27. Nama depanmu You, nama kecilmu zhi. Dan nama lengkapmu Youzhi

Pelajaran pertama masih kelas bahasa cina.

Karena kemarin hanya membahas pertanyaan pada kertas tes simulasi, dan belum memilih ketua dan wakil ketua kelas. Jadi ketika berada di kelas, guru kelas berdiri di podium dan berkata, "Kita tidak perlu terburu-buru untuk memulai kelas, pertama-tama pilih ketua tim dan perwakilan kelas. Jika belum dipilih, nanti tugas rumah entah siapa yang harus mengumpulkan."

Karena tidak ada perwakilan kelas kemarin, tugas rumah tadi malam hanya bisa dikumpulkan pada teman sekelas yang duduk di baris pertama.

Setelah selesai bicara, para siswa di bawah podium segera mengangkat tangan mereka dengan antusias.

"Guru pilih aku, pilih aku!!"

"Aku, aku, aku, aku!"

"Aku ingin menjadi ketua tim!"

"Aku ingin menjadi perwakilan kelas!"

Karena ketua tim dan perwakilan kelas dapat tampil di depan guru dan dapat mengatur teman-teman sekelasnya, yang paling penting adalah mereka bisa pamer pada orang tua, sehingga banyak siswa mengangkat tangan tinggi-tinggi.

Tidak hanya siswa lain, tetapi bahkan Shen Teng ikut mengangkat tangan.

Namun, Shen Teng tidak ingin pamer pada orang tuanya saat pulang.

Tetapi karena ... selama dia bisa menjadi ketua tim, dia tidak perlu khawatir dengan tugas rumah.

Bisa menyalin yang mana yang ingin disalin.

Shen Teng mengangkat tangannya tinggi-tinggi, sementara tiga orang di sekitarnya, tidak bergerak.

Bagi Jin Shilong hanya ada komik gadis di hatinya, Jiang Zhenshan tipe yang pemalu, dan Gu Yu sama sekali tidak tertarik pada hal ini.

Namun, alasan utamanya adalah karena Gu Yu tahu diri.

Meskipun skor bahasa Gu Yu memang bagus, untuk menjadi ketua tim ataupun wakil kelas, dia harus melihat dirinya.

Berdasarkan karakternya, dia tidak cocok sebagai perwakilan kelas.

... Jangan sampai membuat orang tertawa.

Gu Yu sangat sadar diri, jadi dia duduk diam dibangku dan tidak bergerak.

Guru kelas, seperti yang diharapkan Gu Yu, melewatinya tanpa ragu, dan akhirnya berhenti pada orang lain.

Guru kelas mengangkat jarinya ke teman sekelas yang tampaknya paling aktif. "Oke, kau adalah ketua timnya."

Sedangkan wakil kelas dinobatkan pada satu gadis favorit guru kelas saat ini.

Teman sekelas perempuan itu pendiam dan berperilaku baik, dan sekilas adalah tipe yang disukai semua guru.

Melihat bahwa dia tidak dipilih, Shen Teng menurunkan tangannya.

Namun, setelah periode depresi yang panjang, Shen Teng kembali bersemangat.

Di kelas bahasa, ketua tim dan perwakilan kelas sudah dipilih. Dalam mata pelajaran lain, ketua tim dan wakil juga harus dipilih.

Dalam pelajaran berikutnya, di kelas matematika, ketika guru matematika baru saja memasuki kelas, dia berkata, "Tidak ada ketua tim dan perwakilan kelas kemarin, jadi hari ini ..."

Guru matematika belum selesai mengatakannya. Para siswa di bawah podium sekali lagi mengangkat tangan mereka. Mereka bahkan bersuara untuk dipilih.

Shen Teng takut bahwa kali ini, seperti kelas bahasa cina, karena dia tidak cukup aktif, dia akan kehilangan kesempatan. Maka dia berdiri dan mengangkat tangannya.

