34. Jika kau mengatakan ya, aku akan melepaskanmu

Munculnya Bo Shangyuan menyebabkan kegemparan.

Ketika berdiri di pintu kelas E, semua orang langsung tanpa sadar menatap Wu Hui, yang baru saja dari Kelas A.

Karena teman-teman sekelasnya mengira Bo Shangyuan pasti datang menemui Wu Hui.

Wu Hui tidak berpikir kalau Shangyuan datang mencarinya karena saat dia pergi ke Kelas A, Shangyuan sama sekali tidak memandangnya.

Tapi kali ini, karena teman sekelas mengawasinya, Wu Hui jadi berpikir Shangyuan mungkin memang menemuinya.

Si peringkat satu datang secara khusus untuk mencarinya, Wu Hui merasa sangat bangga.

Di bawah semua mata yang iri dan rumit memandangnya, Wu Hui berdiri perlahan dan bersiap untuk keluar dari ruang kelas.

Namun, tepat ketika Wu Hui akan berjalan ke arah Shangyuan, lelaki dingin yang berdiri dipintu kelas itu tiba-tiba melempar dua kata, "Gu Yu, kesini."

Wu Hui tiba-tiba berhenti.

Teman sekelas lain kini memalingkan pandangan mereka pada sosok Gu Yu yang duduk di barisan belakang.

Hah? Tidak mencari Wu Hui?

Wu Hui menatap Shangyuan lalu melirik Gu Yu, kemudian dengan perasaan suram kembali duduk dibangkunya.

Gu Yu yang berbaring ada di atas meja, pura - pura tidak mendengarnya.

Jiang Zhenshan disebelahnya, berbisik. "Gu tongxue, Bo tongxue memanggilmu ..."

Shangyuan yang masih berada dalam suasana hati yang buruk, begitu melihat Jiang Zhenshan berbisik di telinga Gu Yu, suasana hatinya semakin buruk.

Shangyuan dengan tidak sabar mulai menghitung mundur. "Tiga."

Gu Yu masih tidak bergerak.

Ekspresi Shangyuan makin dingin. "... dua."

Gu Yu akhirnya menegakkan tubuhnya. Dia mendongak, menatap Shangyuan yang berdiri dipintu kelas. "Ada apa?"

"Kesini!"

Gu Yu hanya menatapnya, tidak berbicara.

Sementara Jiang Zhenshan yang melihat ekspresi Shangyuan tidak terlalu baik, berpikir Shangyuan mencari Gu Yu karena ada masalah, bersiap untuk mengatakan sesuatu, tetapi dicegat oleh Jin Shilong.

Jin Shilong meregangkan jari telunjuknya didepan bibir, "Sshh"

Jiang Zhenshan bingung. "...Uh?"

Jin Shilong berkata dengan gembira, "Jangan ganggu mereka."

Jiang Zhenshan semakin bingung. "Ah?"

Ganggu? Apa maksudnya?

Jin Shilong memandang keduanya, batinnya menjerit antusias.

Ah, ah, ini tipikal plot komik gadis!!!!

Gu Yu terdiam selama dua detik, berdiri, meninggalkan tempat duduk, dan berjalan mendekati Shangyuan.

Gu Yu berkata dengan tenang, "Ada sesuatu, katakan saja disini."

Shangyuan dengan dingin bertanya retorik. "... Apa kau yakin?"

Gu Yu membeku sejenak. Dia kemudian bertanya. "Apa yang akan kau katakan?"

"Tangan."

Gu Yu bingung tanpa sadar mengangkat tangannya dan melihatnya.

"... Tangan, kenapa?"

Shangyuan tanpa bicara langsung memegang tangannya dan menariknya pergi

Kelas E yang melihat adegan ini tiba-tiba membeku.

WTF!!!!!!! Mereka tidak salah lihat kan?!

Bo Shangyuan menarik tangan Gu Yu!

Semua orang tercengang dengan ekspresi sulit percaya.

Jika itu orang lain, mereka tidak berpikir apapun.

Tetapi jika itu Bo Shangyuan, jelas akan sangat berbeda.

Bo Shangyuan, orang yang bahkan tidak peduli pada guru.

Semua orang tercengang. Di sisi lain, plot komik gadis dibatin Jin Shilong sudah benar-benar membara.

Jin Shilong yang merona memegang wajahnya dengan tangan yang kokoh, "Ah, sangat romantis ..."

