20. Kasihan Bo Shangyuan

Karena bukan menggunakan uangnya sendiri, jadi dalam hal harga, Gu Yu harus sedikit jeli.

Namun, fakta bahwa di warung dan toko di dekat rumah sakit, apakah itu menjual buah atau menjual makanan ringan, bahkan menjual kebutuhan sehari-hari seperti sikat gigi, harganya akan setidaknya beberapa yuan lebih mahal daripada toko biasa.

Jika Gu Yu menggunakan uangnya sendiri, lebih mahal beberapa yuan, biarkan saja.

Lagi pula, Gu Yu datang ke rumah sakit paling tidak dua kali setahun, jika mahal, itu hanya akan menjadi satu atau dua kali.

Tetapi intinya adalah ini bukan uangnya, tetapi uang Shangyuan.

Gu Yu harus menghemat.

Dia kemudian mulai berkeliling, dan bertanya harga dan menawar.

... Meskipun Shangyuan mungkin tidak akan kekurangan uang.

"Bukankah ini biasanya 8 yuan? Kenapa dijual 16 yuan?"

"Aku selalu menjual dengan harga ini. Kalau tidak bisa membelinya, jangan membelinya, jangan ganggu bisnisku."

Gu Yu berjalan pergi.

"12 yuan itu satu atau tiga."

"Satu, nak. Apa kau mau? Ini sangat enak."

Gu Yu berjalan pergi.

"Laoban, berapa ini?"

"Fair trade, 20 yuan!"

Gu Yu lagi-lagi berjalan pergi.

Otak Gu Yu kini dipenuhi dengan harga yang keterlaluan mahal, dan sudah melupakan semua hal yang dia ingat sebelumnya.

Ya, hal-hal yang tidak bisa Shangyuan konsumsi.
.
.

Waktu berlalu dengan lambat.

Shangyuan duduk sendirian di kursi, menunggu dan menunggu.

Ponsel Gu Yu dikesampingkan dan tidak bergerak.

Gu Yu menyerahkan ponselnya ke Bo Shangyuan. Di satu sisi, Shangyuan dapat menghubunginya dan di sisi lain, Shangyuan bisa gunakan untuk menghabiskan waktu.

Tidak ada apa pun di ponsel Gu Yu, jadi bahkan jika dia melihat ponselnya dengan santai, Gu Yu tidak peduli.

... Tapi Shangyuan tidak punya kebiasaan melihat isi ponsel orang lain.

Lebih tepatnya, tidak biasa melihat ** orang lain.

Dalam kognisi konvensional, isi ponsel biasanya memiliki kurang lebih ** yang tidak ingin orang lain melihatnya.

Karena itu, Shangyuan tidak menyentuh ponsel Gu Yu.

Tetapi pada saat ini, ponsel yang ada di sampingnya tiba-tiba berdering.

Ini adalah prompt dari pesan WeChat.

Dia pikir itu adalah Gu Yu. Namun, setelah membuka ponsel, dia melihat nama Shen Teng yang tertera. Shangyuan dengan dingin kembali meletakkan ponsel itu.

Lalu dia memikirkannya.

... Shen Teng?

Apa bocah pendek yang selalu bersama Gu Yu setiap hari?

Disisi lain, Shen Teng yang melihat pesannya terkirim, menunggu sebentar.

- Tapi tetap tidak ada balasan.

Meskipun Gu Yu lambat membalas, biasanya begitu pesan Shen Teng sudah dibaca, Gu Yu akan langsung merespon.

Meskipun sebagian besar balasannya hanya hm.

Shen Teng pun bertanya-tanya. Dia kembali mengirim dua pesan lagi.
.
.

Hening.

Masih belum ada jawaban.

Bukan karena Shangyuan belum membacanya tetapi karena dia memang ingin abaikan.

Selain itu, entah kenapa, melihat panggilan Shen Teng yang berbunyi Xiao Yu~ di layar ponsel, Shangyuan merasa tidak senang.

Tetapi Shen Teng memiliki dua karakteristik, yaitu banyak bicara dan gigih.

