44. Sejak kapan aku punya hubungan terbaik dengannya?

Setelah kelas kedua, tiba saatnya untuk melakukan senam pagi.

Musik mulai berbunyi, para siswa di kelas berdiri dari tempat duduk mereka dan berjalan keluar.

Shen Teng bangkit dan berkomentar. "Apa tidak bisa ubah gerakan senam? Itu tampak sangat konyol, tidak sebagus tarian senam yang diikuti nenekku."

Jin Shilong mengangkat alisnya, "Kalau begitu saat senam nanti, kau akan menari tarian senam nenekmu?"

Shen Teng segera melambaikan tangannya, "Tidak, tidak."

Keduanya mengobrol di samping, dan Gu Yu berdiri diam di sisi kedua pria itu, ikut turun ke bawah dengan kerumunan siswa yang lain.

Saat ini.

Lantai dua.

Ketika suara musik senam berbunyi, Shangyuan melihat ke luar jendela, lalu berdiri.

Duan Lun dibelakangnya bertanya, "Kau mau kemana?"

"Senam."

Duan Lun tampak bodoh. "Ha? Kau tidak salah minum obat kan? Kau akan melakukan senam konyol itu?"

Di mata Duan Lun, senam pagi benar-benar mustahil.

Setiap gerakan senam di mata Duan Lun, tampaknya penuh dengan gerakan konyol. Jika musik dimatikan dan hanya melihat gerakannya saja, orang mungkin akan percaya pasien rumah sakit jiwa sedang menari.

Tunggu sebentar ... Bukankah sebelumnya Shangyuan tidak pernah ikut senam?

Kenapa dia tiba-tiba ingin melakukan senam konyol itu hari ini?

Duan Lun biasa tidak ikut karena menganggap gerakannya konyol.

Sedangkan Shangyuan hanya terlalu malas untuk ikut.

Jadi, itu masalahnya.

Sebelumnya Shangyuan terlalu malas, bagaimana bisa tiba-tiba ikut senam pagi yang konyol?

Apa dia salah minum obat, atau sedang sakit?

Shangyuan tidak meresponnya, dia bangkit dan berjalan pergi.

Duan Lun mengikuti.

Dia ingin melihat apa Xing Bo memang salah minum obat hari ini.

Semua orang tertegun melihat kedua pria itu turun kebawah.

Karena Bo Shangyuan dan Duan Lun diketahui tidak pernah melakukan senam di sekolah, sejak hari pertama sekolah, tidak ada yang melihat mereka muncul untuk mengikuti senam.

Guru secara alami tahu tentang itu, tetapi mereka tidak bisa berbuat apa-apa.

Yang satunya peringkat pertama tetapi susah diatur. Mendapat nilai sempurna atau mengumpulkan kertas kosong, semua tergantung suasana hatinya. Sementara yang satunya mengambil keuntungan dari keluarga yang kaya jadi melakukan apa pun yang dia inginkan.

Keduanya tidak bisa diatur, dan tidak yang bisa mengatur.

Bagi siswa yang lain, melihat keduanya mengikuti senam, itu lebih mengejutkan daripada matahari yang terbit dari barat.

"Aku tidak salah lihat kan? Bo Shangyuan dan Duan Lun turun kebawah?"

"Bukannya mereka berdua tidak pernah ikut senam?"

"Siapa tahu, salah minum obat."

"Mungkin kepala sekolah akhirnya turun tangan dan menegur mereka."

"Aku pikir itu mungkin."

"Itu ... Kepala sekolah tidak datang hari ini."

Tidak hanya semua orang di Kelas A, tetapi siswa di kelas lain juga terkejut.

Terutama Shen Teng yang begitu melihat Shangyuan, ekspresinya luar biasa.

Alisnya berkerut bingung, dia kemudian bertanya pada Jin Shilong sambil menunjuk ke arah Shangyuan. "Bukannya dia tidak pernah ikut senam?"

Jin Shilong sepertinya tidak mendengar, dia memegangi wajahnya, memandangi Shangyuan sambil menghela napas. "Bo Shangyuan memang sangat tampan ..."