Namun, guru matematika yang berdiri di podium memandangnya dengan dingin. "Siswa yang berdiri di deretan ketujuh, silakan duduk."

Shen Teng duduk kembali dengan diam.

Guru matematika melanjutkan. "Tangan siswa lain juga turunkan."

Para siswa mengikuti.

Setelahnya guru matematika mengambil selembar kertas dari folder persiapan. Kemudian, guru matematika membaca isi kertas tanpa ragu-ragu. "Ketua tim satu, Chang Xiao. Ketua tim dua, Ma Lingrong. Ketua tim tiga, Sun Leyun ... "

Pada awal kelas, guru matematika telah memutuskan ketua tim dan perwakilan kelas.

Sampai guru matematika menyelesaikan ketua tim empat, nama Gu Yu tidak muncul.

Tentu saja, tidak ada yang nama Shen Teng.

Gu Yu tidak terkejut, ekspresinya tenang.

Tapi Shen Teng mengalami depresi.

Shen Teng tidak ingin melakukan tugas rumah.

Setelahnya guru matematika kemudian membaca. "Perwakilan kelas Jiang Zhenshan."

Mendengar itu Jiang Zhenshan tertegun, dan Shen Teng juga tertegun.

Gu Yu hanya bereaksi sekilas.

Skor matematika Jiang Zhenshan bagus, dia sangat pendiam dan itu normal bisa menjadi perwakilan kelas matematika.

Jiang Zhenshan perlahan berdiri, tersipu, berbisik. "Terima kasih, guru."

Guru matematika di podium bergumam 'um' lalu berkata. "Duduklah."

Jiang Zhenshan perlahan duduk kembali.

Shen Teng merasa lebih senang. Dia mengungkapkan emosinya. "Jiang Jiang, selamat karena telah menjadi perwakilan kelas matematika!"

Mata Jiang Zhensan sedikit melengkung, membisikkan terima kasih.

Shen Teng yang tadinya senang, kini meratakan mulutnya lurus kembali.

Hei, bahkan jika dia bukan ketua tim, akan ada tugas rumah di masa depan!
.
.

Pelajaran ketiga adalah pelajaran sejarah.

Seperti dengan dua kelas sebelumnya, segera setelah kelas diajarkan, hal pertama yang dilakukan guru sejarah adalah memilih ketua dan perwakilan kelas.

Kali ini, Shen Teng mengangkat tangannya seperti biasa dan berharap bahwa guru sejarah akan memilihnya sebagai ketua tim.

Dan Gu Yu seperti sebelumnya, tidak bergerak.

Dia duduk diam dan dengan bosan melihat buku sejarah, tidak tertarik pada ketua tim dan perwakilan kelas.

Guru bahasa melihat siapa yang lebih aktif, untuk menjadi ketua dan perwakilan kelas yang dipilih adalah salah satu siswa favoritnya.

Guru matematika melihat dari nilai-nilai dan perilaku baik.

Akan tetapi, guru sejarah melihat siapa yang namanya enak dipandang.

Guru sejarah secara acak mengumumkan empat nama di setiap kelompok sebagai ketua tim, dan kemudian, ketika dia akan memilih perwakilan kelas, dia mengalami kesulitan.

Guru sejarah melihat daftar nama, "Lupakan saja, langsung pilih saja."

Gu Yu berpikir bahwa dia tidak akan dipilih jadi dia melihat ke bawah dan tidak bereaksi.

Disaat siswa lain dengan tegang fokus pada guru sejarah di podium, Guru melihat ke sekeliling dan bertanya, "Siapa Gu Yu?"

Mendengar namanya dipanggil, Gu Yu berdiri tanpa sadar.

Dia tertegun.

... Apa yang guru minta dia lakukan?

Guru sejarah berkata dengan santai. "Ya, kau akan menjadi perwakilan kelas sejarah di masa depan. Duduklah."

Gu Yu masih tertegun tetapi tubuhnya perlahan duduk tanpa sadar.

