39. Hadiah apa yang kau inginkan?

Peringkat satu memang layak untuknya. Baru beberapa kata, masalah dengan cepat terpecahkan. Gu Yu sempat berpikir bahwa pertanyaan-pertanyaan ini sulit, dan setelah Shangyuan memberi penjelasan singkat, itu tiba-tiba menjadi mudah.

Gu Yu segera kembali menyelesaikan pertanyaan.

Bo Shangyuan melihat ke arah Gu Yu sejenak lalu berbalik ke sofa tanpa mengucapkan sepatah kata pun, menunggunya selesai menulis.

Tidak ada yang bicara, ruangan sepi.

Yang terdengar hanyalah bunyi gesekan pena pada buku kerja.

Gu Yu terus menulis, tiba-tiba memperhatikan satu hal.

Kenapa keluarga Shangyuan tidak kelihatan? Apa Shangyuan sendirian? Bagaimana dengan ibunya?

Bukankah ibu Gu berbicara dengan ibunya saat datang berkunjung hari itu? Kenapa saat ini tidak ada?

Dan ... rumah ini seperti hanya ditempati seorang diri.

Gu Yu yang bingung tidak tahan untuk bertanya, "... Apa kau hidup sendiri?"

Shangyuan bergumam mengiyakan.

Gu Yu balas begumam oh, hati kecilnya merasa iri.

Dia juga ingin tinggal sendiri ...

Shangyuan yang duduk di sofa ruang tamu, berkata santai. "Kau juga bisa kesini dan tinggal bersamaku."

Gu Yu merespon tegas, "Aku tidak mau."

Setelahnya Gu Yu berhenti berbicara. Dia takut Shangyuan akan mengatakan sesuatu yang mengerikan lagi jadi mulai fokus pada pekerjaan rumah.

Baru saja akan menulis, ponsel di sakunya tiba-tiba berdering.

Gu Yu mengeluarkan ponselnya.

Oh, ini Shen Teng.

Mungkin karena game yang menyedihkan, Shen Teng dengan terkekan mengiriminya pesan WeChat.

[ Xiao Yu Yu ~~~~]

[ Kakak Yu, apa kau sudah selesai membuat review pelajaran? QAQ ]

[ Jika sudah, apa kau mau datang ke rumahku?  ]

[ Karakterku mati lagi. 😭 ]

[ Mencari paha untuk bantuan!!! ]

Gu Yu membacanya dan bersiap untuk membalas, tetapi di detik berikutnya, ponsel di tangannya tiba-tiba diambil alih.

Gu Yu berbalik dan menyadari Shangyuan sudah berdiri dibelakangnya.

Shangyuan berkata tanpa ekspresi. "Tidak boleh bermain ponsel selama menyelesaikan soal."

Gu Yu tidak setuju. "Aku hanya ingin membalas pesan ..."

"Apa PRmu sudah selesai?"

Suara Gu Yu tanpa sadar mengecil, "... Belum."

Shangyuan hanya menatapnya dengan tenang dan tidak berbicara.

Gu Yu meliriknya sekilas lalu berbalik dan kembali ke pekerjaan rumah.

Sedangkan Shangyuan kembali ke sofa dengan ponsel Gu Yu ditangannya.

Ketika Gu Yu memberikan ponsel padanya di rumah sakit terakhir kali, dia mengatakan kata sandi ponselnya, jadi Shangyuan masih mengingatnya.

Menekan enam nol, layar ponsel terbuka secara instan.

Shangyuan membuka WeChat, dan tanpa ragu menyeret akun Shen Teng ke blacklist.

Gu Yu yang duduk di meja bar merah dan menulis pekerjaan rumah, tidak menyadarinya.

Disisi lain.

Shen Teng yang sudah cukup lama mengirim pesan dan tidak mendapat balasan, merasa tidak ada yang beres.

Karena menurut akal sehat, bahkan jika Gu Yu tidak siap untuk datang, tetapi menurut watak Gu Yu, dia pasti akan menolaknya di WeChat, dan tidak akan pernah dengan sengaja tidak membalas pesannya.

Jadi Shen Teng mengirim pesan lain.

[ Xiao Yu Yu ah ~]

Segera setelah pesan dikirim, halaman ponsel Shen Teng langsung memunculkan prompt sistem.

