38. Yah, dia terlalu sensitif

Ngomong-ngomong, ini pertama kalinya Gu Yu pergi ke rumah Bo Shangyuan.

Ketika Bo Shangyuan baru pindah, ibu Gu pergi kesana dan pada saat itu, seharusnya membawanya untuk menyambut tetangga baru, tetapi dia menolak tanpa ragu-ragu.

Karena Gu Yu tahu bahwa jika dia pergi, itu pasti akan hanya menonton ibu Gu berbicara dengan tetangga baru mengatakan betapa buruk nilainya.

Setelah masuk dan berdiri diruang tamu, Gu Yu melihat sekeliling.

Karena mereka berada di komunitas yang sama, pola distribusi di dalam rumah pada dasarnya sama.

Satu-satunya perbedaan adalah bahwa dinding yang memisahkan ruang tamu dari dapur dibuka langsung dan berubah menjadi meja bar merah.

Tidak hanya meja bar merah, tetapi juga sofa dan meja kopi juga dirancang, meninggalkan banyak ruang untuk ruang tamu. Di tengah ruang tamu, ada karpet lembut.

Gu Yu menginjak karpet lembut itu dan merasa seolah berjalan di antara awan.

Dekorasi di ruangan sangat sederhana, pada pandangan pertama, hanya nada hitam dan putih.

Tetapi bahkan jika terkesan low-profile, setiap sudut rumah tampaknya dipenuhi dengan aroma kaya.

Meskipun Gu Yu telah lama mengetahui bahwa Shangyuan orang kaya, tetapi tidak ada konsep di dalam hatinya, entah berapa banyak uang yang dimiliki Shangyuan. Sekarang, sudah jelas.

Gu Yu memandangi rumah Bo Shangyuan dan memikirkan rumahnya sendiri. Dia diam dan memilih duduk di sudut sofa ruang tamu.

Setelah Gu Yu duduk, dia melihat sekeliling dengan pandangan acak. Matanya menyapu tas hadiah biru muda yang diletakkan Shangyuan ditepi begitu saja.

Tas hadiah biru muda sangat familiar, persis sama dengan tas hadiah yang dibeli ibu Gu sebelumnya.

Tidak, seharusnya itu yang diminta ibu Gu untuk dikirim.

Gu Yu mengerjap dan kemudian dengan cepat menarik pandangannya.

Juga. Shangyuan itu kaya, bagaimana bisa menganggap serius hal semacam ini.

Karena itu, meninggalkannya tetap tergantung di gagang pintu adalah hal yang normal.

Shangyuan menyusul ke ruang tamu dengan tumpukan pekerjaan rumah Gu Yu dan setelah menaruhnya di meja kopi, dia menatap ke arah garis pandang Gu Yu.

Setelah beberapa hari, Bo Shangyuan hampir lupa tentang tas hadiah ini.

Shangyuan bertanya pelan, "Apa kau yang membelinya?"

Gu Yu tertegun sejenak. "Tidak."

Setelah itu, alis Shangyuan sedikit berkerut.

Gu Yu melanjutkan, "Ibuku membelinya."

... Ibu Gu membelinya?

Kerutan di alis Shangyuan semakin dalam namun dengan cepat dia bereaksi.

"Jadi, untuk hasil ujian bulanan, bibi membeli hadiah dan memintamu untuk mengirimkannya padaku dan menjalin hubungan yang baik. Tapi kau tidak mau."

Karena alasan ini, Gu Yu sengaja menghindarinya dan memberi tahunya tentang ungkapan tidak masuk akal itu.

Gu Yu duduk di sofa, menutup mulutnya, tidak merespon.

Gu Yu tidak menjawab, tetapi dalam keheningan, itu secara tak terlihat mengkonfirmasi dugaannya.

Shangyuan mencebik, kembali bertanya. "Kenapa tidak."

Gu Yu tidak ragu, "Karena aku membencimu."

Shangyuan mengangkat alis.

"Apa karena nilaiku bagus?"

Gu Yu bergumam mengiyakan.

