2. New Boss Appear

Benar saja, dua minggu kemudian, Ji Lao akhirnya pergi.

Pada hari terakhir, seluruh departemen mengadakan makan malam perpisahan. Ji Lao dipenuhi dengan banyak anggur, dan wajahnya terus tertawa dengan wajah memerah.

Li Xiang mengulurkan lengannya, "Bos, aku ingin menghormatimu segelas. Terima kasih atas kultivasimu selama ini!"

Ji Lao menepuk pundaknya, "Pemuda yang bekerja keras, bos baru sangat baik, ikuti dia, kau bisa belajar banyak dengannya."

Ekspresi Li Xiang langsung berubah menjadi wajah pahit. "Bos, aku pikir lebih baik mengikutimu, bawa aku bersamamu!"

Ji Lao menggelengkan kepalanya dan minum anggur dari gelas.

Hei ... Li Xiang berpikir dalam hati, walaupun bos tidak memberiku kenaikan gaji, dan tidak respek padaku. Rasanya itu lebih baik ...
.
.

Dua hari kemudian, ruangan Bos kembali hidup. Vivian meminta P&G untuk membersihkan ruangan dan memperbarui pot tanaman.

Akhirnya, bos baru ada di sini.

Ketika Li Xiang tiba didepartemen, kebanyakan orang telah tiba. Dia menemukan bahwa suasana tampak ada yang ganjil. Terutama, beberapa rekan wanita lajang memiliki tampilan sedang berbunga-bunga.

Li Xiang baru saja duduk, Shuai Kevin di sampingnya menoleh. "Bos baru sudah datang, dia sangat tampan! Gelarku sebagai pria paling tampan di departemen kini lenyap, kau lihat semua gadis terpesona."

Nama asli Shuai Kevin adalah Liu Wei, nama bahasa Inggrisnya adalah Kevin, karena dia tampan, orang-orang memanggilnya Shuai Kevin / kevin yang tampan/

Li Xiang mengingat kembali tampang pria yang berada bus antar jemput. Kevin bahkan benar-benar tidak memiliki enam lipatannya. Kevin memang tampan dan fitur wajahnya lebih menonjol daripada orang kebanyakan, sisi tiga dimensinya /sense of style and life style/ cukup mendukung. Tetapi pria yang tampan di dalam bus adalah pria yang ketampanannya unreal, dan fitur wajahnya yang indah, seperti patung Roma kuno.

Memikirkan hal ini, Li Xiang menggelengkan kepalanya, Ini bukan saatnya memikirkan ketampanannya. Masalahnya adalah paha! paha!

Li Xiang menyalakan komputer dan kebanjiran email masuk. Tiba-tiba ada nama dari orang asing, undangan untuk meeting. Pengirimnya adalah Kane, Xu.

Setelah beberapa saat, Li Xiang pikir bahwa ini adalah nama Inggris dari bos baru. Sebelumnya Vivian memberitahunya bahwa nama bos baru itu adalah Xu Kai.

Atas undangan pertemuan, topiknya adalah percakapan satu lawan satu dengan Xu Kai, waktunya 11:30 - 12:00, dan lokasinya berada di ruangan Xu Kai.

Lee Xiang menelan ludah. Bicara dengannya berdua? Bos besar datang padanya yang masih hijau ini pada hari pertama untuk berbicara? Apa yang akan dibicarakan? Membahas tentang paha? 

Biarkan dia berlatih dulu - bos, hal di shuttle bus adalah kesalahpahaman, aku benar-benar tidak sengaja menyentuh pahamu, tentu saja aku bukan pria cabul! Tetapi untuk mengatakan ini terlalu disengaja, tampaknya hanya akan mendatangkan masalah.

Pada saat ini, Shuai Kevin yang tampan membungkuk dan berkata, "Kau 11:30 sampai 12:00, aku setengah jam lebih awal darimu."

"Hah? Kau juga bertemu dengan bos baru?"

"Tentu saja, dia mengirim undangan rapat kepada semua orang, dan hari ini dia akan berbicara dengan kita semua."

Kevin tertawa dan lanjut berkata. "Mungkin tidak ada yang bisa dikerjakan karena hari pertama."

Ternyata semua orang harus berbicara dengannya, Li Xiang mendesah lega dan bekerja dengan tenang di depan komputer.

Dialog internal chat Vivian melonjak sesaat kemudian:

[ Bos baru sangat tampan, aku mimisan! ]

[ Perlu aku kirimkan tisu? ]

[ Biarkan saja aku mati tanpa menggunakannya! ]

[ Terus, apa kau yakin dia pria yang di bus itu? ]

[ Tentu saja, kalau tidak percaya, kau bisa melihatnya sendiri. Untuk saat ini, dia tidak menyebutkan hal itu, ah mungkin dia tidak ingat. Kau jangan mengacaukan diri sendiri. ]

[ Sebaiknya dia tidak usah ingat, atau aku benar-benar harus mengirim surat pengunduran diri! 😭 ]
.
.