Persis seperti tokoh utama pria dalam komik gadis yang dibacanya.

Apalagi sekarang, adegan ini benar-benar sama dengan yang Bo Shangyuan lakukan.

Dia hanya berdiri diam, tidak melakukan apapun, tetapi semua orang di sekitarnya tiba-tiba menjadikannya pusat perhatian.

Shen Teng diam-diam melirik Jin Shilong dan kemudian dengan tegas mengalihkan pandangannya.

Yah, dia tidak melihat apa-apa.

Shen Teng beralih menepuk Gu Yu yang berdiri di depannya. Ketika Gu Yu menoleh, dia bertanya, "Xiao Yu Yu, bagaimana Bo Shangyuan bisa ikut senam?"

Shen Teng mengajukan pertanyaan ini, siswa lain di sekitarnya juga menatapnya pada saat yang sama. Jelas ingin tahu tentang masalah ini.

Gu Yu mengerutkan kening. "... Kenapa kau bertanya padaku?"

Shen Teng tidak mau berpikir. "Bukankah kau punya hubungan terbaik dengan Bo Shangyuan?"

Ekspresi Gu Yu aneh, "... Sejak kapan aku punya hubungan terbaik dengannya?"

Ekspresi Shen Teng lebih aneh, "Dia membelikanmu minuman terakhir kali, kau masih bilang hubungan kalian tidak baik!"

Selain Gu Yu, Shen Teng belum pernah melihat Bo Shangyuan membelikan orang lain minuman.

Suara Gu Yu tanpa sadar sedikit lebih rendah, "Aku tidak tahu kenapa dia ingin membelikanku ..."

Untuk botol susu itu, Gu Yu masih belum bisa mengerti sejauh ini.

Dia berpikir untuk waktu yang lama, dan satu-satunya kemungkinan yang dia pikirkan kenapa Shangyuan membelikannya minuman.

Alasannya ... um ... mungkin karena ... dia punya uang.

Shen Teng mengaitkan leher Gu Yu, dengan 'jahat' mengancamnya. "Aku tidak peduli, cepat katakan."

"Jangan tanya aku, aku tidak tahu apa-apa."

Shen Teng tidak mempercayainya, jadi dia mulai menyiksanya.

Shen Teng menggelitik pinggangnya. Gu Yu yang memang tidak tahan geli secara tidak sadar ingin menghindar. Namun, karena Shen Teng menjepit lehernya, dia tidak bisa sepenuhnya menghindarinya.

Adegan itu terjadi beberapa saat hingga akhirnya Shen Teng menyerah. Melihat tidak bisa mendapat info apapun, dia mengubah topik pembicaraan.

Gu Yu tidak bisa menahan diri untuk melihat ke arah Shangyuan. Dia mengerutkan kening, dan ekspresinya agak aneh.

Dia tadinya biasa saja tetapi setelah Shen Teng mengingatkannya, dia tidak bisa menahan perasaan aneh.

Seingatnya, Shangyuan jelas tidak pernah turun untuk melakukan senam pagi.

Dua puluh menit kemudian, senam pagi berakhir. Gu Yu mengikuti teman-teman sekelasnya ke arah gedung pengajaran.

Dia mengenakan kaus dengan topi hari ini, pakaiannya tidak tebal, dan topinya agak besar, jika topinya tertutup, itu bisa menutupi sebagian besar kepalanya.

Gu Yu berjalan maju dengan teman-teman sekelasnya. Belum beberapa langkah, entah siapa dari belakang tiba-tiba menarik topinya kebawah dan menutupi kepalanya. Penglihatannya tiba-tiba menghitam.

Dia tidak bisa melihat jalan jadi langkah kakinya berhenti.

Gu Yu mengangkat tangannya dan mencoba membuka topinya. Namun, orang itu memegang bagian atas kepalanya dengan kuat.

"Siapa?"

Orang itu masih berdiri dibelakangnya, bertanya balik. "Kenapa tidak balas pesan?"

"..."

