24. Impianku adalah untuk menjadi 18 tahun

Entah mungkin karena komik itu sehingga Jin Shilong yang tampaknya sangat menakutkan, menjadi menyenangkan di mata Shen Teng.

Duduk di sebelah Jin Shilong, Shen Teng menunjuk komik yang dengan kasar dimasukkan ke dalam laci. Dia berbisik, "Oh ... biasanya kau suka melihat ini?"

Benar-benar jangan menilai orang dari fisiknya.

Shen Teng mengira Jin Shilong yang begitu kekar akan sangat kasar, ternyata dia suka membaca komik seperti ini.

Shen Teng begitu syok untuk waktu yang lama.

Disisi lain, Gu Yu hanya terkejut sejenak.

Lagipula, Gu Yu sudah lihat Shangyuan yang kelihatannya serius dan sulit didekati tetapi dibelakang, dia suka disebut paman juga suka memberi uang saku. Jin Shilong yang suka membaca komik gadis sebenarnya bukan apa-apa.

Dibandingkan dengan hobi Jin Shilong, Shangyuan yang banyak bicara bahkan lebih menjengkelkan dan itu sedikit menakutkan.

Memikirkan uang saku dari paman tadi malam, ekspresi Gu Yu menjadi buruk.

Mendengar itu, Jin Shilong melotot pada Shen Teng. "Kenapa? Ini bukan barang selundupan, memangnya tidak boleh?"

Shen Teng seketika takut dan secara tak sadar menyusut ke belakang. Dia kemudian menunjuk otot-otot lengan Jin Shilong yang berlebihan. Dia tergagap dan menjelaskan. "Tidak ... Maksudku, penampilanmu yang seperti itu..... Uh ... tidak terlalu cocok dengan ini ..."

Gaya bicara Shen Teng yang kacau membuat ekspresi Jin Shilong semakin menggelap.

Pada akhirnya, Shen Teng menoleh untuk melihat Gu Yu yang duduk di belakang dan meminta bantuan.

Gu Yu tidak melihatnya.

Shen Teng putus asa.

Meskipun pernyataan Shen Teng tidak jelas, Jin Shilong masih mengerti.

Jin Shilong berkata dengan dingin, "Apa salahnya dengan penampilanku? Memangnya dengan fisik seperti ini, aku tidak bisa membaca komik gadis?"

Saat berbicara, suaranya perlahan melemah. Dia lanjut berbisik. "Apalagi, cerita komik gadis sangat bagus."

Ketika mendengar ini, Jiang Zhenshan menjadi penasaran. Dia terbelalak, "Benarkah? Seperti apa itu?"

Guru tutor Jiang Zhenshan sangat ketat. Terlepas dari buku pelajaran dan buku tutorial, dia belum pernah membaca buku lain.

Reaksi pertama Jin Shilong, dia berpikir bahwa Jiang Zhenshan menyindirnya, dan bersiap untuk balas merutuk, tetapi begitu berbalik, dia menemukan bahwa Jiang Zhenshan benar-benar hanya ingin tahu.

Jin Shilong menggaruk kepalanya dengan rasa malu dan berkata, "Ceritanya misalkan seperti siswa yang tinggi dan tampan, nilai bagus, sangat menarik perhatian dan kaya jatuh cinta pada seorang gadis biasa-biasa saja ..."

Tampan dan tinggi, nilai bagus, menarik perhatian, kaya ...

Shen Teng mengerutkan kening. "Bukankah itu Bo Shangyuan?"

Jin Shilong mengangguk. "Tokoh pria itu hampir sama dengan Bo tongxue."

Shen Teng tiba-tiba tidak ada minat. Dia pura-pura meremehkan. "... Apanya yang sangat bagus."

Tidak hanya tampan, tetapi juga kaya dan nilai bagus. Kisah cinta orang seperti ini sangat indah.

- Meskipun dia tidak bisa melakukannya.

Jiang Zhenshan yang duduk di belakang Jin Shilong berkata. "Ah, aku pikir ini sangat menarik ..."

Jin Shilong tampaknya telah menemukan kepercayaan diri, matanya berbinar. Dia berkata dengan gembira, "Benar, apakah menurutmu itu cukup bagus? Satu pria yang diinginkan oleh ribuan orang, tetapi hanya menyukaimu ... Memikirkan itu membuat hati berbunga-bunga."

Mendengar kata terakhir, Shen Teng tanpa sadar melirik otot-otot yang kuat di lengan Jin Shilong.

Ekspresi Shen Teng terdistorsi.

