55. Karena kau ingin melihatku memakai pakaian aneh ini?

Shen Teng yang mendengar kata-kata Jin Shilong seketika melebarkan matanya, dia kemudian bersiap untuk bertanya pada Gu Yu apakah ini benar.

Namun Shen Teng tiba-tiba merasa ada sesuatu yang tidak beres.

Dia dengan bingung bertanya. "Tunggu ... Bukankah Xiao Yu Yu bilang dia tinggal di rumah paman yang baru pindah di sebelah rumahnya? Kenapa tiba-tiba menjadi Bo Shangyuan?"

Jika Shen Teng tidak mengingatkan, Jin Shilong hampir saja melupakan itu.

Jin Shilong berpikir sejenak dan berkata, "Itu tidak mengejutkan jika paman di sebelah mungkin saja Shangyuan."

Shen Teng tampak bodoh. "???"

Dia berbalik untuk melihat Gu Yu yang hanya diam, dan kemudian mengalihkan pandangannya ke Jin Shilong, pikirannya rumit.

Paman, Bo Shangyuan, tetangga baru ... Apa-apaan ini?

Jin Shilong memandang Gu Yu, dia melanjutkan. "Aku juga lihat pakaian yang kau pakai belakangan tidak seperti sebelumnya. Kau tidak pernah memakai merek kelas atas, tapi tiba-tiba kau mengenakan Cl&Ol ..."

Gu Yu tanpa berpikir bertanya "Bukankah itu hanya beberapa ratus yuan? Kenapa kau sebut merek kelas atas?"

Jin Shilong tertegun dan sedikit terkejut. Dia berkata, "Apa Bo Shangyuan tidak memberi tahumu? Harga semua pakaian di toko Cl&Ol adalah euro."

Jiang Zhenshan yang duduk di sebelah Gu Yu, menahan napas dan berkata, "E.. Euro ..."

Beberapa ratus euro sama dengan beberapa ribu yuan.

Gu Yu terdiam, ekspresinya berat.

Pada hari itu ketika dia melihat harga pakaian yang 'hanya' 800 dia berkata pada Shangyuan: itu hanya 800 yuan, jauh lebih murah daripada pakaian di lemarinya!

800 euro, lebih dari 6.000 yuan.

... Apa dia masih bisa mengembalikannya sekarang?

Oh, tidak, fokus saat ini bukan itu.

Ekspresi Gu Yu semakin berat.

Jin Shilong belum selesai. Dia melanjutkan, "Jadi aku merasa ada yang aneh pada saat itu. Tetapi aku pikir mungkin kerabatmu yang membelikannya jadi aku tidak mengatakannya. Tetapi hari ini kau bilang Shangyuan yang membeli pakaianmu, jadi aku pikir itu benar karena Shangyuan juga memakai merek Cl&Ol."

"..."

Jin Shilong mengurai ingatan, "Jika aku ingat dengan benar, pada hari kau mengenakan Cl&Ol, kau baru saja bilang telah pindah dari rumah ... Jadi, jika aku tidak salah menebak, kau saat ini pasti tinggal dengannya."

"..."

Suara Jin Shilong penuh semangat, "Dan yang disebut paman juga Bo Shangyuan."

"..."

Gu Yu membisu.

Setelah mendengarkan itu, Shen Teng akhirnya mengerti.

Apa yang disebut paman, sebenarnya, hanya untuk menutupi, Gu Yu sebenarnya tinggal di rumah Bo Shangyuan.

Tidak heran ketika dia bertanya pada Gu Yu apa dia bisa datang dan Gu Yu bilang dia tidak yakin dan ternyata pemiliknya adalah Bo Shangyuan! Dan juga dia meminta Gu Yu untuk berhati-hati pada paman ini, takut akan hobi khusus, tetapi Gu Yu berkata tidak perlu ... Sekarang setelah mengetahuinya, dia tidak heran, karena itu Bo Shangyuan!

Ekspresi Shen Teng kaku dan bertanya, "Xiao Yu Yu, apa ini benar? Kau benar-benar tinggal di rumah Bo Shangyuan? Paman yang kau maksud itu ... apa itu benar-benar Bo Shangyuan?"

Karena telah benar-benar dibongkar sekarang, tidak masuk akal untuk terus berbohong.

Selain itu, Gu Yu merasa bahwa dia akan terciduk suatu hari cepat atau lambat, dan tidak ada bedanya untuk memberi pengakuan yang terlambat. Lebih baik mengakuinya lebih awal, agar tidak berbohong lagi di masa depan.

"Hm."

Shen Teng sempat masih tidak yakin, tetapi setelah Gu Yu mengiyakan, dia tertegun.

Shen Teng merasa rohnya melayang saking terkejut.

Ekspresi Shen Teng sulit percaya, "WTF, kau sekarang tinggal satu rumah dengan Bo Shangyuan ..."

Gu Yu dan pria yang tampaknya tidak memiliki kemanusiaan, tidak suka didekati, dan wajah dingin itu! What the Fck! Ini bahkan lebih mengejutkan daripada matahari terbit dari barat!