Melihat ‘Gu Yu’ tidak pernah membalas, seketika semangat perang Shen Teng membara, dia mengangkat ponsel dan bersiap untuk terus mengirim pesan.

Bagaimanapun, jika tidak mendapatkan balasan, dia tidak akan berhenti.

Telepon berdering.

Saat nada WeChat terdengar, wajah Shangyuan menjadi semakin dingin.

Berisik.

Adapun Shen Teng di sisi lain ponsel, mulai ingin melihat kapan 'Gu Yu' akan membalasnya. Tapi tidak tahu bagaimana, dia semakin energik untuk terus menghujani pesan baru. Kelakukannya itu bukan lagi menunggu balasan tetapi menyenangkan diri sendiri.

Kalau bukan karena khawatir tidak mendengar jika Gu Yu yang menghubunginya, Shangyuan pasti sudah mematikan volume dering.

Setelahnya ponsel berdering lagi tiga kali, Shangyuan akhirnya mengangkat ponsel dan membuka WeChat.

Shangyuan dengan tanpa ekspresi membalas dua pesan pada Shen Teng.

Ponsel yang tadi terus berdering kini diam dalam sekejap.

Shangyuan kembali meletakkan ponsel pada tempatnya.

Disisi lain.

Shen Teng membeku membaca dua balasan.

Apa dia lihat?

Shen Teng menutup mata kemudian membukanya lagi.

... kata itu masih ada di sana.

Jadi dia tidak salah lihat.

Kemudian, Shen Teng terkejut.

Fck!! Ponsel Xiao Yu ada pada orang lain!!

Tidak, Xiao Yu sedang bersama seseorang! Orang itu juga tahu kata sandi Xiao Yu!!

Adapun mengapa Shen Teng tidak memikirkan orang tua Gu Yu, itu karena Gu Yu pernah berkata bahwa ibu dan ayahnya tidak tahu kata sandi ponselnya.

Oleh karena itu, kedua pesan ini hanya dapat dibalas oleh orang lain.

Tapi muncul lagi pertanyaan baru, teman Gu Yu hanyalah dirinya, jadi, siapa yang membalas dua pesan itu?

Tidak benar, tunggu.

Dimalam yang larut, Gu Yu bersama seseorang, ponselnya ada pada orang itu, dan yang membalas pesannya juga pasti orang itu.

Shen Teng jatuh ke dalam pemikiran yang mendalam.
.
.

Ponsel kembali hening, wajah Shangyuan pun tenang.

Dia melihat waktu di dinding.

Dia telah menunggu selama lima belas menit.

... Kenapa Gu Yu belum kembali?

Entah mengapa, ketika Gu Yu tidak ada di sana, waktu berlalu sangat lambat.
.
.

Sementara itu, Gu Yu yang dari tadi berkeliling, akhirnya menemukan bar makanan ringan yang harganya bisa diterima.

Ini adalah restoran mie yang telah dibuka sejak lama.

Mungkin karena telah terbuka selama bertahun-tahun, jadi pada harga, Dibandingkan dengan bar makanan ringan yang mahal, yang seperti perampokan, harga disini sedikit masuk akal.

Gu Yu benar-benar lupa tentang fakta Shangyuan yang tidak makan mie, dia berjalan ke restoran mie, lalu mengangkat jarinya ke papan menu dan berkata, "Laoban, dua porsi, bungkus."

Laoban merespons dengan antusias dan kemudian bertanya, "Nak, mau tambah kacang tanah dan peterseli?"

Gu Yu ragu-ragu.

Dia merasa bahwa dia sepertinya telah melupakan sesuatu ...

Tapi apa yang sudah dia lupakan? Gu Yu tidak ingat.

Laoban menunggu lama dan tidak ada jawaban, jadi dia bertanya lagi, "Nak, mau tambah kacang tanah dan peterseli?"

Gu Yu tidak ingat, dia menyerah.

Gu Yu berpikir bahwa Bo Shangyuan 'mungkin' suka, dan mengangguk tanpa ragu.

"Hm, boleh."

