52. Baju yang dipakai kurcaci kecil, apa kau yang beli?

Begitu dua hari libur di akhir pekan berakhir, tiba waktunya untuk pergi ke sekolah.

Mungkin sudah terbiasa bangun jam 6, Gu Yu langsung terbangun walau jam alarm belum berdering.

Mata Gu Yu terbuka lebar dan menatap langit-langit sejenak. Meskipun dia telah berada di rumah Shangyuan selama dua hari, tetapi dia masih belum terbiasa setiap kali bangun tidur.

Gu Yu perlahan menyibak selimut, siap untuk bangun dari tempat tidur.

Namun begitu bergerak, Gu Yu merasa pinggangnya seperti terkunci.

Dia menunduk dan mendapati Shangyuan memeluk pinggangnya erat. Lelaki itu masih tertidur dan berbaring miring disebelahnya.

Gu Yu memandang lengan di pinggangnya, pikirannya rumit.

Karena dua hari pertama Shangyuan selalu bangun lebih awal dari Gu Yu, jadi adegan ini, Gu Yu baru pertama kali melihatnya.

Gu Yu bertanya-tanya: Apa Shangyuan memiliki kebiasaan memeluk orang lain saat dia tertidur?

Ini pertama kalinya dia tahu.

Gu Yu tidak mau terlalu memikirkan itu jadi dengan hati-hati melepas lengan Shangyuan lalu turun dari tempat tidur dan pergi ke kamar mandi.

Gu Yu berdiri di depan wastafel kamar mandi dan melihat piyama kelinci di tubuhnya.

Gu Yu melirik ke telinga kelinci di topinya, dan melirik bagian belakang pantatnya ... Harus dikatakan bahwa ekor kecil di balik pakaian itu tidak enak dipandang mata.

Kenapa ada piyama yang aneh semacam ini?

Bukankah ini jenis piyama dewasa?

Gu Yu segera mencuci muka dan menyikat giginya lalu kembali ke kamar tidur.

Langkah pertama adalah dengan cepat melepas piyama aneh di tubuhnya dan menggantinya dengan pakaian normal.

Karena pakaian Gu Yu harus dicuci hari ini jadi dia memakai pakaian yang Shangyuan beli untuknya.

Setelah memakainya, Gu Yu merasa sedikit emosional.

... Meskipun hanya 800 yuan, dari bahan dan teksturnya terasa seperti pakaian harga ribuan.

Gu Yu menoleh kebelakang melihat Shangyuan yang masih tertidur. Tidak ada tanda-tanda untuk bangun.

Tapi berbicara tentang itu ...

Ini adalah pertama kalinya Gu Yu melihat penampilan tidurnya.

Itu sama sekali berbeda dengan ketika dia bangun.

Seolah-olah telah memudar semua rasa keterasingan dan jarak, tidak lagi menjadi begitu jauh. Bahkan wajahnya yang selalu tampak acuh tak acuh dan dingin terlihat lebih lembut.

Gu Yu tidak bisa tidak berpikir, jika gadis-gadis di sekolah melihat sisi Shangyuan saat ini, entah bagaimana reaksi mereka...

- Tapi bukan itu intinya.

Intinya adalah ...

Jika dia tidak bangun, mereka akan terlambat!

Gu Yu menoleh dan melihat waktu. Dia menemukan bahwa itu hampir setengah tujuh. Dia buru-buru berteriak, "Bo Shangyuan bangun, cepat bangun, kita akan terlambat jika kau tidak bangun."

Mendengar suara itu, Shangyuan mengerutkan kening, dia sedikit bereaksi namun masih belum bangun.

Meskipun sudah jam setengah enam, masih terlalu dini untuk Bo Shangyuan.

Gu Yu merasa cemas.

Waktu terus berlalu tetapi Shangyuan tidak menunjukkan tanda dia akan bangun.