Dewa sekolah si peringkat pertama dengan gagah menyeret pergi si introvert, dan kemudian menyatakan cinta, lalu ciuman ... Membayangkan adegan ini, hatinya semakin antusias.

Shen Teng yang masih kaget begitu melihat penampilan malu-malu dari Jin Shilong, seketika lupa apa yang baru saja terjadi.

Shen Teng meliriknya diam-diam lalu mengalihkan pandangan.

... dia tidak melihat apa-apa.
.
.

Di koridor.

Seakan takut Gu Yu melarikan diri, cengkeraman Shangyuan sangat ketat, Gu Yu mencoba untuk bergerak, tetapi dia tidak bisa membebaskan diri, dan itu malah membuat Shangyuan makin mengencangkan tangannya.

Untungnya, besok ujian bulanan jadi tidak ada seorang pun di koridor, dia tidak perlu khawatir dilihat yang lain.

Meskipun begitu, Gu Yu tidak suka Shangyuan menyeretnya seperti ini.

Gu Yu menarik napas dalam-dalam dan berkata, "Lepaskan, aku bisa jalan sendiri."

Shangyuan tidak merespon.

Gu Yu mencoba bersiap-siap untuk membebaskan diri lagi. Namun, Shangyuan kemudian berkata pelan. "Pegang atau gendong, pilih satu."

Mendengar itu, Gu Yu mengurungkan niat dan tidak berusaha lagi.

Begitu sampai ke sudut terpencil dimana tidak ada yang bisa melihat, Bo Shangyuan akhirnya berhenti.

Shangyuan melepaskan tangan Gu Yu lalu menatapnya dengan mata yang gelap seperti tinta.

Gu Yu mendongak dan bertanya."Sebenarnya ada masalah apa Bo tongxue?"

"Masalah apa?"

Shangyuan bertanya retorik sambil mendorong Gu Yu ke sudut dinding.

Dia lanjut berkata dingin. "Kau sudah punya kekasih jadi tidak mau bertemu denganku?"

Gu Yu tidak mengerti, "... Kekasih?"

Suasana hati Shangyuan berubah kesal. "Satu meja denganmu."

Gu Yu masih tak mengerti. "Kenapa dengan Jiang Zhenshan?"

Dia menyebut nama kekasihnya dengan lengkap, tetapi memanggilnya hanya Bo tongxue, memikirkan ini, suasana hati Shangyuan semakin kesal.

Suara Shangyuan berubah buruk. "Jiang Zhenshan kekasihmu kan?"

Gu Yu semakin tidak mengerti. "Sejak kapan Jiang Zhenshan jadi kekasihku?"

Shangyuan mengamati Gu Yu dan berspekulasi tentang benar tidaknya kalimat ini.

Bagaimanapun, Gu Yu sudah terlalu banyak memiliki record kebohongan. Sekali ... dua kali ... tiga kali, Gu Yu bohong, dan tidak pernah memerah /mukanya biasa saja/.

Shangyuan mengamatinya sejenak dan menemukan bahwa Gu Yu tampaknya tidak bohong, akhirnya bertanya retorik. "Tidak?"

Gu Yu mengerutkan kening, "Sejak kapan?"

Shangyuan kemudian bertanya. "... Bukankah kau pernah menciumnya?"

Ekspresi Gu Yu aneh. "Kapan aku menciumnya?"

"Dua minggu yang lalu, aku meneleponmu hari itu, kenapa kau bersamanya?"

Gu Yu tertegun sejenak. "... Kau melihatnya?"

Shangyuan mendesak. "Cepat katakan."

"... Kebetulan bertemu."

Setelahnya, Gu Yu lanjut bertanya lagi. "Kenapa kau menanyakan ini?"

Shangyuan tanpa ekspresi. "Bukan apa-apa."

Meskipun menjawab begitu, diam-diam sudut bibirnya sedikit terangkat mengungkapkan suasana hatinya yang sudah membaik saat ini.

Karena mengira Jiang Zhenshan kekasihnya, suasana hati Shangyuan menjadi buruk selama lebih dari setengah bulan. Tidak menyangka ternyata hanya kesalahpahaman.

Tapi tiba-tiba memikirkan sesuatu, ekspresi Shangyuan merosot lagi.

"Kenapa kau menghindar dariku?"