Di sisi lain, Shangyuan tiba-tiba bersin.

Ada begitu banyak orang di toko, jadi Gu Yu perlu menunggu sebentar.

Begitu dia menemukan tempat duduk, ponsel di sakunya berdering.

Gu Yu berpikir itu Shangyuan, lalu segera mengeluarkan ponsel dan melihatnya.

Ketika melihat ID penelepon, itu bukan nomornya, tetapi nomor asing tanpa nama.

Gu Yu kembali menyimpan ponsel itu.

Bagaimanapun, ini adalah ponsel orang lain. Dia adalah orang luar. Tidak baik mengangkat telepon seseorang dengan santai.

Gu Yu pikir setelah pihak lain menelpon dua kali dan tidak ada yang menjawab, seharusnya tidak menelepon lagi.

Gu Yu berpikir begitu, tetapi nomor asing ini sangat gigih.

Dering telepon terus berdering dan bergema di restoran mie. Gu Yu yang akhirnya menyerah karena takut mengganggu tamu lain menjawab panggilan dan berniat mengklarifikasi identitasnya, tetapi pihak lain berbicara terlebih dahulu.

Suara wanita terdengar bertanya perlahan,"Bo Shangyuan, beberapa hari lagi nenekmu berusia 80 tahun, kau tidak pulang?"

Gu Yu hendak berbicara, tetapi wanita itu kembali bersuara.

Wanita itu tertawa rendah dan mengejek. "Karena kau sudah pindah, sepertinya kau tidak berencana untuk kembali. Dalam hal ini, kau pasti tidak akan pergi ke ulang tahun ke-80 nenekmu dalam beberapa hari. Aku akan membawa Cheng Xin untuk menggantikanmu."

Mendengarkan suara wanita tertawa penuh ejek, Gu Yu menutup mulutnya.

Kemudian, suara wanita itu berkata dengan pelan, "... Meskipun berbeda ibu, dia masih cucu dari nenekmu. Lagi pula, itu juga cucunya, siapa pun sama saja, kan?"

Dia adalah Li Shuhui, sebab dia begitu terobsesi dengan ulang tahun nenek Bo Shangyuan adalah karena nenek Bo Shangyuan tidak pernah mengakuinya dan juga anaknya. Nenek merasa bahwa mereka sama sekali tidak layak untuk menjadi bagian keluarga Bo.

Karena latar belakang Li Shuhui biasa saja, dia bahkan tidak kuliah kuliah. Kecuali untuk wajah cantik dan mulut ekstra yang menarik bagi pria, lainnya tidak berguna.

Dibandingkan dengan Ibu Bo yang lahir lulusan sekolah ternama juga berasal dari keluarga terpandang, keduanya bagaikan langit dan bumi.

Oleh karena itu, selama bertahun-tahun, selama Shangyuan masih tinggal dirumah kekuarganya, setiap pesta ulang tahun tidak akan ada posisi Li Shuhui dan anaknya.

Tahun ini, setelah ayah Bo membawa Li Shuhui dan putranya tinggal di rumah, Shangyuan pindah dari sana.

Oleh karena itu, Li Shuhui yakin bahwa peluangnya akhirnya telah tiba.

Setelahnya Li Shuhui kembali berkata, "Cheng Xin ku tidak sepintar dirimu, tetapi dia lebih manis dari mulutmu. Dia bisa membuat ayahmu bahagia, dan secara alami bisa membuat nenekmu bahagia."

Gu Yu tidak berbicara.

Li Shuhui semakin energik. "Oh ya, ayahmu memberitahuku tentangmu beberapa malam yang lalu. Kau mengatakan bahwa kau tidak seperti dia. Aku ingin tahu apakah ibumu melahirkanmu dengan orang lain. Bagaimana dengan itu ... "

Wanita itu tidak bisa menahan tawa pada suara rendah.

Ketika mendengar ini, Gu Yu tidak bodoh, tahu apa siapa wanita ini.

Dia pasti kekasih ayahnya Shangyuan yang dengan terang-terangan memuji anaknya dan memamerkan dirinya dan cintanya pada ayahnya ...