- Pesan Anda telah ditolak oleh pihak lain.

Shen Teng melihat prompt sistem ini dan tertegun.

Ah? Tunggu ...

Apa dia di blacklist?!
.
.

Pada jam 12, Gu Yu akhirnya menyelesaikan buku kerja matematika.

Gu Yu meletakkan pena dan merebahkan kepalanya di bar merah, hanya untuk merasakan bahwa sel-sel otaknya telah mati.

Gu Yu tidak suka matematika dalam hidupnya.

"Aku selesai ..."

Shangyuan bergumam 'um', tetapi tidak mengambil pekerjaan rumahnya, dia berjalan melewati Gu Yu dan melangkah ke dapur.

Karena dinding yang memisahkan ruang tamu dari dapur benar-benar terbuka, jadi pemandangan dapur tidak terhalang.

Shangyuan hanya melewati Gu Yu, dan langsung membuka kulkas.

Gu Yu berkedip, dan dia tidak bereaksi untuk sementara waktu. Setelah dua detik, dia tiba-tiba memikirkan sesuatu, dan melihat ke belakang pada waktu di balik dinding.

Sudah jam 12 lewat.

Gu Yu tiba-tiba duduk tegak dan melompat dari kursi dan berkata, "Sudah jam dua belas, aku harus pulang untuk makan."

Shangyuan merespon tanpa menoleh. "Jangan pulang, makan di sini."

Reaksi pertama Gu Yu setelah mendengar itu, "... kau bisa memasak?"

Shangyuan bergumam samar mengiyakan.

Gu Yu memandangnya dengan ekspresi takjub.

Dia tidak menyangka Shangyuan yang bagus dalam hal nilai, olahraga fisik dan tampan, bahkan bisa memasak.

Gu Yu yang sudah sebesar ini bahkan tidak bisa membuat nasi goreng.

Gu Yu tidak tahan untuk bertanya, "Apa yang tidak bisa kau lakukan?"

Shangyuan menatapnya dengan pandangan bertanya.

Gu Yu mematah jarinya dan berbisik satu per satu, "Nilaimu bagus, olahraga bagus, populer, tinggi dan tampan ..."

Semakin menyebutnya, Gu Yu semakin tidak bahagia.

... Orang seperti ini benar-benar terlalu menjengkelkan.

Mendengar itu, Shangyuan mengerti. Dia kembali menarik pandangannya dan melontarkan satu kalimat. "Tidak pernah berkencan."

Gu Yu tertegun sejenak lalu setelahnya merasa tidak percaya.

Shangyuan sangat populer, saat sebelum ujian ada banyak gadis yang ingin meminta kontaknya, dan dia malah berkata tidak pernah berkencan, siapa yang akan percaya.

Melihat ekspresi Gu Yu, Shangyuan berkata dengan wajah tanpa ekspresi, "¹Dia bilang membenciku."

他 - ta ( dia bisa ce or co )

Gu Yu kaget dan ekspresinya luar biasa.

Gu Yu bertanya, "... ²Dia membencimu?"

²她 - tā -- dia ( cewek )

Shangyuan tinggi dan tampan, nilai bagus, keluarga baik, hampir semua kuat, tetapi ada gadis yang membencinya?

Dia tidak bisa membayangkan adegan ini.

Karena Shangyuan tidak mengatakan jenis kelamin, pikiran bawah sadar Gu Yu berpikir bahwa Shangyuan merujuk pada 'dia' (perempuan).

Setelah Gu Yu selesai bicara, dia memperhatikan poin kunci.

"Tunggu ... Ada gadis yang kau suka?"

Menurut imajinasinya, menurut temperamen Bo Shangyuan, secara umum, hanya perempuan yang menyukainya, tidak mungkin Shangyuan yang menyukai orang lain.

Shangyuan menjawab samar. "Begitulah."

Suka sih suka, tapi bukan perempuan.

Apa? Apa maksudnya?

Gu Yu tidak mengerti.

Mungkin karena gadis yang Shangyuan suka ternyata membencinya, ini benar-benar terlalu mengejutkan, jadi setelah beberapa saat, pertanyaan ini dengan cepat dibuang oleh Gu Yu.

