46. Dia sudah memperkirakan saat seperti ini akan tiba

Shangyuan tidak terkejut, dia meletakkan kertas tes Huanggang di tangannya dan mengambil buku 'ujian masuk perguruan wusan'. Dia bertanya, "Bagaimana dengan ¹wusan?"

¹ Buku ini terutama untuk meringkas isi proposisi ujian masuk perguruan tinggi, untuk menganalisis bentuk proposal ujian masuk perguruan tinggi, dan untuk memprediksi pertanyaan ujian masuk perguruan tinggi.

"..."

Gu Yu mendongak dan menatap kosong padanya untuk waktu yang lama.

Ekspresi Shangyuan tidak seperti lelucon.

- Dia benar-benar merasa bahwa 500 poin Gu Yu terlalu sedikit.

Namun, memang benar bagi Shangyuan yang selalu peringkat satu di kelas, skor lebih dari 500 poin memang terlalu rendah.

Sangat rendah sehingga tidak bisa lebih rendah.

Gu Yu akhirnya melontarkan kata 'Aku pulang' lalu berbalik dan pergi.

Hadiah semacam ini, dia sama sekali tidak menginginkannya.

Setelah Gu Yu pergi, pemilik toko buku mengalihkan perhatiannya pada Shangyuan. Dia menunjuk buku itu dan kertas ujian Huanggang. Dia bertanya, "Apakah ini masih diperlukan?"

"Lain kali."

Disisi lain Gu Yu yang sudah pergi merasa merinding.

Dia menyentuh lengan yang tiba-tiba meremang, dan menatap ke langit, entah kenapa.

Um ... Bagaimana tiba-tiba dia merinding?
.
.

Saat ini.

Di depan rumah Shangyuan.

Li Shuhui mengenakan potongan gaun merah dengan tas kecil dan indah di tangannya, juga sepasang sepatu hak tinggi dengan tinggi sepuluh sentimeter di kakinya. Tidak hanya itu, tetapi juga anting mutiara versi terbaru dari Cover pada daun telinganya.

Penampilan Li Shuhui mengungkapkan aura seorang wanita berkelas.

Tidak seperti nyonya biasa, Li Shuhui bekerja sangat keras, untuk membiarkan ayah Bo jatuh hati padanya, dia secara khusus mengikuti kelas etika, kelas penilaian perhiasan, dan berbagai kelas upacara minum teh dan merangkai bunga ...

Orang luar tidak ada yang bisa menebak bahwa dia sebenarnya hanya seorang wanita simpanan yang dihidupi dan tidak memiliki pendidikan.

Kali ini, Li Shuhui berdiri di luar pintu rumah Shangyuan dan dengan lembut mengetuk pintu. "... Yuanyuan, kau didalam?"

Secara alami, tidak ada respons.

Karena Shangyuan sedang tidak dirumah.

Li Shu Hui menduga dia tidak akan membuka pintu dengan mudah, jadi dia tidak terburu-buru, dan berdiri di depan pintu, dan terus berteriak.

Lebih baik berteriak agar tetangga sebelah bisa mendengar.

Li Shuhui secara khusus mempelajarinya di ayah Bo. Hal yang paling menjengkelkan bagi Shangyuan adalah seseorang berisik di telinganya. Selama dia merekrut tetangga sebelah, biarkan tetangga maju ke depan untuk membantunya memanggil di pintu bersama, ketika Shangyuan merasa terlalu jengkel, secara alami dia akan keluar untuk membuka pintu.

Li Shuhui sudah menghitung setiap langkah, jadi dia penuh percaya diri.

Li Shuhui berdiri di luar pintu rumah, berteriak dan berteriak.

"Yuanyuan, ini bibi."

......

"Buka pintu untuk Bibi."

......

"Bibi tahu kau ada di rumah."

......

Shangyuan tidak dirumah, tentu saja tidak ada kemungkinan reaksi di dalam rumah.

Li Shuhui tidak tahu, dan terus memanggil di pintu.

Ibu Gu yang mendengar suara itu, membuka pintu dan bertanya, "Kau ini ..."

Li Shuhui tersenyum dan berkata, "Ah, halo, aku bibinya Yuanyuan."

