56. Kenapa ini sangat menyakitkan ( 1 )

Waktu berlalu, merenggut masa muda itu mengerikan, bahkan lebih mengerikan jika perasaan juga diambil. Dalam kehidupan yang singkat, kita semua akan mati pada akhirnya. Mengapa tidak menghabiskannya sesuai dengan ide dan keinginanmu sendiri, seperti apa yang seharusnya kau sukai, dan pilih apa yang kau inginkan. Tidak dipengaruhi oleh ide-ide orang lain, tidak ragu-ragu tentang konsep masyarakat. Karena ini adalah hidupmu, bagaimana menjalaninya, kau punya keputusan akhir.
.
.

Guo Zhi keluar dari ruang ujian dengan alisnya mengerut kencang. Pada akhir periode, ia tidak perlu memeriksa nilainya. Ia sudah tahu ia tidak akan lulus. Ayahnya secara khusus menelpon memperingatkan mengenai hal ini dua hari yang lalu dan Guo Zhi berjanji akan lulus ujian. Dulu, dia akan melakukan dengan berhasil ketika dia berjanji pada Ayahnya, mengapa sekarang?

Setelah kelas berakhir, Guo Zhi tetap tinggal di kelas sendirian. Dia duduk di podium, kakinya bergoyang, dan melihat papan tulis. Langkah kaki di luar semakin dekat dan lebih dekat, Guo Zhi melihat ke pintu, kehadiran Shi Xi membuatnya nyaman dan merasa rendah diri, kontradiksi dengan dirinya. Pria di depannya terlalu mempesona, dia menjadi lebih baik dan lebih baik, dan dia masih tetap ditempat yang sama. Shi Xi berkembang, dia merosot.

Shi Xi mengguncang kamera ditangannya. "Tertinggal dikamarku."

"Benarkah?" Guo Zhi tersenyum kaku.

Shi Xi berjalan mendekat, mudah baginya untuk mendeteksi keanehan Guo Zhi, terlalu menyamar dan suasana hatinya tertulis di wajahnya.

"Apa ada sesuatu yang perlu aku ketahui?"

"Tidak, aku hanya belum tahu bisa lulus tes bahasa Inggris atau tidak, apa kau yakin kau akan lulus?" Shi Xi tidak menjawab, Guo Zhi tersenyum. "Aku tahu kau akan lulus. Kau adalah orang paling cerdas yang pernah aku temui. Ini sangat bagus. Aku khawatir tentang cara menjelaskan pada orang tuaku. Apa yang harus aku lakukan jika belum mencapai hasil yang baik nanti?" Setelah menyelesaikan ini, Shi Xi mengerutkan kening, dia melihat Guo Zhi dengan mata dingin yang tidak dapat dimengerti. Guo Zhi sedikit takut ditatap seperti itu, seakan ia telah melakukan keributan besar, dan tidak masuk akal.

Guo Zhi membuat lelucon, ia ingin memperbaiki suasana yang tak nyaman ini. "Mungkin ini tidak penting bagimu, tetapi itu sangat penting bagiku. Mungkin aku tidak bisa terlalu merindukanmu."
    
Akhirnya, Shi Xi berkata dengan dingin, "Jadi, maksudmu aku menghalangi masa depanmu yang penting?"

Guo Zhi terkejut. "Aku tidak bermaksud seperti itu."

"Tidak? Bukankan kau selalu mengungkapkan inu sepanjang waktu? Aku memengaruhi kau untuk belajar. Aku bilang kalau kau tidak bisa menjelaskannya pada keluargamu. Siapa kau? Siswa yang baik. Jika kau tidak mengenalku, kau akan selalu menjadi murid yang baik. Kau akan menjadi kebanggaan orang tuamu, kau akan memiliki masa depan yang baik, kau masih bisa menemukan seorang wanita untuk menjalani hidup, itu tidak akan menjadi seperti ini. Apa kau tidak berpikir sedikitpun seberapa baiknya aku?" Shi Xi marah, setiap kata dan setiap pertanyaan yang dia buat, menusuk Guo Zhi juga melukai dirinya sendiri. Dia mungkin lebih menghukum dirinya sendiri. Ia sengaja menghindari dan melupakan bekas luka dan penghinaan akan dirinya, ia menghabiskan waktu bertahun-tahun, kenakalannya sendiri tetapi memilih lagi perasaan ini, ia mengulangi kesalahannya, takut karena teman-temannya tidak dapat mengerti dan membuatnya sedih, takut akar rotan yang akan kembali menggesek tubuhnya. Ia merasa malu pada orang tuanya, dan itu membuatnya selalu ingin menangis.

