60. Apa kau yakin ingin aku melihat ini?

Setelah keduanya mencapai kesepakatan diam-diam di tempat, Shen Teng takut jika Gu Yu tiba-tiba berubah pikiran, jadi setelah Gu Yu merespon, dia segera mengeluarkan ponselnya, dan bersiap mengirim pesan pada dalao di kelas.

/ dalao disini untuk orang yang berpengalaman/berpengaruh /

Dapat membuat si famous Bo Shangyuan dari kelas A menonton film dewasa, dan bahkan menuliskannya ke dalam 800 kata.

Hal yang langka ini, tidak boleh dilewatkan.

Ketika memikirkan wajah Bo Shangyuan yang dingin dan acuh sepanjang hari sedang duduk di depan komputer dan menonton adegan tiap adegan dengan ekspresi kaku, Shen Teng merasa sangat menarik.

Ups, dia begitu senang saat memikirkannya.

Benar juga.

Semakin hardcore filmnya, semakin lebih baik.

Shen Teng berpikir dengan gembira, membuka WeChat, lalu menemukan nama yang dituju dan kemudian mengirim pesan.

[ Dalao, Dalao! ]

[ Apa kau di sana? ]

[ Mendesak, cepat balas! ]

Dalao yang dicari Shen Teng ini tidak seperti Bo Shangyuan yang nilainya bagus dan tidak normal.

Bukan juga tipe dalao yang bisa berkelahi seperti lelaki besar di kelas E.

Tapi ... sumber dayanya besar.

Adapun sumber daya, anak laki-laki di kelas bisa mengerti.

Dan mengapa itu disebut sebagai Dalao oleh Shen Teng, karena pihak lain seperti mimpi level A, sumber daya apapun semuanya ada padanya.

Mau Ozawa Maria, Tianhaiyi, ataupun Ai Iijima, di mata Qi Cailiang itu semua hal kecil, semua menumpuk di disket komputernya.

Bagi Qi Cailiang tidak ada yang dia tidak bisa didapatkan, kalian tidak akan bisa membayangkannya.

Dalao, oh ... Qi Cailiang yang duduk di baris kelompok tiga membaca pesan lalu melihat ke arah Shen Teng dengan bingung.

Kelas akan segera mulai, apanya yang mendesak?

Dia mengerutkan kening penuh tanda tanya.

Shen Teng mengedipkan mata dan tersenyum ambigu padanya.

Jawabannya jelas dalam senyum Shen Teng.

Qi Cailiang seketika mengerti.

Keduanya mencapai konsensus dalam diam.

Qi Cailiang dengan nama kontak 'Panggil Ayah' membalas.

[ Kau minta sumber daya di siang bolong seperti ini, apa kau sedang bergairah? ]

[ Kampret! Aku memintanya untuk orang lain! ]

[ Siapa? ]

[ Gu Yu. ]

[ Gu Yu juga melihat ini??? ]

Qi Cailiang sedikit terkejut.

Di mata orang-orang di kelas, Gu Yu pendek dan putih, dan mendengarkan kata-kata guru, ia disukai oleh guru, orang seperti Gu Yu biasanya hanya menonton kartun di rumah.

[ Kampret! Dia tidak melihatnya! Dia juga mencarikannya untuk dilihat seseorang! ]

[ Siapa? ]

[ Hm, kau usah tidak tahu. ]

[ Kelas akan dimulai, kau cepat kirim linknya! ]

[ Satu film 5 yuan, bayar dulu baru aku kirim. ]

[ Mati sana! ]

[ Kau beri tahu aku siapa yang ingin nonton, aku akan memberikannya gratis. ]

[ Siapa cobaaaa ... ]

[ Apa teman satu mejanya? ]

[ Bukan. ]

[ Teman satu mejamu? ]

[ Uh ... Bukan juga. ]

[ ??? ]

[ Jangan bilang itu Bo Shangyuan!!! ]

Shen Teng diam.

Melihatnya terdiam, berarti membenarkan jawabannya.

Qi Cailiang terkejut lagi.

Bo Shangyuan yang nilainya bagus, tampan, dan kaya, entah berapa banyak gadis di sekolah yang ingin menjadi kekasihnya. Dalam situasi ini, dia juga perlu melihat hal seperti ini?

Ini bukan lelucon kan?

[ exm? ]

/ singkatan dari excusme, makna interupsi karena tidak percaya/terkejut mendengar sesuatu yang tidak terpikirkan dari orang lain. /

[ Bo Shangyuan butuh untuk melihat hal semacam ini? Kau lucu. ]

[ Tidak, aku akan menjelaskannya padamu nanti. ]

[ Apa film yang paling hardcore, beri aku yang banyak. ]

Melihat kalimat Shen Teng, Qi Cailiang akhirnya mengerti kali ini.

... Ternyata untuk mengerjai Bo Shangyuan.

Qi Cailiang mengangkat alisnya dan tidak bisa menahan senyum.

Dia membuka perpustakaan sumber dayanya.

Hardcore taste ... Dapat!

Dia memilah film di perpustakaan sumber daya dan mengungkapkan seringai.