Shangyuan membungkuk, satu tangannya menopang di sisi Gu Yu.

Suaranya rendah. "Tapi aku sudah mencetak poin nol bulan ini."

Gu Yu acuh tak acuh. "Tapi kau masih tampan dan populer."

Shangyuan terdiam.

Dia kembali bertanya. "Jadi, jika aku jelek, tidak populer, nilai jelek, kau akan menyukaiku?"

Gu Yu tertegun.

Melihat reaksi Gu Yu, Shangyuan kembali berkata tanpa ekspresi, "Kau membenci itu urusanmu. Entah kau membenci atau tidak, pada akhirnya kau tetap harus bersamaku."

Ekspresi Gu Yu menjadi lebih bingung.

... apanya yang bersama?

Gu Yu belum mengklarifikasi pikirannya. Dia melihat Shangyuan sudah mengulurkan tangannya dan mengambil satu buku kerja dari tumpukan pekerjaan di atas meja kopi, dan kemudian melemparkan ke depannya.

"Selesaikan, satu pertanyaan tidak boleh salah."

Bo Shangyuan telah melihat prestasi Gu Yu secara khusus, dan mata pelajaran seperti sejarah dan politik China tidak buruk. Hanya matematika, bahasa Inggris, dan fisika yang agak mengerikan.

Gu Yu menatap kata matematika di buku kerja dan diam sejenak.

"... Aku tidak bisa melakukannya."

Matematika adalah subjek yang paling menyebalkan bagi Gu Yu, dan itu juga merupakan subjek yang paling menyusahkan untuknya. Setiap kali dia mengikuti ujian, skor pada kertas matematika tidak pernah melebihi 90 poin.

Dan sekarang Shangyuan memintanya menjawab pertanyaan dengan benar, bagaimana mungkin?

Shangyuan acuh tak acuh. "Tidak bisa jawab, bisa bertanya padaku."

Hal terakhir yang tidak bisa dia lakukan adalah matematika. Jika dia benar-benar tidak bertanya, berapa lama dia akan melewatkan subjek ini. Mungkin dia akan beralih dari pertanyaan pertama ke pertanyaan terakhir.

Selain itu, hal yang paling penting adalah bahwa bahkan jika dia benar-benar bertanya, otaknya tidak akan dapat memahaminya.

Gu Yu sudah terbiasa untuk tahu kemampuannya.

Karena itu, dia tetap duduk di sofa dan tidak bergerak.

Shangyuan tidak terburu-buru, dia perlahan mengeluarkan ponsel dari sakunya.

Gu Yu melihat aksi lambat itu, dan ekspresinya tiba-tiba membenci.

Gu Yu mengambil buku kerja lalu berdiri. "Aku tahu."

Ekspresinya menggelap, sangat tidak senang.

- Tapi Shangyuan sangat senang.

Dia dengan santai kembali menyimpan ponselnya.

Sofa terlalu lembut dan meja kopi terlalu pendek, Gu Yu melihat sekeliling dan menemukan bahwa hanya bar merah yang merupakan tempat terbaik untuk menulis pekerjaan rumah.

Jadi Gu Yu mengambil buku kerja, pindah ke samping untuk menggeser kursi bar dan siap untuk memulai pekerjaan rumahnya.

Namun, dia baru duduk di kursi dan tiba-tiba menemukan satu hal.

... ketinggian kursi terlalu pendek.

Karena ketinggian kursi didasarkan pada tinggi Shangyuan, sehingga ketinggian kursi tidak cukup untuknya.

Gu Yu mencoba menulis beberapa kata pada ketinggian ini, tetapi karena ketinggiannya tidak cukup, sangat tidak nyaman untuk menulis.

Jadi, Gu Yu turun dari kursi untuk melihat apakah dia bisa menyesuaikan ketinggian. Dia segera mencari tombol dan sakelar yang menyesuaikan ketinggian.

Namun, entah dimana tombolnya bersembunyi. Gu Yu membalikkan kursi tiga kali dan mempelajari tiga kali.

Gu Yu berada dalam dilema.

