50. Kau ingin pulang atau tinggal denganku

Mendengar itu, Ibu Gu membeku.

Kali ini, ayah Gu merespon dengan lunak. "Mana bisa? Bagaimanapun, kami adalah keluarganya. Bagaimana dia tidak tinggal dengan keluarganya tetapi tinggal di rumah orang lain? ... Dan dia tinggal denganmu, itu pasti merepotkan."

"Aku tidak merasa repot."

Shangyuan mengalihkan pandangannya ke ibu Gu dan berkata, "Bibi juga berpikir begitu kan?"

"Bibi tidak bilang ..."

"Bibi sering menyuruhnya datang padaku, memberi hadiah, dan memintaku memberinya pelajaran."

Ibu Gu terdiam lagi.

Subteksnya adalah ketika menyuruh Gu Yu pergi mencari Shangyuan untuk membuat kelas dan menjalin hubungan yang baik, Bukankah dia tidak merasa itu merepotkan?

Ayah Gu tahu bahwa mereka tidak bisa membantah, dia melakukan pendekatan emosional. "Bagaimanapun, kami adalah orang tuanya ..."

Sangat disayangkan, bagi Shangyuan pendekatan ini sama sekali tidak berguna.

Karena Shangyuan tidak memahami apa itu keluarga.

Dia dengan santai membalas, "... setiap hari membandingkan anakmu dengan anak orang lain, apa dia pernah mengatakan kalian tidak sebaik orang tua orang lain?"

Ayah Gu terdiam sejenak, "Cara mendidik kami agak bermasalah ..."

Shangyuan langsung memotong, "Apa kalian tahu dia mendapat 547 poin bulan ini?"

Kedua orangtua itu tertegun.

Karena Gu Yu tidak mengatakannya sama sekali.

Ibu Gu secara tidak sadar berkata, "Bagaimana mungkin, bagaimana dia bisa mendapat begitu banyak poin, apa dia tidak mencontek siswa lain? Dia hanya mendapat lebih dari 410 poin dalam ujian bulanan pertama, bagaimana mungkin meningkat lebih dari 100 poin sekaligus?"

Shangyuan mencemooh, "Mencontek bisa dapat peringkat satu dikelas?"

Ibu Gu terdiam.

Pada saat ini, ayah Gu menoleh ke arah ibu Gu dan bertanya. "Apa kau tidak bertanya tentang nilainya?"

Ibu Gu mengerti. "Aku bertanya, tetapi dia tidak bilang ..."

Ayah Gu dan ibu Gu telah menikah selama bertahun-tahun, dan jelas tahu watak Ibu Gu.

Ibu Gu selalu suka berprasangka dan mengambil kesimpulan sendiri tanpa menunggu pihak lain berbicara.

Ayah Gu bertanya, "Apakah dia tidak mau bilang, atau kau yang tidak memberinya kesempatan bicara?"

Ibu Gu diam.

Ayah Gu memahaminya lagi.

Ayah Gu menghela nafas dan terlihat sedih.

Cara mendidik mereka benar-benar bermasalah ...

Shangyuan kemudian berkata, "Karena bibi dan paman hanya akan membandingkannya dengan orang lain sepanjang hari, maka dia lebih baik tinggal di rumahku. Setidaknya aku bisa memberinya pelajaran."

Suara Shangyuan dingin, dan kata-katanya penuh cemoohan.

Ketika memikirkan perilaku ibu Gu setiap hari, dan kemudian mendengar kata-kata Bo Shangyuan, ayah Gu merasa malu. Mereka tidak melakukan apa pun selain membandingkan Gu Yu dan anak orang lain sepanjang hari.

Ibu Gu ingin menyangkal, tetapi dia membuka mulutnya dan menemukan bahwa dia tidak dapat menyangkalnya.

Disisi lain Ayah Gu bersiap untuk mengatakan sesuatu, tetapi dengan cepat disela Shangyuan.

Dia mengalihkan pandangannya ke ibu Gu lagi dan berkata, "Bukankah ini yang Bibi inginkan?"

