33. Apa dia akan meminjamkan catatan hanya karena menyentuh kepalamu

Sudah seminggu Shangyuan berupaya memblokir Gu Yu ketika akan berangkat ke sekolah, namun tidak berhasil.

Awalnya, Shangyuan tidak berpikir aneh tetapi setelah beberapa waktu, dia menyadari.

- Gu Yu menghindar darinya.

Suasana hati Shangyuan berubah kesal. Apalagi memikirkan Gu Yu dan Jiang Zhenshan bersama setiap hari, suasana hatinya semakin kesal.

Sekarang dia sudah punya kekasih, jadi tidak mau bertemu dengannya lagi?
.
.

Disaat suasana hati Shangyuan semakin buruk setiap hari, ujian bulanan pertama perlahan-lahan semakin mendekat.

Ujian bulanan pertama adalah pada akhir September.

Tanggal 23 September.

Tersisa satu minggu lagi.

Tujuh hari sebelum ujian, hal pertama yang dilakukan guru kelas sebelum memulai kelas yaitu menulis angka 7 besar di sisi kanan papan tulis.

Setelah menulis, guru kelas berdiri di podium dan berkata, "Apa artinya ini? Kalian pasti sudah mengerti."

Suasana di kelas fokus dan tidak ada yang bersuara.

Guru kelas melanjutkan. "Masih ada tujuh hari lagi sebelum ujian bulanan. Aku harap kalian semua mendengarkan pelajaran dengan baik selama sisa hari terakhir ini dan berupaya untuk mendapatkan nilai bagus pada ujian bulanan. Nah, tidak banyak omong kosong, sekarang buka buku teks kalian ..."

Setelah empat puluh menit, kelas berakhir.

Tidak ada yang keluar dari kelas, semua duduk di kursi dan meningkatkan ulasan.

Bagaimanapun, ini adalah ujian bulanan pertama, tidak hanya para guru, tetapi juga para siswa merasa tegang.

Mungkin dipengaruhi oleh suasana tegang ini, Gu Yu yang selalu tidak peduli dengan nilainya mulai merasa sedikit gugup.

Tetapi ketegangan ini, pada siang hari, dengan cepat menghilang.

Setelah kembali ke rumah pada siang hari, ibu Gu mungkin mendengar berita tentang ujian bulanan baru-baru ini dari orang tua lain di komunitas jadi langsung bertanya padanya.

"Apa kau sudah mengirim pesan dengan tetangga Shangyuan hari ini?"

"Bagaimana hubungan kalian?"

"Apa tetangga Shangyuan membalas pesanmu?"

"Apa yang kau balas, katakan padaku."

Ibu Gu tidak ada habisnya terus bertanya tanpa henti.

Setelah mendengar ini, semua ketegangan Gu Yu menghilang dalam sekejap tanpa jejak.

Gu Yu mendengarkan ocehan ibu Gu seperti biasa sampai selesai. Meskipun wajahnya tenang, tetapi hatinya tidak lagi merasa apapun untuk ujian bulanan.
.
.

Tiga hari terakhir sebelum ujian bulanan, suasana di kelas sudah sangat tegang.

Sebelumnya para siswa ada yang berkeliaran, atau pergi ke toilet, ataupun pergi ke supermarket sekolah untuk membeli makanan ringan.

Namun kali ini, tidak ada seorang pun yang berkeliaran, semuanya duduk di posisi dan meningkatkan ulasan.

Dalam suasana yang fokus dan tegang ini, Gu Yu sangat tenang. Dia akan ke toilet jika waktunya pergi, akan minum ketika haus, dan tidur disaat mengantuk.

Dalam beberapa hari terakhir, untuk menghindari Shangyuan, Gu Yu yang biasanya bangun pukul 6:00, belakangan ini, dia bangun pukul 5:30.

Karena terlalu dini, Gu Yu tidak bisa menahan kantuk sepanjang hari, jadi dia akan tidur di meja setelah kelas.

Seperti sekarang, setelah kelas matematika di jam kedua berakhir, Gu Yu yang mengantuk segera berbaring di atas meja, mulai tidur.

Jiang Zhenshan yang duduk disebelah melihat Gu Yu tidak gugup, bertanya pernasaran. "Ujian bulanan tinggal beberapa hari, apa Gu tongxue tidak gugup sama sekali?"

Gu Yu menjawab ringan. "Tidak perlu gugup."