Gu Yu hanya bisa berkata, "Kau memiliki nilai bagus dan populer. Siapa yang akan membencimu ..."

Setelah berbicara, Shangyuan menatapnya diam.

Gu Yu tertegun sejenak lalu bereaksi.

"Aku laki-laki, bukan perempuan ..."

Tapi Gu Yu tidak tahu bahwa Bo Shangyuan menyukai laki-laki.

Tidak, harus dikatakan - orang itu adalah dia.

Shangyuan menarik kembali pandangannya lalu berkata tenang. "Dia membenciku, karena nilaiku bagus."

Gu Yu bukan tipe yang suka mengobrol, tetapi ketika ada gadis yang membenci Shangyuan karena nilai bagus, dia menjadi semakin penasaran.

Ada seseorang seperti dia!

Gu Yu ingin mengatakan sesuatu, tetapi tiba-tiba berpikir tentang sesuatu. Di merasa salah, "Tapi bukankah kau mendapat skor nol untuk ujian bulanan ini. Apa dia masih membencimu?"

Shangyuan bergumam mengiyakan.

Gu Yu mendengarkan dan tidak tahan untuk kembali bertanya. "Kenapa?"

Shangyuan menatapnya dalam dan berkata, "Karena dia bilang aku tampan dan populer."

Gu Yu mengerutkan kening dan tidak begitu mengerti. "Karena kau tampan dan populer jadi dia membencimu. ... Apa dia suka tipe yang jelek, nilai jelek, tidak populer?"

Estetika apa ini, Gu Yu tidak mengerti.

Shangyuan merespon. "Aku tidak tahu."

Gu Yu memandangi punggung Bo Shangyuan, dan tiba-tiba ada sedikit keseimbangan dalam hatinya.

Tidak semua orang menyukainya dan ada yang juga seperti Gu Yu, membenci Shangyuan.

Gu Yu kembali bertanya. "Siapa gadis itu ...?"

"Kau tidak boleh tahu."

Gu Yu tidak mengerti. "Ah?"

Apa maksudnya?

Bo Shangyuan tidak melanjutkan topik ini. Dia mengeluarkan sebotol susu dari kulkas dan memberikannya pada Gu Yu yang duduk di depan bar merah.

Pikiran bawah sadar Gu Yu menolak, tetapi Shangyuan tanpa bicara langsung mendorongnya ke tangannya.

Gu Yu hanya bisa mengambilnya dan membisikkan terima kasih.

Shangyuan mengeluarkan dua bawang dari kulkas dan bertanya, "Apa yang ingin kau makan di siang hari?"

Gu Yu tidak menyangka Shangyuan akan bertanya apa yang ingin dia makan, dia agak tersanjung dan tanpa sadar menjawab, "... Apa saja, aku bukan pemakan yang pilih-pilih."

Shangyuan mulai mengambil bahan lainnya dari kulkas kemudian mencuci sayuran dan memotongnya.

Shangyuan tidak menyuruh Gu Yu melakukan apapun. Gu Yu hanya duduk sendirian, tidak tahu harus berbuat apa.

Shangyuan sibuk di dapur, dan dia minum susu orang lain, duduk di sini tidak melakukan apa-apa, Gu Yu duduk sebentar, merasa sedikit malu, jadi dia mengikuti ke dapur.

Gu Yu berdiri di belakang Shangyuan dan bertanya, "... Apa kau butuh bantuan?"

Shangyuan bergumam mengiyakan.

Gu Yu berkedip. "Apa kau ingin aku memotong sayuran atau mencuci sayuran?"

Shangyuan tidak berbalik. "Kemarilah."

Gu Yu mendekatinya.

Kemudian, di detik berikutnya, Shangyuan dengan lembut mencubit wajah Gu Yu.

Setelahnya Shangyuan berkata. "Oke."

"..."

Gu Yu terdiam beberapa saat lalu bertanya, "Apa ini membantu?"

"Hmm."

"........."

Gu Yu dengan wajah kaku kembali ke posisi semula dan memutuskan dalam hatinya bahwa bahkan jika Shangyuan terlalu sibuk di dapur, dia tidak akan pernah bertanya apakah Shangyuan butuh bantuan atau tidak.

