28. Apa kau membenciku?

Bahkan jika kau tidak perlu peduli dengan pendapat orang lain, kau masih perlu menyadarinya, bahkan jika kau sendirian.
.
.

Guo Zhi mengambil kamera dari bawah bantal. Dia berdiri di dekat jendela kamar tidur, mengangkat kamera dan melihat pemandangan luar melalui lensanya. Dia ingin memberi lebih banyak waktu untuk Shi Xi yang ingin menulis novel selamanya. Guo Zhi ingin memberi tahu Shi Xi tentang dirinya dan berada disampingnya selamanya.

Hua Guyu pergi ke kamar tidur Guo Zhi, "Hey, malam ini, teman-teman seasramaku akan pergi ke kafe internet untuk bermain League of Legends sepanjang malam, apakah kau ingin ikut?" Hua Guyu mengira sebagai siswa yang baik, Guo Zhi akan mengatakan banyak alasan dalam hidup untuk mencegah perilaku yang merosot ini, siapa sangka Guo Zhi mengangguk, "Aku ikut." Melihat Hua Guyu yang terkejut. Guo Zhi melanjutkan dengan serius, "Aku ingin melihat bagaimana orang-orang sepertimu ini menghancurkan masa muda."
    
"Wajah seriusmu membuatku malu."

Guo Zhi ingin tahu apakah ada bahan yang bagus di kafe internet, dan dia akan pergi kesana dengan Hua Guyu. Dia berdiri di luar dan berhenti, menatap papan nama kafe internet yang bersinar dalam kegelapan, kata-kata ayah muncul dipikirannya.
   
"Guo Zhi, kau jangan jadi seperti siswa nakal lain yang suka pergi ke kafe internet."
    
"Guo Zhi, jangan kecanduan game."

"Guo Zhi, jangan menjadi orang bodoh."

"Guo Zhi, jangan..."

Guo Yunyong mengekang masa kecil Guo Zhi, pikirannya, tubuhnya, perasaannya. Guo Zhi seperti katak di dasar sumur, dan menjalani kehidupan yang konyol dan membosankan, Guo Yunyong berpikir bahwa dia akan menjadi kebanggaannya terhadap kendala-kendala ini. Dia akan menjadi seperti dirinya sendiri, tetapi dia tidak akan bisa mengantisipasi kehadiran Shi Xi yang hanya perlu berdiri di depan Guo Zhi dan semua kekangan itu akan hancur dengan mudah.

Shi Xi tidak melepasnya langsung tetapi memintanya untuk melepaskan diri.

Sebenarnya, ia ke kafe internet bukan untuk melanggar aturan ayahnya. Ini untuk menikmati permainan, bukan untuk tidak belajar apa-apa, pikir Guo Zhi.

Ia masuk ke dalam. Cahaya remang dan lampu layar bersinar di mana-mana. Postur mereka mirip, duduk membungkuk, ekspresi serius menatap layar yang berkedip. Jari-jari mereka bergerak cepat, dan kadang-kadang tanpa sadar mengumpat. 
    
Guo Zhi duduk di sebelah Hua Guyu, dengan hati-hati memperhatikan orang-orang di sekitarnya. Melihat permainan dimana karakter Guo Zhi berdiri tak bergerak, Hua Guyu berkomentar, "Apa yang kau lakukan? kau juga harus bergerak."

Guo Zhi mengangkat kakinya, masih fokus memperhatikan sekeliling kafe internet membuat Hua Guyu berteriak, "Aku bilang karakter Dodo mu bukan kau yang bergerak! Apa gunanya kau kesini kalau tak bermain?"

"Aku datang kesini untuk membantu Shi Xi menemukan bahan."    
    
"YA! apa ini semacam bentuk cintamu?"

"Ah tentu saja, Shi Xi adalah cintaku." Guo Zhi meninggikan volume suaranya, Hua Guyu langsung membekap mulutnya. Dia melirik teman-teman asramanya yang sedang bermain dimeja depan mereka, memastikan tidak ada yang mendengar, dia beralih berbisik pada Guo Zhi, "Jangan terlalu keras, mereka bisa mendengarmu."

"Kenapa?"
    
 "Apa kau tidak menyadarinya? Jangan percaya siapa pun, jangan berpikir semua orang bisa menerimanya, ketika Shi Xi tidak ada, kau perlu tahu bagaimana melindungi diri sendiri. Mereka yang berbicara padamu dengan ramah tiba-tiba akan berubah setelah kau beritahu itu. Apa kau benar-benar siap untuk terluka? Guo Zhi, itu adalah kesalahanmu karena mengatakan semuanya tanpa ragu. Terlalu naif adalah kesalahanmu. Faktanya, banyak orang di dunia ini dengan bersemangat menunggu untuk menyakitimu dan perasaanmu."

Ini bukan pertama kalinya Guo Zhi mendengar hal-hal seperti itu, sebelumnya Cui Chenglong juga mengatakan yang serupa, dan ayahnya juga mengatakannya sendiri. Perasaan yang memalukan meninggalkan bekas luka pada diri sendiri, tetapi Guo Zhi masih tidak mengerti mengapa, Shi Xi mengatakan bahwa tidak ada yang salah dengan hal ini, dan Guo Zhi tidak merasa bahwa dia memalukan. Kenapa ia tidak bisa mengatakannya?
   