G/V, ini paling hardcore.

[ https: //pan.******.com ]

[ Paling hardcore. ]

[ ure welcome. ]

[ Aku mencintaimu! ]

[ 😘 ]

Setelahnya, Shen Teng mengirim tautan yang dikirim oleh Qi Cailiang ke Gu Yu.
Gu Yu melihat tautannya, tertegun.
Karena Gu Yu belum pernah melihat hal seperti ini sebelumnya, jadi dia tidak bereaksi untuk sementara waktu.

Shen Teng mengirim tautan ke Gu Yu, dan kemudian ingat sesuatu.

Shen Teng secara khusus mengirim dua pesan kepadanya.

[ Aku mencari film paling hardcore dari dalao. ]

[ Kau tidak boleh lihat! ]

Gu Yu mengerutkan kening dengan keraguan.

Hardcore?

Apa maksudnya?

[ Hardcore? ]

[ Uh... Agak tidak normal...]

[ ..... ]

[ Bagaimana tidak normal? ]

[ Aku belum melihatnya, aku tidak tahu. ]

[ Oh. ]

Dering bel kelas terdengar.

Guru matematika berjalan ke ruang kelas dengan buku pelajaran, Gu Yu dengan cepat meletakkan ponsel.

Pikirannya penuh dengan kata hardcore.
Dia belum pernah melihat film semacam ini, jadi dia tidak membayangkannya.

Hardcore taste? Bagaimana rasanya?

Disaat Gu Yu melamun, guru matematika di podium, seperti yang perkirakan oleh siswa di kelas, mulai memujinya.

Lagipula, siswa seperti Gu Yu yang meningkatkan nilai setiap bulan, guru mana yang tidak menyukainya?

Guru matematika berdiri di podium dan berbicara dengan fasih.

"Kali ini, Gu Yu adalah skor tertinggi di kelas. Kalian harus belajar darinya. Dia telah mencapai hasil yang baik tetapi masih belajar dan berkembang setiap hari. Kalian setiap hari hanya berpikir untuk bermain. Jika Gu Yu terus mengikuti tren ini, dia akan langsung pergi ke Kelas B saat tahun kedua nanti. Tapi aku melihat beberapa dari kalian ada yang tidak membuat kemajuan sepanjang hari, mungkin semester berikutnya akan bergulir ke kelas F berkumpul dengan siswa bodoh lainnya...."

Guru matematika berdiri di podium dan terus memuji Gu Yu, tetapi dia tidak tahu bahwa pikiran siswa favoritnya sekarang penuh dengan film dewasa.

Jika Shen Teng tidak secara khusus mengatakan bahwa dia tidak boleh melihat, Gu Yu tidak begitu penasaran.
Tetapi Shen Teng mengatakan ini, Gu Yu tidak tahan untuk menjadi penasaran.

Tentu saja, sebagian besar alasan bahwa Gu Yu penasaran adalah karena dia belum pernah melihat film seperti itu.

/ Gu Yu masih clueless, dia kira itu film aksi biasa. /

Di tengah kelas berlangsung, Gu Yu memikirkan dimana harus bersembunyi dan melihatnya.

Setelah 40 menit, kelas berakhir.

Gu Yu segera berdiri.

Seperti Bo Shangyuan, Gu Yu jarang keluar kelas saat rehat.

Namun, tidak seperti Shangyuan yang terlalu malas untuk bergerak, Gu Yu benar-benar suka tetap sendirian.

Shen Teng terkejut melihatnya tiba-tiba berdiri, "Xiao Yu Yu, kau mau kemana?"

Gu Yu berbohong tanpa ekspresi. "Mencari Bo Shangyuan."

Shen Teng segera bersinar.

Dia merendahkan suaranya, terkekeh jail. "Kau mau mengiriminya link?"

Gu Yu merespon samar.

Shen Teng masih dengan tawa yang sama melambaikan tangannya, "Segera kembali~"

Setelahnya Gu Yu mengambil ponsel dan meninggalkan ruang kelas.

Jin Shilong yang duduk di sisi Shen Teng, memegang wajahnya dan hatinya seperti rusa yang melompat.

Ah!!! si tokoh Wanita akhirnya mengambil inisiatif untuk menemukan si pria untuk pertama kalinya!!!!!

Gu Yu pergi ke lantai dua.

Bukan untuk mencari Shangyuan, tapi karena dia merasa tempat di lantai dua sangat aman.

Di lantai dua, ada sudut yang bersebelahan dengan ruang penelitian, karena ruang penelitian hanya digunakan selama kelas, jadi hanya sedikit orang yang akan pergi ke sana.

Karena itu, ia merasa aman.

Gu Yu berjalan melewati koridor kelas A dan kelas B lalu tiba disudut.

Gu Yu menemukan sudut dan berhenti, lalu mengeluarkan ponselnya. Tiba-tiba dia mendengar suara Shangyuan di belakangnya.

Suara dinginnya tiba-tiba terdengar di atas kepala Gu Yu.

"Apa yang kau lakukan?"

Gu Yu kaget, tubuhnya kaku dan dia dengan cepat mendongak.

