52. Efek negatif dari cinta

Setelah liburan tiga hari, Guo Zhi mengalami sakit kepala, ia keliru untuk tugas yang ia serahkan terakhir kali dan harus mengirim ulang satu. Guo Zhi selalu mempertahankan hasil yang baik, tetapi sekarang pikirannya berkecamuk dikamar tidur, dan hasilnya hanya akan jatuh pada satu alasan: Shi Xi.

Guo Zhi mengusap dadanya dan berpikir, ia hanya peduli dengan hatinya sepanjang hari, dan ia masih punya hati untuk belajar. Efek negatif dari cinta ini sungguh luar biasa! Akhirnya, dia terkikik dan membawa buku pergi ke ruang kelas.

Ketika kelas dimulai, Guo Zhi mengambil pena dan membuka buku, mulai mendengarkan dengan seksama. Dalam waktu kurang dari dua menit, matanya melirik ke luar jendela. Ketika dia akan mulai bekerja keras lagi, kenapa ia harus dihadapkan dengan Shi Xi yang sedang kelas pendidikan jasmani sekarang?

Kelas Shi Xi dan kelas-kelas lain tampaknya sedang dalam permainan. Seperti olahraga yang muda dan berdarah ini, Shi Xi pasti tidak akan berpartisipasi, dan entah pergi ke mana. Guo Zhi menepuk wajah dan kembali fokus ke depan. Sekarang ia tidak perlu memikirkannya. Dia melihat papan tulis dan membungkuk mulai mencatat.
 
Jeritan para gadis terdengar dari luar jendela. "Ah ~Shi Xi~~ Ayo ~~" Leher Guo Zhi kaku, ingin menoleh kekiri tetapi tidak bisa, ia harus pikirkan hasilnya, pikirkan bagaimana dosen mengajar didepan dengan keras. Pikirkan tentang apa yang telah ia janjikan pada ayahnya, tetapi mengapa gadis-gadis itu memanggil Shi Xi? Mungkin tidak salah, jika ia mengintip sedikit? Tidak berlebihan disaat mendengarkan pelajaran bukan? Guo Zhi akan bekerja lebih keras di pelajaran selanjutnya. 

Setelah akhir dari kegiatan psikologis yang rumit, dia mengalihkan pandangannya ke luar jendela, dia terkejut dengan mulut setengah terbuka. Kenapa Shi Xi berdiri di garis start, apa dia tersesat? Ketika peluit berbunyi, Shi Xi membuat awal yang indah, dan gerakannya sederhana dan cepat. Guo Zhi bergegas mengeluarkan ponsel dan mengarahkan kamera pada Shi Xi, ia menarik lensa ponsel lebih dekat untuk melihat Shi Xi. Dia melirik ke arah dosen dan menyiapkan buku untuk memblokir ponsel.

Kaki Shi Xi menghantam tanah, tidak ada perlawanan, dan gerakan itu seakan keluar dari gambar MTV, menarik jarak dari orang-orang di belakangnya, dan Guo Zhi menatap layar ponsel tanpa berkedip. Ini bukan sesuatu yang akan dilakukan Shi Xi. Di masa lalu, dia hanya ingin menyembunyikan dirinya, entah itu penampilan, keahlian atau bakat lainnya. Sekarang, dia mulai berubah dengan berlari. Atau ini hanya dia yang biasanya?
 
Ketika mereka mencapai akhir, banyak gadis berkumpul, dan Shi Xi tampak jijik, menjaga jarak dari gadis-gadis itu. Dia pergi ke pohon dan mengambil buku, duduk diatas rumput. Guo Zhi menopang dagu masih terus menatap layar ponsel. Tiba-tiba, Shi Xi melihat ke atas, dia melihatnya. Meskipun hanya sekilas, Guo Zhi tidak bisa menahan tawa. Jari telunjuknya tidak tahan untuk menyentuh Shi Xi di layar ponsel.
   
