54. Dia sama sekali tidak menyesal.

Setelah Gu Yu mengatakan itu, ekspresi wajah Bo Shangyuan berubah jelek.

Gu Yu tidak tahan untuk bertanya. "... Apa itu salah?"

Tapi dia memang memiliki hubungan teman sekolah dengannya.

Shangyuan hanya menatap Gu Yu, tidak berbicara.

Gu Yu berpikir sejenak, lalu mencoba lagi. "Itu ... hubungan tetangga?"

"..."

Ekspresi Shangyuan semakin jelek.

Gu Yu berbisik, "... Bukan?"

Padahal dia merasa bahwa itu juga tidak salah.

"..."

Gu Yu lanjut berbicara, suaranya semakin rendah. "Kalau bukan hubungan teman sekolah, juga bukan hubungan tetangga, lalu apa? Hubungan teman? ... Tapi kau bilang tidak ingin berteman denganku."

"..."

Mungkin yang disebut kepala peti mati seperti yang ditampakkan Gu Yu saat ini.

/Bodoh, tidak memahami keadaan/

Melihat Shangyuan masih tidak berbicara, dia berpikir lagi.

"Apa mungkin ..."

Shangyuan mengangkat alisnya, menunggu Gu Yu selesai.

"Apa mungkin... Seperti yang dibilang Duan Lun kalau aku dan kau ... Hubungan keluarga?"

"..."

Shangyuan seharusnya tidak banyak berharap.

Dia terdiam sesaat, dan kemudian menyerah.

Lupakan saja.

Akan ada banyak waktu untuk itu nanti.

Gu Yu yang melihat bahwa ekspresi jelek Bo Shangyuan belum mereda, dia ingin mengatakan sesuatu lagi, tetapi Shangyuan menyelanya. "Jangan bicara."

"... oh."

Gu Yu dengan patuh menutup mulutnya.

Setelah makan siang dan istirahat sejenak, keduanya kembali ke sekolah.

Mereka naik bus dan tiba di pintu gerbang SMA Chengnan. Baru saja turun dari bus, tampak Shen Teng berdiri tidak jauh didepan gerbang.

Gu Yu tanpa pikir panjang segera meninggalkan Shangyuan dan berjalan menuju Shen Teng.  bagaimanapun, Gu Yu dan Shen Teng satu kelas, mereka berada dalam deret yang sama, ditambah keduanya sudah berteman sejak SMP jadi reaksi ini normal.

Namun, melihat Gu Yu yang pergi meninggalkannya, wajah Shangyuan menggelap dalam sekejap.

Ekspresinya jelek. Bahkan ketika mengingat ucapan Gu Yu tentang mereka yang hanya hubungan teman sekolah dan tetangga, wajahnya semakin buruk.

Shangyuan masih berdiri diam tanpa ekspresi, matanya menatap ke arah Shen Teng.

Benar saja, semakin dilihat, Shen Teng semakin tidak menyenangkan dimata Shangyuan.

Ya, sangat tidak menyenangkan.

Pada saat ini, Duan Lun yang baru saja tiba di sekolah, melihat Shangyuan berdiri di depan gerbang dengan santai melangkah maju dan bersiap meraih bahunya. "Apa yang kau lakukan berdiri disini..."

Belum selesai bicara, dia tiba-tiba melihat wajah gelap Shangyuan. Ekspresi Duan Lun kaku, terdiam dan menghentikan aksinya.

Dia dengan sadar melangkah mundur setengah langkah menjauh dari Shangyuan.

Duan Lun menatap langit dan tertawa kaku. "Hehe, cuaca hari ini terlihat cerah."

"......"

Tidak ada yang menjawab.

Duan Lun melirik para siswa yang memasuki gerbang sekolah satu demi satu, dan berkata dengan cepat, "Kelas akan dimulai, aku masuk duluan."

Dia langsung melesat pergi.
.
.

Shen Teng yang berdiri di luar gerbang sekolah tiba-tiba entah kenapa, dia merasa merinding. Seakan ada angin dingin dibelakang punggungnya.

Shen Teng menyentuh lengannya dan hatinya menggigil.

Kenapa dia merasa... di belakangnya ... ada hal yang mengerikan?

Pikiran Shen Teng ngeri, dia tidak berani menoleh ke belakang. Dia takut akan melihat sesuatu yang seharusnya tidak dilihat.

Gu Yu datang mendekat dan melihat ekspresi Shen Teng aneh, jadi dia bertanya. "... ada apa."

Shen Teng menelan saliva dan gemetar ketakutan, "Punggungku terasa dingin ..."

Mendengar itu, Gu Yu menoleh ke arah belakang Shen Teng. Tidak ada orang lain selain Shangyuan disana.

"Tidak ada apa-apa di belakangmu."

Shen Teng merasa lega. Dia dengan berani berbalik dan melihat sosok Shangyuan yang tidak jauh.