Shen Teng berbalik menatapnya terperangah. "Xiao Yu, kau jadi perwakilan kelas sejarah!"

Jiang Zhenshan disebelah berkata, "Selamat!"

Gu Yu tampak canggung dan masih tertegun cukup lama.

... Bagaimana dia tiba-tiba menjadi perwakilan kelas sejarah?

Setelahnya guru sejarah membuka buku teks. "Sekarang kita mulai pelajaran pertama ..."

Gu Yu perlahan membuka buku teks, dan pikirannya masih kosong.

Keadaan canggung Gu Yu berlanjut sampai kelas berakhir.

Guru sejarah berdiri di podium dan berkata, "Gu Yu, kemarilah!"

Gu Yu berdiri dan berjalan ke podium.

Pikirannya masih kosong.

Gu Yu terlalu terkejut untuk bisa menjadi perwakilan kelas sejarah.

Guru sejarah yang berdiri mengemas materi pelajaran di podium. Dia berkata, "Kau antarkan semua tugas rumah dari masing-masing ketua tim ke ruang guru dan kemudian bawa beberapa kertas soal disana ke ruang kelas dan biarkan ketua tim yang membagikan. Oh, kau tahu dimana ruang guru kan?"

Gu Yu mengangguk dan berkata, "Aku tahu, di lantai dua."

Kelas tingkat satu dibagi menjadi dua lantai, Kelas A dan B juga ruang guru ada di lantai dua, sementara kelas C, D, E dan F ada di lantai pertama.

Lantai tiga, lantai empat, lantai lima dan lantai enam adalah kelas tahun kedua dan tahun ketiga.

Sedangkan untuk laboratorium fisik dan kimia, ruang komputer disatukan di gedung lain.

Guru sejarah bergumam 'um' merasa yakin. Lalu sebelum pergi kembali mengingatkan. "Lembar soal biarkan ketua tim yang bagikan. Jangan lupa."

Gu Yu berkata baik.

Gu Yu sebenarnya ingin bertanya pada guru sejarah mengapa dia dipilih sebagai perwakilan kelasnya, tetapi Gu Yu telah berulang kali membuka mulutnya, dan akhirnya menutup mulutnya dengan diam.

Ketika guru sejarah pergi, Shen Teng merangkul bahu Gu Yu dengan antusias. "Ha ha, Xiao Yu adalah perwakilan dari kelas sejarah!"

Setelah itu, wajah Shen Teng tiba-tiba menjadi serius.

Dia berdehem sejenak lalu berpura-pura memegang mikrofon, dan kemudian berhadapan dengan Gu Yu, bertanya. "Suasana hati seperti apa yang anda rasakan sekarang, dapatkah anda mengungkapkannya ke stasiun TV CCA/V kami?"

"..."

CCA/V.....

Gadis-gadis lain di kelas mendengar kata A l/V dari mulut Shen Teng seketika menatapnya hina.

Shen Teng dengan cepat menjelaskan. "Aku hanya bercanda, jangan menganggapnya serius!"

Seorang gadis mendengus dan berkata, "Kau bicara sangat lancar, sepertinya kau sudah biasa melihatnya. Bah!"

Shen Teng baru akan menjelaskan lagi namun satu pria di kelas tertawa serta mengait leher Shen Teng. Dia berkata, "Cepat, mana linknya, bagikan dengan kami ..."

Beberapa anak lelaki tertawa canggung.

Shen Teng ingin rasanya melompat ke Sungai Kuning untuk membersihkan diri.

Disaat bersamaan, Gu Yu berbalik dan pergi ke ketua tim untuk mengambil tugas rumah dan mengumpulkannya ke ruang guru.

Tugas rumah sangat banyak dan tebal, Gu Yu sampai kesulitan memegangnya.

Jiang Zhenshan yang melihat itu, tidak bisa menahan diri untuk berjalan ke depan. Dia berbisik, "Itu ... kau butuh bantuan?"

