53. Menurutmu hubungan kita seperti apa?

Kelas keempat pada Senin pagi juga merupakan kelas pendidikan jasmani yang diharapkan semua siswa di Kelas E.

Bagi mereka, selama tidak harus tinggal di kelas untuk belajar, mereka dapat melakukan apa pun yang diinginkan.

- Selain Gu Yu.

Kondisi fisik Gu Yu tidak baik. Ketika ia berlari selama beberapa putaran, kakinya lunak. Meskipun dia dapat berlari sedikit dalam setengah bulan pelatihan militer, setelah belajar selama beberapa bulan di kelas, semua pelatihan fisik selama setengah bulan pelatihan militer telah kembali ke posisi semula.

Oleh karena itu, Gu Yu tidak terlalu menyukai kelas pendidikan jasmani.

Oh, tidak, harus dikatakan ... Gu Yu tidak suka pergi ke sekolah.

Setelah semuanya berbaris, guru menyuruh mereka berlari sepuluh putaran mengelilingi lapangan.

Kedua guru dari kelas masing-masing tidak lagi menggabung mereka dalam satu permainan seperti sebelumnya, tetapi melakukan latihan sendiri, sehingga kedua kelas itu berjauhan, dan tidak ada persimpangan.

Setelah Gu Yu berlari beberapa putaran, kakinya lunak dan tidak bisa bergerak. Dia hanya bisa berhenti dan berjalan perlahan. Shen Teng yang sudah berlari delapan putaran melihat Gu Yu masih berjuang, berpikir untuk menyeret Gu Yu dan berlari maju dengannya. Tetapi tidak peduli seberapa kerasnya dia, Gu Yu tidak akan lanjut berlari.

Setelah perlahan berjalan melewati empat lap yang tersisa, lalu menemukan tempat yang dingin dan beristirahat.

Beberapa saat kemudian, Gu Yu merasa bahwa seseorang sepertinya berdiri di depannya. Begitu mendongak, dia tertegun melihat Duan Lun.

Duan Lun yang berdiri di depan Gu Yu, menatapnya dengan tatapan merendahkan, sedikit menyipit dan ekspresinya tidak baik.

"...?"

Meskipun dia memang memiliki hubungan yang baik dengan Bo Shangyuan, tetapi tidak ada persimpangan antara dia dan Duan Lun.

"Apa ada sesuatu?"

"Ya."

Gu Yu tertegun lalu melirik ke arah Kelas A, mencari sosok Shangyuan.

Dia melihat Shangyuan berdiri dengan tenang, wajahnya seperti biasa, tanpa ekspresi. Disisi lain Shangyuan merasa diperhatikan lalu perlahan menoleh dan melihat ke arah Gu Yu.

Gu Yu semakin bingung.

Dia rasa Shangyuan tidak menyuruh Duan Lun.

Lalu ada perlu apa Duan Lun mendatanginya?

Gu Yu memikirkannya dan merasa bahwa satu-satunya kemungkinan adalah mengenai Shangyuan. Karena dia belum pernah berbicara dengan Duan Lun sebelumnya.

Sisi lain.

Ketika Duan Lun datang, orang-orang lain di kelas E memperhatikan.

Bagaimanapun, Duan Lun cukup terkenal di SMA Chengnan, sangat menarik, terlalu sulit untuk tidak menyadarinya.

Namun, dia sama sekali berbeda dengan Shangyuan yang terkenal karena nilai yang baik, terlalu dingin, tidak suka didekati, dan juga ingin semaunya mengumpul kertas ujian kosong.

Adapun Duan Lun, terkenal karena gonta-ganti kekasih.

Ini belum satu semester, tetapi Duan Lun sudah mengganti hampir selusin kekasih. Kecepatannya mengganti kekasih lebih sering daripada mengganti ban.

Dan yang paling penting adalah pacar Duan Lun ... semuanya cantik.

Pada titik ini, semua orang di kelas E melihat ke arah Gu Yu tanpa berkedip dengan penuh rasa ingin tahu.

Tentang apa yang dicari Duan Lun.

... meskipun Gu Yu juga ingin tahu.

Siswa kelas E memandang Gu Yu dan berbisik.