Kemudian, Shen Teng yang tidak mengatakan apa-apa mengalihkan pandangannya ke Gu Yu yang tidak pernah berbicara. Dia bertanya, "Xiao Yu, jika bunga sekolah menyukaimu, apa hatimu akan merasa berbunga-bunga?"

Gu Yan tidak mengangkat matanya. "Tidak mungkin."

Bagaimana mungkin seseorang menyukainya?

Karakternya suram, membosankan, nilainya jelek, tubuhnya tidak tinggi, tidak suka tersenyum, tidak suka mengobrol ... Siapa yang mau dengannya?

Shen Teng masih tidak berhenti. "Ish, anggap saja, mari kita asumsikan. Kau bayangkan adegan itu."

Gu Yu acuh tak acuh. "Bayangan itu tidak muncul."

Shen Teng cemberut, wajahnya tertekan.

Pada saat ini, Jin Shilong sepertinya tiba-tiba menemukan sesuatu. Dia menatap Gu Yu tanpa ragu-ragu dan berkata, "Bukannya kau itu.. itu..."

Gu Yu mengangkat matanya, tidak mengerti. "Itu apa?"

Jin Shilong membuka mulutnya, tetapi untuk waktu yang lama tidak bisa memikirkan kata sifat itu.

Akhirnya mata Jin Shilong berbinar. Dia buru-buru mengambil ponsel dari sakunya. Ketika dia melihat ke bawah ke ponselnya, dia bertanya, "Apa kau ingat postingan gosip di forum sekolah? Postingan tentang kekasih Bo Shangyuan."

Shen Teng tiba-tiba sadar.

" Apakah itu'Siapa sebenarnya kekasih Bo Shangyuan' Aku ingat postingan itu!"

Gosip yang sempat trending dengan ribuan komen yang tentu saja sulit untuk dilupakan.

Jiang Zhenshan juga mengingat pos ini, jadi dia dengan aneh melebarkan matanya dan menatap Jin Shilong, menunggu Jin Shilong untuk melanjutkan.

Gu Yu mendengar kata-kata itu, mengerutkan kening.

Tiba-tiba dia punya firasat buruk.

Jin Shilong mengklik forum sekolah untuk membuka postingan gosip beberapa hari yang lalu.

"Bukankah tulisan itu mengatakan bahwa kekasih Bo Shangyuan memiliki bau gardenia?"

Shen Teng tampak penasaran, "Lalu?"

Jin Shilong membalik ponselnya dan berkata, "Sehari sebelum posting ini dikirim, aku sepertinya mencium aroma gardenia pada tubuh Gu tongxue."

Jin Shilong menggulir layar ponsel ke komentar 482L dan berkata, "Ini adalah komentarku, tapi mereka keliru dan menggagapku.. Err.. Gadis fujoshi ..."

482L [ Itu, aku tidak tahu apakah aku ingat dengan benar ... Sepertinya aku mencium bau gardenia pada seorang laki-laki ...]

Karena komentar ini juga, warga net mulai perang bacot dan salah satu alasan postingan ini trending.

Gu Yu menatap Jin Shilong, ekspresinya sangat tenang.

"Aku laki-laki."

Wajah Jin Shilong tidak berarti apa-apa. "Apa yang salah dengan laki-laki? lelaki dengan lelaki juga bisa ..."

Jin Shilong segera tutup mulut.

Walau hanya setengah kalimat, jika para fujoshi mendengarnya, itu dapat dipahami dalam hitungan detik.

Namun, Gu Yu bahkan tidak tahu arti Gong, jadi setelah mendengar setengah kalimat itu, hatinya penuh kebingungan.

Lelaki dengan lelaki juga bisa?

... bisa apa?

Sementara Shen Teng dengan cepat langsung mengerti.

Dia tertawa lebar sampai menahan perutnya lalu menjelaskan pada Jin Shilong. "Sebenarnya... Hari itu aku mencuri tabir surya ibuku, persis seperti aroma gardenia. Setelah menyeka sendiri, aku menyekanya pada Xiao Yu. Jadi bukan hanya dia yang punya aroma itu, tetapi juga tubuhku."

Tidak menyangka begitu kenyataannya, Jin Shilong tertegun sejenak. "Itu kekasih Shangyuan......."

Shen Teng sekali lagi menjelaskan atas nama Gu Yu. "Mungkin tubuh kekasihnya juga aroma bunga gardenia? Xiao Yu bahkan tidak pernah berbicara dengannya, jadi masalah ini sama sekali tidak ada kaitan dengan Xiao Yu."

Jin Shilong masih curiga. Dia mengurai ingatan saat hari terakhir pelatihan militer kemarin. "Bukankah terakhir kali Shangyuan bilang Gu Yu tahu siapa kekasihnya?"