Prestasinya selalu seperti itu.

Bahkan jika dia gugup, nilainya tidak akan menjadi baik.
.
.

H-1

Pada hari terakhir ini, suasana di kelas bahkan lebih berat.

Semua orang yang akan menghadapi ujian besok, mata hitam dan ekspresinya makin fokus.

Mereka yang biasa memperhatikan perlajaran hanya sedikit gugup. Sementara mereka yang biasanya suka bengong di kelas, seperti Shen Teng, wajahnya yang paling jelek.

Khawatir bahwa hasil ujian bulanan tidak baik. Secara alami, mereka akan mengambil jalan pintas untuk meningkatkan nilai ujian bulanan.

Misalnya, membuat contekan, berkolusi dengan nilai bagus di kelas, mencontek pada hari ujian bulanan, dll ...

Tentu saja, ada beberapa yang ingin mengambil jalan pintas ini.

Bagaimanapun, jika ketahuan pengawas, orang tua mereka akan dipanggil.

Ada yang menulis nama peringkat pertama, yaitu nama Bo Shangyuan diatas kertas, untuk memberkati nilai mereka agar tidak gagal.

Juga, ada yang menempelkan namanya di meja, sembah tiga kali sehari, dan berharap bisa mendapatkan setengah dari kemampuan Shangyuan.

Atau, ada yang diam-diam mengambil potret Bo Shangyuan, ditempatkan di rumah, membeli dupa dan buah, menaruhnya di depan foto, menyembahnya setiap hari... dan seterusnya.

Ada satu lagi.

Siap untuk meminjam catatan Shangyuan.

Karena Shangyuan adalah dewa sekolah yang peringkat pertama pada ujian simulasi dengan nilai 755. Jadi sudah pasti catatannya akan lebih berguna dibanding yang lain.

Namun, karena wajah Shangyuan yang selalu dingin, tidak ada senyum, dan tidak mudah didekati, jadi meskipun ide ini dihasilkan, hanya sedikit orang yang memberanikan diri untuk meminjam catatannya.

Hanya dengan memandangi wajah dinginnya saja sudah cukup untuk membuat orang takut, apa lagi berani meminjam catatan.

Tentu saja, tidak ada yang berani.

Mereka yang punya nyali yang akan pergi.

Salah satunya, ketua tim 4 kelas geografi dari Kelas E, Wu Hui.

Tepat setelah kelas bahasa, Wu Hui berdiri dari kursi dan berkata, "Omong kosong! Mudah saja meminjam catatan dari peringkat pertama."

Siswa lain yang mendengar ini di kelas tidak bisa menahan tawa. "Kau? Mereka yang di Kelas A saja tidak bisa mendapatkannya, dan kau si sampah dari kelas E yakin akan dipinjamkan?"

Siswa lainnya bersuara. "Aku pergi ke sana kemarin, dan dia mengabaikanku sama sekali."

Siswa lainnya lagi mengikuti dan berkata, "Tidak aneh. Yao Yue dari kelas F baru saja meminjamnya dan langsung ditolak begitu saja. Dia akhirnya pergi sambil menangis."

Yao Yue, bunga kelas F, bibir merah dan kulit putih, wajahnya kecil dan halus, cantik. Namun, temperamennya sombong dan tidak suka didekati.

Banyak orang ingin meminta nomor telepon Yao Yue, tetapi dia menolak tanpa ragu.

Beberapa anak lelaki di kelas mencibir dan mengatai Wu Hui aneh.

Siswa di Kelas A saja tidak dipinjamkan, bunga kelas F kelas juga tidak dipinjamkan, mana mungkin Shangyuan akan meminjamkan pada orang yang tidak jelas dari kelas E?

Jangan bermimpi disiang hari.

Wu Hui mendengarkan, tetapi dia tidak berkecil hati.

Wu Hui masih berdiri dengan berani. "Kalian tidak tahu apa-apa. Aku berteman baik dengan Duan dari Kelas A. Selama Duan Lun bicara, dia pasti akan meminjamkanku!"

Semua orang tahu bahwa satu-satunya orang di sekolah yang dapat berbicara dengan Bo Shangyuan adalah Duan Lun. Karena itu, setelah Wu Hui mengatakan ini, siswa lain yang meremehkannya menjadi diam.

Satu orang bertanya. "Benarkah? Sungguh? Apa kau dan Duan Lun teman baik?"