"Bagaimana Gu Yu bisa mengenal siswa dari Kelas A? Pertama Shangyuan dan sekarang Duan Lun ... Dimana dia mengenal mereka?"

Di mata orang lain, sudah cukup mengejutkan Gu Yu mengenal Shangyuan, tidak menyangka dia juga mengenal Duan Lun.

Kedua orang ini adalah yang paling sulit untuk didekati di antara semua orang di tahun pertama. Shangyuan tidak pernah peduli, tidak pernah bicara dengan yang lain, sangat sulit didekati, dan untuk menjadi temannya, itu bahkan lebih mustahil.

Sementara Duan Lun, meskipun tidak seperti Shangyuan, tetapi untuk menjadi temannya, lebih baik tidak memikirkannya. Duan Lun tampan dan memiliki keluarga kaya. Mereka yang ingin menjadi temannya, haruslah sama derajat.

Orang lain di Kelas E juga sangat bingung.

"Entahlah bagaimana mereka saling mengenal, aku tidak pernah mendengar Gu Yu pernah sekolah di SMP 1."

"Apa yang dicari Duan Lun? Apa ada masalah? Atau sesuatu?"

"Aku tidak tahu ..."

"Tidak mungkin masalah. Gu Yu biasanya selalu tenang, bukan tipe orang yang suka menimbulkan masalah."
.
.

Duan Lun tidak suka bertele-tele, jadi langsung ke inti.

Duan Lun berdiri di depan Gu Yu, menatapnya dengan merendahkan dan bertanya, "Siapa yang membeli pakaian di tubuhmu."

Tidak menyangka Duan Lun datang untuk menanyakan pertanyaan ini, Gu Yu pun bingung.

"... Kenapa kau menanyakan ini?"

Duan Lun mendengus dan berkata, "Kau bertanya padaku kenapa, kau harus jawab dulu pertanyaanku."

Gu Yu diam.

Gu Yu tidak tahu apakah harus mengatakan yang sebenarnya.

Tidak masalah bagi Gu Yu, tetapi dia tidak yakin apakah Shangyuan tidak masalah jika dia memberi tahu orang lain tentang ini. Karena Gu Yu ingat dengan jelas, Bo Shangyuan berkata bahwa dia tidak ingin berteman dengannya.

Gu Yu ragu-ragu sejenak dan tiba-tiba menyadari sesuatu.

Gu Yu ingat nada bicara Duan Lun bukanlah sebuah pertanyaan, tetapi sebuah pernyataan.

"Bukankah kau sudah tahu?"

Persimpangan imajiner muncul di dahi Duan Lun. "... Bagaimana kau tahu kalau aku sudah tahu?"

Suara Gu Yu tenang, "Karena nada suaramu."

"..."

Duan Lun tidak menyangka bahwa kurcaci kecil yang bodoh ini sebenarnya sedikit pintar.

Duan Lun mengubah pertanyaan.

"Apa hubunganmu dengan Bo Shangyuan?"

Gu Yu tertegun sejenak.

"Bukankah kau berteman dengan siswa Bo? Kenapa tidak tanya saja padanya?"

"..."

Mata Duan Lun berkedut.

"Sialan, jika dia mau mengatakannya, untuk apa aku akan datang dan bertanya padamu?"

"Oh." Gu Yu bergumam, "Aku tidak mau mengatakannya."

"..."

Sebenarnya Gu Yu tidak tahu seperti apa hubungannya dengan Bo Shangyuan.

Teman?

Shangyuan bilang dia tidak ingin berteman dengannya.

Tetapi jika itu bukan teman ... Lalu apa?

Duan Lun terdiam sejenak lalu berbicara lagi.

"... Apa kau dengan Xing Bo adalah keluarga?"

"Ah?"

Apa maksudnya?

Duan Lun tidak merespon dan pergi dengan wajah menggelap.

Gu Yu menatap kepergian Duan Lun dengan bingung.

Duan Lun datang secara khusus hanya untuk menanyakan pertanyaan-pertanyaan ini?

Ketika Duan Lun baru saja pergi, teman sekelas di kelas E yang telah diam-diam menonton segera mengerumuni Gu Yu.

"Apa yang Duan Lun cari darimu?"

"... Bukan apa-apa."