Gu Yu akhirnya mengguncang bahunya dan berteriak di telinganya, "Bo...Shang...Yuan...  Cepat...bangun...."

Shangyuan seketika membuka matanya.

Wajahnya dingin dan mengerikan, tampak membeku menjadi lapisan es.

Shangyuan sangat terganggu.

Dan ini sangat serius.

Dalam hal ini, Duan Lun jelas tahu.

Pada awalnya, Duan Lun tidak tahu tentang emosi Shangyuan yang sangat serius saat tidurnya terganggu.

Saat itu di tahun kedua SMP dan pada sabtu siang, Duan Lun tidak ada melakukan apapun di rumah, dan berpikir untuk pergi ke rumah Shangyuan dan bermain dengannya.

Setelah Duan Lun pergi ke rumahnya, dia melihat Shangyuan sedang tidur di ranjang. Ketika itu karena masih tidak tahu, Duan Lun mengguncang Shangyuan menyuruhnya bangun.

Lalu ... sebelum sempat bicara, Shangyuan dengan ekspresi mengerikan meninju wajahnya.

Wajah dan hidung Duan Lun bengkak selama tiga hari.

Sejak saat itu, Duan Lun tidak berani membangunkan Shangyuan ketika sedang tidur, kecuali dia tidak ingin hidup.

Ketika Shangyuan dengan wajah dingin membuka mata, Gu Yu disisi lain mengambil satu set atasan dan celana panjang dari lemari dan melemparnya ke tempat tidur.

Gu Yu mengamati isi lemari mencari kaus kaki Shangyuan dan buru-buru berkata tanpa menoleh, "Sekarang jam setengah enam, cepat bangun kalau tidak ingin terlambat."

Ketika mendengar suara Gu Yu, raut dingin di wajah Shangyuan perlahan-lahan mulai berkurang.

Dia bangun terduduk dan melihat jam, begitu mendapati 'baru' 6:25, dia tidur lagi.

"Sedikit lagi."

Bagi Boshangyuan, belum terlambat untuk bangun lagi jam 6.40.

Bangun pukul 6.40, luangkan waktu 5 menit cuci muka, 5 menit jalan kaki ke halte, lalu naik bus 30 menit dan sampai.

Melihat Shangyuan kembali berbaring, Gu Yu langsung menangkap lengannya, merasa cemas. "Cepat bangun, kalau tidak, benar-benar akan terlambat!"

Bo Shangyuan tidak menanggapi.

Gu Yu melepas tangannya begitu melihat jam tepat 6.30.

Shangyuan memiliki nilai yang baik, siswa top, dan peringkat satu. Bahkan jika dia terlambat, guru tidak akan mengatakan apa-apa. Tapi Gu Yu berbeda. Dia siswa kelas E, tidak bisa dibandingkan dengan kelas A.

Gu Yu mengambil pekerjaan rumah dan berkata tanpa menoleh, "Kalau begitu aku pergi duluan."

Setelah itu, dia pergi.

Shangyuan membuka mata, memegang dahinya, dan akhirnya bangun dan siap berganti pakaian.

Lupakan.

... Dia sendiri yang membiarkannya untuk tidak pulang ke rumah.

Dalam waktu kurang dari lima menit, Shangyuan selesai menganti pakaian dan mencuci muka.

Keduanya memakai sepatu dan keluar. Ketika mereka meninggalkan rumah, langkah kaki Gu Yu berhenti.

Gu Yu berdiri di luar pintu rumah Shangyuan dan menoleh ke pintu sebelah. Oh tidak, harus dikatakan bahwa itu adalah rumahnya.

Sebelumnya dia keluar dari rumahnya, dan melewati rumah Shangyuan untuk pergi ke sekolah. Dan sekarang dia keluar dari pintu rumah Shangyuan, dan kemudian pergi ke sekolah.

Sebelumnya dia melihat pintu rumah Shangyuan yang tertutup. Tapi sekarang, pintu rumahnya sendiri yang tertutup.