Awalnya Shi Xi hanya memiliki dirinya sendiri, setelah sekian lama, akhirnya ia memiliki Guo Zhi.

Masalah yang selalu ingin dihindari masih terbuka.
    
Dirinya lah yang menyeret Guo Zhi ke jurang.
    
Tapi sekarang, keegoisan, kekejaman, tidak bisa lagi bertahan, hanya ingin meninggalkannya di jurang.

Satu-satunya kesalahan Guo Zhi adalah jatuh cinta pada iblis.
 
"Apa aku tak bisa mengeluh padamu? Apa aku bahkan tidak memiliki kualifikasi untuk melepas bebanku tentang bagaimana hasil nilaiku dan masa depan? Bagaimana denganmu? Kau tidak peduli dengan perasaanku, kesedihanku, dan bagaimana bisa kau peduli jika kau akan menyesalinya?" Ada histeria, inferioritas¹, ketakutan, dan kekhawatiran dimana semua emosi itu akan meletus dalam sekejap, tetapi menyesal saat tahu, ia tidak pernah punya waktu sedetik pun. Lalu cintailah dia dengan kekuatan, dia tidak bisa melihatnya.
 
¹ rendah diri atas aspek tertentu

"Oke, kalau begitu aku akan membiarkanmu melihat betapa aku tidak peduli." Shi Xi menunjukkan ketidakpedulian dan cemoohan, pertanyaan yang diajukannya sebenarnya dihindari. Dia ingin mendengar penolakannya, tetapi malah menggali dirinya sendiri ke dalam lubang. Guo Zhi tidak mau mengakui dirinya terluka. Shi Xi pergi berjalan ke meja Guo Zhi, mengambil semua buku teksnya, dan melemparkannya ke luar jendela. Guo Zhi berlari dan mengambil buku terakhir menahannya dari pegangan Shi Xi. Pandangannya agak kabur. "Aku tidak hanya tertawa, Shi Xi. Aku juga akan marah. Jangan keterlaluan, hatiku sakit."
    
"Kau jangan menangis didepanku, aku tidak ingin lihat." Shi Xi melepas jemarinya dari buku, berjalan melewati Guo Zhi dengan bertabrakan satu sama lain, membuat Guo Zhi terhuyung mundur satu langkah.
 
Ketika ia memulai pertengkaran, dan mengeluarkan kalimat yang seperti itu, ia mendorong semua inferioritasnya pada Shi Xi, takut ia akan ditinggalkan suatu hari nanti, mungkin tidak hanya takut, terkadang perasaan dalam diri Shi Xi membuatnya resah.

/Jangan marah Shi Xi 😢 Guo Zhi emang salah karena terlalu polos menjurus ke bloon, tapi tapi tapi aah menyedihkan/

.
.

Setelah menyeret langkah kakinya yang berat, ia sampai di belakang gedung kelas. Lampu-lampu di gedung kelas tiba-tiba padam. Sisi bangunan itu gelap. Guo Zhi berjongkok di tanah dengan cahaya samar dari lapangan yang jauh, dan membolak-balik buku-buku yang baru saja dilempar Wolverine², buku itu disusun satu per satu, berpelukan erat di tangannya, menjaga tulisan tangan Shi Xi didalam. Dia duduk ditanah bersandar didinding. Membiarkan Shi Xi salah paham bahwa dia menyalahkannya, keliru berpikir bahwa semua salahnya sekarang adalah tidak benar. Guo Zhi mengeluh hanya untuk mendapatkan kenyamanan darinya, dan pada akhirnya, tidak ada yang diperoleh selain rasa sakit.