Gu Yu akhirnya tahu siapa orang itu.

Dia berdiri diam.

Para siswa di sekitarnya memandang Gu Yu dan Shangyuan yang berdiri dibelakangnya, ekspresi mereka penuh makna.

Shangyuan tadi menarik topi Gu Yu kebawah menutupi kepala Gu Yu, dan kemudian dengan kuat menekan, sehingga Gu Yu tidak bisa membukanya.

Banyak siswa merasa rumit.

Di mata semua orang, Shangyuan selalu tampak lebih dewasa daripada siswa laki-laki lainnya.

Tapi pemandangan ini ... Tampak kekanak-kanakan.

Shen Teng melihat adegan di depannya, dia membuka mulutnya karena terkejut.

Sementara Duan Lun, melihat itu, dia memikirkan sesuatu kemudian sudut matanya berkedut.

Sedangkan Jin Shilong melihat adegan di depannya, dan tiba-tiba teringat adegan dalam komik gadis, batinnya seketika menjerit bahagia.

Tanpa menunggu Gu Yu menjawab, Shangyuan menggosok tangannya yang masih berapa di kepala Gu Yu dengan kuat, lalu kembali menarik tangannya.

Sebelum pergi, Shangyuan menyentil belakang kepala Gu Yu.

Gu Yu yang merasa perih langsung memegang kepalanya dan berbalik untuk melihat Shangyuan.

Namun, sudah tidak ada orang dibelakangnya. Hanya tersisa ruang hampa.

Begitu Shangyuan pergi, Shen Teng tidak bisa menahan diri untuk bertanya. "Pesan apa yang dia bicarakan?"

Jin Shilong juga menatap Gu Yu tanpa berkedip dengan rasa ingin tahu.

Gu Yu membuka topi di kepalanya, wajahnya kaku, tampak tidak senang. "Aku tidak tahu."

Jika sebelum kelas kedua, Gu Yu masih ingin mengucapkan terima kasih karena mendapat 547 poin. Kali ini dia hanya ingin menggunakan topinya untuk menutupi kepala Shangyuan, dan kemudian menyentil belakang kepalanya.

Singkatnya, setelah ini, Gu Yu tidak akan memakai topi lagi.

Sisi lain.

Begitu berjalan pergi, Duan Lun disebelah Shangyuan tidak bisa menahan diri untuk bersuara.  "... Jangan bilang, kau ikut senam konyol kali ini, hanya untuk membully kurcaci kecil."

Ketika Duan Lun mengatakan ini, ekspresinya sangat menyimpang dan tidak bisa percaya.

Shangyuan tanpa menoleh bergumam 'um'.

"..."

Duan Lun terdiam cukup lama.

Setelahnya dia segera mengeluarkan ponsel dari sakunya dan mulai melakukan panggilan. "Halo, apakah ini rumah sakit jiwa? Aku punya pasien yang sakit ..."

"..."
.
.

Setelah Gu Yu pulang dari sekolah, dia memperkirakan kalimat pertama ibu Gu adalah menanyakan tentang tes bulanan keduanya.

Gu Yu akan bersiap untuk bicara, namun siapa sangka ibu Gu langsung memotong.

"Lupakan saja, jangan katakan itu. Aku tidak ingin tahu skormu. Itu hanya akan membuatku marah."

"..."

Ibu Gu menghela nafas. "Hei, kenapa putra orang lain begitu baik, anakku malah seperti ini?"

"..."

Ibu Gu lanjut mengeluh. "Anak di lantai bawah memiliki nilai bagus dan punya kemajuan. Bulan ini, skor ujiannya mencapai lima ratus poin. Lihat dirimu, bahkan tidak bisa mencapai 450 poin."

"..."

Gu Yu tidak mengatakan apa-apa.

Dia tadi ingin mengatakan hasilnya, tetapi setelah mendengarkan kata-kata ini, dia benar-benar kehilangan ide ini.

Apa ada yang ingin dikatakan?

Tidak ada yang perlu dikatakan.

Lagi pula, tidak ada yang percaya.
.
.