Gu Yu mendengarkan isi telepon dan tiba-tiba merasa kasihan pada Shangyuan.

Gu Yu selalu berpikir bahwa Boshangyuan memiliki keluarga yang baik, nilai bagus, kaya dan tampan, dan banyak teman. Itu adalah jenis pemenang dalam hidup.

Ternyata tidak.

Di telepon, Li Shuhui semakin energik terus bicara tanpa henti, Gu Yu tidak mengatakan apa-apa, dan langsung menutup telepon.

Li Shuhui yang terus bicara tiba-tiba terhenti begitu mendengar suara panggilan diputus sepihak, ekspresinya luar biasa tidak percaya.

Karena sebelumnya, sebelum tutup, Shangyuan dengan nada dingin akan mengajukan kalimat: Sudah selesai?

Tapi ini tanpa bertanya, dia langsung menutup telepon.

Ekspresi Li Shuhui tidak bisa dipercaya, dia kembali menelpon, dan ketika terhubung, langsung dimatikan.

Dia menelpon tiga kali berturut-turut, dan tiga kali pula panggilan diputus.

Li Shuhui sangat kesal sehingga dia menderita sakit hati melempar jatuh ponselnya.

Setelah menutup tiga panggilan wanita itu secara berurutan, ponsel itu akhirnya hening.

Ekspresi Gu Yu kembali tenang.

Pemilik toko mie menyerahkan pesanan Gu Yu. "Ini, ambil."

Gu Yu berkata terima kasih, dan membayar. Dia akan mengembalikan uang Shangyuan dalam beberapa hari kemudian.
  
Gu Yu kembali ke rumah sakit, naik lift dan tiba di lantai 12.

Karena kursi di luar ruang operasi membelakangi lift, jadi setelah Gu Yu naik ke atas, hal pertama yang dilihatnya adalah punggung Shangyuan yang kesepian.

Gu Yu memandanginya dan memikirkan kata-kata jahat yang dia dengar di telepon. Dia tidak bisa menahan perasaan ...

Kasihan Bo Shangyuan.

Gu Yu mendekat, lalu menyerahkan porsi miliknya.

"Ini."

Shangyuan diam menatap tangan Gu Yu. Tidak mengambilnya.

Gu Yu pun bertanya-tanya selama dua detik.

Setelahnya, Gu Yu tiba-tiba teringat apa yang telah dia lupakan sejak lama.

Kedua pria itu saling memandang tanpa kata-kata.

"... Aku lupa."

"..."

Gu Yu berpikir sejenak. "Kalau begitu aku akan keluar dan membeli yang lain?"

Shangyuan memandang Gu Yu dan perlahan mengambil alih porsi ditangannya.

"... lupakan saja."

Setelahnya Gu Yu berkata ragu, "Seseorang baru saja menelponmu."

Kata Gu Yu sambil menyerahkan ponsel Shangyuan.

Shangyuan membuka kunci telepon dan melihat catatan panggilan.

Lebih dari sepuluh panggilan tidak terjawab pada catatan panggilan menyebabkan wajah Shangyuan tiba-tiba menjadi dingin seperti es.

Namun, begitu beralih ke Gu Yu, ekspresi dinginnya Bo Shangyuan mereda satu atau dua level.

Shangyuan melirik pada satu panggilan masuk di catatan panggilan dan bertanya, "... Apa yang dia katakan."

Gu Yu membeku.

Gu Yu memikirkan kata-kata jahat yang baru saja dia dengar di telepon dan ragu-ragu sejenak.

Setelah beberapa saat, Gu Yu berkata, "Aku lupa."

Shangyuan menatapnya lama.

Dia tidak tahu sama sekali, Gu Yu berpikir tentang isi panggilan itu, dan kemudian tidak menahan diri untuk bergumam dalam benaknya -

Kasihan Bo Shangyuan.

Donasi buat Choco
Chapter terbaru tidak muncul di Select Chapter jadi klik judulnya dibawah!
Loading

Comments