32. Mereka memiliki kesamaan

Belakangan ini, suhu cuaca mulai mendingin tanpa peringatan. Seluruh kota diselimuti kabut dingin, seperti seorang lelaki tua yang terus merokok, bangunan dan semuanya tampak kabur.
.
.

Setelah kelas berakhir, Shi Xi berdiri diluar gerbang kampus dan menunggu taksi. Shi Xi memandang jauh kedepan, Guo Zhi disebelahnya bersuara, "Kenapa kau pergi membeli DVD? Lebih mudah untuk menonton online."

"Iklannya sangat menganggu." Jawab Shi Xi singkat.
    
Dulu, iklan hanya 10 detik, lalu menjadi 20 detik, dan sekarang 60 detik. Kadang-kadang menonton drama pendek 3 menit. Setiap episode harus menunggu selama 1 menit iklan. Beberapa stasiun TV bahkan lebih banyak, dan ketika satu episode drama akan menampilkan adegan kritisnya, sebuah tulisan muncul 'Jangan kemana-mana' lalu iklan dan setelah selesai ternyata dramanya bersambung dan lagu penutup diputar.

Shi Xi jarang menonton siaran TV. Dia pikir itu hanya alat pencuci otak.
    
Jawaban Shi Xi membuat Guo Zhi semakin bingung. "Apa iklannya tidak bagus? Dari situ kau bisa tahu produk yang baru rilis juga merek mana yang lebih terjamin."    

"Tidak ada yang terjamin."

Taksi berhenti lalu keduanya naik. Selama perjalanan supir taksi selalu menunjukkan kemarahan yang besar ketika mobil depan berhenti mendadak atau ketika ada mobil yang berbelok dari sudut lain untuk menghalangi mobilnya, dia berteriak mengumpat. Guo Zhi mengerutkan alisnya tak tahan mendengar itu sementara Shi Xi acuh tak acuh. Guo Zhi membuka mulut ingin mengatakan sesuatu namun Shi Xi mencegahnya. "Jangan bicara apapun."  

Taksi berhenti ditujuan dan keduanya pun turun.   

"Kenapa menghentikanku? Mungkin supirnya sedang ada masalah jadi aku merasa kasihan. Aku bisa memberikannya beberapa tips."

"Tips macam apa?" Respon Shi Xi. Keduanya masuk kedalam toko DVD.

"Bawa mobil ke gunung, lalu berdiri disana dan berteriak pada langit: Aku akan hidup lebih baik~ begitu." Jelas Guo Zhi bersemangat, begitu melihat Shi Xi yang tampak sedikit bias membuat ekspresinya pudar.

"Kau melihatku seperti orang yang sedang marah!"

"Bukankah sudah jelas?"

"Apa kau punya pendapat tentang tipsku tadi?"

"Membuang uang untuk membeli bensin, pergi ke gunung dan berteriak seperti orang bodoh bisa membuat orang lain melupakan masalah dan mengatasi kemarahan mereka? Gambaran puitis di TV adalah penipuan besar. Jika benar-benar bermanfaat, gunung itu sudah penuh dengan orang. Hal semacam ini hanya kau yang akan lakukan."

"Aku tidak akan melakukannya karena aku tak punya banyak masalah dan marah."
   
Ini adalah kesamaan yang mereka miliki. Kapasitas emosi ditubuh Guo Zhi tidak besar karena sudah diisi kebahagiaan jadi bagaimana mungkin ada ruang yang tersisa untuk engatasi masalah dan kemarahan; sementara Shi Xi berpikir bahwa masalah dan kemarahan tidak bisa membawa apa pun untuk dirinya sendiri, dan tidak bisa mengambil apa pun. Ini tidak berguna.
.
.    

Shi Xi memilih DVD, jemarinya yang panjang bergerak dideretan DVD lalu berhenti, mengambil satu mengamatinya sejenak kemudian menaruhnya kembali. Guo Zhi mengikuti, ia mengambil DVD tadi, mengamati lalu dikembalikan ke deretan rak. "Shi Xi, apa kau akan pulang saat libur musim dingin?"
    
"Hm."

"Apakah sangat jauh?"
    
