55. Cara menghabiskan setiap hari

Matahari sangat terik dan menyilaukan membuat orang tidak berani membuka mata, angin sepoi-sepoi tidak bisa mengurangi suhu, dan pejalan kaki berjalan dengan payung berwarna-warni. Wajah Guo Zhi tampak memerah, mulutnya menggigit es loli, sebuah buku terbuka diatas kepalanya menghalangi matahari namun bagian belakangnya tetap panas. Dia membawa kantong berisi es loli dengan berbagai rasa di tangannya dan berlari ke apartemen Shi Xi. Dia mengetuk pintu dengan tergesa-gesa. Shi Xi masih tidur pada akhir pekan ini.

"Shi Xi, buka pintunya, es loli akan segera mencair!" Guo Zhi berkata dengan cemas, untuk waktu yang lama, pintu terbuka, dan Guo Zhi bergegas masuk dan menyimpan es loli ke dalam kulkas. Ia menoleh melihat Shi Xi sudah kembali ke tempat tidur. Guo Zhi begerak ke tepi tempat tidur, berlutut di sana, menopang siku diatas kasur, ia mengeluarkan es loli dari mulut, bibirnya membeku. "Aku tidak tahu rasa apa yang kau sukai, jadi aku membeli semuanya. Kalau kau tidak mau, aku akan menyimpannya untukku saja." Ia kembali memasukkan es loli ke dalam mulutnya, menatap Shi Xi tertidur.

Shi Xi dengan malas membuka matanya, melihat wajah Guo Zhi lalu mengulurkan tangan dan menarik es loli dari mulut Guo Zhi dan memasukkannya ke dalam mulutnya, menggigitnya dan kembali memasukkan sisanya ke dalam mulut Guo Zhi. "Yang ini oke." Sepertinya ada matahari di ruangan ini, wajah Guo Zhi semakin memerah. "Ada banyak di dalam kulkas, kenapa kau memakan punyaku?" Guo Zhi tidak tahu apakah mulutnya beku atau mati rasa, atau alasan lain. Saat berbicara, air liur mengalir keluar dari sudut mulut dan jatuh ke punggung tangan Shi Xi.

/yang ini ngakak, lol/

"Jorok." Shi Xi dengan jijik menyekanya dipakaian Guo Zhi.

"Apanya yang jorok? Nenekku bilang air liur memiliki efek desinfektan dan dapat membunuh bakteri."

"Kalau begitu pergi ke toilet¹."

¹dia nyuruh Guo Zhi bunuh bakteri ditoilet pakai air liur 😅

"Aku tidak mau mengikuti perintahmu, aku, aku tidak begitu menyukaimu, aku juga punya lower limit¹."

²kesabaran

"Lower limit² yang kau miliki hanya tubuh bagian bawahmu."

³bisa diartikan juga 'ukuran terkecil' lol.
.
.

Guo Zhi duduk diatas sofa setelah menghabiskan es loli. Suhu diruangan terasa pas. Guo Zhi menghidupkan TV dan menonton acara promosi produk furniture yang membosankan. Ia tak bisa menahan kantuk lagi, menguap lalu naik ke atas ranjang dan tidur.

Guo Zhi terbangun karena merasakan pergerakan Shi Xi disebelahnya. Ia dengan cepat duduk dan menggosok mata, "Berapa lama aku tertidur?" Dia menyentuh lehernya dan melanjutkan, "Leherku terasa sedikit sakit." Shi Xi tidak bicara, ia mengangkat bantal Guo Zhi, di bawah dipenuhi ponsel, remote AC, remote TV, charger ponsel, dan kamera.

"Sudah berapa kali kukatakan, jangan meletakkan apa pun di bawah bantal."

"Aku bisa segera mendapatkan saat ingin, dan itu lebih aman."

"Bereskan semua." Nada bicara Shi Xi tidak bisa ditolak. Guo Zhi mengambil remot tv dan berbisik, "Aku tidak meletakkannya di bawah bantalmu. Kenapa kau begitu galak?"

"Apa yang baru saja kau katakan?"

Guo Zhi mendongak dan tersenyum riang. "Tidak mengatakan apapun."

"Jika kau melakukannya lagi, lain kali yang aku letakkan dibawah bantal adalah wajahmu."

"Kau selalu menginginkan hidupku." Guo Zhi dengan cepat memindahkan barang-barang itu, bertepuk tangan, dan segera melupakan percakapan yang tidak menyenangkan tadi. "Kulkasnya kosong, apa kau ingin membeli sesuatu?"

"Tidak." Shi Xi tanpa ragu menjawab.

Guo Zhi mematikan AC kemudian membuka pintu, seolah-olah belum pernah mendengar penolakan Shi Xi. "Ayo, pergi! kali ini supermarket tidak ramai."

Shi Xi dengan acuh tak acuh membuka laptop, jika menulis novel, itu tidak masalah, tetapi ternyata dia bermain game. Senyuman Guo Zhi yang menggantung di wajah perlahan memudar.

"Shi Xi, aku berbaik hati mengajakmu."

"Lalu kenapa?"

"Bukankah kau seharusnya menanggapiku dengan sangat antusias?" Guo Zhi selalu memikirkan diri sendiri, dan bagaimana orang lain memperlakukan diri mereka.

