30. Ayo rujuk



Melihat kesunyian Xu Kai, Li Xiang mengerutkan kening, penuh dengan keluhan, mengulurkan tangan untuk meraih lengan baju Xu Kai, suaranya bergetar. "Ayo rujuk ..." Lalu ia dengan hati-hati melihat ekspresi wajahnya.

Xu Kai tidak segera menjawab, tetapi menangkap tangan Li Xiang, melepaskan dari lengan bajunya, dan dengan hati-hati mengembalikannya ke tempat semula, lalu hanya menjawab, "Oke."

Ketika Xu Kai melepaskan tangannya, mata Li Xiang memerah, mengingat adegan yang sama saat Xu Kai meninggalkannya kemarin, namun segera tertegun setelahnya, "kau bilang apa?"

“Aku bilang ya, mari kita rujuk kembali.” Xu Kai menatap tangan Li Xiang. “Hati-hati.” Li Xiang menemukan ada jarum di punggung tangannya dan dua botol infus disisi tempat tidurnya.

Mata Li Xiang melebar, "kau terima semudah itu?"

"Ya."

"Tapi aku belum selesai membicarakan apa yang ingin aku katakan!"

Xu Kai perlahan duduk ditepi tempat tidur untuk membantunya mengatur selimut. "Katakan."

 Li Xiang terlihat serius dan menarik napas panjang, lalu segera menghembuskannya. "Haus, aku ingin minum air." Xu Kai mengambil air mineral di lemari, dan setelah meminumnya dengan sedotan, Li Xiang kembali bicara.

"Aku ingat bagaimana kita pertama kalinya bertemu. Kau adalah si X bodoh yang naik bus tanpa uang." Tidak sengaja mengatakan kebenaran, Li Xiang batuk dua kali dan melanjutkan. "Aku tidak mengatakan kau bodoh, hmm, pada waktu itu, aku pikir kau bodoh ... Ngomong-ngomong, aku tidak berpikir begitu sekarang. Kau tahu, ini sungguh kebetulan. Kita duduk bersebelahan. Setelah beberapa tahun, kau juga masuk ke Kompi H, naik bus nomor 2 dan juga duduk di sebelahku. Dan aku tidak sengaja menyentuh pahamu. Ini adalah pertama kalinya dalam hidupku menyentuh paha orang lain! Dan kau kebetulan menjadi bosku, berhubungan sangat dekat denganku! Aku pikir ini diatur oleh Tuhan.  Kita sangat spesial ... jadi, kita tidak boleh menentang kehendak Tuhan ... bukankah begitu?"

Xu Kai terdiam sejenak lalu menanggapi.

"Giliranku bicara, kau harus mendengarkan dengan baik ... Setelah mendengarkannya, putuskan apa kau ingin bersamaku. Akan akan memberimu kesempatan untuk bertobat...

...Beberapa tahun yang lalu, aku mengakhiri pekerjaanku di Amerika Serikat dan kembali kesini. Pada saat itu, aku sangat percaya diri, terlalu percaya diri, dan memulai bisnis dengan dua teman, dan berusaha keras untuk itu. Tentu saja, hasilnya gagal. Pada hari perusahaan itu bangkrut, aku merasa bahwa dunia juga hancur. Aku di jalan hari itu, seperti orang mati berjalan. Sampai aku naik bus - aku bertemu denganmu...

...Ketika kau muncul di depanku, aku tahu kalau kau adalah orang yang telah aku tunggu-tunggu sejak lama. Mungkin kau sendiri tidak mengetahuinya, seberapa baik kau melihatnya. Pada saat itu, aku merasa semua hal yang menggangguku tidak lagi penting.

... Aku tidak kebetulan duduk disebelahmu, itu disengaja, sehingga sakuaya selalu bisa melihatmu diam-diam.

...Aku meminta nomor kontakmu terlalu mencurigakan, jadi aku memberimu nomor kontakku. Setelah itu, aku menunggu panggilan darimu selama tiga bulan penuh, aku tidak pernah mematikan ponsel dalam tiga bulan, tetapi kau tidak pernah menghubungiku.

...Aku berulang kali naik bus dan tidak pernah bertemu denganmu lagi. Aku pikir, kau tidak tinggal di sana, kau mungkin hanya lewat hari itu.”

Li Xiang menyela. "Oh, ya, aku pergi ke teman sekelas untuk meminjam buku hari itu."

Xu Kai tidak terpengaruh olehnya dan tampaknya tenggelam dalam dunianya sendiri. "Setelah terlalu lama mencarimu, aku hampir menyerah dan mengubur diriku di tempat kerja. Segera setelah perusahaan bangkrut, aku menemukan pekerjaan di departemen pemasaran dan duduk di posisi direktur.