Guo Zhi diam, menundukkan kepalanya dan mengutak-atik kamera, dan mengirim foto pada Shi Xi. Detik berikutnya ponselnya berdering, dan Guo Zhi dengan senang hati mengangkatnya, "Shi Xi, apa kau sudah lihat fotonya? Bagaimana? Apa bisa dijadikan bahanmu?"
 
Shi Xi tidak merespon pertanyaan Guo Zi. "Kau dimana?"   

"Aku di kafe inter...." Belum sempat ia selesaikan. Hua Guyu membekap mulutnya dan berbisik, "Dengarkan aku, kau jangan katakan apapun!"

Nada dingin dari seberang telepon kembali terdengar, "Guo Zhi, apa kau tahu jam berapa sekarang?"

Sangat menakutkan, Hua Guyu melepas bekapan tangannya dan berbisik lagi, "Cepat berbohong, katakan kau ada dikamar."

"Tapi aku tak bisa membohongi Shi Xi."    
    
"Apa yang kau diskusikan? Katakan, jam berapa sekarang?"

"Setengah dua." Jawab Guo Zhi menelan ludah.

"Apa yang kau lakukan sampai jam setengah dua?" Pertanyaan ini membuat Hua Guyu dan Shi Xi saling memandang dengan berkeringat dingin. Guo Zhi yakin mereka tidak bodoh, dia bisa mendengar pertanyaan itu dalam nada suara yang menakutkan. Karena Guo Zhi tidak bisa berbohong kepada Shi Xi jadi ia langsung memutuskan panggilan dan melemparkan ponselnya di meja komputer. Guo Zhi masih melihat ponsel dengan perasaan cemas bercampur rasa takut.

"Kenapa kau mengirimnya foto?"
    
"Aku tidak berpikir panjang saat mengirimkannya."

Setelah sepuluh menit, keduanya mencoba untuk melupakan nada menakutkan Shi Xi ditelepon tadi. Suasana begitu tenang sampai tiba-tiba keduanya merasakan sesuatu dari balik punggung, tatapan yang sedingin es. Guo Zhi menoleh kebelakang, nada suaranya riang, "Shi Xi!" Begitu melihat raut wajah Shi Xi, ia menurunkan volume suaranya, "Shi Xi!"

Hua Guyu berdiri dan segera membela diri. "Aku tidak membawanya ke sini. Aku menasihatinya kalau tidak aman berada diluar dimalam hari. Jangan keluar. Dia hanya ingin mengikutiku. Aku sudah menolak ribuan kali."
    
"Hua er, jelas kau mengajakku. Ah, kamu bilang ingin bermain League of Legends diluar." Guo Zhi tidak menyalahkan Hua Guyu, dia hanya mengatakan yang sebenarnya.
    
"Dia bohong! Dia bohong!"

Shi Xi hanya menyaksikan keduanya tidak berbicara. Setelah beberapa saat, Shi Xi akhirnya berkata, "Kau tetap disini atau ikut aku." Kemudian dia berbalik dan berjalan ke luar kafe internet. Guo Zhi mengikuti di belakang.

Ketika mereka keluar, langit malam menyelimuti keduanya. Shi Xi berjalan di depan, Guo Zhi dibelakang bersuara, "Aku hanya ingin membantumu menemukan bahan."
    
"Bantu aku? Kau baru saja pergi ke kafe internet, apa yang akan kau lakukan selanjutnya? Pergi ke tempat orang-orang aneh untuk mencari bahan? Dunia ini tidak seperti yang kau pikirkan. Dunia ini sudah membuatmu menutup mata. Apa kau pikir kau tidak akan pernah mengalami kecelakaan? Apa kau pikir dunia ini aman? Kau kira hidup di dunia ini sebahagia itu?"

Shi Xi tidak memiliki emosi, tetapi mendengar penjelasannya membuat dada Guo Zhi sedikit sesak. Dia menggigit bibir bawahnya dan berkata lirih setelah terdiam cukup lama. "Bukan dunia yang menutupi mataku, itu kau, Shi Xi. Aku selalu merasa kalau selama kau ada disana, aku tidak akan pernah mengalami kecelakaan. Jika kau ada disana, aku akan aman. Jika kau disana, aku merasa bahagia." Ini sebenarnya gagasan dan pemikiran yang bodoh, tetapi Guo Zhi memang sudah bodoh.

Shi Xi berhenti. Dia menghela napas. "Guo Zhi, apa yang harus aku lakukan padamu?"    

"Aku tahu kalau aku punya banyak kekurangan. Aku selalu mengatakan sesuatu tanpa berpikir. Aku selalu naif, aku selalu melakukan sesuatu yang membuatmu khawatir. Apa kau akan membenciku?" Guo Zhi sedikit gugup.

Shi Xi berbalik dan berdiri di depan Guo Zhi, jemarinya yang ramping bergerak mengusak rambut Guo Zhi membuat lelaki tidak bisa melihat ekspresi Shi Xi tetapi dia bisa merasakan hembusan nafas Shi Xi yang mendekat, suaranya terdengar seperti candu menggetarkan dada Guo Zhi "Aku bahkan tak peduli dengan gender-mu, bagaimana bisa aku mempedulikan kekuranganmu?"  

Donasi buat Choco
Chapter terbaru tidak muncul di Select Chapter jadi klik judulnya dibawah!
Loading

Comments