Gu Yu melihat pintu yang tertutup dan ekspresinya tampak sedikit rumit.

Shangyuan mengerti melihat ekspresi Gu Yu jadi tidak mengatakan sepatah kata pun.

Gu Yu menatap pintu rumahnya sejenak, lalu menarik pandangannya.

Dia tidak tahan untuk berpikir: ... Rasanya menyenangkan tidak pulang.

Tidak ada lagi yang memarahinya, membandingkannya dengan yang lain. Mengatainya hanya diam seperti orang bodoh, tentang nilainya tidak baik, karakternya tidak baik.

Gu Yu tanpa sadar tersenyum kecil.

Dia berbalik, dan berkata, "Ayo pergi."
.
.

Tiga puluh menit kemudian.

Sekolah Menengah Chengnan.

Sama seperti hari senin sebelumnya, setiap kali hari senin, akan ada siswa yang sangat sibuk menyalin PR.

Mereka yang terburu-buru menyalin PR terlalu senang bermain selama dua hari libur di akhir pekan, dan benar-benar lupa akan pekerjaan rumah, dan ketika hari senin tiba, mereka baru memikirkannya.

Sama seperti Shen Teng.

Shen Teng menggesek pena dikertas dengan cepat menyalin tugas milik Jin Shilong, teman semejanya. Disaat menyalin, Shen Teng secara tidak sengaja melirik Gu Yu yang baru memasuki ruang kelas. Matanya seketika berbinar.

Seakan melihat penyelamat, dia bergegas berteriak, "Xiao Yu Yu, pinjamkan aku tugas sejarah untuk disalin."

Gu Yu bergumam, tanpa berpikir langsung menyerahkan tugas sejarahnya.

"Xiao Yu Yu, pinjamkan aku tugas matematika juga!"

Sejak Gu Yu mulai belajar pada Shangyuan, skor matematikanya semakin baik setiap hari.

Shangyuan yang mendapat peringkat satu dengan poin lebih dari 700, menjelaskan jauh lebih unik daripada yang lain, entah itu metode penjelasan atau serangkaian proses dan langkah pembelajaran. Setiap kali Gu Yu mendengarkan penjelasan Bo Shangyuan, dia akan mendapat banyak manfaat.

Tetapi sangat menjengkelkan untuk menyalin 30 kali satu pertanyaan yang salah.

Gu Yu menyerahkan tugas matematika kepada Shen Teng.

Shen Teng mengambil alih penuh syukur, "Terima kasih, kakak! Adik sangat berterima kasih."

Gu Yu bergumam dan dengan tenang duduk dibangkunya.

Selama tiga tahun berteman, tentu saja Shen Teng tahu temperamen Gu Yu. Walau tidak mengatakan sepatah kata pun, Shen Teng bisa melihat bahwa suasana hatinya hari ini tampak baik.

Shen Teng tidak tahan untuk bicara. "Xiao Yu Yu, kau terlihat baik hari ini."

Gu Yu bergumam.

Shen Teng tampak penasaran, "Apa ada hal yang baik? Apa kau menang lotre? Atau mendapat uang?"

Karena Shen Teng tahu situasi keluarganya, maka bagi Shen Teng, Gu Yu tidak bermaksud menyembunyikan jadi dia dengan tenang berkata, "... Aku pindah dari rumahku."

Shen Teng mengumpat dan ekspresinya luar biasa.

"WTF ... sungguh?"

"Hm."

Shen Teng dengan bersemangat menepuk meja, "Kau sudah pindah! Jadi apa bisa aku datang nanti?"

Shen Teng jelas tahu situasi keluarga Gu dan juga tahu seperti apa ibu Gu. Meskipun dia ingin membantu, dia tidak bisa berbuat apa-apa. Bagaimanapun, ini adalah masalah keluarga orang lain, dan dia hanya orang luar.

