besar, ingin mengejarku, hahaha." Shi Xi merasa telinganya sangat bising, ia merebut ponsel itu dan membuangnya ke lantai, lanjut memilih komik.

Hua Guyu mengambil ponselnya dan berkata dengan marah, “Aku baru saja membeli ponsel ini!” Dia menyentuh ponselnya dengan wajah sedih. Dia tidak berani marah pada Shi Xi. Dia hanya bisa melampiaskan emosinya pada orang yang tidak ada hubungannya. "Apa kalian belum pernah melihat suasana hati buruk seorang lelaki tampan sepertiku? Aku bisa mengerti, tapi aku tidak bisa memberi kalian apa-apa. Apakah kalian mengerti, mengerti? Cepat pergi." Gadis-gadis itu menjauh dengan wajah bosan.

Ketika ada tangan didekatnya, Shi Xi mengira itu adalah kenakalan Hua Guyu. Dia meraih pergelangan tangan itu dan mulai meremasnya namun mendengar jeritan rasa sakit membuatnya mendongak dan melihat wajah Guo Zhi dengan tangan yang memegang topi hitam. Karena tertangkap, topi itu berhenti, melayang diatas kepala Shi Xi.

Guo Zhi menjelaskan, "Sembunyikan wajah ini baik-baik." ia tersenyum lebar menunjukkan gigi taringnya. Kalimat ini sepertinya pernah didengar sebelumnya, Shi Xi melepaskan tangannya, Guo Zhi langsung memakaikan topi dikepala Shi Xi, menekannya kebawah, menekan emosi kedalam tubuh Shi Xi.
.
.

Pada jam berikutnya, Guo Zhi membeli banyak barang, ia merasa aneh dan ingin membeli apa pun. Masa kanak-kanak dan remaja tidak dapat melakukan banyak hal karena pengelolaan yang ketat dari ayahnya. Ia tidak dapat berpikir bahwa banyak hal yang tidak dapat dimiliki. Selain belajar tanpa henti, bahkan mainan tidak dapat dibeli. Bermain hal-hal adalah kesedihan, itu adalah kata-kata paling umum yang pernah ia dengar ketika masih muda. Di bawah pendidikan seperti itu, kebiasaan tidak membeli barang tanpa pandang bulu adalah ia lebih menyukainya daripada hanya melihatnya saja. Kamera sudah menjadi barang paling mahal yang pernah ia beli, jadi ia sangat menghargainya. Hari ini, dia tidak tahu apa yang terjadi, dia tidak terkendali dan membiarkan membeli banyak.

Bahkan jika ada tembok tinggi, ia akan selalu bisa melewatinya demi Shi Xi.

Guo Zhi belum pernah mempertemukan Shi Xi dan Guo Yunyong satu sama lain, dan hal ini sudah mulai bersaing dibenaknya.
.
.

Empat orang duduk di depan meja bundar di area makanan ringan. Guo Ruojie menyelesaikan gigitan terakhir dari makanan dan bersandar. "Aku tidak bisa melakukannya lagi, aku kenyang." Hua Guyu tidak makan banyak, mengatakan bahwa ia harus menjaga keseimbangan otot dan kekuatan tempur. Guo Ruojie dan Hua Guyu pada dasarnya sama. Kalori yang terbakar hari ini harus ditambahkan kembali untuk menjaga keseimbangan.

Guo Zhi menatap Guo Ruojie dengan penuh belas kasihan. "Sepupu, Tuhan benar-benar tidak adil padamu."

"Jangan katakan hal aneh." Guo Ruojie memperingatkan, dia tahu tidak akan ada kata-kata baik selanjutnya, Guo Zhi berkata dengan kesal. "Tuhan keterlaluan, kenapa tidak membiarkanmu makan terlalu banyak?"

Hua Guyu tertawa terbahak-bahak, Guo Ruojie menghentakkan kakinya di bawah meja dan berdiri. Hua Guyu juga berdiri. Guo Ruojie ingin kembali, dia tidak tahan lagi melihat mereka bertiga. Terutama berada sebelah narsisme ini. Hua Guyu juga memikirkan tempat pameran. Di mana dia bisa menarik napas dan tidak terobsesi oleh mayoritas penggemar perempuan, tapi dia tidak boleh sendirian dengan perempuan disebelahnya ini, itu akan menurunkan gayanya. Keduanya menunggu untuk melihat ke sisi mana yang lain akan pergi, dan kemudian satu dari mereka tidak akan pernah pergi ke sana.

Guo Zhi mengambil banyak belanjaannya dilantai dan mulai memilah-milahnya. Dia mengambil pena dan menggambar grafik sederhana pada semuanya.

"Apa yang kau lakukan?"

"Ada terlalu banyak, aku takut bingung dengan yang lain, jadi aku akan menandainya." Guo Zhi dengan hati-hati menandai kata-kata dan melihat buku komik Shi Xi, dan mengambilnya. Tidak ada kisah cinta kampus, semuanya komik lucu. "Kau baru saja melihat ini?"

"Hm."

Setelah membaca beberapa halaman, isinya membuat Guo Zhi tidak bisa berhenti tertawa sampai meneteskan air mata. Dia melihat wajah Shi Xi yang tidak bergerak. "Kenapa kau tidak tertawa?!"

"Humormu terlalu rendah."

"Aku tidak, ah, apa kau mau aku memberi tanda untukmu?"

"Tidak, biar aku saja." Setelah mengatakan itu, Shi Xi tiba-tiba mendekat dan menggigit leher Guo Zhi. Otaknya tidak bisa bekerja karena serangan Shi Xi, ia bisa merasakan kehangatan dan mengisap dengan kuat membuatnya tak berdaya. Shi Xi melepasnya kemudian memandangi cupang segar di leher Guo Zhi, dia tampak sangat puas. "Sudah aku tandai."

Dia mengambil permainan yang buruk.

Guo Zhi memegang lehernya dengan wajah memerah menatap Shi Xi, "Kau, kau!" tidak tahu harus berkata apa, ia melihat sekeliling, tetapi untungnya keduanya terhalang dinding depan. Hua Guyu yang mendengar itu menoleh dan mendapati Guo Zhi dengan wajah memerah. "Apa yang sudah kalian lakukan?"

"Tidak ada." Guo Zhi berkedip, dia terlihat semakin curiga. Hua Guyu menampakkan wajah syok dan berlutut untuk membuka taplak meja. "Kalian tidak boleh saling menyentuh tubuh bagian bawah di bawah meja, itu terlalu memalukan."

"Pikiranmu yang paling memalukan!" jerit Guo Zhi.

Donasi buat Choco
Chapter terbaru tidak muncul di Select Chapter jadi klik judulnya dibawah!
Loading

Comments