²Hewan buas yang rakus ~~ Makhluk buas yang berperilaku seperti serigala // serigala ngamuk alias Shi Xi, lol

Pepatah mengatakan apa yang berada di tenggorokan, seharusnya tidak dikatakan sembarangan.

Bagaimana cara mengumpulkan endgame ini?
.
.

Di tengah malam ketika setengah sadar, Guo Zhi meringkuk, tetapi tidak bisa menahan rasa sakit yang masih segar dan tajam ini. Tangannya meraba dibawah bantal dan menyentuh dompet yang diletakkan disana, itu adalah hadiah ulang tahun yang ingin dia berikan untuk Shi Xi. Sangat bagus dengan motif pesawat ulang-alik³. Jika ia kembali ke usia 13 tahun, ia mungkin tidak memohon belas kasihan dan tidak akan membuat jaminan seperti itu kepada orang tuanya. Jika ia kembali ke masa SMA, dia tidak akan mengangkat topi Shi Xi ketika berada di tahun ketiga. Jika ia kembali ke saat tadi, ia duduk di podium dan didetik pertama melihat Shi Xi, ia akan memanggil namanya, berlari ke arahnya, dan memeluknya. Itu sudah tidak mungkin terjadi.

³Pesawat luar angkasa
.
.

Keesokan harinya, Guo Zhi bangun sangat pagi menuju ruang kelas di Shi Xi yang masih kosong, lalu meninggalkan dompet dilaci meja Shi Xi. Gadis-gadis di kelas tidak tahu bagaimana harus menghubungi Shi Xi diulang tahunnya besok jadi memberinya hadiah lebih awal. Ketika Shi Xi datang ke kelas ditengah hari, laci dan atas mejanya sudah penuh dengan berbagai kotak hadiah.
    
Kong Hao pura-pura membaca buku, tetapi tidak tahan pada perilaku para gadis, tidak terlihat baik, untuk apa? Dia diam-diam melihat ekspresi Shi Xi, pria itu dengan acuh mengabaikan hadiah yang memenuhi meja dan berpindah duduk ke barisan depan.
    
Ketika melintas didepan kelas, Hua Guyu melihat hadiah di meja Shi Xi dan dengan muka tebal bersuara, "Aku suka membongkar hadiah." Melihat Shi Xi tidak merespon dan tanpa menunggu persetujuan, dia langsung membongkar dan melihat isi hadiah, sekali lagi dengan muka tebal dan berkata, "Apa kau tidak menginginkan ini? Yang ini? Yang itu?"

Shi Xi masih tidak menjawab, Hua Guyu berjalan menghampirinya dan mengamati wajah Shi Xi. Nalurinya dalam aspek ini selalu sangat tajam, "Bertengkar?" Shi Xi menatapnya, pandangannya seakan bukan urusanmu. Dengan wajah tersenyum, Hua Guyu meletakkan tangannya dibahu Shi Xi kemudian berbisik, "Tidak mudah membuatmu marah. Aku sangat penasaran apa yang dilakukannya?"
 
"Ambil hadiahnya dan menghilang!"
   
Hua Guyu mengangkat bahu. Lagi pula, dia akan tahu jika bertanya pada Guo Zhi. Dia terus membongkar kado di laci, dan disana ada dompet, dia melihat-lihat dompet dan melihat foto Shi Xi didalam. Kong Hao meraih dompet itu. "Aku, aku mau ini." Hua Guyu menatap Kong Hao dengan pandangan tidak bisa dijelaskan. "Siapa kau?"

"Aku yang seharusnya bertanya siapa kau, dan apa yang kau lakukan dikelas kami?"

"Bertindak kejam pada lelaki tampan ini akan mendapat pembalasan, berhati - hatilah." Lagipula, Hua Guyu tidak ingin mengambil dompet yang berisi foto Shi Xi, dia mengambil banyak hadiah lain dan pergi dengan kepuasan.

Kong Hao mengambil dompet itu, ia menatap Shi Xi lalu memandang ke bawah ke pada fotonya dan menyematkan dompet di tangannya. Benda itu jatuh ke tangan orang lain.

Donasi buat Choco
Chapter terbaru tidak muncul di Select Chapter jadi klik judulnya dibawah!
Loading

Comments