Shen Teng mengira keduanya hanya sedikit lebih baik daripada sekedar teman satu sekolah biasa, dia tidak menyangka mereka hidup bersama!

Tunggu, tidak.

Fokusnya sepertinya bukan di sini.

Menyadari sesuatu, akhirnya dia bereaksi.

Bibir Shen Teng melengkung kebawah, ekspresi wajahnya dipenuhi dengan keluhan. Dia berkata sambil terisak, "Xiao Yu Yu, kita sudah saling kenal begitu lama, kau berbohong padaku demi Shangyuan ... Aku dibohongi begitu lama. Kau sama sekali tidak memiliki rasa sakit di hati nuranimu saat membohongiku tentang paman berusia empat puluh tahun!"

"..."

Kapan dia bilang empat puluh tahun?

Namun, pada kenyataannya, selain hanya dalam aspek Bo Shangyuan, hal lainnya Gu Yu tidak membohongi Shen Teng.

Tapi Gu Yu tidak mengatakan apa-apa.

Shen Teng terus mengeluh, masih terisak. "Kita sudah saling kenal selama lebih dari tiga tahun, tetapi kau lebih memilih Shangyuan yang baru kau kenal selama beberapa bulan. Bukankah dia membelikanmu pakaian seharga ribuan yuan? Aku ... Aku tidak mampu membelinya."

"..."

Shen Teng seketika meninggikan volume suaranya. "Meskipun aku tidak mampu, tetapi persahabatan kita selama tiga tahun di sekolah menengah pertama, bernilai ribuan yuan! Sama sekali tidak bisa dibandingkan dengan ... ribuan, tidak, puluhan ribu ......!"

Ketika sampai pada puluhan ribu, suara Shen Teng melemah.

Puluhan ribu yuan, dia tidak berani memikirkannya.

—— Sebenarnya Shangyuan seberapa kaya.

Suara tangisan Shen Teng perlahan menarik perhatian orang lain di kelas. Mereka menoleh penasaran apa yang terjadi.

Gu Yu sadar menjadi pusat perhatian seisi kelas, dia mengangkat suara, "Itu ..."

Shen Teng langsung memotong sambil mendengus, "Kau baru berpikir untuk meminta maaf padaku sekarang? Sudah terlambat! Jika kau tidak membelikan cemilan, aku tidak akan memaafkanmu!"

Setelah itu, dia menambahkan kalimat khusus.

"Aku tidak akan memberi tahumu makanan yang paling aku tidak suka adalah roti iris. Tidak ada yang bisa dimakan kecuali aroma dan rasa yang enak dan lembut."

"..."

Shen Teng akan mengatakan sesuatu lagi, dan diinterupsi oleh Gu Yu.

"Bukan itu maksudku."

"?"

"Aku ingin bilang, tolong kecilkan suaramu."

Gu Yu merasa bahwa tentang dirinya dan Shangyuan yang tinggal bersama, lebih baik tidak diketahui banyak orang.

Shen Teng terdiam.

Dia kembali ke posisi semula, berbaring di atas meja, dan mengeluh sendiri.

Dia tampak kesal dan menggunakan jari-jarinya untuk menggambar lingkaran di atas meja perlahan-lahan. Dia bergumam dalam mulutnya, "Aku benci Bo Shangyuan ..."

Huhu, Xiao Yu Yu tidak mencintainya lagi...

Bagaimanapun, Shen Teng telah menjadi temannya begitu lama. Mustahil untuk tidak meminta maaf pada Shen Teng.

Gu Yu berpikir sejenak. Dia lalu mengulurkan tangan dan menepuk punggungnya.

Shen Teng merespon tanpa berbalik, "Huh, kita putus."

Gu Yu tidak peduli, dia perlahan-lahan menjelaskan, "Maaf, karena kau selalu bilang tidak suka Bo Shangyuan, jadi aku tidak cerita tentang Shangyuan yang baru pindah di sebelah rumahku. Dan karena sejak awal aku sudah berbohong, aku harus terus berbohong."

Shen Teng bangun dari meja, menyipitkan mata, dingin, dan tampak serius. "Apa kau pikir aku akan memaafkanmu?"

"Itu ..."

Shen Teng seketika merubah ekspresinya menjadi ceria. "Oke, aku memaafkanmu!"

Namun, pada kenyataannya, penjelasan Gu Yu barusan juga bohong.

Alasan sebenarnya di awal adalah...

Gu Yu merasa rendah diri dan memiliki hati yang suram. Dia tidak ingin memiliki hubungan dengan Bo Shangyuan. Oleh karena itu, Gu Yu juga berbohong tentang yang tinggal di sebelah rumahnya adalah seorang paman, bukan Shangyuan.

Kemudian, karena pada awalnya berbohong, dia harus terus berbohong.

Sampai terciduk.

Shen Teng kemudian dengan penasaran bertanya, "Seberapa kaya Bo Shangyuan? Apa karpetnya bernilai ratusan ribu? Dia pasti sangat kaya sampai membelikan pakaian untukmu seharga ribuan yuan. Apa dia menaruh puluhan ribu yuan di salah satu laci rumah?"

"..."