Lagipula Shen Teng juga tidak tahu bagaimana ikut campur.

Shen Teng tahu ibu Gu tidak suka Gu Yu bermain game, hanya ingin Gu Yu belajar, dan Shen Teng tidak suka belajar, sehingga Shen Teng tidak pernah datang kerumahnya. Dia juga takut akan dimarahi Ibu Gu.

Shen Teng pernah mendengar ocehan Ibu Gu.

Saat itu dia ingin pergi ke rumah Gu Yu untuk bermain dan dia tidak sengaja mendengarnya.

Kata-katanya sengit dan sangat buruk.  Kalimat-kalimat itu, Shen Teng tidak pernah mendengarnya dari mulut ayahnya. Sebelumnya Shen Teng tidak mengerti dengan sifat Gu Yu yang sangat aneh dan canggung. Setelah mendengar bagaimana ibu Gu memarahinya di rumah, Shen Teng akhirnya mengerti.

Jika kapasitas mentalnya buruk, dia pasti sudah bunuh diri sejak awal.

Mendengar itu, Gu Yu ragu. "Aku tidak yakin kau bisa datang ..."

Gu Yu merasa Shangyuan mungkin tidak setuju.

Shen Teng menutup mulutnya, sedikit depresi, tetapi kemudian, memikirkan sesuatu, dia kembali bertanya. "Ah ya, dimana kau pindah? Kerabat lain? Atau dimana?"

Gu Yu ragu-ragu.

Setelah beberapa saat, Gu Yu berkata, "... Rumah paman sebelah."

Shen Teng mengerutkan keningnya. "Apa dia paman yang waktu itu menggunakan ponselmu untuk membalas pesanku saat kau makan es loli?"

Gu Yu bergumam mengiyakan.

Ekspresi Shen Teng kusut.

Entah bagaimana, Shen Teng selalu merasa paman ini, sedikit aneh. Dia menurunkan suaranya dan bertanya, "Pamanmu itu ... Tidak bermasalahkan?

Gu Yu bingung. "Masalah apanya?"

"Aku dengar ada beberapa paman yang lebih tua memiliki beberapa hobi khusus. Mereka suka menculik di bawah umur ..."

Kalau tidak, seorang paman tetangga yang baru saja pindah, mengapa begitu baik pada Gu Yu?

"..."

Pada saat bersamaan.

Kelas A di lantai dua, sudut mata Shangyuan berkedut.

Gu Yu terdiam sesaat, lalu dia tidak ragu untuk menjawab, "Tenang saja dia sama sekali tidak memiliki hobi semacam itu."

Setelah Shen Teng melihat bahwa Gu Yu sangat bertekad, dia tidak terus bertanya. Meskipun Shen Teng masih merasa ada sesuatu yang salah, tetapi dimana salahnya, dia tidak bisa menjelaskan.

Shen Teng memikirkannya sesaat, tidak berhasil menemukan jawaban, dan akhirnya menyerah.

Dia menggaruk kepalanya, "Ngomong-ngomong, kau pindah sekarang. Rumahmu itu, jika aku pergi untuk tinggal beberapa hari, aku hampir bisa menjadi gila."

Ketika memikirkan ibu Gu, Shen Teng tidak bisa menahan diri untuk tidak merinding.

Mengerikan, mengerikan.

Jiang Zhenshan yang duduk di samping mendengarkan, dan dengan penasaran bertanya, "Apa yang terjadi dengan rumah Gu Yu?"

Shen Teng merespon, "Ibunya benar-benar mengerikan ..."

Jin Shilong yang duduk di depan selesai membaca komik dan hendak memasukkan buku komik itu ke dalam laci, namun dia tiba-tiba menemukan sesuatu.

Jin Shilong memandangi pakaian Gu Yu, mengerutkan kening dan ekspresinya aneh.

Ah? Pakaian CL&OL?