Tempat yang terhalang oleh batang pohon itu tiba-tiba ada tangan yang terulur, Guo Zhi mendekatkan wajahnya pada layar ponsel. Itu pasti tangan wanita. Kapan wanita itu duduk di sana? Kenapa dia duduk dengan Shi Xi? Kelas pendidikan jasmani yang terakhir kali Shi Xi tampaknya sudah duduk di posisi itu, ia terbiasa menjauh dan tidak terlalu peduli dengan orang lain. Tidak setiap kali ada wanita yang duduk disana saat kelas pendidikan jasmani bukan? Guo Zhi berharap tidak hanya bisa menggeser layar ponsel tetapi juga bisa menggeser pohon itu.
.
.

Guo Zhi gelisah di ruang kelas, dan Guo Ruojie duduk di bawah pohon menguap dengan malas. Guo Ruojie dan Shi Xi memang mengambil kelas pendidikan jasmani setiap minggu, mereka juga saling kenal dengan baik. Adapun mengapa keduanya duduk bersama, alasannya tidak terlalu rumit.

Karena penampilan Shi Xi, dia dengan cepat menjadi populer di kelas. Setiap kali dia duduk, para wanita selalu ingin datang dan mengobrol dengannya. Dia merubah kelas pendidikan jasmani biasa menjadi area jumpa idola. Sampai suatu saat tidak ada niat untuk berdiri dengan Guo Ruojie, para wanita itu benar-benar melepaskan keterikatan, berdiri di kejauhan dan hanya diam menatap. Ini adalah satu-satunya kegunaan wanita ini. Guo Ruojie tidak bicara banyak, hanya tahu makan dan tidur, tidak ada perbedaan seperti duduk di sebelah hewan.
    
Bagi Guo Ruojie, ketika duduk dengan Shi Xi, gadis-gadis di kelas akan selalu bertanya padanya tentang Shi Xi, dan mereka akan membeli makanan sebagai imbalan. Bagaimana bisa dia menolak hal yang begitu baik? Meskipun tidak ada dari keduanya menyebutkan itu. Tetapi dengan cara ini, kesepakatan itu diam-diam tercapai. 

Guo Ruojie mengantuk setelah makan, dia memejamkan mata dan mulai menundukkan kepalanya, Sayangnya, dia tidak menuangkan sel romantis ini ke bahu pria itu, tetapi pergi ke sisi lain dan jatuh di halaman. Layar memperlihatkan kepala, membuat mata Guo Zhi melebar. Walaupun hanya bisa melihat bagian belakang kepala, tetapi itu pasti seorang gadis.
.
.

Dalam pelajaran berikut, Guo Zhi masih tidak bisa berkonsentrasi mendengarkan, hanya ada satu pertanyaan di benaknya, Apa bukan hanya ia saja yang bisa duduk disebelah Shi Xi? Mungkin itu hanya boneka dengan wig, mungkin ia mengambil gambar arwah, itu hanya arwah perempuan. Pikirannya sangat optimis, dan dia tidak bisa tidak melihat bagian belakang setiap gadis di kampus, dan menatap curiga.
.
.

Setelah kelas malam belajar mandiri, Guo Zhi berjalan berdampingan dengan Shi Xi. Ia tiba - tiba bertanya tanpa berpikir. "Kau mau memberitahuku sesuatu kan?"
  
"Tidak."
   
"Seharusnya ada, coba pikirkan lagi?"

"Apa yang ingin kau katakan?"

"Apa kau suka bermain dengan boneka?" Setelah mengatakan itu ia langsung dihadiahi tatapan dingin Shi Xi, "Apa kau ingin mati?"

"Kalau begitu, kau tidak membunuh siapa pun baru-baru ini kan? Apa ada arwah penasaran yang mengikutimu?" Pertanyaan Guo Zhi itu mengerikan.

"Aku hanya ingin mengubahmu menjadi arwah."

