51. Keinginan untuk menjadi dekat

Jam alarm di bawah bantal terus bergetar. Mata Guo Zhi seketika terbuka lalu duduk, mengusak kepalanya sebelum mengguncang tubuh Shi Xi disebelahnya. "Bangun, kau kan sudah janji untuk pergi keluar hari ini." Tidak ada gerakkan, Guo Zhi pun kembali berbaring, dan meletakkan tangannya bahu Shi Xi, matanya setengah menyipit, memfokuskan pupilnya pada wajah indah Shi Xi. Dia tak tahan untuk bergumam, "Apa yang bisa aku makan untuk tumbuh seperti ini? Aku biarkan kau tidur selama sepuluh menit, setelah itu kau harus bangun, dengar?" Setelah itu, Guo Zhi tertidur, dan ketika dia bangun lagi, dia melihat ke arah jam yang sudah pukul 11. Sekarang rasa kantuknya hilang, dia langsung melompat dari tempat tidur.

Ketika Shi Xi keluar dari kamar mandi sambil menyeka rambutnya perlahan, Guo Zhi bergegas ke kamar mandi, dan dia menyikat giginya, "Kenapa kau tidak membangunkanku?"

"Kenapa kau tidak bangun sendiri?" Ketika mendengar itu, ia tidak bisa membantahnya. Guo Zhi meludahkan busa di mulut, berkumur, mencuci wajahnya lalu melepas pakaian dan berjalan keluar kamar mandi, mengganti pakaian bersih dan mengambil tas kemudian berdiri di pintu, "Jangan buang waktu."
    
Shi Xi menampakkan ekspresi enggan, dihari libur nasional ini, yang hanya bisa dilihat hanyalah mobil dan kerumunan dimana-mana. Dulu, Shi Xi tidak akan pernah memilih untuk pergi keluar selama masa libur. Tetapi sekarang melihat ekspresi antisipasi Guo Zhi membuatnya menutup mulutnya, berdiri, mengambil alih tas Guo Zhi, dan keduanya pun pergi bersama.

Bagaimana mengisi waktu untuk liburan tiga hari, Guo Zhi sudah mengaturnya. Pertama-tama mereka akan berjalan menuju halte bus. Begitu melewati bank, ada sebuah truk uang berhenti di depan mereka, beberapa pengawalan turun dari mobil, tanpa ekspresi sambil memegang pistol ditangan mereka, Guo Zhi segera mengalihkan pandangannya. Ia menarik Shi Xi menjauh, "Jangan lihat mereka."
    
"Apa yang kau lakukan?"

"Aku merasa kalau melakukan kontak mata, aku akan panik. Bagaimana kalau mereka berpikir aku ingin merampok bank, lalu menembakku?"    

Shi Xi menatapnya seakan melihat orang idiot. "Seorang pria sangat takut mati."

"Apa takut akan kematian berhubungan dengan jenis kelamin? Apa kau tidak takut?"

"Jika kau lahir, kau harus mati. Bisakah kau meninggalkan dunia dalam keadaan hidup?"
    
"Hei! Baru saja keluar dan mengucapkan kata-kata sial ini, cepat meludah ke tanah, supaya kau bisa mengimbangi apa yang baru saja kau katakan." Entah dari mana Guo Zhi mendengar takhayul ini.
   
 "Aku lebih ingin meludahimu." Shi Xi berjalan ke depan, Guo Zhi mengikuti, "Hei, aku berkata sebenarnya. Jangan jalan terlalu cepat, tunggu aku."
.
.  

Bus sangat berdesakan. Guo Zhi meraih pegangan dan tangan lainnya menyentuh ponsel melihat jadwal. "Berhenti di 5 halte lalu turun dari bus. Apa kita harus makan dulu setelah turun?" Masih menggeser layar ponsel, Guo Zhi tidak mendengar jawaban untuk waktu yang lama. Ia mendongak dan mendapati Shi Xi memakai penyumbat telinga. Guo Zhi tersenyum dan kembali menggeser layar ponselnya.
 
Ketika mereka turun dari bus, mereka membeli beberapa makanan ringan di sisi jalan, Guo Zhi masih menatap ponselnya sambil makan.   
    
"Jangan bermain-main dengan ponselmu ketika kau makan." Shi Xi memandangi Guo Zhi dan melepas penutup kuping. Guo Zhi dengan patuh memasukkan kembali ponsel itu ke dalam tas dan menggigit roti di mulutnya. "Kau baru-baru ini suka mendengarkan lagu?"

"Hanya terlalu bising di sekitar."

"Sekarang sangat bising, kenapa kau melepasnya?"

“Sekarang kau ingin aku mendengarkanmu kan?” Terkadang Shi Xi terlalu, jelas ucapannya itu biasa saja, tidak berarti, tetapi selalu menyentuh perasaan Guo Zhi. Shi Xi menatapnya. "Kenapa kau tidak bergerak?"
    
 "Aku, aku tidak. Selanjutnya, naik bus dan akan turun setelah melewati 8 halte. Laporan selesai. Jika aku menarik jari kelingkingmu, itu berarti kita harus turun. Jika aku menarik jari telunjukmu, hati hati, ada pencuri di dalam bus. Jika yang aku tarik adalah jari manis, itu tidak berarti apa-apa, aku hanya sedikit merindukanmu."
   