Dia memikirkan Shangyuan, jadi perlahan menoleh kebelakang.

Shangyuan hanya berdiri dengan wajah dingin, dan menatapnya tanpa berkedip.

Adegan di mana dia hanya membolak-balik kursi pasti jelas diperhatikan.

Gu Yu dengan cepat berbalik, berdiri, berpura-pura tidak ada yang terjadi, dan duduk kembali ke kursi, berniat untuk menyelesaikan buku latihan dalam posisi yang tidak nyaman ini.

Meski tidak nyaman, bukan tidak mungkin menanggung.

Adapun mengapa tidak mencari bantuan pada Shangyuan ...

Dia tidak punya kebiasaan menemukan seseorang untuk membantu, dan dia tidak suka menyusahkan orang lain.

Gu Yu bermaksud menahan postur yang tidak nyaman ini, tetapi Shangyuan tidak tahan melihatnya.

Dia mengangkat remote control dan menekannya ke ketinggian yang sesuai, lalu menuju ke depan Gu Yu dan mencubit wajahnya.

Shangyuan tampak ¹kesal. "Apa tidak bisa bicara padaku?"

¹恨鐵不成鋼
· Menyala membenci besi karena tidak menjadi baja
· Merasa kesal terhadap sb karena gagal memenuhi harapan dan tidak sabar untuk melihat peningkatan (idiom)

Shangyuan berdiri dan menunggu lama, menunggu Gu Yu datang untuk meminta bantuannnya tapi setelah menunggu lama, dia hanya melihat Gu Yu kembali ke posisi semula.

Jadi Shangyuan langsung memahaminya.

Gu Yu tidak berencana untuk datang padanya dari awal hingga akhir.

Hati Shangyuan terasa pengap, dan moodnya buruk, jadi dia mencubit wajah Gu Yu sangat keras.

Wajah Gu Yu yang putih dan bersih hampir berubah bentuk. Dia meraih tangan Shangyuan dan berkata samar. "Sakit..."

Shangyuan dengan wajah dingin mengendurkan tangannya.

Gu Yu memerah dan wajahnya tidak senang.

Tapi Shangyuan lebih tidak bahagia.

Dia berkata dengan kejam, "Cepat tulis."

Gu Yu merasa tertekan dan kembali ke buku kerja, mulai menjawab pertanyaan.

Shangyuan bersandar di bar, dia diam-diam memperhatikannya menulis pertanyaan.

Tubuh Shangyuan yang tinggi dan ramping, dan momentumnya terlalu kuat, hanya berdiri di sana dan tidak berbicara, itu cukup mengganggu.

Gu Yu melihat ke bawah dan mencoba menulis, tetapi karena keberadaan Shangyuan terlalu kuat, sehingga dia tidak bisa berkonsentrasi sama sekali. Jadi, Gu Yu melihat mendongak dan berkata, "... Jangan lihat aku."

Shangyuan mengangkat alisnya.

Gu Yu menjawab. "... kalau kau melihatku, aku tidak bisa menulis."

Shangyuan menatap Gu Yu sejenak, dan kemudian pergi.

Gu Yu merasa sedikit lebih mudah.

Shangyuan kembali duduk di sofa di ruang tamu dan mulai memeriksa pekerjaan rumah lainnya.

Shangyuan hanya melihat pekerjaan rumah dan catatan Gu Yu, tetapi ekspresinya sama menariknya dengan membaca buku komik.

Tidak ada yang berbicara.

Ruangan itu sunyi.

Gu Yu menundukkan kepalanya dan menulis buku kerja. Dia tiba-tiba mendengar suara halaman berputar di belakang halaman. Dia tidak peduli pada awalnya, tapi kemudian dia tiba-tiba memikirkan sesuatu.

- Review!

Alias: Dibuat karena bermain-main.

AKA: Memalukan.

Gu Yu meletakkan pena tanpa mengatakan apa-apa, turun dari kursi, dan berbalik untuk mengambil buku reviewnya.

Ketika berbalik, dia melihat Shangyuan sedang memegang buku itu dan melihatnya dengan senang.

