33. Tak bisa dirubah

WARNING 16+ Ada sedikit adegan dichapter ini!

.

Sehari sebelum libur musim dingin, Guo Zhi duduk di balkon kamar, menatap para siswa di bawah melalui pagar. Ke Junjie sangat bersemangat untuk berkemas, dan mulutnya sesekali berteriak menyanyikan lagu yang tidak menyenangkan untuk didengar. Dia menatap Guo Zhi, "Kenapa kau tidak berkemas dan hanya duduk diam disitu?"

"Aku hanya malas bergerak."

Ke Junjie pikir dia salah dengar. "Kau malas bergerak?" Tidak bisa menyalahkan Ke Junjie karena terkejut. Guo Zhi yang telah mengikuti pelatihan militer, tidur lebih awal dan bangun pagi-pagi, melipat selimut, membersihkan kamar tidur, memuji cuaca, memuji sekolah, setiap hari seperti orang yang mengonsumsi vitamin aktif, sekarang malah mengatakan malas bergerak.
  
Tentu saja, Ke Junjie tidak akan mengerti. Ketika mood ataupun tingkah Guo Zhi menjadi abnormal, itu pasti berhubungan dengan Shi Xi.

Guo Zhi masih duduk dikursinya, menghitung lama libur musim dingin.

"Junjie, kenapa libur musim dingin sangat lama? Bisakah dijadikan satu hari saja?"   

"Hey, perkataanmu ini akan menyinggung semua siswa dibelahan dunia."    

Guo Zhi ingin mengatakan sesuatu, namun ponselnya bergetar, ada panggilan masuk. "Halo, Ayah?"

"Besok kau sudah mulai libur kan?"

"Ya."

"Kalau begitu langsung pulang kerumah, jangan singgah kemana-mana."

"Aku tahu."

"Apa kau sudah berkemas?" Mendengar itu, Guo Zhi melihat barang-barangnya yang masih tercecer diatas meja kemudian berdiri. "Aku baru saja akan berkemas."

"Berkemaslah dulu, jangan sampai ada yang terlupa. Perhatikan keselamatan dijalan."

"Aku mengerti."

"Itu saja."

"Baiklah, Ayah. Cuaca sangat dingin, jaga kesehatanmu."

Setelah menunggu Guo yunyong menutup telepon, Guo Zhi meletakkan ponselnya, dan beralih mengambil koper dari lemari dan membukanya. Didalamnya ada topi dengan bentuk aneh yang Shi Xi belikan terakhir kali dikota kuno. Dia mengambilnya dan menaruhnya di atas kepalanya dan terus mengepak barang-barang. Ke Jinjie merinding melihat benda aneh dikepala Guo Zhi yang bergerak-gerak dengan menyeramkan. "Apa yang kau lakukan?"    

"Berkemas."    
    
"Maksudku benda aneh dikepalamu."

"Kau tidak mengerti. Aku pikir topi ini akan menjadi sangat populer dimasa depan." Guo Zhi tidak bercanda, ia benar-benar yakin hal itu.

"Pasti tak mudah untukmu menemukan topi jelek itu."

Guo Zhi berkaca dicermin dan menggerakkan kepalanya, topi diatasnya juga ikut bergerak. Dia selalu berpikir topi ini sangat bagus. Guo Zhi menatap wajahnya lalu melihat keluar dan kembali melihat pantulan dirinya, matanya bergulir kebawah melihat dadanya didepan cermin dimana sumber emosi yang terperangkap disana, tak bisa tenang dan terus gelisah. Bagaimana menghentikannya? Apa ada cara?

Guo Zhi tiba-tiba bergegas keluar kamar dan berlari keluar area kampus. Ia berlari sambil menahan topi dikepalanya agar tidak jatuh. Orang-orang yang dilewatinya menatap aneh namun Guo Zhi tetap berlari.

Ketika sampai didepan kamar Shi Xi, ia mengetuknya dengan keras. Shi Xi membuka pintu, Guo Zhi menopang tangannya didaun pintu, topi dikepalanya merosot menutup setengah wajahnya. "Shi Xi, Shi Xi, Shi Xi, Aku....aku...." Dia dengan tak sabar mencoba bicara disela mengatur napas.

Shi Xi menatap benda dikepala Guo Zhi, apa idiot ini membawa topi kekampus? Tangannya terulur menarik ujung topi keatas membuat wajah Guo Zhi terlihat jelas.
 