“Kenapa kau selalu membuatku takut dengan mengatakan sesuatu yang mengerikan, tetapi kau tidak dapat berkomunikasi dengan benar." Percakapan ini sudah tidak normal sejak awal. Kehadiran Guo Ruojie mengganggu kedua orang itu, Guo Zhi dengan senang menyapanya. "Sepupu, senang melihatmu." Guo Ruojie hanya melambaikan tangannya dan melewati mereka. Guo Zhi melihat belakang kepala Guo Ruojie, bagaimana kepala wanita itu terlihat sedikit seperti bagian belakang kepala sepupunya? Dia bergegas maju, meraih kepala Guo Ruojie dari belakang dengan kedua tangan, dan menggerakkan dari sisi ke sisi, bergumam pada dirinya sendiri. "Rambut yang biasanya tidak terawat dan kering ini dan kepala besar ini, bagaimana terlihat mirip?!"

Guo Ruojie tidak bisa tidak mendengarnya. Dia hampir tidak bisa menahan untuk menghancurkan tangan orang yang menempel di kepalanya ini. "Kalau kau tidak lepaskan, aku akan mulai." Peringatan kasar itu membuat Guo Zhi melepaskan kepala Guo Rujie, mengingat sepupunya dan Shi Xi bersama-sama di kelas pendidikan jasmani, ia mundur selangkah, menatap syok pada Guo Ruojie dan Shi Xi bergantian. "Tidak. Apa itu kau? Tidak mungkin? Tidak hanya rambut, tetapi tangan kuning dan kasar juga sepertimu sepupu."
    
Guo Ruojie mengambil napas dalam-dalam, jika dia tidak terlalu malas untuk bergerak, dia benar-benar akan membunuhnya. "Apa yang kau khawatirkan?"

"Katakan, aku tidak marah, apa kau bermain¹ dibelakangku?" Dia mengatakan bahwa dia tidak marah, tetapi dia tidak bisa menahan diri untuk tidak terlihat marah.

¹Ditulisan aslinya, tertulis OOXX istilah gaulnya 'sex' di china, lol.

"Apa?" Shi Xi mengerutkan kening, kata-katanya jijik, "Aku tidak tertarik sedikitpun pada hewan ternak."

"Dan ya, banyak aspek sepupu yang benar-benar membuat pria tidak tertarik." Shi Xi mengatakan tidak, berarti tidak. Dan Guo Zhi tidak akan bertanya mengapa kedua orang itu duduk bersama. Ia hanya percaya pada Shi Xi.
 
"Kalian mengabaikan keberadaanku!" Guo Ruojie meremas tinjunya.

"Aku tidak akan memikirkannya ketika kau mengatakannya lebih awal."

“Apa aku orang yang seperti itu di matamu?” Shi Xi bertanya dengan dingin. 

"Salahku, salahku." Guo Zhi tersenyum meminta maaf.

"Tidak ada gunanya menampakkan wajah bodohmu itu."

Keduanya berjalan maju, meninggalkan Guo Ruojie dan luka-lukanya. Dia ingin membunuh, rasanya dia ingin membunuh dua bajingan didepannya itu.
.
.

Selama perjalanan menuju kamar asramanya, Guo Zhi terus meminta maaf pada Shi Xi atas kecurigaannya. Jika Shi Xi cemburu padanya hanya karena wanita biasa, ia juga akan kesal.
    
"Hey."

"Apa?" Guo Zhi pikir ia akan dimarahi.
    
"Hanya seperti duduk dengan hewan ternak karena aku tak ingin diganggu orang lain." Shi Xi jeda sejenak, seketika merasa jengkel harus mengatakan kalimat selanjutnya. "Jadi jika kau merasa tidak nyaman..." Belum selesai, Guo Zhi sudah menyela, memberi isyarat oke. "Tidak, selama kau tidak menyukai orang lain, aku baik-baik saja!"

Donasi buat Choco
Chapter terbaru tidak muncul di Select Chapter jadi klik judulnya dibawah!
Loading

Comments