Ibu Gu berpikir bahwa dia selalu menyuruh Gu Yu pergi ke Shangyuan untuk membuat kelas setiap hari, bertanya pekerjaan rumah dan belajar, bahkan mengirim pesan setiap hari, atau memberikan hadiah ... Ekspresi ibu Gu kaku, tidak bisa mengatakan apa-apa.

Ini memang apa yang diinginkan ibu Gu, dan apa yang dia harapkan, tetapi dia tidak pernah mengharapkan bahwa Gu Yu tidak akan pernah pulang lagi.

Tetapi Ayah Gu masih tidak yakin bahwa Gu Yu tidak akan pulang.

Meskipun cara mendidik mereka memang bermasalah, tetapi bagaimana pun, darah lebih kental dari air, mereka orang tuanya, hidup bersama selama 16 tahun, bagaimana mungkin dia tidak akan pulang ketika mereka menyuruhnya pulang?

Ayah Gu membujuk dengan sabar. "Shangyuan ah, aku tahu kau bermaksud baik untuk Gu Yu, tetapi ini tergantung pada keinginan pribadinya ... Jika dia benar-benar tidak ingin pulang, kami tidak menghalangi ... tetapi jika ..."

Shangyuan merespon dengan santai. "Jika dia benar-benar ingin pulang, dia akan pulang semalam dan akan menjawab telepon."

Ayah Gu berpikir semalaman panggilannya tidak dijawab. Di pagi hari, bahkan setelah mendengar kata-kata ibu Gu, dia langsung mematikan ponsel dan tidak pernah menyalakannya. Ayah Gu seperti ibu Gu, tiba-tiba kehilangan kata-kata..

Setelah waktu yang lama, ayah Gu menemukan suaranya lagi.

"Apa dia bilang tidak ingin pulang?"

Shangyuan tanpa ekspresi merespon. "Ya."

Ayah Gu diam.

Ayah Gu bahkan tidak tahu bahwa anak mereka sudah tidak puas dengan mereka sejauh ini. Ayah Gu berpikir bahwa setiap kali ibu Gu membandingkan Gu Yu dan anak lain, Gu Yu tidak memasukkannya ke dalam hati, tetapi tidak disangka, pada kenyataannya, Gu Yu selalu menyimpan itu.

Mereka adalah orang tua yang terlalu tidak kompeten.

Shangyuan melihat jam tangan dan menemukan bahwa itu hampir jam sebelas, dan langsung menuju ke inti  "Di mana buku tugasnya."

Ayah Gu yang sudah tidak bisa membujuk lagi, hanya bisa menunjuk ke arah kamar Gu Yu dan berkata, "Itu kamarnya, aku tidak tahu di mana dia meletakkannya. Kau cari saja ..."

Tidak menyangka ayah Gu benar-benar setuju, ibu Gu panik.

Ibu Gu selalu memarahi ​​Gu Yu setiap hari mengatakan bahwa nilainya tidak bagus. Dia selalu melihat Gu Yu hanya diam dan yakin Gu Yu tidak ambil hati. Siapa sangka, karena hal ini, dia bahkan tidak mau pulang.

Ibu Gu tidak menduganya.

Ibu Gu panik dan berkata. "Suamiku, kau benar-benar setuju..."

Ayah Gu sangat lelah. "Shangyuan tinggal di sebelah, dekat dengan rumah kita. Jika ada sesuatu, kita bisa tahu. Sama seperti yang dia bilang, bagaimanapun, kita hanya akan memarahi Gu Yu di rumah, lebih baik tinggal dengannya. Kau dulu yang membiarkan dia pergi untuk berteman dengannya dan bertanya tentang pekerjaan rumah. Dia akan tinggal di rumah Shangyuan, itu tidak buruk."

Ibu Gu masih ragu-ragu. "Tapi ini ..."

Ayah Gu tidak lagi ingin membahasnya. "Jangan katakan lagi, siapa suruh kita menjadi orang tua yang buruk."

Ibu Gu tahu kesalahannya dan menutup mulut.

Aksi Shangyuan sangat cepat. Setelah memasuki kamar Gu Yu, kurang dari dua menit kemudian, dia sudah menemukan buku PR Gu Yu.

Tidak hanya pekerjaan rumah, tetapi juga seragam sekolah Gu Yu dibawa bersamanya.

Shangyuan kembali ruang tamu dan berpamitan, "Bibi paman selamat tinggal."