Gu Yu benar-benar merasa tidak ada sesuatu.

Dia belum tahu mengapa Duan Lun bertanya hal itu.

Duan Lun datang secara khusus menemuinya, bagaimana mungkin itu bukan apa-apa. Sekelompok siswa tidak percaya, "Kami semua melihatnya, jangan berbohong. Cepat jujur."

Gu Yu berpikir sejenak, mulai berbohong. "Oh, dia hanya bertanya padaku bagaimana nilaiku naik."

Sekelompok siswa tampak tidak yakin. "Dia datang dan menanyakan ini?"

Gu Yu mengangguk, tidak bersalah, "Ya."

Benar saja, seperti yang diharapkan Gu Yu. Setelah mendengar itu, semua orang segera bosan dan membubarkan diri.

Bah, ternyata hanya bertanya hal ini.

Mereka tidak curiga bahwa Gu Yu berbohong.

Karena kinerja Duan Lu baru-baru ini memang sangat menurun.

Tapi ...

Mereka tidak akan pernah mengira bahwa Gu Yu yang selalu tenang dan patuh di depan guru, akan berbohong.

Sisi lain.

Duan Lun kembali ke kerumunan kelas A dengan ekspresi jengkel.

Sialan! Kurcaci kecil itu pasti adik Xing Bo! 

Kalau tidak, mengapa dia sama menjengkelkannya seperti Bo Shangyuan!

Shangyuan bertanya padanya, "Apa yang dia katakan."

Duan Lun mendelik samar, "Kau tebak."

Alis Shangyuan naik.

Bel berbunyi para siswa langsung berserakan, dan meninggalkan sekolah. Gu Yu sekarang tinggal dengan Shangyuan jadi reaksi pertama Gu Yu adalah berbalik dan mencarinya.

Shangyuan mengangkat tangannya dan menyentuh kepala Gu Yu yang sedikit berkeringat saat Gu Yu muncul didepannya. Dia bertanya, "Kau mau minum air es?"

Gu Yu menggelengkan kepalanya dan berkata, "Bukankah ada di rumah?"

Gu Yu ingin menghemat uang Shangyuan, walaupun saat ini dia benar-benar haus, tetapi dia bisa menahannya untuk sementara waktu.

Ketika Shangyuan mendengar kata di rumah, matanya redup.

"... Ada." Sudut bibirnya sedikit terangkat. "Ayo pulang."

Gu Yu bergumam.

Keduanya pergi bersama, tidak jauh dari sana, Jin Shilong yang melihat pemandangan ini memiringkan kepalanya.

... Apakah dia terlalu berpikir jauh?

Kenapa dia merasa pakaian itu mungkin dibeli Shangyuan?
.
.

Gu Yu tidak bisa memasak. Setelah tiba di rumah pada siang hari, Shangyuan secara alami tetap memasak.

Gu Yu merasa malu untuk selalu membiarkan Shangyuan memasak, jadi dia berpikir tentang akan membantu mencuci bahan makanan, atau memotong sayuran tetapi Shangyuan menghentikannya.

"Pergi cuci pakaian."

Gu Yu bergumam patuh, berbalik dan pergi ke kamar mandi.

Gu Yu melihat pakaian Shangyuan semuanya dikemas rapi dalam keranjang.

Gu Yu ingat Shangyuan bilang pakaiannya harus dicuci dengan tangan, jadi Gu Yu secara khusus menyingkirkan pakaiannya sendiri ke satu sisi, lalu mengeluarkan pakaian Shangyuan dan kemudian mengambil baskom berisi air panas dengan baskom air dingin. Mulai mencuci dengan hati-hati menggunakan tangannya.

Ketika memikirkan pakaian di tangannya bernilai tujuh atau delapan ribu, tindakan Gu Yu sangat berhati-hati. Dia khawatir akan merusak pakaiannya.

Gu Yu sekarang bahkan berpikir bahwa itu bukan pakaian, itu adalah uang.

Disisi lain, Shangyuan sudah selesai memasak, menatanya di meja dan duduk di ruang tamu.

Menunggu Gu Yu keluar untuk makan.

Namun, setelah sepuluh sepuluh menit disaat semua hidangannya hampir dingin, Gu Yu masih tidak kunjung keluar.