Wajah Shangyuan yang luar biasa tampan langsung tertangkap penglihatannya. Dia tanpa sadar segera menyimpan ponselnya.

Tindakan itu terlihat oleh Shangyuan.
Dia mengulurkan tangan dan berkata, "Serahkan."

Gu Yu tanpa bicara melangkah mundur dan menggelengkan kepalanya.

Dengan wajah tanpa ekspresi, Shangyuan mendesak, "Cepat."

Mata Gu Yu menyelinap ke belakang Shangyuan.

Dia mencari kesempatan untuk melarikan diri.

Tindakan kecil Gu Yu itu tetap terlihat.
Shangyuan tanpa bicara langsung mengurungnya dengan kedua lengan, mengunci pergerakan Gu Yu untuk kabur.

Sudut bibir Shangyuan melengkung, "Mau aku mengambilnya, atau kau serahkan."

Tubuh Gu Yu menciut, dalam diam menatap Shangyuan, lalu menyerahkan ponselnya.

Shangyuan ambil alih dan kemudian buka kunci ponsel.

Setelah terbuka, muncul tautan web didepan matanya.

Shangyuan menampakkan wajah bingung. Dia menoleh ke Gu Yu.

"?"

Apa ini?

Gu Yu berbisik, "Tadi pagi bukankah kau bilang selama aku mendapat 570 poin, kau akan memenuhi keinginanku kan?"
Shangyuan mengangkat alis, menunggunya selesai.

"Jadi aku meminta satu film dari teman sekelas. Aku ingin kau melihatnya dan menuliskannya dalam 800 kata ..."

Tidak menunggu dia selesai, Shangyuan mengangkat tangan untuk memegang dahinya.

Secara umum, rekasi orang akan berpikir untuk menyuruhnya membeli konsol game, atau membelikan sepatu, atau melakukan sesuatu yang lain untuk memuaskan dirinya sendiri. Sementara Gu Yu, keinginannya istimewa dan unik, menyuruh Shangyuan menulis 800 kata.

Walaupun sudah perkirakan akan berbeda dari orang biasa, tapi dia tidak menyangka akan jadi berbeda seperti ini.

Pada saat yang sama itu sama sekali tidak terduga, Shangyuan tidak bisa menahan diri untuk mulai merasa ...

Gu Yu terlalu imut.

Setelah Gu Yu selesai berbicara, dia segera mengulurkan tangannya.
"... Bisa tidak kembalikan ponselku?"

Tangan Shangyuan hendak mengembalikannya, tetapi setelah memperhatikan raut wajah Gu Yu tampak agak tidak wajar, dia membatalkan aksinya.

Dia bertanya kasual, "Film apa dalam link itu?"

Gu Yu menggelengkan kepalanya, "... aku tidak tahu."

Karena itu dia bersembunyi di sudut dan bersiap untuk mengintip.

Ketika Gu Yu berbicara, dia menelan sedikit kengerian.

Meskipun dia tidak tahu itu film apa, dia tahu bahwa itu jelas bukan film yang 'sehat'.

Tepat ketika Gu Yu berdoa agar Shangyuan tidak membukanya, Shangyuan menekan link tersebut.

Detik berikutnya, dua pria telanjang tanpa baju muncul di depan matanya.

Tubuh Shangyuan seketika kaku. Dia perlahan mengangkat wajahnya dari ponsel, menatap Gu Yu.

Gu Yu berkedip dan ekspresinya kosong.
Jelas, dia tidak tahu film apa yang ada di tautan.

Setelahnya dia kembali mengarahkan pandangan ke layar ponsel.

Jika sekilas Shangyuan belum bisa menebak film apa ini, dalam adegan berikutnya, dia akhirnya sadar.

Setelah dua lelaki dalam film itu berbicara beberapa kata dalam bahasa Jepang, mereka perlahan berpelukan bersama, dan kemudian kedua tangan perlahan-lahan mendarat dibagian bawah.

Ekspresi Shangyuan semakin dingin.
Gu Yu tidak mengerti bahasa Jepang, jadi dia tidak mengerti arti bahasa Jepang yang terdengar dari ponsel.

Namun, dia merasa bahwa suara yang dikeluarkan sepertinya sedikit aneh ...

Tampaknya itu adalah suara cairan, dan itu sepertinya suara berbenturan, juga dicampur dengan suara yang nyaman dan kesakitan ... Pokoknya aneh, dia tidak tahu bagaimana menggambarkannya.

Dia mengingat kalimat Shen Teng yang melarangnya melihat, jadi dia bertanya-tanya, "Film apa itu?"

Shangyuan tidak merespon.

Setelah sekian lama, dia bertanya dalam arti yang mendalam, "Apa kau yakin ingin aku melihat ini?"

Gu Yu mendongak menatapnya, dan untuk sesaat dia tidak tahu bagaimana menjawab.

"Aku mengerti."

"?"

Ah? Apa yang mengerti?

Sebenarnya itu film apa?

Donasi buat Choco
Chapter terbaru tidak muncul di Select Chapter jadi klik judulnya dibawah!
Loading

Comments

Post a Comment