...Sekitar setahun yang lalu, aku melihat bus antar-jemput dari Perusahaan H di jalan, dan kau sedang duduk di dekat jendela. Aku menggunakan beberapa cara untuk mencari tahu di departemen mana kau berada, dan menggunakan beberapa cara untuk menggali info pada bosmu dan datang ke wawancara.

...Pada hari wawancara, aku secara khusus mengambil shuttle bus yang kai ambil dan sengaja duduk disebelahmu.  Hanya saja, tidak menyangka kau menyentuh pahaku. Cara kau melihatku, kau jelas tidak mengingatku.

...Ingat di mana kau turun, aku membeli flat di dekat tempat tinggalmu.

...Semuanya siap, aku pergi ke perusahaan H untuk melaporkan dan menjadi bosmu. Kau tahu segalanya setelah itu. Jadi, ini bukan kehendak Tuhan.

...Aku hanya ingin dekat, tetapi aku tidak sadar aku telah memaksamu, aku, menginginkan lebih.

...Ketika aku memintamu untuk kontrak kencan selama tiga bulan, aku tahu kau tidak akan menolak. Kau tipe yang tidak tega menolak orang lain ...

...Aku sangat baik padamu dalam tiga bulan, aku harap kau tidak akan bisa meninggalkanku di masa depan.

...Kita bertengkar malam itu, kau mendorongku pergi, aku pikir apa pun yang terjadi, kau tidak akan menerimaku, jadi aku memutuskan untuk melepasmu.

...Setelah itu, tidak melihatmu lagi, tidak bicara sepatah kata pun denganmu, karena aku takut tidak bisa mengendalikannya, dan aku akan mengganggumu lagi.

...Hanya saja, aku tidak menyangka kau benar-benar tidak bisa hidup tanpaku.

...Kemudian aku tahu kalau kau selalu sendirian untuk waktu yang lama, dan aku malah meninggalkanmu ... Aku pikir aku sangat jahat ... sangat jahat.”

Li Xiang mendengarkannya satu per satu dan melihat bahwa Xu Kai tidak lagi melanjutkan. Dia bertanya. "Sudah selesai?"

"Itu saja."

Berjuang untuk bangun dari tempat tidur, Li Xiang sedikit bersemangat. "Apa kau sangat menyukaiku?"

Tidak menyangka Li Xiang akan mengajukan pertanyaan seperti itu. Xu Kai tertegun dan menjawab, "Ya."

“Benarkah?”

"Sungguh."

Senyum mekar di wajah Li Xiang, "aku sangat menawan, hahaha!"

Xu Kai, "..."

“Dan itu jelas kehendak Tuhan!” Li Xiang terkekeh. “Kau tidak membawa uang di bus, aku menyentuh pahamu di bus, itu adalah kehendak Tuhan!”

Xu Kai berpikir sejenak dan mengangguk sedikit.

"Hei, avatar WeChat-mu, apa itu jangan-jangan ..."

Avatar logo 1 yuan.

"Ya."

“Apa kau benar-benar sangat menyukaiku sampai segitunya?” Li Xiang bertanya lagi.

Xu Kai mengangguk.

Li Xiang tertawa dan terus tertawa.

Xu Kai berdiri tanpa daya dan membantunya menarik selimut yang tergelincir ke bawah. Pada saat ini, Li Xiang tiba-tiba memeluk ala beruang pada Xu Kai. Pusat gravitasi Xu Kai tidak stabil dan mencondongkan tubuh ke depan. Dia jatuh di tempat tidur dan menekan Li Xiang.

"Apakah itu sakit?" Tanya Xu Kai khawatir.

Li Xiang masih memeluknya, memeluknya erat, "Aku juga menyukaimu!" Lalu menciumnya.

Ini adalah pertama kalinya Li Xiang berinisiatif memeluk dan mencium. Pertama mencium hidung Xu Kai dan kemudian turun, dua garis bibir tipis yang tegas. Li Xiang kekurangan pengalaman, keterampilan amatir dan seluruh gerakannya sangat kaku. Xu Kai mendesah dan membuka mulutnya untuk bekerja sama, membiarkan lidah Li Xiang masuk, secara emosional menggigit lidahnya. Tetapi untuk sementara, Li Xiang mendorongnya menjauh, wajah Li Xiang memerah, terengah-engah. "Aku tidak bisa bernapas ... Huh ... biarkan aku istirahat sebentar dan bertarung lagi!"

Kali kedua, Xu Kai menyeret kepala Li Xiang, sepuluh jari dengan lembut mengacaukan rambutnya. Ruangan itu dpenuhi suara nafas yang tidak teratur.
Pada saat ini, pintu terbuka. Li Xiang mendongak dan menemukan Vivian di pintu. Tas yang dipegang Vivian di tangannya sudah berada dilantai dan mulutnya terbuka lebar.