Shangyuan dengan tidak sabar berjalan ke kamar mandi.

Dia tertegun melihat Gu Yu jongkok di depan baskom, dengan hati-hati mengucek bajunya dengan tangan, gerakan yang hati-hati, seperti sedang memegang benda berharga.

"... Apa yang kau lakukan?"

Gu Yu merespon tanpa mendongak, "Mencuci pakaian."

Shangyuan diam sejenak dan berkata, "Bukankah ada mesin cuci di sebelahmu?"

"Tapi pakaianmu hanya bisa dicuci dengan tangan kan?"

Shangyuan terdiam sedikit lebih lama untuk saat ini.

"... Itu bohong."

Aksi Gu Yu berhenti.

Dia perlahan mendongak menatap Shangyuan.

Wajah Shangyuan acuh tak acuh, dan suaranya lugas. "Ngomong-ngomong, kau dulu sering berbohong padaku. Tidak terlalu banyak bagiku untuk membohongimu sekali."

Gu Yu terdiam cukup lama.

"... oh."

Mungkin ini yang disebut balas dendam adalah hidangan terbaik yang disajikan dingin.

Pembohong yang suka berbohong akhirnya dibohongi.

Gu Yu dengan agak tertekan melemparkan pakaian ke mesin cuci. Dia berbalik dan bertanya, "Kau bohong apa lagi padaku?"

Ekspresi Shangyuan biasa. "Tidak ada."

- Masih banyak.

Seperti, pakaian seharga 800 itu sebenarnya bernilai ribuan yuan.

Seperti, dia bilang pada orangtuanya kalau Gu Yu yang mengatakan tidak ingin pulang lagi.

Seperti, saat ini.

Setelah masalah mencuci pakaian diselesaikan, mereka mulai makan siang.

Masakan Bo Shangyuan sama enaknya dengan sebelumnya, dan hidangan di atas meja penuh warna dan rasa. Gu Yu bahkan berpikir itu lebih baik daripada hidangan di restoran luar.

Gu Yu fokus menikmati makanan, tidak bersuara.

Pada saat ini, Shangyuan tiba-tiba bertanya, "... Apa yang kau katakan pada Duan Lun tadi pagi?"

Gu Yu menghentikan sumpit dan mengingatnya.

"... Sepertinya aku tidak mengatakan apa-apa."

"Ulangi kata-kata aslinya."

Gu Yu bergumam dan kemudian dengan hati-hati mengingat, "Dia bertanya siapa yang membeli pakaianku, aku bertanya padanya kenapa dia tiba-tiba menanyakan ini ..."

Gu Yu berhenti sejenak.

"Kenapa Duan Lun tiba-tiba menanyakan ini padaku?"

Gu Yu menatap pakaiannya. Tidak ada yang aneh, ini hanyalah pakaian biasa seharga 800 yuan.

"Karena otaknya bermasalah."

"Aku rasa dia cukup normal ..."

Shangyuan memotongnya, "Lanjutkan."

"Oh ... Kemudian aku bertanya bukankah dia sudah tahu. Dia bertanya bagaimana aku tahu dia sudah tahu. Aku bilang karena nada suaranya. Dia bertanya padaku apa hubunganku denganmu. Aku berkata bukankah dia berteman denganmu, kenapa tidak bertanya padamu. Dia bilang kalau kau mau mengatakannya, dia tidak akan bertanya padaku."

Setelah Gu Yu selesai, Bo Shangyuan akhirnya menyadari mengapa ekspresi Duan Lun begitu jengkel.

Karena Gu Yu tidak mengatakan yang sebenarnya.

Dia tidak menyangka Gu Yu benar-benar akan menjawab ini.

Sudut bibirnya sedikit terangkat.

Kemudian, dia menatap Gu Yu dalam dan bertanya "... Menurutmu hubungan kita seperti apa?"

Suara rendah, dengan sedikit menggoda.

Gu Yu ragu-ragu.

Dia berpikir sejenak, balas berbisik, "... hubungan teman sekolah?"

"..."

Donasi buat Choco
Chapter terbaru tidak muncul di Select Chapter jadi klik judulnya dibawah!
Loading

Comments