Gu Yu menunduk, terdiam sesaat. Setelahnya dia berkata dengan lemah, "Bukan menghindar, hanya biarkan saja hubungan kita kembali seperti biasa."

Shangyuan mengerutkan kening, tidak mengerti. "Maksudmu?"

Suara Gu Yu tenang. "Orang sepertiku dengan nilai tidak baik, penampilan biasa saja, dan tidak ada yang berguna, lebih pantas berbaur dengan kelas E. Sedangkan Bo tongxue nilai baik dan populer, sudah seharusnya berbaur dengan orang-orang yang sama seperti dikelas A. Itu sudah benar."

"Aku belum pernah mendengar yang seperti ini."

Gu Yu dengan pelan menjawab retorik, "Tidak. Ada ungkapan yang mengatakan ¹hal-hal serupa dikelompokkan bersama, orang-orang serupa cocok bersama."

¹idiom

Shangyuan dengan kesal menyapu rambutnya sendiri.

"Aku tidak peduli tentang itu. Aku tidak ingin ungkapan orang yang..."

Gu Yu langsung memotong. "Tapi kalimat ini memang ada dan itu masuk akal."

Mata Gu Yu suram, pupilnya gelap, tidak ada cahaya.

Mendengar itu, Shangyuan berdecak sebal.

Alasan tidak masuk akal, hanya karena dia memiliki nilai dan popularitas yang baik, jadi Gu Yu tidak ingin bersamanya.

Selama 16 tahun hidupnya, untuk pertama kalinya dia diabaikan karena populer.

Jika Duan Lun mendengarnya, sudah pasti menertawakannya.

Singkatnya, apa masalahnya, Shangyuan kini paham.

Bukan karena kekasih, tetap karena alasan tadi, Gu Yu sengaja mengindar darinya.

Untungnya, dia tidak pernah terikat dengan peringkat satu. Jadi setelah mendengarkan itu, dia langsung bertanya tanpa ragu. "Apa bisa jika nilaiku turun?"

Gu Yu tertegun. Tidak menyangka Shangyuan akan berpikir sampai level ini.

Bagi Gu Yu ... Itu tidak bisa dimengerti.

"... Kenapa Bo tongxue ingin melakukan ini?"

Shangyuan mengerutkan kening, tanpa berpikir berkata, "Supaya kau tidak menghindar lagi dariku."

Gu Yu sekali lagi tertegun.

Shangyuan yang melihat Gu Yu tidak kunjung merespon, menjadi tidak sabar. "Apa bisa jika nilaiku turun?"

Gu Yu tidak mengatakan apa-apa.

Dia agak bingung sekarang.

"Kita jelas bukan teman ..."

Shangyuan merespon tanpa ragu. "Aku juga tidak berniat berteman denganmu."

Gu Yu langsung menutup mulutnya.

Bo Shangyuan tidak berniat berteman dengannya, jadi mengapa dia harus melakukan ini?

Gu Yu tidak mengerti, pikirannya semakin rumit.

Gu Yu tidak tahu bahwa Bo Shangyuan tidak berniat berteman dengannya, tetapi berencana menjadikannya kekasih.

- Jika menjadi teman, bagaimana bisa menjadi kekasih?

Bel kelas tiba-tiba berdering.
  
Gu Yu kaget, tanpa sadar dia berbalik, dan bergegas untuk kembali ke ruang kelas. Tetapi ketika baru saja bergerak, Shangyuan menahannya lagi.

"Kau belum jawab."

Gu Yu mengerutkan kening. "Sudah bel masuk."

Shangyuan sangat gigih. "Jawab."

Gu Yu tidak mengatakan apa-apa.

Bahkan jika nilai Bo Shangyuan menurun, itu masih tidak dapat mengubah apa pun.

Shangyuan dengannya bagaikan langit dan bumi, dia luar biasa, semua orang mengaguminya ... ditakdirkan berbeda dari Gu Yu.

Shangyuan yang menatap tatapan diam Gu Yu akhirnya mengerti.

Suasana hatinya kini jauh lebih buruk daripada ketika salah paham mengenai Jiang Zhenshan.

Dalam 16 tahun terakhir, Shangyuan tidak pernah merasa seburuk ini.

Shangyuan dengan dingin berkata, "Jika kau mengatakan ya, aku akan melepasmu."

... Gu Yu masih diam.

Jawabannya sudah jelas dalam keheningannya..

Shangyuan juga diam.