Jin Shilong ikut bersuara. Dia memegangi wajahnya dan 'bersemangat' bertanya. "Kenapa kau tinggal bersamanya? Apa dia yang mengajakmu, atau kau lakukan atas inisiatifmu sendiri? Apa yang biasanya kalian lakukan di rumah? Apa kalian juga tidur bersama?"

"..."

Tidak hanya Jin Shilong dan Shen Teng, Jiang Zhenshan juga tidak bisa menahan diri untuk bertanya. Dia berbisik di sebelah Gu Yu,  "Buku apa yang ada dirumahnya? Apa dia benar-benar terlahir begitu cerdas? Apa dia diam-diam mengulas di rumah?"

"..."

Dan N pertanyaan lainnya.

Ketiganya seperti bayi yang ingin tahu, dan mereka terus bertanya. Karena Shangyuan itu terlalu misterius, entah itu nilai atau dari perilaku tidak manusiawi, itu membuat penasaran.

Gu Yu dengan singkat menjawab beberapa pertanyaan dan menemukan bahwa pertanyaan mereka tidak pernah berakhir, dia dengan wajah kaku akhirnya pura-pura tidak mendengar.

Untungnya, tidak butuh waktu lama bagi guru untuk datang.

Saat guru muncul di ruang kelas, ketiganya segera menutup mulut mereka.

Gu Yu pun menghela nafas lega.

Pelajaran pertama adalah pelajaran bahasa.

Efek hipnosis dari kelas Cina selalu baik. Setelah kelas, Gu Yu berbaring di atas meja.

Disaat bersamaan, dia mendengar seorang gadis dari tim deret kedua bercerita dengan gadis lain. Dia dengan malu-malu berkata, "Ketika aku kembali ke ruang kelas, aku tidak sengaja menabrak Bo Shangyuan.... "

Gadis lain dengan penasaran bertanya, "Lalu apa?"

Gadis itu berbisik, "Aku, kupikir dia akan marah ..."

Gadis lain menebak jawabannya, "Tidak marah?"

"Ya ... Dia hanya melirikku dan kemudian pergi."

Gadis lain mendesah kecewa. "Peluang besar barusan, kau harusnya minta QQ atau WeChatnya!"

"Ini tidak baik ..."

Gadis lain merespon. "Apa salahnya? Hanya ingin QQ atau WeChat, itu bukan apa-apa kan? Selain itu, menurut yang lain, watak Shangyuan tidak terlalu baik. Kau tadi menabraknya dan dia tidak marah. Itu berarti ... Kau punya kesempatan."

Gadis itu tersenyum samar.

Dia pada awalnya masih sedikit malu, tetapi setelah mendengar itu, hatinya tergerak. "Kalau begitu ketika berpapasan dengannya lagi lain kali. Aku akan memintanya."

Suara kedua gadis itu tidak besar, tetapi dalam kelompok Gu Yu, mereka dapat mendengar dengan jelas.

Tidak hanya Gu Yu, Shen Teng dan Jin Shilong yang duduk di depan Gu Yu, dan Jiang Zhenshan di sebelah Gu Yu juga mendengar dengan jelas.

Jin Shilong mencibir pelan, "Itu hanya menabrak, terus kenapa? Gu Yu bahkan bisa tinggal dengan Shangyuan dan dibelikan pakaian puluhan ribuan yuan!"

Cl&Ol seharga beberapa ribu yuan, dan Shangyuan telah membeli lebih dari lima potong, jadi bernilai puluhan ribu yuan.

- Tapi bukan itu intinya.

Intinya adalah, setelah Jin Shilong selesai berbicara, Shen Teng dan Jiang Zhenshan bergumam. "Benar!"

"..."

Dia memutuskan untuk lanjut tidur.

Waktu berlalu, dan dalam sekejap mata, keempat pelajaran di pagi hari telah berakhir.

Ketika jam pulang kelas pagi berakhir, sama seperti tadi malam, Bo Shangyuan berdiri di pintu kelas E, menunggu Gu Yu.

Ketiga temannya sekarang tahu bahwa Gu Yu dan Bo Shangyuan hidup bersama, jadi mereka tidak lagi terkejut dengan pemandangan ini.

Gu Yu dengan cepat mengemasi buku-buku di atas meja dan pergi dengan Shangyuan.

Dalam perjalanan pulang, Gu Yu bercerita padanya tentang kebohongannya yang terekspos.

Gu Yu takut Shangyuan marah jadi setelah selesai berbicara, dia segera berkata. "Maaf ..."

Shangyuan merespon tenang, "Jangan minta maaf padaku."

Shangyuan sudah terlambat untuk bahagia mendengar perkataan Gu Yu.

Setelahnya langkah kaki Shangyuan berhenti, dia menoleh untuk melihat Gu Yu. "Jadi, menurutmu ... Kenapa aku ingin kau tinggal bersamaku?"

Gu Yu menunduk, mengerutkan alisnya dan berkata dengan serius, "... Karena kau ingin melihatku memakai pakaian aneh ini?"

"..."

Donasi buat Choco
Chapter terbaru tidak muncul di Select Chapter jadi klik judulnya dibawah!
Loading

Comments