Meskipun Duan Lun terlihat lebih mudah didekati tetapi pada kenyataannya, dia tidak beda jauh dengan Shangyuan.

Meskipun Duan Lun sering tersenyum dan berbicara dengan orang lain, tetapi pada kenyataannya, dia tidak akan pernah terlalu dekat dengan yang lain.

Namun, jika itu gadis yang cantik, itu berbeda.

Wu Hui melihat ekspresi terkejut beberapa orang, dan ekspresinya cukup bangga. "Tentu saja, aku berbicara dengannya kemarin!"

Sikap beberapa orang yang masih mencibirnya berubah.

"Kakak, begitu kau meminjamnya, perlihatkan pada adik!"

"Hui Ge! Masa depanku bergantung padamu!"

"Hui Hui, aku mencintaimu! Perlihatkan padaku!!"

"Aku juga ingin lihat!!!"

Wu Hui memandang mereka yang kini mengharapkannya. Dia dengan bangga bersuara. "Aku akan melihat suasana hatiku nanti."

Setelah itu, dia meninggalkan kelas E dengan angkuh.

Sepertinya dia yakin dapat meminjam catatan.

Semua orang melihat kepergian Wu Hui dengan wajah iri.

Alangkah baiknya jika mereka juga bisa berteman baik dengan Duan Lun ...

Ketika semua orang iri, Jin Shilong bersuara. "Aku tidak berpikir dia akan bisa meminjamnya."

Shen Teng dengan penasaran bertanya."... Kenapa? Bukankah dia tadi bilang berteman baik dengan Duan Lun?"

Jiang Zhenshan juga sangat penasaran.

Sementara Gu Yu tidak memiliki reaksi.

Jin Shilong mendengus mengingat wajah Wu Hui. Dia berkata, "Kalian tunggu saja saat dia kembali. Pasti tangan kosong."

Tiga menit kemudian.

Wu Hui kembali.

Siswa lain yang tadi berharap menyambutnya dengan gembira, "Hui Ge, adik juga ingin melihat catatan itu!"

Wu Hui tersenyum canggung. "Err ..."

Mereka yang melihat Wu Hui dengan tangan kosong, berpikir bahwa Wu Hui menyembunyikan catatannya, "Hui Ge, jangan pelit, perlihatkan pada kami."

Wu Hui berkata malu. "Aku tidak meminjamnya."

Suaranya sangat kecil, dan sepertinya dia merasa sangat kehilangan muka.

Satu orang bertanya-tanya. "Bukankah kau berteman baik dengan Duan Lun? Apa Duan Lun juga tidak bisa meminjamnya?"

Wu Hui berkata dengan senyum kering. "Aku pun tidak menyangkanya ..."

Setelahnya, dia duduk kembali dan sepertinya enggan untuk terus berbicara tentang topik ini, memilih membuka buku, berpura-pura mulai mengulas latihan soal.

Beberapa siswa lelaki merasa depresi dan menghela nafas.

"Bahkan Duan Lun juga tidak bisa meminjamnya ..."

"Bukankah Bo Shangyuan terlalu pelit? Itu kan hanya catatan."

"Tepat! Dia tidak akan mati dengan meminjamkannya!"

"Bukankah Duan Lun sudah meminjam?"

"Bukankah Wu Hui dan Duan Lun berteman? Jika Duan Lun sudah meminjam catatan, bukankah dia akan memberi Wu Hui?"

"Itu juga ..."

Orang-orang tidak tahu, Wu Hui bukan tidak menyangka Shangyuan tidak meminjamkannya pada Duan Lun.

Tetapi dia tidak menyangka hanya dirinya yang puas diri menganggap Duan Lun sebagai teman baik.

Sementara Duan Lun tidak memandangnya dari awal hingga akhir.

Duan Lun juga tidak menyangka, dia hanya berbicara dua kata dengan Wu Hui secara santai, tetapi pihak lain benar-benar berpikir dia menganggapnya teman baik.

Di SMA Chengnan, satu-satunya yang benar-benar dianggap teman baik bagi Duan Lun adalah Bo Shangyuan.

... Meskipun Shangyuan tidak menganggapnya.

Jin Shilong menatap bangku Wu Hui dan berkata, "Sudah kubilang, dia pasti tidak bisa meminjamnya."

Shen Teng terkejut. "Sialan! Bagaimana kau tahu?"

Jin Shilong menjawab biasa. "Duan Lun baik, kaya dan tampan, juga mengenal baik Shangyuan, mengapa dia harus berteman baik dengan kelas E?"