Ibu Gu melihat Li Shuhui mengenakan pakaian mewah, dan tingkahnya yang anggun. Tentu saja, tidak ada keraguan tentang retorikanya.

Sambil memandang Li Shuhui, Ibu Gu bergumam dalam hati: Keluarga yang pantas, putranya tinggi dan tampan, dan ibunya juga seperti bintang besar. Bibinya juga sangat cantik. Hah, terus-menerus membandingkan diri sendiri dengan orang lain hanya akan membuat orang marah (pepatah).

Setelahnya, Li Shuhui berkata dengan hati yang cemas. "Apa kau tahu dimana Yuanyuan? Aku mengetuk dari tadi tidak ada tanggapan."

Ibu Gu memperhatikan pintu yang tertutup di sebelah dan berkata, "Mungkin keluar ..."

Li Shuhui kecewa, "Begitu ya ..."

Ibu Gu yang melihat ekspresinya kemudian berkata, "Dia akan kembali lagi nanti. Apa kau ingin duduk di rumahku dulu dan menunggu sebentar?"

Li Shuhui tersenyum dan menolak, "Aku tidak ingin merepotkan ..."

"Apanya yang merepotkan. Itu kalau kau keberatan dengan rumah kami yang biasa."

Li Shuhui tersenyum. "Bagaimana kau bisa mengatakan ini?"

Setelahnya dia masuk ke rumah.

Ibu Gu tiba-tiba teringat sesuatu. "Apa kau tidak meneleponnya sebelum datang kesini?"

Li Shuhui tertegun sejenak.

Li Shuhui tersenyum dan menoleh ke belakang. "Anak ini memberontak dalam beberapa hari terakhir. Dia tidak mengangkat teleponku jadi aku tidak punya pilihan selain datang sendiri ..."

Ibu Gu tidak mencurigainya, dan terkejut. "Apa Shangyuan juga bisa memberontak?"

Ibu Gu berpikir bahwa dia terlalu cerdas dan patuh, dan dia tidak akan pernah memberontak seperti anak-anak lainnya.

Li Shuhui mendesah pelan dan berkata ya.  Keterampilan akting yang realistis dan luar biasa dapat dibandingkan dengan penghargaan pemenang Oscar.

Ketika membahas ke topik anak, ibu Gu tidak bisa tidak menyeret tentang Gu Yu.

Ibu Gu melambai kepada Li Shuhui. "Anakku hanya membuat sakit kepala. Shangyuan memberontak tetapi setidaknya nilainya baik sedangkan anakku memiliki nilai buruk dan karakter buruk ..."

Li Shuhui tersenyum, mendengarkan dengan tenang, tetapi telinga didirikan, mendengarkan gerakan pintu di sebelah.

Li Shuhui datang ke sini demi akun daftar keluarga anaknya.

Terakhir kali dia menelepon, Shangyuan tidak meresponnya jadi dia harus datang sendiri.

Dia tahu bahwa Shangyuan memandangnya rendah, dia juga tidak ingin melihat Shangyuan. Tetapi jika dia tidak membujuk Shangyuan, anaknya akan selalu menjadi keluarga hitam, dan bahkan tidak akan bisa pergi ke sekolah.

Demi anaknya, dia yang sebenarnya tidak mau berhadapan dengan Shangyuan, terpaksa harus datang.

Sambil menunggu Shangyuan pulang, Li Shuhui duduk di sofa di ruang tamu keluarga Gu dan mengobrol dengan ibu Gu.

Setelah mengobrol sebentar, senyum di wajah Li Shuhui tidak dapat dipertahankan.

Karena topik ibu Gu, selalu tentang Shangyuan.

Dan Li Shuhui tidak suka berbicara tentang anak itu.

Ketika membahas anak itu, dia tidak bisa tidak berpikir bahwa semua hal tentang Shangyuan jauh lebih baik daripada anaknya.

Li Shuhui merasa kesal.

Jika Shangyuan tidak ada, nenek Bo tidak akan membencinya sampai sekarang, statusnya masih tidak mulia. Dan juga ayah Bo pasti sudah menikahinya.

Oh tidak, seharusnya dia yang menghasut untuk menikah.