Juga karena ucapan Shangyuan, pikiran Jin Shilong langsung mengarah pada Gu Yu.

Gu Yu terlihat tenang. "Dia bercanda."

Jin Shilong menyadari hal ini. Dia diam-diam mengamati Gu Yu.

Meskipun penampilannya memang lembut dan imut, tetapi entah itu tinggi atau nilai ataupun karakter, tidak cocok dengan Bo Shangyuan. Tipe untuk Shangyuan, cocok dengan orang yang menyenangkan dan bersemangat.

Dia benar-benar berpikir bahwa Gu Yu adalah kekasih Shangyuan ... Sepertinya dia terlalu berpikir berlebihan.

Topik itu dengan cepat dilewatkan dan ketiganya mulai berbicara tentang hal lain.

Entah karena gosip yang diposting, ketiga orang itu tiba-tiba menjadi dekat satu sama lain.

"Apa kalian biasanya bermain game?"

"Tidak ..."

"Tidak."

"Hei, game sangat menyenangkan, kenapa tidak main?"

"Aku suka baca komik."

"Ibuku tidak mengizinkan untuk main game ..."

"Sayang sekali, kau tidak diizinkan bermain."

Tiga orang mengobrol satu sama lain, dan Gu Yu berada di sela-sela, duduk di samping, dan diam.

Gu Yu masih sangat bingung.

Lelaki dengan lelaki juga bisa?

... juga bisa apa?

Semakin banyak siswa yang datang, kini ruang kelas mulai terisi penuh.

Mungkin karena ini adalah hari pertama sekolah, semua orang begitu bersemangat.

Ada yang mengobrol dengan antusias, juga hanya duduk di posisinya, dan dengan hati-hati menggosok debu di meja dan kursi.

Suasana itu bisa digambarkan 'hidup'.

Hanya Gu Yu satu-satunya yang duduk diam dan tidak terpengaruh.

Gu Yu duduk dengan tenang di kursi dan mulai menghitung mundur di dalam hatinya.

Tiga ...

Dua ...

Satu ...

Bel berbunyi.

Ketika bel berbunyi, guru wali kelas mengenakan T-shirt abu-abu tua dengan memegang setumpuk informasi, berjalan naik keatas podium.

Saat guru kelas muncul, ruang kelas sepi dalam sekejap.

Diam.

Guru kelas mengenakan kacamatanya dan menulis namanya di papan tulis.

Setelah menulis nama, guru kelas melanjutkan dengan mengatakan, "Aku adalah guru kelas dan guru bahasa kalian. Kalian bisa memanggilku Guru atau guru Yin. Jika ada kesulitan dalam belajar, kalian bisa menemuiku di Ruang Urusan Akademik."

Tidak ada yang bersuara, tenang.

Guru Yin melanjutkan. "Aku tidak peduli bagaimana mantan guru kalian mengajari kalian, cara mengelola kalian. Sekarang aku adalah guru kelas disini, kalian harus mengikuti saranku. Dengar?"

Semua orang menjawab. "Dengar!"

Seperti biasanya, setelah guru kelas selesai memperkenalkan diri, maka, itu adalah pengenalan diri semua siswa.

Spesialisasi, preferensi, dan impian mereka setelah tiga tahun ke depan.

Setiap kali masuk ke sekolah baru, pada dasarnya pasti melewati proses ini.

Mungkin karena hari pertama, impian para siswa sangat ambisius.

"Aku pandai matematika, ceria, suka ... aku suka melukis, dan impianku adalah untuk masuk ke Qingbei."

"Aku pandai bahasa Cina, lincah dan aktif, suka bermain basket, impianku adalah memasuki NBA!"

"Aku, aku ... aku pandai menggambar, aku suka melukis, aku suka tenang. Mimpiku adalah menjadi seorang pelukis ... Pelukis itu baik-baik saja."

"Spesialisasiku adalah ..."

Namun, ketika giliran Gu Yu, gaya memperkenalkan diri tiba-tiba berubah.

Gu Yu berdiri di atas podium dan berkata pelan, "Tidak ada spesialisasi, tidak ada preferensi, dan impianku adalah untuk menjadi 18 tahun."

Ketika Gu Yu selesai berbicara, dia dengan tenang menuruni podium.

Siswa yang memandang Gu Yu tampak terkejut.

Bagaimanapun, guru kelas masih berdiri di sini dan dia berani mengatakan ini di podium, itu benar-benar ... Uh, wow!

Shen Teng memandang Gu Yu dengan penuh kekaguman.