Ayah Gu memikirkan sesuatu, dia berdiri dari sofa dan berkata, "Ah ya, apa Gu Yu masih ada uang saku? Kau bisa membantuku ..."

Ayah Gu mengambil uang dari sakunya.

Shangyuan merespon dingin. "Tidak perlu paman, aku punya uang."

Shangyuan bisa memberikan berapapun yang Gu Yu mau.

Ayah Gu tidak bisa membantu tetapi berkata, "Tapi itu adalah uangmu..."

Tidak menunggu ayah Gu selesai bicara, Bo Shangyuan langsung berbalik dan kembali ke rumah. Kedua orang tua itu terdiam dan hanya bisa mengawasi kepergiannya.

Setelah kembali kerumah, Shangyuan meletakkan pekerjaan rumah dan seragam sekolah di sofa.

Gu Yu yang baru bangun, tampak bingung melihat Shangyuan baru saja kembali dari luar. "Kau darimana?"

"Tidak kemana-mana."

Shangyuan menutup hidungnya, secara tidak wajar mengalihkan pandangannya.

"Ketika kau bangun, pergi dan kenakan celanamu."

Gu Yu baru bangkit dari tempat tidur, dan ujung kaos dipangkal kakinya terlalu berantakan. Sudut pakaiannya terangkat, memperlihatkan pantat kecil yang terbungkus celana pendek yang kebesaran. Karena pakaiannya terlalu besar, kerahnya bengkok di satu sisi, memperlihatkan tulang selangkanya yang putih.

Yang paling menggoda adalah kaki telanjangnya.

Gu Yu tidak berbulu dan ini sangat menonjol di kakinya. Jika dipandang, kakinya tidak terlihat bulu sedikitpun dan begitu halus.

Gu Yu bergumam dan ketika dia hendak berbalik, dia tiba-tiba melihat seragam sekolah dan pekerjaan rumahnya di sofa, dia menatap balik Shangyuan dengan bingung, "Bagaimana pekerjaan rumah dan seragam sekolahku ada disini?"

Bukankah itu ada di kamarnya?

"Pakai celana dulu."

Gu Yu bergumam lagi, namun belum melangkah, "... Celana mana yang paling murah?"

Gu Yu tidak berani mengenakan pakaian mahal, karena takut dia tidak akan memperhatikannya, dan akan menodai celana Shangyuan yang berharga tujuh atau delapan ribu itu.

Shangyuan menatapnya sejenak, "Yang bawah."

Gu Yu merasa lega dan berjalan ke arah kamar tidur.

Shangyuan berbalik ke dapur dan siap untuk mulai memasak. Dia mengeluarkan bahan makanan untuk digunakan dari lemari es.

Tidak lama, Gu Yu yang sudah mengenakan celana panjang dan berjalan ke dapur dengan canggung sambil menarik kaki celana. "Celananya terlalu panjang ..."

Tinggi Shangyuan 183, Gu Yu hanya 168, tentu saja kaki Shangyuan jauh lebih panjang dari Gu Yu.

Shangyuan memandang Gu Yu lalu meletakkan bahan makanan dari tangannya. Dia melangkah maju dan berjongkok di depan Gu Yu, menggulung celananya.

Shangyuan kembali berdiri dan berkata, "Oke."

Tindakan Shangyuan membuat Gu Yu membeku sejenak.

Dia tanpa sadar berkata, "Terima kasih ..."

Hati Gu Yu terasa sedikit aneh, tetapi melihat ekspresi Shangyuan yang tidak berbeda dengan sebelumnya, dia sepertinya terlalu berpikir jauh.

Meskipun begitu, tetapi tepat ketika Shangyuan tiba-tiba berjongkok dan menggulung celana panjangnya, Gu Yu sangat terkejut dan sulit dipercaya.

Lagi pula, di mata Gu Yu, Bo Shangyuan selalu menjadi penampilan profil tinggi ...

Shangyuan kembali berdiri di dapur dan tidak menoleh. "Aku akan membeli celana baru nanti."

Gu Yu bergumam 'oh' seperti biasa, dan tidak bicara, namun tiba-tiba merasa ada sesuatu yang salah.