Gu Yu bergegas berdiri ke depan Shangyuan dan akan mengambil buku reviewnya. Namun, Shangyuan begitu peka, dia langsung berdiri dan mengangkat tangannya.

Dengan keuntungan dari tinggi badan dan tangannya yang panjang. Dia membiarkan Gu Yu terus melompat sambil berusaha menjangkau hingga Gu Yu lelah dan terengah-engah, bahkan tidak menyentuh sudut buku itu.

Gu Yu bosan, "Kembalikan padaku."

"Tidak."

Ekspresi Gu Yu menggelap. "Apa bagusnya tentang review hukumanku?"

Shangyuan menjawab tenang. "Semuanya terlihat bagus."

"..."

Gu Yu menatapnya suram.

Sementara Shangyuan mengangkat alisnya.

Detik berikutnya, merasa Shangyuan tidak memperhatikan, Gu Yu langsung menyentak lengan Shangyuan, dan kemudian bergegas naik ke sofa untuk mengambil bukunya.

Sudut bibir Shangyuan sedikit terangkat, biarkan Gu Yu bergegas.

Gu Yu berpikir bahwa dia bergerak cepat, tetapi reaksi Shangyuan jauh lebih cepat. Pada saat Gu Yu bergegas, dia tahu apa yang akan dilakukan Gu Yu.

Shangyuan segera menyembunyikan buku itu dibelakang tubuhnya.

Gu Yu berusaha menjangkaunya dibalik punggung membuatnya masuk ke pelukan Bo Shangyuan.

Karena dia sadar akan pikirannya sendiri, dia tidak mengungkapkan pikirannya karena khawatir menakut-nakuti seseorang, dia bahkan menekan keinginannya.

Oleh karena itu, ketika Gu Yu mengambil inisiatif untuk memeluknya. Bagi Boshangyuan, ini merupakan kejutan menyenangkan yang tidak terduga.

Shangyuan bergerak melilitkan tangannya dipinggang Gu Yu dan memeluknya dengan erat, bibirnya sedikit naik.

... um, sangat imut.

Gu Yu mengambil kembali buku itu dan menghela nafas lega. Setelahnya, dia menemukan ada sesuatu yang salah.

Gu Yu melihat ke bawah dan perlahan-lahan melihat ke arah Shangyuan.

Seluruh dirinya hampir berada dipelukan Shangyuan, melekat erat dan jarak antara keduanya sangat dekat. Begitu dia menatap wajah Shangyuan, dia bisa melihat ujung hidung yang tajam dan bulu mata yang tebal dan lebat.

Shangyuan juga balas menatapnya.

Hati Gu Yu stagnasi.

Dia selalu tahu bahwa Shangyuan itu tampan, tapi itu mungkin karena hatinya terlalu menolak, jadi dia tidak pernah benar-benar melihat wajah Shangyuan dengan jelas.

Dijarak sedekat ini, Gu Yu akhirnya melihat wajah Bo Shangyuan untuk pertama kalinya.

Tidak heran begitu banyak gadis menyukainya.

Gu Yu bahkan tidak berhak untuk cemburu karena wajah Shangyuan.

Gu Yu mengejek dirinya sendiri, berpikir bahwa kebanggaan langit mungkin menyukai Shangyuan.

Perhatian Gu Yu benar-benar tertarik oleh wajah superior yang benar-benar sebanding dengan model, jadi dia tidak pernah memperhatikan bahwa tangan Shangyuan ada di pinggangnya.

Disisi lain, Shangyuan menatap bibir Gu Yu tanpa berkedip.

Um ... Dia ingin menciumnya.

Suhu tubuh Shangyuan yang dingin menembus pakaiannya membuat Gu Yu sadar dan menemukan bahwa dia berada di pelukan Bo Shangyuan untuk sementara waktu. Menyadari ini, tubuh Gu Yu berubah kaku.

Gu Yu segera turun dari sofa dan sedikit membuka jarak kemudian berkata pelan. "Uh ... Maaf."