Wajar jika seseorang membantu.

Namun, ketika Gu Yu melihat lengan kecil Jiang Zhenshan yang kurus dan putih, dia segera menghilangkan gagasan untuk dibantu orang.

Gu Yu menggelengkan kepalanya dan berkata, "Tidak, aku bisa melakukannya sendiri."

Melihat penolakan, Jiang Zhenshan bergumam dan kembali ke bangkunya.

Gu Yu mulai berjalan perlahan ke ruang guru di lantai dua.

Untungnya, ruang guru berada di sisi kanan tangga, tidak jauh dari sana, sehingga akan segera tiba.

Gu Yu memeluk tugas rumah, berdiri di luar pintu kantor dan mengetuk pintu.

"Laporan."

Suara guru terdengar dari dalam, "Masuk."

Gu Yu dengan susah payah mendorong pintu kantor sambil memeluk tumpukan tugas rumah dan berjalan masuk.

Begitu dia memasuki kantor, Gu Yu tertegun.

Dia melihat Shangyuan dengan tanpa ekspresi berdiri didalam menghadap satu guru yang sedang menegurnya.

Tidak, lebih tepatnya seperti sedang membujuk Shangyuan.

Shangyuan bukan siswa nakal, tidak membuat masalah, tenang di kelas, dan nilai bagus, guru tidak bisa menemukan kesempatan untuk menegurnya.

Karena itu, dia pasti menghadapi persuasi.

Guru kelas dari Kelas A kembali bersuara,  terdengar susah payah. "Nilaimu bagus, dan siswa lain juga menyukaimu. Kenapa tidak ingin menjadi ketua tim? Beri tahu guru tentang alasannya."

"Tidak ada alasan."

Untuk benar-benar mengatakan alasannya, dia tidak tertarik untuk menjadi ketua tim.

Guru itu menghela napas panjang dan kembali bertanya. "Apa Bo tongxue membenci guru? Jika kau membenci guru, bahkan jika kau mengatakan ..."

Shangyuan menimpali dengan dingin. "Tidak benci."

Tentu saja, dia juga tidak suka.

Karena itu, guru kelas dari Kelas A tidak bisa tidak bertanya-tanya.

Guru kelas dari Kelas A cukup bingung dan bertanya. "Kenapa Bo tongxue tidak mau menjadi ketua tim dan bahkan tidak mau menjadi perwakilan kelas?"

Kalimat Shangyuan masih sama.

"Tidak ada alasan."

Tiba-tiba, masalahnya kembali ke titik semula lagi.

Guru kelas dari Kelas A sakit kepala.

Yang lain ingin menjadi ketua tim, dan perwakilan kelas, tetapi Shangyuan yang dipilih tidak mau.

Guru kelas dari Kelas A berpikir untuk waktu yang lama dan tidak bisa memikirkan apa yang salah. Dari sikap belajar, dia bisa menyelesaikan tugas rumah, dan tidak pernah membuat masalah di kelas, nilainya selalu baik seperti biasa.

Jika dia membenci guru, tidak mungkin kan dia membenci semua guru?

Di balik tubuh Shangyuan, Gu Yu yang sempat mengamati Shangyuan beralih bertanya pada guru lain yang sedang memperbaiki tugas, "Guru, permisi, di mana meja guru sejarah?"

Mendengar suara Gu Yu, seketika Shangyuan bereaksi, dia menoleh kebelakang melihat ke arah Gu Yu.

Guru yang mengoreksi tugas melihat Gu Yu memegang tumpukan tugas rumah kelas E, tersenyum dan bertanya. "Apa kau seorang perwakilan kelas sejarah dari kelas E?"

Gu Yu bergumam mengiyakan.

Guru itu tersenyum dan menunjuk satu posisi. "Ada di sana."

Gu Yu sedikit membungkuk dan berkata, "Terima kasih, guru."

Guru selalu suka siswa yang bersikap sopan. Dia tersenyum. "Kau sangat sopan, pergilah!"