Pada saat bersamaan, seorang guru baru saja kembali dari lapangan dan akan bersiap untuk naik ke atas, secara tidak sengaja menangkap keduanya.

Guru itu mengangkat suaranya dan bertanya, "Kelas mana?! Bel kelas sudah berdering, kenapa kalian masih di sini?"

Shangyuan melemahkan pegangannya secara tidak sadar, dan Gu Yu mengambil keuntungan itu, dia melepaskan diri dari tangan Shangyuan dan kemudian melarikan diri.

Shangyuan mendengus menatap kepergian Gu Yu, suasana hatinya suram.

Tidak jauh, guru itu mendekat, bersiap untuk memberi teguran, namun tertegun begitu melihat Shangyuan si peringkat satu.

"Ah, ternyata Bo tongxue."

Shangyuan hanya bergumam 'um' dengan dingin, berbalik dan pergi.
.
.

Kelas E.

Ketika Gu Yu kembali ke kelas, dia sudah terlambat lima menit.

Gu Yu berdiri di pintu ruang kelas, mengangkat tangannya, menginterupsi.

Semua orang di kelas langsung menatapnya.

Kelas ini adalah kelas biologi.

Guru biologi selalu ketat dan tidak suka siswa terlambat di kelasnya.

Selain itu, besok adalah ujian bulanan, dan dia masih saja terlambat lima menit. Gu Yu yakin gurunya akan marah dan membiarkannya menulis ulasan.

Namun guru biologi yang berdiri di podium, bersuara. "Apa kau tadi dipanggil Bo tongxue dari Kelas A?"

Gu Yu tertegun sejenak lalu bergumam mengiyakan.

Guru biologi dengan tenang berkata lembut. "Masuklah, ingatlah untuk tidak terlambat lagi lain kali."

Gu Yu kaget, lalu berkata terima kasih.

Setelah memasuki kelas, Gu Yu ingat bahwa guru biologi memiliki fitur khusus selain ketat.

Menyukai siswa top.

Tidak, harus dikatakan bahwa sebagian besar guru memiliki fitur ini.

Semakin baik para siswa, semakin mereka menyukainya.

Teman sekelas menatap Gu Yu kembali duduk tanpa berkedip dengan ekspresi iri tetapi juga rumit.

Karena dipanggil Shangyuan, jadi bahkan jika sudah terlambat, tidak perlu menulis ulasan.

Hah, senangnya bisa mengenal Bo Shangyuan.

Mereka juga ingin mengenalnya ...

Setelah Gu Yu kembali ke tempat duduknya, Jiang Zhenshan di sampingnya berbisik, "Apa terjadi sesuatu?"

"Tidak."

Jiang Zhenshan merasa lega. "Baguslah."

Setelah itu, dia mendorong bukunya. "Ini adalah catatan yang baru saja kau lewatkan, aku menyalinnya untukmu."

"Terima kasih."

Jiang Zhenshan tersenyum dan berkata, "Tidak perlu berterima kasih."

Gu Yu menunduk dan mulai menyalin, dia tidak sengaja melihat pergelangan tangannya.

Gu Yu tiba-tiba teringat adegan terakhir kali sebelum ketahuan guru.

Gu Yu diam.

... Dia masih tidak mengerti mengapa Bo Shangyuan ingin melakukan itu.
.
.

Pada saat bersamaan.

Shangyuan kembali ke kelas A.

Karena suasana hati yang buruk, tanpa menginterupsi, dia langsung berjalan masuk ke kelas dan duduk dibangkunya tanpa melirik guru matematika yang berdiri dipodium.

Guru itu bersiap memberi teguran, namun setelah menyadari itu adalah Bo Shangyuan, ekspresi di wajahnya tiba-tiba berubah. Dia berbisik pelan, "Bo tongxue, ingat untuk menginterupsi lain kali."

Shangyuan tidak merespon.

Duan Lun yang melihat raut wajah Shangyuan, duduk dengan baik dibelakangnya, dia takut memprovikasinya. Jika Shangyuan benar-benar marah, itu bukan lelucon.

Sialan! Bukankah Xing Bo pergi menangkap kekasihnya?

Bagaimana suasana hatinya menjadi lebih buruk daripada sebelumnya???

Donasi buat Choco
Chapter terbaru tidak muncul di Select Chapter jadi klik judulnya dibawah!
Loading

Comments