Seperseribu detik berpikir, ditambah reaksi naluriah. Li Xiang mengangkat satu kaki dan menendang Xu Kai keluar dari tempat tidur, lalu meringkuk di ranjang dan menutupi kepalanya.

Xu Kai jatuh terduduk di lantai dalam keadaan bingung, Vivian juga bingung dengan perubahan mendadak ini. Suasana kamar sepi dalam sekejap.

Pada saat ini, Li Xiang perlahan-lahan menyelinap keluar dari balik selimut dan menguap, memandang Vivian. "Bagaimana kau datang ke sini?" Lalu dia berbalik untuk melihat Xu Kai. "Bagaimana kau duduk di tanah?"

Xu Kai menepuk pantatnya, belum berdiri, "Kau jangan menendangku dari tempat tidur lagi di masa depan."

Wajah Li Xiang macet, dia menatap Vivian dengan seram, "Apa yang dia bicarakan? Hahaha ..."

Vivian juga memelintir wajahnya. "Apa kau benar-benar berpikir aku tidak melihatnya? Aku sudah tahu hubungan kalian, jangan bermain Li Xiang."

Mendengar itu. Li Xiang dengan wajah bersalah mengulur tangannya pada Xu Kai. "Maaf, aku akan menarikmu."

Xu Kai meraih tangannya, tetapi tidak dengan kekuatan dan perlahan berdiri.
Vivian mengambil tas di lantai. "aku bawa peralatan mandi dan buah untukmu." Setelah menata barang bawaannya, Vivian berkata, "aku bertemu dokter ketika kesinu, katanya bisa keluar dari rumah sakit dalam dua hari."

“Bagus!” Li Xiang tersenyum lebar dan kemudian mengajukan pertanyaan yang sangat bodoh. “Tetapi kenapa aku di sini?”

Wajah Vivian menghitam, "kau keracunan ubi bakar dan pingsan di rumah. Aku dan bos pergi ke rumahmu dan membawamu ke rumah sakit. Aku sampai melepas imej anggunku dengan berteriak heboh saat tiba disini. Aku sudah seperti tikus terkenal di rumah sakit ini. "

Li Xiang berbalik dan memandang Xu Kai, "Kau menyelamatkanku?"

Vivian memelototi Li Xiang. "Kami menyelamatkanmu! Kenapa kau tidak bertanya bagaimana aku berteriak?"

"Dawang berpatroli di gunung?"

Vivian, "..."

Xu Kai tampak cemas mengamati Li Xiang, "Selain keracunan makanan, di mana kau masih tidak nyaman? Apa hati tidak nyaman?"

Li Xiang menggelengkan kepalanya dan tampak tidak mengerti.

Vivian berkata, "Ya, ya, terakhir kali kau menelepon, bukankah kau bilang hatimu tidak nyaman?"

"Tidak, aku bilang aku tidak enak badan."

“Pada hari pemeriksaan fisik, kau menghela nafas berat, apa hasil pemeriksaan yang tidak baik?” Tanya Vivian.

"Tidak ..." Li Xiang berkedip.

Xu Kai memegang bahu Li Xiang dan matanya tegas. "Hasil pemeriksaan tidak bagus, katakan, ada aku."

Li Xiang melihat Xu Kai lalu melihat Vivian dan akhirnya menjawab jujur. "Pemeriksaan fisik terakhir, rambutku tidak disisir ..." Xu Kai dan Vivian berpikir, ini tidak ada hubungannya dengan rambut yang tidak disisir. Kemudian mereka mendengar Li Xiang mengatakan. "Ketika mengukur tinggi badan, berkuramg satu sentimeter dari tahun lalu!"

🌻🌻🌻



Donasi buat Choco
Chapter terbaru tidak muncul di Select Chapter jadi klik judulnya dibawah!
Loading

Comments

  1. Li xiang kocak wkwkwwkwk...
    Selamat ya udah Rujuk akhirnya..

    ReplyDelete
  2. Mau ku cekek rasanya anak ini hahahhahaha

    ReplyDelete
  3. Hahahahaa,,,
    Jadi ukuran tinggi badan Li Xiang terbantu dri yinggi rambut toh,,,

    Xu Kai sama Vivian yg sbar yah

    ReplyDelete
  4. ternyata sisiran rambut mempengaruhi tinggi badan adahhhh,,,,,oh manissnya akhirnya resmi jadian wohuooooouooo

    ReplyDelete
  5. terimakasih atas kerja kerasnya^-^

    ReplyDelete
  6. Sisiran rambut memepengaruhi tinggi badan... SIAP BOSQUE!

    ReplyDelete

Post a Comment