Apa yang dikatakan Shen Teng saat perkenalannya adalah bahwa ia ahli dalam bidang fisika, kepribadiannya luar biasa dan lincah, ia suka membaca buku, dan impiannya adalah pergi ke Qingbei... Setelah mengatakan ini, Shen Teng sendiri ingin muntah.

Apa itu Qingbei, impian Shen Teng sebenarnya berada di rumah, bermain game di rumah setiap hari, dan tidak ke mana-mana.

Tetapi karena kebanyakan dari teman sekelasnya mengatakan ini, Shen Teng merasa malu untuk mengatakan sesuatu yang lain.

Karena itu, setelah mendengar kata-kata Gu Yu, jangan tanyakan seberapa besar bentuk kekaguman yang Shen Teng rasakan.

As expected our Da Yu!

Sementara Gu Yu yang ditatap penuh keterkejutan, tidak merasa bahwa dia telah mengatakan sesuatu yang besar, dia hanya mengatakan yang sebenarnya.

Dia tidak memiliki spesialisasi, dan dia tidak memiliki apapun yang dia suka. Adapun mengapa impiannya adalah 18 tahun, itu karena dia adalah orang dewasa ketika dia berusia 18 tahun yang berarti bahwa dia bisa pindah dan hidup mandiri.

Namun, itu bukan hanya jawaban Gu Yu, tetapi juga jawaban Shangyuan di kelas A. Bahkan lebih dari Gu Yu.

Shangyuan sama sekali tidak punya impian.
.
.

Pada saat bersamaan.

Kelas A.

Shangyuan berdiri dipodium, dengan wajah dingin di mata semua orang yang memandang ke depan, dia berkata tanpa ekspresi. "Tidak ada spesialisasi, tidak ada preferensi, tidak ada impian."

Begitu dia selesai, semua siswa sedikit bereaksi.

Selain bahasa, hampir semua mata pelajaran lain memiliki skor penuh, dan dia bilang tidak memiliki spesialisasi. Lalu mereka yang bilang diri sendiri pandai matematika dan bahasa cina disebut apa?

Setelah mendengar itu, guru wali kelas dari kelas A melihat transkip nilai Bo Shangyuan dan bertanya. "Nilai siswa Bo sangat bagus, bagaimana mungkin tidak ada spesialisasi?

"Jika nilai bagus dianggap spesialitas, biarkan saja." Jawab Shangyuan pelan.

Semua siswa yang hadir tiba-tiba terdiam.

"Guru, apa aku boleh duduk?" Lanjut Shangyuan.

"Bagaimana dengan impian? Semua siswa memiliki impian. Bukannya siswa Bo pasti memilikinya?"

"Tidak."

Guru kelas ragu-ragu bertanya. "Apa siswa Bo ingin masuk ke Universitas Qingbei?"

"Tidak tertarik."

Guru kelas akhirnya bertanya. "Bagaimana dengan preferensi?"

Shangyuan menjawab tanpa ragu. "Tidak."

Guru kelas speechless.

Namun, sebenarnya, ada satu preferensi bagi Shangyuan.

- Dia suka Gu Yu menyebutnya paman.

Guru kelas terdiam selama beberapa detik dan akhirnya menyerah.

Guru kelas melambaikan tangannya. "Siswa Bo bisa kembali duduk ..."

Shangyuan turun dari podium dan duduk dibangkunya.

Setelah pengenalan diri satu-satu, guru kelas membagi buku teks satu demi satu.

Setelah buku teks dibagikan, lalu kertas ujian simulasi sebelumnya juga dibagikan, lalu menjelaskan jawaban yang dari kertas ujian dan memperbaiki yang salah.

Disisi lain, Gu Yu masih baik-baik saja untuk seni liberal jadi karena tidak ada yang salah, Gu Yu tidak membuat catatan apa pun.

Pada saat ini, Jiang Zhenshan yang duduk di samping Gu Yu tiba-tiba menusuk lengannya dan berbisik, "Itu, Gu Yu ..."

Gu Yu tampak tidak mengerti.

Jiang Zhenshan berkata dengan lemah, "Aku lupa memakai kacamata, tidak bisa melihat, bisakah kau membaca kata-kata di papan tulis untukku?"

Gu Yu mengamatinya dengan seksama sebelum mengalihkan pandangannya ke papan tulis. "Dari baris pertama?"

Jiang Zhenshan tertegun lalu dengan senang hati mengucapkan terima kasih.

Gu Yu balas bukan apa - apa.

Donasi buat Choco
Chapter terbaru tidak muncul di Select Chapter jadi klik judulnya dibawah!
Loading

Comments