Namun, karena Shangyuan, putranya masih keluarga hitam, dan bahkan tidak bisa sekolah.

Tapi ibu Gu tidak bisa berhenti berbicara mengenai anak itu.

Li Shuhui hanya merasa kesal.

Li Shuhui duduk di sofa, wajahnya tersenyum tetapi hatinya tidak bisa menahan erangan: Berapa umur wanita tua ini? Bisakah kau berhenti sebentar?

Entah apakah itu karena harapan Li Shuhui. Setelah lima menit, bunyi kunci pintu terdengar.

Dengan suara ini, ibu Gu tiba-tiba berhenti bicara.

Ibu Gu langsung mengangkat wajahnya dan melihat ke arah gerbang.

Li Shuhui juga melihat ke arah gerbang.

Pintu dibuka dari luar, dan kemudian Gu Yu mengangkat kakinya ke dalam rumah.

Karena takut Shangyuan akan memberikan padanya kertas ujian Huanggang dan buku topik dan ujian simulasi masuk perguruan tinggi, jadi Gu Yu bergegas pulang lebih dulu.

Gu Yu pulang dan menatap wanita asing yang tiba-tiba muncul di rumah.

Dia belum pernah melihatnya.

Gu Yu sedikit tertegun sejenak dan setelahnya akan menyapa, tetapi ibu Gu lebih dulu bersuara.

"Kenapa begitu tidak sopan, melihat orang tua tapi tidak menyapa."

Seperti sebelumnya, Ibu menambahkan kalimat: kau lihat Shangyuan di pintu sebelah, dia sopan dan cerdas, kenapa kau tidak bisa belajarnya? Sepanjang hari seperti orang bodoh ...

Gu Yu terdiam sesaat.

Jika seperti biasa, begitu mendengar Ibu Gu mengatainya bodoh, dia akan diam saja.

Tapi kali ini dia sudah merasa lelah.

Setelah dia mencetak 547 poin, begitu mendengar ibu Gu mengatakan dia bahkan tidak bisa mendapatkan 450 poin, tiba-tiba dia merasa lelah.

Tidak peduli apa yang dia pikirkan dan apa yang dia katakan, tidak ada yang perlu dipedulikan.

Begitu Gu Yu tamat SMA dan setelah dia berumur 18 tahun, dia akan langsung pindah. Dia tidak perlu mendengarkan ocehan Ibu Gu lagi.

Gu Yu terdiam beberapa saat, dan hendak berbicara namun wanita lain yang duduk di sofa di ruang tamu tersenyum sedikit.

Dia berkata pelan, "Anakmu sangat putih."

Mendengar itu, Gu Yu tertegun.

Suara ini ... Bagaimana tampak familiar?

Li Shuhui tidak menyadari keanehan Gu Yu, dan terus berkata, "Hei, anakmu sudah kembali, kapan Yuanyuan akan pulang ah ..."

Li Shuhui khawatir dan penuh kesedihan, sementara Gu Yu di samping tampak bengong.

Gu Yu ingat.

Sebelum memulai sekolah, yaitu, selama pelatihan militer, Bo Shangyuan dikelilingi oleh beberapa gangster, dia membawa Shangyuan pergi ke rumah sakit dan karena tidak membawa uang tunai, Shangyuan menyerahkan ponsel padanya.  Di malam hari, dia lapar. Dia membawa ponsel Shangyuan untuk membeli mie. Selama periode pembelian, seseorang terus menelepon. Dia takut menganggu tamu di restoran jadi dia menerima telepon.

Dan suara di telepon itu persis sama dengan wanita di depannya ... persis sama.

Dia mengingatnya dengan jelas sampai sekarang karena isi telepon itu kasar dan tidak menyenangkan.

Gu Yu dalam diam menatap Li Shuhui sejenak.

Gu Yu tadinya ingin menyapanya, tapi sekarang, dia benar-benar kehilangan ide ini.

Dia tidak akan menyapa wanita simpanan ini.

Ibu Gu yang melihat Gu Yu hanya berdiri diam tidak bergerak, mengerutkan keningnya.

Ibu Gu mendesak. "Apa yang kau lakukan? Kenapa hanya berdiri seperti orang bodoh? Ayo sapa Bibi!"