"Kapan aku bergairah tentang kau?" Ini adalah kebenaran! Ada kurangnya antusiasme dalam tubuh Shi Xi, dan bahkan kelembutannya pun lemah. Guo Zhi menopang pinggang. "Itu berarti tubuhmu terinfeksi oleh virus. Aku akan membantumu membasmi kuman." Dia bergegas mendekat kemudian melumuri pakaian Shi Xi dengan air liurnya. Shi Xi yang mencoba mendorong wajah Guo Zhi membuat telapak tangannya juga penuh dengan air liur.

/ini manis yang ada jorok-joroknya gitu, lol/

"Kau! Menjauh dari aku."

"Kau! Jangan kabur."
.
.

Pada akhirnya, Guo Zhi berhasil menyeret Shi Xi ke supermarket. Guo Zhi mendorong troli dan mengambil barang-barang. Karena tidak ada dapur di apartemen, ia tidak bisa memasak di tempat Shi Xi, jadi barang yang ia pilih semuanya langsung dapat dimakan. Dia bergegas ke sebelah Shi Xi. "Membeli susu, roti, semangka, keripik kentang, cokelat, kopi, biskuit... kau juga bisa membantuku mengingatnya."

"Apa otakmu tidak bisa mengingat?"

"Aku hanya takut lupa."

"..."

"Benar, beli lebih banyak mie instan."

"Aku tidak makan."

"Aku ingin makan."

"Kau datang padaku setiap minggu hanya untuk makan dan tidur."

"Aku ingin makan denganmu." Respon Guo Zhi dengan tulus dan lancar. Shi Xi memasukkan sekotak susu ke dalam troli. "Diam."

Setelah lebih dari 20 menit berbelanja, Guo Zhi menghitung isi keranjang. "susu, roti, semangka, keripik kentang, kopi, biskuit, mie instan, Sepertinya masih ada sesuatu yang terlupa?" Dia memandang Shi Xi.

Shi Xi mendorong troli. "Kenapa melihatku?"

"Aku tadi memintamu untuk membantuku mengingatnya."

"Kamu memintaku mengingatnya, apa aku harus ingat?"

"Kau lebih pintar dariku, kau harus ingat itu! Sayang sekali, aku tidak bisa menyaksikan IQ-mu."

"Aku tidak butuh metode ini."

Guo Zhi tidak dapat mengingatnya, ia tidak punya pilihan selain untuk check out. Begitu Guo Zhi ingin pergi ke kasir, Shi Xi mendorong troli ke arah lain. Guo Zhi tidak mengatakan apa-apa. Ia hanya mengikuti, dan melihat cokelat di rak. "Aku mengingatnya. Itu cokelat. Aku benar-benar lupa. Mungkin aku sebenarnya lebih pintar darimu, tetapi otakku tidak berkembang sekarang, haha."

"Aku pikir otakmu sudah berkembang sampai batasnya. Apa perlunya sampai harus sebahagia itu?" Shi Xi menjauh. Dia tidak ingin terlihat bersama orang gila yang tertawa memegang cokelat.

"Aku tidak bahagia karena aku menemukan cokelat. Itu karena aku bersamamu. Segalanya tampak jauh lebih menyenangkan daripada biasanya. Kau tidak terkejut?"

"Aku akan langsung menutup mulut." Shi Xi berjalan duluan mendorong troli menuju kasir. Guo Zhi menyusulnya lalu meletakkan tangan diatas troli, menghadap Shi Xi sambil bergerak mundur. "Kau sengaja membiarkanku menemukan cokelat kan? Kau pikir aku bodoh?"

Shi Xi memasukkan cokelat yang belum dibuka langsung ke mulut Guo Zhi yang dengan cepat kembali diludahkan. "Ini belum dibayar!"
.
.

Tengah malam yang senyap, Shi Xi menekan keyboard untuk waktu yang lama, jari itu berhenti, dia menutup laptop dan berjongkok ditepi tempat tidur. Guo Zhi sudah tertidur, tangannya masih memegang buku. Shi Xi dengan lembut mengambil buku itu dan melemparkannya ke lantai. Baru saja bersiap mematikan lampu, dia melihat alis Guo Zhi kusut, dan wajahnya terlihat tidak nyaman. Tangan Shi Xi meraba ke bawah bantal, dia menyentuh remot TV dan tak tahan untuk marah kemudian menarik bantal membuat Guo Zhi terbangun dan berbalik. "Belum selesai," Shi Xi kemudian menutupi wajahnya dengan bantal, tangan Guo Zhi meronta dan hanya beberapa detik, Shi Xi kembali mengangkat bantal, mata Guo Zhi terbuka lebar, tidak lagi tertidur. "Aku akan mati kehabisan napas! Pria jahat!"

Shi Xi tidak bicara, dia menunjuk benda-benda di bawah bantal. Guo Zhi meratakan mulutnya dan memindahkan barang-barang ke meja samping tempat tidur di sebelahnya. "Ini adalah pembunuhan."

"Kau ingin menuntutku?"

"Tidak, aku tidak akan menuntutmu atas kejahatan apa pun."

"Maka aku harus terus menjadi buruk."

Guo Zhi membuka mulut akan berbicara, tetapi ditelan oleh bibir Shi Xi. Ciumannya diam tapi kuat, dan dia terus menghisap aroma Guo Zhi. Guo Zhi tidak bisa bernapas, tetapi dia tidak ingin mendorongnya. Kali ini, ia benar-benar akan mati kehabisan napas.

Donasi buat Choco
Chapter terbaru tidak muncul di Select Chapter jadi klik judulnya dibawah!
Loading

Comments