Shen Teng baru menyadari. "Oh, Duan Lun kaya dan tampan, siapa Wu Hui? Nilainya tidak bagus, tingginya normal, dan tidak ada yang bagus dari fisiknya. Beraninya mengganggap diri sendiri sebagai teman baik Duan Lun."

Gu Yu yang berbaring dibelakang Shen Teng tertegun sejenak.

Jiang Zhenshan yang duduk di sebelah Gu Yu semakin bertanya-tanya. "Apa benar-benar mustahil bisa meminjam catatan Bo tongxue?"

"Dengan karakter Shangyuan seperti itu, siapa yang berani meminjamnya. Kecuali matahari terbit dari barat ..."

Jin Shilong segera memotong ucapan Shen Teng.

"Tidak, bukankah ada satu orang yang bisa meminjamnya?"

Shen Teng ragu. "Siapa?"

Jin Shilong mengangkat tangannya dan menunjuk Gu Yu.

Shen Teng membuka mulutnya.

Oh ya, bagaimana dia bisa melupakan Xiao Yu!

Shangyuan tidak hanya mengisi 1000 yuan pada kartu makan Xiao Yu tetapi juga menyentuh kepalanya... Jika Xiao Yu pergi, Shangyuan pasti akan meminjamkannya!

Kedua mata Shen Teng berbinar dan menoleh pada Gu Yu.

Gu Yu yang berbaring diatas meja, pura-pura tidak melihatnya.

"Xiao Yu Yu, jika kau pergi menemui Shangyuan dan meminjam catatannya, dia pasti akan meminjamkannya padamu."

"... Atas dasar apa?"

"Bukankah dia menyentuh kepalamu?"

"Apa dia akan meminjamkan catatan hanya karena menyentuh kepalaku?"

Shen Teng terdiam.

Logika ini agak aneh.
.
.

Kelas A.

Ketika Wu Hui pergi, Duan Lun tidak bisa tidak mencibir. "Aku tidak menyangka, hanya bicara dua kata dan dia datang padaku dengan percaya diri. Memintaku meminjam catatanmu ... Ini juga sedikit menarik."

Ketika Duan Lun mengingat adegan tadi, dia menjadi semakin geli.

Ketika Wu Hui tiba di Kelas A, dia meminjam catatan Shangyuan, ketika dia hanya diabaikan, dia mendatanginya dan memintanya untuk membantunya.

Sangat menarik.

Duan Lun tidak menyangka bahwa seseorang bisa mencapai tingkat yang puas diri sampai sejauh ini.

Duan Lun tersenyum dan mengangkat alisnya dan berkata, "Jika mereka tahu kalau our handsome boy si peringkat pertama tidak pernah membuat catatan di kelas, dan tidak suka belajar. Entah bagaimana membayangkannya."

Shanyuan hanya bereskpresi dingin dan acuh tak acuh.

Duan Lun mendengus. "Sudah setengah bulan dan kau masih belum berdamai dengan kekasihmu? Menurutku, kau putuskan saja. Buang yang lama, ganti yang baru..."

Mengganti kekasih sama seperti mengganti pakaian bagi Duan Lun. Dia tidak bisa mengerti kenapa Shangyuan begitu bertahan dengan satu gadis.

Gadis sama saja. Jika ganti yang baru pun, itu tidak ada bedanya.

Kali ini, Shangyuan akhirnya bereaksi.

Dia melemparkan satu kata. "Enyahlah!"

Duan Lun mencebik. "Sialan! Kau tidak tahu berterima kasih. Kau bahkan tidak bisa menghargainya!"

Setelah itu, Duan Lun bingung dan lanjut bertanya. "Bukankah kekasihmu di kelas E? Kenapa dia tidak datang dan meminjam catatanmu?"

Juga, karena Duan Lun menunggu kekasih Bo Shangyuan untuk mengambil inisiatif meminjam catatan, jadi Duan Lun tidak pernah mengatakan apapun pada mereka yang datang bahwa Shangyuan tidak pernah membuat mencatat.

Shangyuan seketika berdiri.

Duan Lun terkejut dan bertanya, "Kau mau kemana?"

Shangyuan merespon tanpa menoleh. "Tangkap orang."

Donasi buat Choco
Chapter terbaru tidak muncul di Select Chapter jadi klik judulnya dibawah!
Loading

Comments