Pada saat ini, Shangyuan yang berada didapur berkata tanpa berbalik. "Makanan masih cukup lama siap. Jika kau bosan, bisa pergi menonton film. Remot kontrol ada di atas meja, VR ada di laci kedua dari meja kopi, jika tidak tahu cara menggunakannya, panggil aku. Ada makanan ringan di kulkas. Kalau lapar, kau bisa mengambilnya sendiri. Ada komputer di kamar tidur, tidak ada kata sandi, kau bisa pergi ke kamar tidur untuk bermain game. Jika mengantuk, tidur di kamar. Jika makanan sudah siap, aku memanggilmu..."

Ini adalah pertama kalinya Gu Yu mendengar Shangyuan mengucapkan banyak kata.

Gu Yu mendengarkan ini dan hatinya rumit.

Nanti jika ada gadis yang berkencan dengan Shangyuan, gadis itu pasti akan sangat bahagia.

Shangyuan menambahkan lagi. "Setelah makan, periksa pekerjaan rumah. Jika ada yang salah, salin sepuluh kali."
  
"..."

Gu Yu menarik kembali kalimat tadi.

Nanti jika ada gadis yang berkencan dengan Shangyuan, gadis itu akan sangat sengsara.

Dan sangat menyedihkan.

Ponsel Shangyuan diatas meja tiba-tiba berbunyi.

Suara itu sangat akrab.

Ini adalah prompt dari pesan WeChat.

Shangyuan sedang memasak di dapur jadi tidak bisa mengambilnya, dan Gu Yu hanya menganggur, jadi dia berkata, "Aku akan bantu mengambilkan ponselmu."

Shangyuan bergumam mengiyakan.

Gu Yu tidak memiliki kebiasaan mengintip privasi orang lain, jadi dia tidak berniat melihat apa isi dari pesan itu.

Begitu Gu Yu mengambil ponsel itu, pihak lain mengirim dua pesan lagi.

[ Our handsome boy Shangyuan, setelah review pelajaran, bagaimanapun di hari ulang tahunmu ini, kau harus makan di luar. ]

[ Aku sudah memesankanmu tempat, kau harus datang. ]

Akun dengan nama D&L itu adalah Duan Lun.

Gu Yu secara tidak sengaja melihat dua pesan di layar ponsel dan tiba-tiba berhenti.

Gu Yu berbalik dan bertanya, "... Apa hari ini hari ulang tahunmu?"

Mendengar itu, pergerakan Shangyuan terhenti. "Berikan ponselnya."

Gu Yu dengan patuh menyerahkan ponsel pada Shangyuan.

Shangyuan mengambil alih dan melihat isi pesan.

Benar saja, itu adalah Duan Lun.

Setelah membaca, detik berikutnya, Shangyuan tanpa ragu menyeret akun Duan Lun ke dalam blacklist.

Oke, sekarang sudah bersih.

Pada saat bersamaan.

Disisi lain.

Duan Lun yang berada di ruang pribadi yang dipesan, cukup lama tidak mendapat balasan, jadi dia mengirim pesan lagi.

[ Sial, bung, apa kau sudah mati? ]

Segera setelah pesan dikirim, prompt sistem muncul.

- Pesan Anda telah ditolak oleh pihak lain.

"..."

Duan Lun memandangi sistem yang menarik perhatian ini dan terdiam untuk waktu yang lama.

Apa ini? Melupakan teman setelah menemukan cinta baru?

Bo Shangyuan!!

Sialan! Ingin putus hubungan!

Beberapa anak kaya di sebelahnya tidak bisa menahan diri untuk tidak bertanya, "Bagaimana dengan kakak Bo? Kapan dia akan datang?"

Mereka menunggu sebentar, dan hasilnya adalah si pemilik pesta belum datang.

Duan Lun mencibir, "Jangan tanya, Xing Bo sudah mati."

Semua orang di ruang pribadi, "Hah?"

Meskipun Shangyuan masih hidup, tetapi saat ini, di hati Duan Lun, tidak ada bedanya dengan kematian.
.
.

Setelah mengirim Duan Lun ke blacklist, Bo Shangyuan kembali menyerahkan ponselnya ke tangan Gu Yu.

"Oke."

Gu Yu mengerutkan kening, tidak bisa tidak bertanya, "Kenapa kau tidak bilang kalau hari ini adalah hari ulang tahunmu."

