37. Seperti mendengar musik ringan

Belakangan ini, Guo Zhi bekerja di kedai teman ayahnya. Sejak lulus SMP, ayahnya ingin melatihnya. Ketika dia datang berlibur, ayahnya akan membiarkan dia bekerja disini, jadi Guo Zhi sudah sangat terampil. Ini adalah kedai makanan cepat saji kecil, tata letaknya bersih dan rapi, karena pekerja kantor didekatnya sering makan disini sehingga bisnisnya tidak buruk.

Beberapa pelanggan lama sudah mengenal Guo Zhi, dan ketika melihatnya, mereka tidak bisa menahan senyum. "Guo Zhi, kau sedang berlibur dan jarang pulang, tetapi ayahmu malah membiarkanmu bekerja."

"Bekerja memang sangat bagus."

"Anakmu pasti akan memiliki masa depan yang baik. Ah, aku kesulitan memilih makanan mana yang akan aku makan hari ini." Pelanggan lama itu melihat - lihat menu, dan Guo Zhi yang sudah mencicipi beberapa makanan berkata dengan jujur. "Yang itu hari ini agak asin." dikejauhan teriakan pamannya terdengar, "Guo Zhi! Apa yang kau bicarakan?!"

Sun Xiong dan Guo Yunyong adalah kawan seperjuangan, dan mereka sama-sama tipe pria yang galak, tetapi Sun Xiong lebih ceria daripada Guo Yunyong jadi Guo Zhi tidak takut padanya seperti takut pada ayah.

"Paman, hidangan ini sangat asin hari ini."

"Kau! Sudah berapa kali aku bilang, jangan panggil aku seperti itu! Kau bocah bisa membuat bisnisku buruk, jika kau tidak mengatakannya, mereka tidak akan tahu. Mereka bisa minum banyak air kalau merasa asin." Suara Sun Xiong terdengar jelas oleh pelanggan tetapi semua orang sudah terbiasa.

Guo Zhi mengangguk. Sun Xiong mengepak makanan dan menyerahkannya pada Guo Zhi. "Antarkan ini dilantai dua computer city, no A19."

"Oke."

Guo Zhi pergi keluar dengan kantong plastik, dan menuju computer city yang tidak jauh. Begitu tiba, ia disambut dengan suara film, suara musik, dan obrolan. Dia naik lift ke lantai dua. Setelah lama berada di dalamnya, dia tidak menemukan A19. Dia berdiri di lorong dan berkata dengan keras, "Siapa yang memesan dari kedai cepat saji hahaha~ babi goreng, lebih banyak daging dan sedikit paprika hijau~ Ini bukan kotak makan siang tahan lama jadi akan cepat dingin ~"

Suaranya menarik banyak orang untuk keluar dari toko mereka.

"Guo Zhi?" Ada suara yang memanggil namanya. Guo Zhi mengikuti asal suara itu dan segera mengenalnya. Ia terkejut, "Linlin!"

"Aku merasa suara tadi sedikit mirip denganmu, aku tidak menyangka itu memang kau."

Ia menatap toko audio, "Apa yang kau lakukan disini?"

"Kekasihku membuka toko baru jadi aku disini untuk membantu. Kenapa pakaianmu seperti itu?" Wang Linlin menatap aneh pakaian Guo Zhi dengan nama restoran makanan cepat saji hahaha berkarakter besar di dadanya.

"Aku bekerja sebagai pekerja musim dingin." Guo Zhu tidak bisa menahan senyum. Wang Linlin menatap wajah Guo Zhi. Lelaki itu sepertinya tidak berubah, tetapi Wang Linlin merasa ada yang telah berubah. Tiba-tiba dia bertanya, "Hei, kau terlihat berseri-seri seperti dimusim semi. Apa kau sedang jatuh cinta?"

Guo Zhi panik. "Tidak!" Ia mengelak, dua detik kemudian dengan pasrah meralat, "Ya!"

"Kau bahkan tak bisa berbohong lebih dari dua detik." Wang Linlin memutar matanya dan tidak banyak bertanya. Lagipula, cinta kampus juga normal. Dia menarik bangku kayu dan meletakkannya di depan Guo Zhi. "Selamat atas tubuhmu."

Guo Zhi yang baru saja duduk, tiba-tiba bangkit, "Hei, siapa bilang! Kami tidak melakukannya!" Dua detik kemudian, Guo Zhi duduk lagi dan menyerah, "Kami melakukannya."

"Apa kau menderita skizofrenia¹!" Wang Linlin tidak tahan untuk memutar matanya lalu melihat kamera tergantung di leher Guo Zhi, "Hei, apa perlu membawa kamera saat kau mengantar pesanan?"

¹Skizofrenia adalah gangguan mental yang ditandai oleh gangguan proses berpikir dan tanggapan emosi yang lemah.

"Ini digunakan untuk hal lain."

"Apa kau bisa memotretku dan perlihatkan pada Hua Guyu betapa cantiknya aku sekarang."

"Tidak bisa. Kau tidak bisa dijadikan bahan untuk Shi Xi."