"Apa kau datang bersama dengan Shangyuan?"

Gu Yu bergumam mengiyakan.

Shen Teng dengan tenang berkata, "Oh."

Karena dalam pelatihan militer sebelumnya, Gu Yu selalu pergi ke sekolah dengan Shangyuan, jadi ekspresi Shen Teng tidak terlalu mengejutkan.

Namun, apa yang tidak diketahui oleh Shen Teng adalah bahwa itu berbeda dari pelatihan militer sebelumnya. Ketika mengikuti pelatihan militer, Gu Yu hanya berpapasan dan berangkat bersama. Sekarang, ini adalah perjalanan langsung dari rumah Shangyuan ke sekolah.

Karena tidak ada yang perlu dipertanyakan jadi Shen Teng melewatkannya. Tapi tiba-tiba, dia menyadari sesuatu dan bertanya santai. "Hubunganmu dengan Bo Shangyuan sangat baik sekarang, apa itu karena kalian selalu satu bus seperti ini?"

Gu Yu tertegun.

Dia tidak bisa memikirkannya sepenuhnya, sejak kapan hubungannya dengan Shangyuan begitu baik? Gu Yu jelas ingat bahwa beberapa bulan yang lalu, ia dan Bo Shangyuan masih saling mengabaikan.

Kapan hubungan mereka menjadi begitu baik ...

Gu Yu tidak ingat.

"... Mungkin."

Shen Teng tidak ingin berpikir, "Pasti seperti ini. Dengan temperamenmu yang lambat, jika kau tidak selalu berada di bus yang sama dengan Shangyuan, bagaimana kau bisa mengenalnya?"

Gu Yu tidak berbicara, merenung.

Apakah ini masalahnya?

Empat pelajaran di sore hari adalah dua sesi subjek kimia, satu sesi geografi dan satu sesi bahasa Inggris.

Belajar mandiri malam adalah fisika dan bahasa.

Sebelum belajar mandiri malam, Shangyuan memberikan Gu Yu sebotol susu. Setelahnya dia mengirim pesan di WeChat.

[ Minum susu tumbuh lebih tinggi. ]

Gu Yu juga siap untuk mengucapkan terima kasih kepada Bo Shangyuan, tetapi setelah melihat WeChat ini, kata terima kasih pada keyboard, langsung berubah menjadi enam titik.

[ ...... ]

Setelahnya, Gu Yu mengalihkan perhatiannya ke susu di depannya.

Suasana hati Gu Yu agak rumit.

Sejak kapan hubungannya menjadi begitu baik dengan Bo Shangyuan? Apa sejak pergi ke rumah sakit? Atau karena tabir surya? Atau ... Review pelajaran? Gu Yu benar-benar tidak bisa memikirkannya.

Gu Yu hanya ingat bahwa apa yang dia pikirkan pada awalnya adalah: Dia harus menjauh dari Shangyuan.
.
.

9:30 malam.

Kelas mandiri malam berakhir, bel berbunyi, dan mereka akhirnya pulang dari sekolah.

Gu Yu bangkit dan membereskan pekerjaan rumahnya, siap untuk pergi.

Disaat Gu Yu menunduk untuk membereskan bukunya di atas meja, suasana di kelas tiba-tiba menjadi hening.

Shangyuan sedang berdiri dipintu ruang kelas E.

Orang-orang segera menoleh dan melihat ke arah Gu Yu.

Karena di kelas ini, hanya Gu Yu yang memiliki hubungan terbaik dengan Shangyuan.

Karena itu, selain Gu Yu, tidak mungkin orang lain.

Shangyuan tidak basa-basi dan langsung ke inti, dia mendesak, "Cepat."

Gu Yu memandangi Shangyuan dan tertegun lalu bergumam mengiyakan.

Siswa lain dikelas hanya terpana dan tidak mengerti.

——Bagaimana hubungan Gu Yu dengan Bo Shangyuan menjadi begitu baik?

Bukan hanya mereka, Gu Yu juga bingung.

Gu Yu berpikir, sejak kapan dia memiliki hubungan yang begitu baik dengan Bo Shangyuan?

Berpikir sejenak dan tidak bisa memikirkan jawaban.

... Lupakan saja.

Jawabannya juga tidak penting.

Lagipula yang Gu Yu tahu sekarang...

Dia sama sekali tidak menyesal mengenal Shangyuan.

Gu Yu mengemas buku PR-nya dan datang ke depan Bo Shangyuan.

"Ayo pergi."

Shangyuan bergumam sebagai respon lalu dia mengambil alih memegang buku PR milik Gu Yu dan keduanya pergi bersama.

Tindakan Shangyuan begitu santai, alami.

Dan juga Gu Yu terbiasa dengan hal itu.

Itu hanya adegan biasa...