"Apa yang kau inginkan?"

"Aku, aku tidak menginginkan apapun."

Guo Zhi masih berdiri disebelah Shi Xi, matanya menyusuri berbagai macam cover DVD sesekali melirik Shi Xi. Cukup lama hingga akhirnya ia kembali bersuara, "Diliburan musim dingin, kau biasanya melakukan apa?"

"Bukan urusanmu."

Guo Zhi cemberut lalu beralih mengambil acak satu DVD dan mengamatinya. Tiba-tiba Guo Zhi menarik lengan Shi Xi. "Shi Xi, lihat! Film ini tentang kisah cinta dua pria."

Shi Xi ikut melihat judulnya 'Love of Siam'. "Apa yang perlu dikejutkan hanya karena ini." Dia lanjut melangkah menuju rak lain. Guo Zhi kembali menaruh DVD itu, berjalan dua langkah sesekali menoleh kebelakang, ke arah letak DVD tersebut.

Dia tidak pernah menonton dan bahkan tak tahu kalau film seperti itu ada. Ayah bilang perasaan seperti ini tidak bisa diungkapkan tetapi jika itu benar-benar tidak baik, lalu mengapa itu dibuat menjadi film yang bisa dilihat semua orang?

Shi Xi memilih dua DVD lalu kembali, dia melewati area DVD 'Love of Siam' dan mengambilnya lalu pergi ke kasir. Guo Zhi terus mengamati DVD itu dimulai dari petugas kasir mengecek harga, memasukkan ke kantong, hingga keduanya keluar dari toko. Mata Guo Zhi masih tertuju pada kantong digenggaman Shi Xi.

"Shi Xi."

"Hm?"    

"Kau kekasihku kan?"

"Apa yang ingin kau katakan?"
    
"Berarti kita berhubungan baik kan?"
    
Shi Xi tak menjawab, Guo Zhi melanjutkan. "Kalau begitu kau bisa kan meminjamkanku DVD ini selama sehari?"

"Kau mengucapkan banyak hal bodoh agar ingin aku memukulmu kan?"    

Mereka duduk didalam taksi lagi. Keduanya duduk bersisian dibangku belakang. Shi Xi duduk sambil menaruh siku dijendela, melihat keluar sementara Guo Zhi menaruh kedua tangannya diatas paha dan melihat keluar disisi yang lain. Pupil mereka menangkap pergerakan pemandangan yang dilewati. Kaki kanan Guo Zhi bergerak lembut sedikit menyentuh kaki Shi Xi membawa sensasi yang menyeruak didadanya.
.
.

"Shi Xi, selain membaca buku dan menulis novel, apa lagi yang kau lakukan diwaktu luang?" Guo Zhi bertanya saat taksi memasuki area kampus.

"Berapa banyak pertanyaanmu tentang liburan musim dinginku?"

Taksi berhenti lalu kembali melaju setelah keduanya turun. Guo Zhi menunduk sambil menggesek sepatunya ketanah. "Aku tidak, aku hanya cemas kau tidak memikirkanku selama liburan musim dingin."

"Tidak perlu."

"Kau tidak perlu memikirkanku?" Guo Zhi masih menunduk, gesekkan sepatunya ditanah semakin kuat.

"Tak ada yang perlu dicemaskan." Setelah mendengar itu, Guo Zhi mendongak bersiap untuk tersenyum lebar namun Shi Xi langsung menempelkan DVD diwajahnya. "Aku berikan DVD ini untuk wajah bodohmu itu jadi menghilanglah."

Guo Zhi mengambil DVD diwajahnya, melihat Shi Xi sudah berbalik, bersiap pergi. Guo Zhi bersuara dibelakang, "Aku akan menghilang hari ini, besok aku akan hadir diduniamu tepat waktu."
   
Shi Xi mengangkat bahu.
.
.

Mereka mungkin tidak hanya memiliki satu kesamaan, tetapi mereka puas dengan perasaan polos dan istimewa ini. Tidak ada lagi permintaan. Ini juga benar.

Donasi buat Choco
Chapter terbaru tidak muncul di Select Chapter jadi klik judulnya dibawah!
Loading

Comments