Dua hari berlalu dan beralih ke akhir pekan.

Seperti biasanya, akhir pekan adalah pergi ke rumah Shangyuan dan review pelajaran.

Jadi pada hari sabtu, Gu Yu bangun pagi-pagi, mengemasi pekerjaan rumahnya, dan bersiap untuk pergi ke rumah Shangyuan.

Meskipun jumat malamnya, ibu Gu berulang kali menekankan bahwa dia harus tinggal di rumah untuk belajar, tidak diizinkan pergi ke teman sekelasnya 'bermain game', tetapi Gu Yu benar-benar tidak mendengar.

Setelah mandi dan bersiap, Gu Yu menunggu kedatangan jam sembilan.

Namun, pada jam 8:58, Shangyuan tiba-tiba mengiriminya pesan.

[ Tidak ada kelas tambahan hari ini. ]

[ ? ]

[ Libur satu hari. ]

[ Kau punya urusan lain? ]

[ Hm. ]

Gu Yu terdiam sejenak melihat pesan di layar ponsel.

... Jika dia tidak review pelajaran, apa yang akan dia lakukan?

Karena sudah terbiasa pergi ke rumah Shangyuan pada akhir pekan untuk belajar, tiba-tiba tidak jadi, Gu Yu merasa sedikit tidak terbiasa.

Gu Yu ingat bagaimana cara membunuh waktu saat akhir pekan sebelumnya.

Dia biasa ke rumah Shen Teng untuk memainkan permainan, atau hanya bengong di lantai bawah, atau berjalan-jalan di taman sepanjang hari.

Karena tidak jadi belajar, maka seperti waktu akhir pekan sebelumnya, dia hanya mencari tempat untuk menghabiskan waktu.

Ngomong-ngomong, dia sudah lama tidak ke taman ...

Disaat Gu Yu duduk di tempat tidur dan berpikir tentang pergi ke taman untuk menghabiskan waktu, jarum jam perlahan menunjuk ke sembilan.

Di sisi lain, Shangyuan menatap jam di dinding dan mengerutkan kening.

Dia mengirim pesan ke Gu Yu.

[ Kau sedang apa? ]

[ ]

[ Kemari. ]

[ Bukannya kau ada urusan lain hari ini? ]

[ Kau ikut aku. ]

[ Oh. ]

[ Aku kesana sekarang. ]

Setelah Gu Yu membalas, dia segera meletakkan pekerjaan rumahnya tanpa ragu-ragu, lalu mengenakan sepatu dan pergi.

Entah mengapa, ketika Shangyuan mengajaknya pergi bersama, suasana hati Gu Yu entah bagaimana, dia merasa antusias.

Gu Yu berdiri didepan pintu sebelah, tetapi sebelum dia mengangkat tangannya dan mengetuk pintu, pintu sudah terbuka.

Shangyuan berdiri diambang pintu, meliriknya. "... Kau tidak bertanya urusan apa?"

Mendengar itu, Gu Yu langsung memikirkannya.

"Urusan apa itu?"

"Menculik dan menjual manusia."

"..."

Setelah itu, Shangyuan memikirkan sesuatu kemudian bertanya, "Apa kau sudah sarapan?"

Gu Yu menggelengkan kepalanya.

Shangyuan memiringkan tubuhnya, memberi Gu Yu akses untuk masuk.

Dia berkata samar. "Sarapan dulu baru pergi."

Secara alami, Shangyuan pasti akan membuat sarapan.

Gu Yu masih berdiri diam dan ragu-ragu.

Dia merasa dia selalu menerima kebaikan dari Shangyuan, dan dia tidak membalas apapun. Kesannya tidak terlalu baik ...

Tapi dia tidak bisa memasak ...

Gu Yu diam sejenak lalu membuka suara, "Bagaimana kalau... Aku mentraktirmu sarapan hari ini?"

Shangyuan mengangkat alisnya.

Donasi buat Choco
Chapter terbaru tidak muncul di Select Chapter jadi klik judulnya dibawah!
Loading

Comments