Bo Shangyuan selalu tidak tahu tentang hari ulang tahun.

Sebelumnya karena Duan Lun dengan senang hati membawanya di hari ulang tahunnya, dan dia terlalu malas untuk terlibat dengan Duan Lun jadi dia hanya pergi saja.

Kali ini, karena Gu Yu, Bo Shangyuan, tidak ragu untuk menolak Duan Lun.

Shangyuan menatap Gu Yu, "Aku katakan, lalu?"

Gu Yu ragu-ragu. "... Aku akan membeli hadiah ketika kau mengatakannya."

Lagi pula, bagaimanapun juga, Shangyuan juga membantunya.

Apalagi mereka juga tetangga. Pada hari ulang tahun, masuk akal untuk membeli hadiah.

Ketika mendengar bahwa Gu Yu akan membeli hadiah, Shangyuan mengangkat alisnya.

"Beli apa?"

Gu Yu memikirkannya dan berkata, "Aku tidak tahu."

Untuk sesaat, dia berpikir ingin membeli sesuatu lalu bertanya. "... Hadiah apa yang kau inginkan?"

Shangyuan menatap Gu Yu dengan tatapan terbakar. "Apa kau yakin ingin tahu?"

Entah bagaimana, Gu Yu merasa merinding.

"... Apa sangat mahal?"

"Tidak mahal."

Gu Yu bertanya-tanya, "Apa itu?"

Shangyuan merespon dengan suara dingin. "Aku bilang ini, kau harus berjanji untuk setuju, kau yakin masih ingin tahu?"

Gu Yu mendengarkan dan ragu-ragu sejenak.

Karena tidak terlalu mahal, kalau dia berjanji, seharusnya itu tidak masalah.

"Oke, katakan saja."

Sudut bibir Shangyuan sedikit terangkat, "Selama libur tujuh hari, kau datang padaku untuk review pelajaran."

".................."

Ekspresi Gu Yu tercengang.

Sementara Shangyuan menatap Gu Yu tanpa ekspresi.

Keduanya saling memandang tanpa kata-kata.

Ruangan itu tampak mati.

Hening.

Setelah waktu yang lama, Gu Yu akhirnya pulih dari keadaan ngeri.

"Tidak! Aku menolak!"

Sulit untuk berlibur, tetapi hasilnya malah membuat kelas review pelajaran dengan Shangyuan. Bukan hanya sehari tetapi tujuh hari! Tujuh hari akan sia-sia, dan jika ada yang salah, harus disalin sepuluh kali!

Dia tidak ingin mati.

Shangyuan tampak acuh. "Menolak tidak sah."

Gu Yu berusaha keras. "Aku tidak mengatakan apa-apa, kau salah dengar."

Shangyuan menatap Gu Yu dengan tenang dan tidak berbicara.

Meskipun kata-kata itu tidak diucapkan, tetapi dari tampilan acuh tak acuhnya, Gu Yu mengerti.

- Percuma berusaha.

Gu Yu belum menyerah, dia berkata. "Kau bisa mengganti hadiah, kecuali untuk ini, semua yang lain akan aku lakukan."

Bo Shangyuan masih acuh tak acuh. "Aku hanya butuh ini."

Gu Yu mencoba menawar, "Apa bisa tiga hari saja?"

Shangyuan acuh.

Gu Yu sekali lagi menawar, "Empat ... empat hari?"

Masih tidak responsif.

Ekspresi Gu Yu mulai agak putus asa, "Lima hari?"

Masih belum ada respon.

Shangyuan tetap tidak peduli dari awal sampai akhir.

Pada saat ini, Shangyuan bertanya, "Apa jawabanmu sudah diperiksa? Apa kau yakin benar semua? jangan sampai kau harus menyalinnya sepuluh kali."

Suara Gu Yu tiba-tiba berhenti.

Gu Yu dalam diam berbalik dan kembali ke bar merah untuk mulai memeriksa buku kerja matematika.

Memang benar apa yang dikatakan Shen Teng.

Bo Shangyuan benar-benar menjengkelkan.

Donasi buat Choco
Chapter terbaru tidak muncul di Select Chapter jadi klik judulnya dibawah!
Loading

Comments