Gu Yu bertanya-tanya, "Aku akan pulang dan mengambilnya dirumah, kenapa kau harus membeli yang baru ..."

Mendengar itu, Shangyuan menoleh, "Kau yakin mau pulang?"

Ingatan Gu Yu tiba-tiba terbangun. Dia memikirkan hal kemarin dan juga tamparan itu.

Gu Yu terdiam.

Dia kemudian bersuara. "Tapi aku harus pulang cepat atau lambat ..."

Terlepas dari bagaimana ayah dan ibunya, mereka adalah keluarganya, karena itu adalah satu-satunya tempat untuk pergi. Bahkan jika dia mendapat sepuluh tamparan, dia harus kembali cepat atau lambat.

Tanpa diduga, Shangyuan merespon, "Tidak ingin pulang, jangan pulang."

Gu Yu tertegun.

Shangyuan melanjutkan, "Aku baru saja bicara pada paman dan bibi. Jika kau tidak ingin pulang, kau bisa tinggal bersamaku."

Gu Yu seketika menoleh dan melihat pekerjaan rumah dan seragam sekolah di sofa, dan tiba-tiba menyadari.

Tidak heran PR dan seragam sekolahnya ada di sini ...

Gu Yu tidak bisa membantu tetapi bertanya, "Apakah mereka setuju?"

"Hm."

Gu Yu tahu temperamen ibu Gu yang suka berprasangka dan temperamen ayah Gu yang keras kepala. Mereka yang bisa setuju dia tidak akan pulang, sungguh mengejutkan seakan matahari muncul dari barat.

Gu Yu penasaran bertanya, "Bagaimana mereka bisa setuju?"

"Kau tidak perlu tahu."

Gu Yu merasa tertekan dan hanya memandangi Shangyuan.

"Kau ingin pulang, atau tinggal bersamaku?"

Shangyuan tidak memaksa Gu Yu untuk tinggal disini, tetapi biarkan dia memilih. Karena... Shangyuan sudah tahu apa jawabannya.

Seperti perkiraan Shangyuan, Gu Yu berpikir daripada pulang ke rumah dan dimarahi setiap hari dan selalu dibandingkan tidak seperti orang lain, Gu Yu secara alami bersedia untuk tinggal di sini.

Meskipun Gu Yu sudah mati rasa dengan ocehan ibunya, tapi Jika dia tidak lagi mendengarnya, tentu saja itu lebih baik.

Tapi ... Jika dia tinggal di sini, bukankah itu terlalu merepotkan?

Gu Yu ragu-ragu dan tidak menjawab.

Dia sedang perang batin, tapi dia takut akan membuat Shangyuan repot.

Bo Shangyuan tahu Gu Yu ragu-ragu, dia kembali berkata. "Aku bertanya lagi, kau ingin pulang, atau tinggal bersamaku?"

Gu Yu menjilat bibirnya, menundukkan kepalanya, dan meremas jari-jarinya gugup.

Gu Yu berbisik, "Tapi jika aku tinggal di sini ... Bukankah terlalu merepotkanmu?"

Sebelumnya Shangyuan tinggal sendiri dengan baik, dan jika Gu Yu tinggal bersamanya, Shangyuan tidak hanya harus memasak lebih dari satu orang, tetapi juga menggunakan listrik dua kali lebih banyak. 

Itu hanya akan merepotkan.

Dan ketika tidur di malam hari, ada orang lain di sebelahnya ...

Dia benar-benar ingin tinggal di sini, tetapi dia tidak ingin merepotkan Shangyuan yang sudah banyak membantunya.

Ketika Gu Yu ragu-ragu, dia mendengar Shangyuan berkata, "Tidak merepotkan."

Gu Yu tertegun.

"Tinggal disini, kau akan memasak, bereskan meja setelah makan, cuci piring, cuci pakaian, dan menyapu lantai."

Ekspresi Gu Yu kaku dan bergumam mengerti.

Shangyuan melanjutkan, "Ah ya, seperti yang aku bilang sebelumnya, kau hanya bisa mencuci pakaian dengan tangan."

"... Aku tahu."

Donasi buat Choco
Chapter terbaru tidak muncul di Select Chapter jadi klik judulnya dibawah!
Loading

Comments