Namun di mata orang lain, maknanya berbeda.

Karena sudah diketahui bahwa Shangyuan sulit didekati, dingin dan sombong, tidak pernah menaruh perhatian pada siapa pun, bahkan seorang guru tidak terkecuali. 

Tapi barusan, Bo Shangyuan membantu Gu Yu membawa buku PR.

Dan intinya, dia yang mengambil inisiatif.  Lebih penting lagi, ekspresi Gu Yu sangat tenang, dan dia tidak terkejut sama sekali, seolah-olah dia sudah terbiasa.

Semua orang di Kelas E terdiam.

Jika bukan karena Gu Yu adalah laki-laki, mereka pasti berpikir keduanya berkencan.

"Apa hubungan antara Gu Yu dan Bo Shangyuan?"

"Tidak mungkin kerabat kan?"

"Mungkin saja kerabat."

"WTF, aku terkejut melihat tindakan Shangyuan."

"Posting di forum."

Sementara Jin Shilong yang melihat Shangyuan begitu santai mengambil alih buku PR Gu Yu, dia memegangi wajahnya dan hatinya bergetar.

Jin Shilong benar-benar semakin memikirkan Gu Yu dan Bo Shangyuan seperti protagonis 'perempuan' dan laki-laki dalam komik gadis yang dibacanya. Entah itu plot atau karakternya, mereka sama persis.

Sedangkan Shen Teng menghela nafas, "... Kalau bukan karena Xiao Yu Yu dan Bo Shangyuan sering satu bus, hubungan mereka mungkin tidak sebaik sekarang."

Tetapi ketika memikirkan ini, Shen Teng bertanya-tanya.

Apa yang mereka berdua bicarakan di dalam bus dan hubungan mereka menjadi sangat baik sekarang?

Shen Teng menghela nafas panjang, dan Jin Shilong yang berada di samping, mendengar itu, dia dengan penuh rasa ingin tahu bertanya, "Apa mereka sering satu bus?"

"Ya, kau tahu tidak..." Shen Teng mengurai ingatan lalu menggaruk kepalanya. "Rumah Bo Shangyuan di jalur yang sama dengan rumah Xiao Yu Yu jadi keduanya sering naik bus yang sama ke sekolah."

Jin Shilong tercerahkan.

Tapi Jin Shilong masih merasa ada yang salah dengan itu.

Ngomong-ngomong, tinggal di rumah paman, Cl & Ol, Bo Shangyuan ...

Bagaimana ini aneh?
.
.

Jumat, 26 Oktober.

Pagi.

Dua minggu berlalu.

Dalam sekejap mata, hanya ada empat hari tersisa sebelum tes bulanan pada bulan November.

Untuk ujian bulanan, karena Shangyuan selalu membantunya membuat kelas, jadi Gu Yu tidak terlalu gugup.

Namun, bahkan jika tidak ada kelas tambahan, Gu Yu tidak peduli dengan nilainya.

Harus dikatakan bahwa Gu Yu tidak pernah peduli dengan skor, selama ibu Gu masih mengoceh, dia tidak peduli.

Namun, sekarang ibu Gu tidak bisa lagi memarahinya tentang nilai setiap hari.

Meskipun masih tidak peduli dengan nilainya, Gu Yu tidak akan pernah sengaja menggagalkan ujian.

Jika dia sengaja, maka akan sia-sia usaha Shangyuan yang membantunya belajar.

Karena itu, entah itu karena pindah, Gu Yu saat ini jauh lebih ceria daripada ketika berada di rumah.

Meskipun dia masih tidak banyak bicara seperti sebelumnya, masih tidak suka tersenyum, tetapi paling tidak, dia tidak lagi merasa rendah diri, dan mengejek dirinya sebagai tidak berguna.

Pada jam 6 pagi, Gu Yu bangun tepat waktu.

Ketika dia memikirkan besok adalah akhir pekan, suasana hati Gu Yu tidak bisa membantu tetapi menjadi jauh lebih bahagia. Namun, pada saat Gu Yu bangkit dan membuka lemari, semua suasana hatinya yang baik menghilang dalam sekejap.

Gu Yu melihat pakaian aneh di lemari, diam.

Setelah waktu yang lama, Gu Yu akhirnya harus menerima kenyataan di depannya, dan kemudian mengeluarkan pakaian di lemari, dengan enggan mengenakannya.

Melihat baju aneh ditubuhnya, wajah Gu Yu menggelap.

Dia berpikir: Bo Shangyuan abnormal.

Sejak membeli piyama, entah saklar aneh apa yang dinyalakan. Sejak itu, begitu punya waktu, Shangyuan akan pergi membeli beberapa pakaian aneh untuk Gu Yu.

Karena dia tahu bahwa Gu Yu tidak menyukainya, dia membelinya dengan pandangan tenang.