Gu Yu bergumam dan berjalan menuju meja guru sejarah.

Gu Yu meletakkan tugas rumah di tangannya, lalu mengambil kertas soal, berbalik dan pergi.

Shangyuan hanya memandang kepergian Gu Yu.

Ketika Gu Yu pergi, Shangyuan kembali bersuara. "Guru, aku ingin menjadi perwakilan kelas sejarah."

Guru kelas dari Kelas A tertegun dan tidak menanggapi untuk sementara waktu.

Setelah menunggu dua detik, Shangyuan tidak mendapat jawaban, jadi dia bertanya dengan dingin. "Tidak bisa?"

Guru kelas A kembali sadar lalu mengangguk dan berkata, "Bisa..."

Tepat ketika dia akan bersiap untuk pertanyaan mengapa Shangyuan tiba-tiba ingin menjadi perwakilan dari kelas sejarah, Shangyuan kembali mengajukan pertanyaan. "Apa aku bisa pergi sekarang?"

Guru kelas dari Kelas A tertegun sejenak, dan akhirnya mengangguk, "Kau bisa pergi ..."

Awalnya, Shangyuan dipanggil ke kantor untuk tujuan itu, hanya untuk bertanya mengapa dia tidak ingin menjadi ketua tim atau perwakilan kelas. Sekarang karena dia ingin menjadi perwakilan dari kelas sejarah, jadi tidak perlu terus bertanya.

Ketika guru kelas dari kelas A selesai berbicara, rasanya seperti bersemangat mengejar seseorang, Shangyuan segera berbalik dan pergi.

Begitu keluar dari ruang guru, Shangyuan melihat Gu Yu yang sedang memeluk lembar soal, belum berjalan cukup jauh.

Melihat punggung Gu Yu yang melangkah lambat, sudut bibir Shangyuan sedikit terangkat.

Dia bahkan tidak menyadari.

Shangyuan kemudian mengejar Gu Yu. Lalu dengan lembut menjentikkan jarinya di belakang kepala Gu Yu.

Gu Yu langsung berhenti.

Gu Yu dengan kaku perlahan berbalik.

Melihat ke belakang, wajah Bo Shangyuan yang tampan langsung tercermin di matanya.

Entah bagaimana, Gu Yu tidak merasa itu bukan ketidaksengajaan sedikit pun.

Gu Yu dengan wajah tenang bertanya, "Apa kau menyentil kepalaku?"

Shangyuan dengan rasa tidak bersalah bergumam mengiyakan.

Melihat itu, Gu Yu terdiam sejenak lalu tidak mengatakan apa-apa, berbalik dan pergi.

Yang dikatakan Shen Teng itu benar.

Shangyuan terlalu menjengkelkan.

Dibelakangnya, Shangyuan kembali mengikuti lalu melihat tumpukan kertas dilengan Gu Yu. "Butuh bantuan paman?"

Gu Yu memang memiliki kesulitan dan butuh bantuan, tetapi jika itu Shangyuan, maka lupakan saja.

Gu Yu tidak ragu. "Tidak."

"Kenapa tidak."

Gu Yu mempelajari kata-kata Shangyuan di kantor tadi. "Tidak ada alasan."

Tanpa diduga, Shangyuan langsung mengambil alih sebagian besar kertas soal di tangannya.

"Kalau begitu aku harus membantu."

Gu Yu memandangi wajah serius Bo Shangyuan. "..."

Gu Yu terdiam lama. Kemudian bertanya. "Bo tongxue, kau pasti memiliki nama panggilan lain."

"Hm?"

"Nama depanmu You, nama kecilmu zhi. Dan nama lengkapmu ¹Youzhi."

¹Childish ( kekanak-kanakan )

Shangyuan merespon tenang. "Bagaimana kau tahu."

"..."

Donasi buat Choco
Chapter terbaru tidak muncul di Select Chapter jadi klik judulnya dibawah!
Loading

Comments