Gu Yu tidak mengatakan apa-apa.

Melihat reaksi Gu Yu, ekspresi ibu Gu agak canggung menatap Li Shuhui. "Anakku seperti ini ... Kau jangan diambil hati."

Pikiran Li Shuhui penuh dengan kapan Shangyuan akan pulang jadi dia tidak terlalu peduli tentang itu.

Li Shuhui melambaikan tangannya dan berkata, "Tidak apa, jika dia tidak ingin menyapaku, biarkan saja."

Setelahnya Ibu Gu menoleh dan melirik Gu Yu.

Gu Yu terlihat tenang dan tidak melihatnya.

Tiba-tiba memikirkan sesuatu, mata Li Shuhui berbinar.

Dia memandang Gu Yu yang berdiri di depannya, dan bertanya pada Ibu Gu, "Bagaimana hubungan anakmu dengan Yuanyuan?"

Ibu Gu memikirkannya dan berkata, "Anakku biasanya tidak berbicara padaku jadi aku tidak tahu. Tetapi saat Hari Guru bulan lalu, aku menyuruh anakku untuk pergi ke rumah Shangyuan dan meminta WeChat."

Wajah Li Shuhui penuh senyum. "Jika tidak keberatan ... Bisakah anakmu bertanya pada Yuanyuan kapan dia kembali?"

Kali ini, tanpa menunggu ibu Gu untuk berbicara, Gu Yu lebih dulu bersuara, "Kenapa tidak kau saja yang bertanya?"

Li Shuhui tidak tahu bahwa Gu Yu sudah mengetahui identitasnya sebagai wanita simpanan, jadi dia duduk di sana, dengan wajah tenang, berbohong. "Yuanyuan bertengkar dengan bibi, telepon tidak dijawab, WeChat tidak dibalas, dan Bibi tidak mungkin -"

Gu Yu langsung memotongnya. "Kau berbohong."

Suara Li Shuhui berhenti tiba-tiba.

Li Shuhui menatap Gu Yu yang juga mengawasinya, mata yang tenang, seolah-olah dia sudah melihat dirinya yang sebenarnya.
  
Senyum diwajah Li Shuhui perlahan menjadi kaku.

Bagaimana dia tahu bahwa dia berbohong?

Apakah dia tahu yang sebenarnya?

Li Shuhui yang masih penuh semangat, tiba-tiba merasa tidak nyaman.

Untuk menyembunyikan rahasianya dan juga takut Gu Yu mengatakan sesuatu yang tidak boleh dikatakan, Li Shuhui mengambil tas, dan dengan 'marah' berdiri dari sofa. "Bagaimana anakmu begitu tidak sopan!"

Ibu Gu langsung berkata pada Gu Yu. "Kau sudah bersikap tidak sopan, cepat minta maaf pada Bibi!"

Gu Yu tidak berbicara, masuk telinga kiri keluar telinga kanan.

Ibu Gu menjadi lebih marah, "Gu Yu! Aku berbicara denganmu, kau dengar tidak?!"

Gu Yu merespon tanpa ekspresi. "Aku mendengarnya."

"Kenapa belum minta maaf?!"

"Tidak."

Ibu Gu sangat marah. "Gu Yu, apa maksudmu!"

"Aku tidak akan minta maaf pada wanita simpanan."

Apalagi dia benar, kenapa dia harus minta maaf?

Li Shuhui tersenyum kaku.

Anak nakal ini benar-benar tahu ...

Apa Shangyuan yang menceritakannya?

Pikiran Li Shuhui berubah sangat cepat, dan beralih melihat Ibu Gu yang tampak sangat marah. Dia segera berkata, "Anakmu tidak hanya kasar tapi juga suka memfitnah. Bagaimana kau mengajar anakmu?"

Ibu Gu memejamkan matanya dan mencoba menekan emosinya, lalu berkata pada Gu Yu. "Minta maaf pada bibi."

Gu Yu tidak menanggapi dan acuh tak acuh.

Melihat itu, Ibu Gu mengangkat tangannya dan langsung menamparnya.

Suara tamparan keras bergema begitu tangan Ibu Gu menempel di pipi Gu Yu. Bekas memerah tercetak jelas disana.