Entah kostum hewan, topi dengan tanduk sapi, mantel dengan telinga binatang di topi, dan bahkan sepatu dengan cetakan kaki anjing ...

Betapa imut dan lucunya itu tetapi bagaimana mungkin Gu Yu menyukainya?

Dia sudah besar, mengapa memakai .. pakaian lucu?

Dan mengapa Shangyuan tidak memakainya?

Gu Yu menunduk dan melihat bajunya dengan motif kata-kata yang lucu. Hatinya tertekan, wajahnya tidak bahagia.

Dia berbalik dan memanggil Shangyuan.

"Bangun."

Shangyuan membuka matanya.

Ketika melihat Shangyuan terbangun, Gu Yu segera keluar dari kamar. Namun, sebelum meninggalkan kamar tidur, Gu Yu sangat 'acuh tak acuh' meninggalkan sebuah kalimat: "Cepat bangun, aku akan pergi duluan kalau sampai terlambat."

Jika sebelumnya ketika tidur Shangyuan terganggu, dia akan menjadi sangat kasar dan buruk, sesuatu pasti akan terjadi.

Kalau tidak masuk ke rumah sakit, setidaknya hidung dan wajah bengkak.

Tapi kali ini ... tidak ada tanda-tanda sama sekali.

Bukan hanya itu, tetapi juga patuh.

Shangyuan dengan patuh bangun, berganti pakaian, dan mencuci muka.

Lima menit kemudian, keduanya pergi ke sekolah.

Kemudian, sepanjang jalan didalam bus ...

"Jangan menarik topiku."

......

"Ekorku juga."

......

"Yang itu juga."

......

Gu Yu bertahan dan bertahan, dan akhirnya tidak menahan diri.

Gu Yu berbalik menatap Shangyuan dengan wajah datar, "Siswa Bo, apa kau bisa menahan tanganmu dan jangan mengangguku?"

"Aku tidak bisa menahannya."

"..."

Pada akhirnya, begitu bus berhenti di gerbang sekolah, Gu Yu meninggalkan Shangyuan di belakangnya tanpa sepatah kata pun, dan pergi ke ruang kelas dengan marah.

Sepanjang jalan tadi Shangyuan selalu mengacaukan telinga dan ekor pakaiannya.

Dilarang jangan tarik, dia menyentuhnya. Dilarang jangan sentuh, dia beralih menariknya.

Gu Yu merasa bahwa pakaian yang Shangyuan beli untuknya sepenuhnya untuk memenuhi ambiguitas ( hobi ) khusus Bo Shangyuan.

Sebelum ini, ketika Shen Teng meminta Gu Yu untuk lebih memperhatikan, Gu Yu tidak memberikan kata-kata Shen Teng dalam hatinya. Sekarang dia merasa bahwa Shen Teng mengatakan itu benar.

Benar saja, tidak butuh waktu lama untuk mengetahui sifat Shangyuan.

——Kenapa tetangga baru begitu baik padanya, dan pasti ada sesuatu yang khusus tentang itu.

Ketika Gu Yu berjalan ke ruang kelas, teman sekelasnya segera memusatkan perhatian padanya.

Karena Gu Yu mengenakan jaket merah muda.

Lebih dari itu, seekor kucing dilukis di jaket.

Bagaimana pun dilihat, itu sangat lucu dan imut.

Jin Shilong memegang wajahnya.

"Lucu ~"

Jiang Zhenshan juga berkata, "Ini sangat lucu!"

"..."

Lucu membuatnya benci.

Sementara Shen Teng menatap jaket Gu Yu, ekspresinya tertegun.

Shen Teng akhirnya tidak tahan untuk bertanya. "Xiao Yu Yu, kau baru-baru ini ... Bagaimana kau selalu mengenakan pakaian aneh?"

Shen Teng ingat bahwa Gu Yu belum pernah memakai ini sebelumnya ... oh ... pakaian bergaya Kawaii. Keduanya telah berada di sekolah menengah pertama selama tiga tahun, dan selama itu Shen Teng belum pernah melihat Gu Yu memakai pakaian seperti ini.

Gu Yu menenangkan wajahnya dan merespon. "Bo Shangyuan yang membelinya."

Shen Teng tertegun. Ekspresinya rumit. "... Shangyuan yang beli?"

Gu Yu bergumam mengiyakan.

Jin Shilong memikirkan sesuatu, "Apa pakaian sebelumnya Shangyuan juga membelinya?"

Gu Yu mengiyakan lagi.

Jin Shilong tertegun menyadari sesuatu.

"Apa mungkin ... Kau saat ini tinggal dengan Shangyuan?"

"..."

Gu Yu seketika terdiam.

Apa yang baru saja dia katakan?

Donasi buat Choco
Chapter terbaru tidak muncul di Select Chapter jadi klik judulnya dibawah!
Loading

Comments