"Shi Xi, aku ingin tidur denganmu malam ini." Guo Zhi mendongak berkata langsung apa yang ada dipikirannya dan kemudian menyadari ada celah dalam kata-katanya sendiri, ia melanjutkan "Aku tidak datang untuk kesenangan, aku hanya ingin tidur denganmu. Kita tidur nyenyak malam ini, dan tidak akan melakukan hubungan fisik di tempat tidur."

"Jadi maksudmu aku adalah tipe orang yang akan melakukan hal semacam itu setiap kali kau bermalam?" Respon Shi Xi dengan sedikit mengernyit, dan Guo Zhi dengan cepat melambaikan tangannya. "Tidak, tidak, aku tidak berpikir kau pria seperti itu." Hei, kau benar-benar harus memikirkannya, karena Shi Xi memang tipe orang yang seperti itu.
  
Guo Zhi melepas topi dan melemparnya ke atas ranjang. "Aku mandi dulu, tadi aku lari untuk kesini jadi sekarang berkeringat."
    
Shi Xi duduk di depan komputer sementara Guo Zhi sudah berada dikamar mandi, menatap diri didepan cermin lagi tepat didadanya. Ia tidak tahu kapan kegelisahan itu akan hilang. Dia ingin melihat Shi Xi dan ketika melihatnya, ia masih merasa tak jelas. Dia memutar pancuran mulai mandi, Guo Zhi bersuara dari dalam "Ketika kau pergi besok, jangan lupa untuk mengunci semua naskah. Bagaimana jika pencuri masuk dan mengubah teksmu?"
 
"Maksudmu, pencuri itu datang tidak untuk mencuri barang-barang lain tetapi hanya untuk mengubah novelku?"

"Maksudku, siapa tahu saja. Saat ini ada banyak jenis pencuri, bagaimana jika kau bertemu pencuri yang kebetulan adalah seorang penyair? Apa yang akan kau lakukan?"

"Tidak melakukan apapun."

"Kau sungguh tidak berhati-hati, bagaimana jika itu berubah?"

"Itu hanya beberapa kata yang tidak akan dilihat orang lain."

Guo Zhi membuka pintu kamar mandi dan hanya mengerluarkan kepalanya menatap Shi Xi dengan marah. "Hei, aku akan lihat. Aku akan melihat apa yang kau tulis, tidak diubah oleh orang lain. Bahkan jika aku mengubahnya lebih baik, aku lebih suka membaca apa yang kau tulis, aku suka membacanya seumur hidupku." Shi Xi memalingkan kepalanya, hanya kata yang biasa saja, tetapi sebagai respon tiga kalimat Guo Zhi, tubuh Shi Xi yang belum menjadi saraf emosional seutuhnya, kali ini meningkat lebih dari satu.  

Guo Zhi sudah selesai mandi ketika Shi Xi berdiri dibalik jendela. Dia terkadang melakukan hal ini. Hanya melihat keluar tanpa emosi apapun seakan menonton film tentang dirinya.    

Guo Zhi tidak ingin menganggu, ia duduk dibangku dan menggoyangkan kakinya sambil membaca novel Shi Xi. Mereka terus seperti ini ditengah cuaca diluar yang dingin namun didalam terasa hangat dengan pengatur suhu yang menghasilkan bunyi samar.

Setelah cukup lama, tubuh Guo Zhi tiba-tiba menegang, bibir yang hangat dan lembab mencium lehernya. Shi Xi duduk ditepi tempat tidur, tangannya meraba bahu Guo Zhi bergerak ke pinggang dan memeluk dari belakang. Punggung Guo Zhi menempel didada Shi Xi. Debaran disana bisa dirasakan, menembus kulit, merambat ke tubuh Guo Zhi, dan memburu napasnya.
    
Shi Xi mencium dari leher ke telinga dan memberi gigitan didaun telinga Guo Zhi, "Hanya nama dan teks yang bisa diubah, tetapi kau dan perasaanmu tidak diizinkan untuk berubah sepatah kata pun."
    
Guo Zhi ingin tahu apa ada yang harus dikatakan, tetapi sekarang, apa lagi yang bisa dia katakan?

Ia sangat suka Shi Xi, bukankah sudah diketahui?

Donasi buat Choco
Chapter terbaru tidak muncul di Select Chapter jadi klik judulnya dibawah!
Loading

Comments