Wajah Shangyuan tenang dan tidak mengatakan apa-apa.

Gu Yu membawa buku reviewnya dan kembali ke Bar Merah.

Dia duduk di kursi, mengambil pena, dan kemudian mengalihkan perhatiannya kembali ke buku kerja matematika.

Setelah Gu Yu menulis dua pertanyaan, dia tiba-tiba memikirkan sesuatu.

Benar juga.

... Kenapa tadi Shangyuan tidak mendorongnya?

Gu Yu ragu.

Entah bagaimana, Gu Yu tiba-tiba teringat plot komik gadis yang Jin Shilong selalu bicarakan.

Gu Yu mengerutkan kening dan tidak bisa mengerti.

Aneh, dia tiba-tiba memikirkan apa yang dilakukan komik gadis?

Gu Yu menghentikan pena dan penuh keraguan.

Shangyuan yang duduk di sofa melihat Gu Yu tidak bergerak untuk waktu yang lama, bertanya dengan dingin, "Sudah selesai?"

Gu Yu diam, menundukkan kepalanya, tertekan dan mengalihkan perhatiannya kembali ke buku kerja matematika.

Pada saat bersamaan, Gu Yu juga punya jawaban.

Mengapa Shangyuan tidak mendorongnya?

Karena dia terlalu malas.

- Jelas tidak ada alasan lain.

Gu Yu membenamkan kepalanya dan mengalihkan perhatiannya kembali ke buku kerja, tetapi setelah beberapa saat, dia berhenti lagi.

Gu Yu menatap subjek dan jatuh ke dalam kesunyian yang panjang.

Um ... dia benar-benar ... benci matematika.

Di belakangnya, Shangyuan kembali melihat Gu Yu tiba-tiba menghentikan pena, jadi dia berdiri dan berjalan di belakangnya.

Sosok ramping dan tinggi tiba-tiba menutupi tubuhnya, membuat Gu Yu otomatis melihat ke belakang.

Shangyuan dengan lembut mencubit wajah Gu Yu, lalu melirik ke buku kerja di depannya, dengan pelan bertanya. "... Pertanyaan mana yang tidak kau mengerti?"

Gu Yu berbisik, "Uh... Kecuali dua pertanyaan ini, yang lain tidak mengerti."

Mungkin sudah diperkirakan, jadi Shangyuan tidak terkejut.

Dia melihat pertanyaan yang ditunjuk Gu Yu. "Dua pertanyaan ini juga salah."

Gu Yu tiba-tiba kehilangan kata-katanya.

Gu Yu menutup mulutnya dan tidak mengatakan apa-apa.

Gu Yu berpikir Shangyuan akan mengatakan hal lain. Misal seperti ibunya, yang mengatakan otaknya bodoh, satu pertanyaan saja tidak bisa menjawab benar, apa yang dipelajari di kelas, dan sebagainya.

Tanpa diduga, Shangyuan tidak mengatakan itu. Bahkan sangat sabar.

Di belakang tubuh Gu Yu, Shangyuan mengelilinginya, mengambil pena yang telah diletakkan di atas meja, dan mulai menjelaskan ide-ide pemecahan masalah selangkah demi selangkah bersamanya.

Shangyuan berbicara di telinga Gu Yu, "Pertama-tama, kau harus mengubah ide untuk menyelesaikan masalah. Kau bisa memisahkan formula ini dan kemudian perlahan-lahan menggantinya langkah demi langkah ..."

Terpaan napas Shangyuan yang hangat membuat tubuh Gu Yu kaku.

Selain itu, dia merasa bahwa posisi ini ... agak aneh.

Tidak tahu apakah dia terlalu sensitif.

Melihat Gu Yu yang bengong, Shangyuan langsung mencubit wajahnya.

"Dengarkan baik-baik."

Gu Yu bergumam mengiyakan lalu mengembalikan perhatiannya ke buku kerja.

Yah, dia terlalu sensitif.

Donasi buat Choco
Chapter terbaru tidak muncul di Select Chapter jadi klik judulnya dibawah!
Loading

Comments