"Apa yang kau bicarakan? Shi Xi? Nama itu sepertinya terdengar familiar. Aku ingat, apa itu si culun yang selalu memakai topi seperti nyawanya, dan tidak memiliki fitur untuk diperhatikan? Kau bergaul dengannya, dan juga pergi ke kampus Z?"

Wang Linlin baru saja berterus terang ​mengatakan kesannya pada Shi Xi ketika SMA membuat Guo Zhi agak tidak puas dan memujinya. "Lin Lin, sebenarnya dulu aku berbohong, kamu bertambah dewasa dan tidak cantik."

Apakah itu benar-benar keluar dari mulut Guo Zhi? Wang Linlin berkedip, "Guo Zhi, kau pasti belajar buruk di kampus Z sampai mengatakan aku tidak cantik!"

"Kau sama sekali tidak cantik."

"Oh, astaga! Memangnya seberapa baiknya hubunganmu dengan Shi Xi sampai tak mengijinkan orang lain mengatakan apapun?"

"Shi Xi sudah tidak memakai topi sekarang."

"Lalu kenapa? Itu kan bukan hal aneh."

Guo Zhi menyentuh ponselnya, membuka album foto di dalam, dan menyerahkan telepon kepada Wang Linlin. Wang Linlin mengambil telepon dengan jijik memandangi sarung ponsel yang bercorak bunga. Ekspresinya mendadak berubah, suaranya menjadi lebih tajam, "Ini Shi Xi? Kau bilang ini Shi Xi

Benar-benar buruk, seperti efek samping dari kesombongan, tetapi juga mempengaruhi Guo Zhi, ia sedikit bangga, hanya sedikit, ia tidak ingin orang lain memuji kekasihnya. Shi Xi adalah kekasihnya.

Mata Wang Linlin melotot sempurna, masih membalik foto-foto diponsel, "Guo Zhi, kenapa ponselmu penuh dengan foto-foto Shi Xi dan itu semua adalah hasil candid²?"

²memotret diam - diam tanpa sepengatahuan di target.

"Kenapa? Tentu saja karena dia terlihat baik."

"Hanya itu?"

Tiba-tiba ada suara teriakan dilorong "Pengantar dari kedai makanan cepat saji hahaha dimana kau ~ ~ Aku menanyakan pesananku pada bosmu dan katanya kau sudah datang ~ ~ Babi goreng, lebih banyak daging dan lebih sedikit paprika hijau ~~ "

"Yah, aku lupa kalau sedang bekerja, aku pergi dulu."

"Pergilah, temui aku lagi lain kali."

"Oke, oke."

Belum lebih dari dua langkah, Wang Lilin bersuara dibelakangnya, "Guo Zhi, berapa nomor ponsel Shi Xi?"

Guo Zhi pura - pura tak mendengarnya dan lanjut melangkah dengan cepat, "Aku dari restoran makanan cepat saji hahaha, maaf terlambat."
.
.

Guo Zhi kembali ke restoran, Sun Xiong langsung menyambutnya, "Kau bocah! Apa kau pergi mengantar pesanan sampai ke afganistan?!

"Aku bertemu teman sekelas dan mengobrol sebentar."

"Wanita atau pria?"

"Wanita."

Sun Xiong tertawa sambil memegang perutnya, menggoda Guo Zhi. "Aku tak menyangka kau sudah punya kekasih."

"Tidak seperti yang kau bayangkan, paman."

Sun Xiong mengabaikan respon Guo Zhi, hanya tersenyum lalu pergi. Guo Zhi mengambil ponselnya menelpon seseorang, "Halo, Shi Xi. Coba tebak aku baru bertemu siapa?"

"Aku tebak aku tertarik untuk mengetahuinya." jawab Shi Xi dingin.

"Wang Linlin."

"Tidak kenal."

"Saat SMA, kami teman sebangku. Dia mengingatmu, tetapi dia bilang kau culun, lalu aku mengeluarkan fotomu. Kau harus benar-benar melihat ekspresinya tadi setelah mengejekmu dengan kata-kata buruk. Kau tidak perlu khawatir dan sedih ucapannya. Linlin tidak buruk, itu karena hanya ada pria tampan saja dimatanya."

Shi Xi tidak ingin dihibur, dia hanya ingin bertanya satu hal, "Guo Zhi."

"Hm?"

"Kenapa kau punya fotoku?"

"Itu, sebenarnya, itu..." Guo Zhi tak tahu bagaimana mengatakannya, suaranya tertahan tak bisa melanjutkan, akhirnya ia memutuskan panggilan sepihak.

Guo Zhi berdiri di pintu kedai, meletakkan tangan di saku dan memandang ke jalan. Suasana hatinya saat ini, seperti pagi yang cerah, seperti berdiri di bawah sinar matahari, seperti mendengarkan irama lagu, tak tahan ingin menggoyang tubuh dengan lembut.

Donasi buat Choco
Chapter terbaru tidak muncul di Select Chapter jadi klik judulnya dibawah!
Loading

Comments