Gu Yu mengangkat kepalanya dan dengan tenang melihat ke arah ibu Gu.

- Dia sudah memperkirakan saat seperti ini akan tiba, jadi dia tidak terkejut.

Li Shuhui tidak menyangka Ibu Gu untuk secara langsung mengayunkan tamparan di wajahnya, jadi dia terkejut.

Tapi begitulah.

Ibu Gu bersiap untuk berbicara. Namun Shangyuan tiba-tiba muncul.

Karena pintu tidak tertutup, tamparan keras terdengar sampai keluar.

Shangyuan mendorong pintu rumah keluarga Gu, dia kemudian melihat wajah Li Shuhui.

Shangyuan mengerutkan kening, raut wajahnya tiba-tiba menjadi menjijikkan sampai ekstrem. Seolah itu adalah makhluk menjijikkan kedua di dunia.

Adapun makhluk menjijikkan pertama ... itu adalah ayah Bo.

Pandangan Shangyuan teralihkan ke sisi lain. Dia tertegun saat melihat cetakan telapak tangan di wajah Gu Yu.

Ketika Li Shuhui melihat bahwa Bo Shangyuan akhirnya muncul, dia segera menyambutnya dengan senyum. "Yuanyuan..."

"Diam!" Potong Shangyuan dengan dingin.

Senyum di wajah Li Shuhui kaku dan tiba-tiba tidak ada suara.

Shangyuan menatap Gu Yu, "Apa yang terjadi?"

Gu Yu menyeka pipinya yang mati rasa dan dengan tenang menjawab. "Tidak ada."

Setelah itu, Gu Yu mengangkat kakinya untuk meninggalkan rumah.

Tidak ada, dia hanya tidak ingin melihat ibu Gu untuk saat ini.

Ketika Gu Yu melewati Shangyuan, pergelangan tangannya dicegat, Shangyuan mencoba menghentikannya, tetapi Gu Yu dengan paksa membebaskan diri.

Setelah berusaha dan berhasil melepaskan diri, Gu Yu berjalan pergi.

Dia tidak ingin melihat siapa pun sekarang, hanya ingin diam dan sendirian.

Ibu Gu melihat bahwa Gu Yu lebih memilih meninggalkan rumah dan menolak untuk meminta maaf pada Li Shuhui. Dia menunjuk punggungnya dengan suara marah. "Kau pembangkang! Tidak meminta maaf pada orang lain, tetapi juga membuatku marah, lakukan saja hal sesukamu, tidak usah pulang selamanya!"

Tadinya Shangyuan masih berpikir seperti sebelumnya, Gu Yu berselisih dengan Ibu Gu karena masalah nilai, namun begitu mendengar kata-kata ibu Gu, dia menoleh ke Li Shuhui.

"Apa yang kau katakan?"

Li Shuhui tidak berbicara, tetapi Ibu Gu menjawab untuknya. "Bibimu..."

Shangyuan dengan alis berkerut langsung memotong, "Bibi? Apa dia bilang begitu?"

Ibu Gu tampak canggung. "Ah ... apa ada yang salah?"

Shangyuan menoleh dan memandang Li Shuhui, mencibir. "Kau pembohong tidak tahu malu."

Ibu Gu akhirnya menyadari ada sesuatu yang salah.

Ibu Gu melihat tampang menjijikkan di wajah Bo Shangyuan lalu memandang Li Shuhui di samping dan bertanya, "... Apa dia bukan bibimu?"

Li Shuhui takut bahwa Bo Shangyuan akan menusuknya, dia mencoba tenang dan mengancamnya. "Ada pepatah yang mengatakan aib keluarga tidak boleh disebar, kau paham kan?"

Shangyuan merespon tanpa ekspresi  "Kau adalah wanita simpanan dan sama sekali tidak punya malu mengatakan kalimat itu."

Wanita simpanan ini mengatakan aib keluarga tidak boleh disebar dengan sangat mulus.

Ironis sekali.

Li Shuhui kehilangan senyumnya.

Ibu Gu terkejut.

Donasi buat Choco
Chapter terbaru tidak muncul di Select Chapter jadi klik judulnya dibawah!
Loading

Comments