"Apa yang kau bicarakan? Bodoh..." Shi Xi tidak selesai bicara. Guo Zhi sudah mengambil penutup kupingnya. "Jadi, tetaplah di duniamu." Dia berjinjit dan meletakkan kembali penutup kuping di telinga Shi Xi. Seketika suara disekitarnya menghilang, dan Guo Zhi di depannya tertawa. Senyumnya seperti meminjam sinar matahari dari keramaian dan hiruk pikuk. Sisi gelap Shi Xi sedikit sulit menghindar, dia mengulurkan tangan dan menutupi wajah Guo Zhi. "Jangan tertawa dengan santai seperti orang idiot."
    
"Aku bahkan tidak tertawa." Guo Zhi mendatarkan bibirnya dan mengikuti Shi Xi.
.
.

Setelah melewati 8 halte, mereka tiba ditujuan dan tidak ada banyak orang di sekitar. Shi Xi melepas penyumbat telinga. "Jika kau melihat bunga dan menikmati rumput, kau akan mati dengan sangat keras."
 
"Hei! Berhentilah mengatakan mati. Hari ini kau harus meludah dua kali dan menghentak kaki enam kali."

Pada saat itu, Shi Xi memandang bangunan megah di depan, dan matahari terpantul di kaca, dan tiga karakter besar di sebelah kiri sangat mencolok: perpustakaan. Ia pikir Guo Zhi akan mengunjungi tempat-tempat menarik seperti pergi ke taman hiburan, tetapi ia tidak menyangka Guo Zhi membawanya kesini.

"Bagaimana, ini adalah perpustakaan terbesar di kota, perpustakaan yang paling lengkap." Guo Zhi sedikit bangga, menunggu pujian dari Shi Xi.
    
"Apa yang kau banggakan, itu bukan rumahmu."    
    
Ada beberapa orang yang duduk di perpustakaan, dan jendela dari lantai ke langit-langit serta deretan rak buku yang rapi luas dan cerah. Mereka berpisah di pintu masuk dan pergi ke partisi buku yang mereka minati. Guo Zhi memilih buku yang ia minati, dari fotografi hingga tutorial PS, dan kemudian melihatnya dan mengambil buku yang dipilih kemudian pergi menemui Shi Xi.
  
Dia berjalan melalui deretan rak buku, buku-buku bergoyang di tangannya, sepatu kanvas menyentuh lantai yang halus, dan dia memandang pasangan yang duduk di sana, mereka intim, si wanita tersenyum dan bersandar bahu si pria, berbisik dengan lembut. Mereka terlihat bahagia. Guo Zhi teringat pasangan dua lelaki yang ia lihat di mal, tetapi mereka terluka oleh semua orang karena mereka berpegangan tangan.
    
Perasaan benar-benar tidak dapat dibandingkan.

Guo Zhi telah bermeditasi berkali-kali di hatinya, tidak peduli, tidak peduli.
 
Tetapi sangat penting untuk menghadapi kenyataan, doa yang tak terhitung jumlahnya, tekad yang tak terhitung jumlahnya, dan tiba-tiba menjadi rentan.
    
Guo Zhi terus berjalan jauh ke dalam perpustakaan dan akhirnya melihat Shi Xi. Dia duduk dilantai dengan kedua kakinya ditekuk, satu tangan memegang buku, satu tangan di lutut, bulu matanya dengan kedipan lambat. Berdetak, bibir yang tidak bergerak itu masih merupakan bentuk godaan, dan segala yang ada di hatinya membuat orang merasa seperti mereka bersedia untuk menyerah. Guo Zhi perlahan mendekati Shi Xi, ia menyelinap duduk di sebelahnya.
  
Apa ini sedikit terlalu berlebihan karena menyukainya, selama berada didekatnya, ia sudah merasa bahagia.

Dia menatap kamera pengintai di kiri atas. "Bukankah itu akan terekam? Jika penjaga melihat dua gambar anak laki-laki duduk bersama, akankah mereka mengusik kita?" Selalu ada banyak pemikiran positif dan optimis tentang aspek ini, namun pada titik ini, optimismenya telah dilumpuhkan berkali-kali, dan ada gejala sisa. Guo Zhi menekan tangannya dilantai dan hanya ingin bergeser untuk duduk sedikit lebih jauh, tetapi lengannya diseret Shi Xi membuat ia tidak stabil dan wajahnya menyentuh bahu Shi Xi.
    
"Tutup mulutmu," Shi Xi sudah lebih dulu mencegahnya bicara lagi.

Guo Zhi kembali duduk, menegakkan tubuhnya dan tangan mereka bersentuhan. Ia meluruskan kakinya, matahari yang masuk baru saja berhenti di kaki mereka. Dia membuka buku dan melihat beberapa halaman, dan tangannya tanpa sadar menempel di lutut Shi Xi.

Orang lain selalu ingin membiarkan mereka berpisah, tetapi mereka selalu berpikir tentang bagaimana ingin menjadi lebih dekat.

Donasi buat Choco
Chapter terbaru tidak muncul di Select Chapter jadi klik judulnya dibawah!
Loading

Comments