Jin Shilong ingat bahwa merek pakaian ini untul satu helai harganya ribuan yuan.

Jin Shilong masih ingat bahwa pakaian yang dikenakan Gu Yu sebelumnya tidak ada yang mendekati seribu yuan.

Lalu ...

Dari mana pakaian ini berasal?

Saat ini.

Kelas A.

Setelah pergi ke sekolah, Duan Lun tidak mengatakan apa-apa dan langsung ke intinya.

Duan Lun duduk di belakang Shangyuan, menyipit, dan merendahkan suaranya, "... Aku melihatnya kemarin, kau bersama kurcaci kecil dari kelas E."

Shangyuan tidak merespon, pandangannya tenang.

Duan Lun bertanya, "Apa hubungan si kurcaci kecil denganmu? Jangan bilang kalau dia adalah... putra Paman Bo dari simpanan yang lain?"

Duan Lun hampir keliru mengatakan sebagai ayahmu.

Mendengar itu, Shangyuan menoleh tanpa ekspresi, "Bukan."

"Jika bukan, lalu apa?"

Shangyuan tidak merespon.

Duan Lun mendengus.

——Untuk membuat Shangyuan terbuka dan berbicara jujur itu lebih sulit daripada menggapai langit!

Melihat Shangyuan enggan mengatakan, Duan Lun tidak bertanya lagi.

Hal ini dengan cepat dibuang oleh Duan Lun.

Meskipun Duan Lun memang ingin tahu tentang hubungan antara keduanya, dia hanya ingin tahu tentang hubungan tersebut. Adapun tentang si 'kurcaci kecil' kelas-E, Duan Lun tidak tertarik.
.
.

Saat kelas kedua, waktunya untuk melakukan senam pagi.

Seperti biasanya, Shangyuan dan Duan Lun tidak pergi.

Siapa yang suka melakukan senam konyol itu.

Ketika sekelompok siswa di sekolah melakukan senam, Duan Lun tidak melakukan apa-apa, bersandar ke jendela dan melihat 'pemandangan' di lapangan.

Dia menghela nafas, "Gerakan konyol itu hampir seperti pasien sakit jiwa."

Duan Lun mengamati dan perlahan-lahan memperhatikan sesuatu.

Kelopak mata Duan Wan berkedut.

Bagaimana dia bisa melihat bahwa kurcaci kecil itu mengenakan ... pakaian CL & OL?  Itu adalah pakaian di toko yang dilihatnya kemarin.

Jangan katakan padanya ... Shangyuan tidak membeli pakaian untuk diri sendiri, tetapi untuk membelikan si kurcaci kecil ini.

Duan Lun menatap Gu Yu tanpa berkedip dan hatinya menjadi semakin ngeri.

Duan Lun berbalik dan bertanya dengan ekspresi tidak percaya. "... Baju yang dipakai kurcaci kecil, apa kau yang beli?"

Shangyuan merespon tanpa mengangkat matanya, "Hm."

Duan Lun benar-benar terkejut, "WTF ... Apa hubungan si kurcaci kecil itu denganmu?"

Shangyuan merespon dingin. "Menurutmu?"

Duan Lun mencebik dan berkata, "Sialan, aku akan menanyakan sendiri padanya!"

Shangyuan terlihat tenang.

Tidak merespon.

Karena dia juga ingin tahu bagaimana Gu Yu akan menjawab.

Tidak lama kemudian, Duan Lun membuka peluang.

Kelas keempat pada hari Senin, kelas pendidikan jasmani.

Itu juga satu-satunya pelajaran dimana Kelas A dan Kelas E bergabung.

Donasi buat Choco
Chapter terbaru tidak muncul di Select Chapter jadi klik judulnya dibawah!
Loading

Comments

  1. Kau tidak akan mendapatkan jawaban krn antara dia dn teman mu sama2 pelit bicara 😂

    ReplyDelete

Post a Comment