Saat mengambil air, Li Xiang melewati kantor Xu Kai.

Pintu kantor ditutup. Struktur kantor Perusahaan H memang seperti ini. Staf bawah tidak memiliki ruang yang terpisah, kursi diatur secara padat di tengah, dan meja karyawan dipisahkan oleh partisi. Bos memiliki ruangan terpisah, dan ada jendela besar di ruang kantor. Ruangan itu memiliki tirai gulung yang bisa digulir ke atas dan ke bawah. Kebanyakan bos suka menggulung tirai di tempat kerja, sehingga bahkan jika pintu ditutup, orang lain dapat melihat kesibukan pekerjaannya dan bisa masuk untuk menyerahkan laporan ketika tidak sibuk.

Xu Kai menarik tirai setengah. Li Xiang yang memegang gelas berlutut di lantai dibawah jendela. Dia mendongak, mencoba melihat Xu Kai dari bagian bawah transparan dari jendela kaca.

Disesuaikan sudutnya, dia akhirnya melihat Xu Kai.

Xu Kai duduk di meja, sebagian besar tubuhnya menghadap ke arah Li Xiang, dia duduk berhadapan dengan seorang karyawan tua di departemen. Xu Kai mengenakan kemeja putih, kancing pertama tidak tertekuk, dan potongan kemeja tampak pas ditubuhnya dan terlihat tampan. Dia mendengarkan staf tua dengan seksama. Li Xiang melihat wajahnya dengan seksama, alisnya tinggi dan lurus, matanya dalam dan indah, hidungnya tinggi dan cukup ... Itu seperti karya seni, dan bagus untuk mengambil foto kapan saja. Tapi ... tentu saja ... itu adalah pria tampan yang dia sentuh pahanya! Tamatlah sudah! Dia rasanya ingin mati ...

Entah bagaimana, pintu kantor tiba-tiba dibuka. Xu Kai berdiri di pintu dan melihat ke arah Li Xiang. "Ada apa?"

Suaranya sangat bagus, nadanya dingin dan rendah, ekspresinya tidak membawa emosi, hanya seperti menyapa orang asing. 

Tapi Li Xiang sangat terkejut.

Dia masih berjongkok di lantai dengan pose mengintip di jendela, tetapi kepalanya menoleh dan menatap Xu Kai.

Xu Kai bergerak mendekatinya dengan bingung. Tubuh Li Xiang tidak bergerak, tetapi itu bukan karena dia tenang, tetapi dia membeku.

Li Xiang akhirnya goyah. "Aku, aku datang ke pertemuan ..."

Xu Kai sedikit mengangguk. "Kau ingat waktu yang salah, dan waktu untuk berbicara denganmu belum tiba." Setelah jeda, dia menambahkan kalimat lain. "Airmu tumpah." Lalu dia berjalan kembali ke ruangannya dan menutup pintu.

Sambil mendengar suara menutup pintu, Li Xiang menundukkan kepalanya dan mendapati bahwa gelas di tangannya sudah menghadap ke bawah. Setengah gelas yang berisi air itu tumpah ke celananya. Pahanya terasa dingin.

Li Xiang berdiri dan menepuk-nepuk air di celananya. Kemudian dia menemukan bahwa tirai di kantor Xu Kai sudah ditarik ke bawah. Kali ini hatinya juga terasa dingin, karena jalur kariernya di perusahaan H tamatlah sudah.

Jika Xu Kai masih ingat masalah di bus antar-jemput, ditambah tingkahnya yang seperti tukang intip dikantornya... Kata-kata dirinya dan pria cabul pada dasarnya tidak akan bisa lepas... Xu Kai pasti menarik tirai untuk mencegah tingkah cabulnya.

Kembali ke kursi, semua orang menertawakan celana Li Xiang dan berkata bahwa Li Xiang kencing celana. Li Xiang menutup mulutnya, tidak peduli. Duduk sebentar dan merasa haus, melihat gelas kosong di tangannya, dia pergi mengambil segelas air lagi.
.
.
Setelah membalas beberapa email, Shuai Kevin datang menghampirinya. "Aku sudah selesai, kau bisa pergi."

Li Xiang mengangkat kepalanya dan tahu bahwa sudah waktunya melihat bos baru.

Dia mengambil lengan baju Kevin dan bertanya, "Apa yang sudah kau bicarakan dengannya?"

“Tidak ada, hanya berbicara tentang pekerjaan, cari tahu tentang tim ini.” Shuai Kevin berpikir sejenak dan berkata, “Xu Kai sangat mengesankan, jelas tidak lebih buruk daripada Ji Lao.”

Li Xiang mengetahui bahwa dia tidak dapat memperoleh informasi yang berguna, jadi dia menutup mulutnya, berdehem, mengambil buku dan pena, dan bangkit. Mengambil langkah berat, bergerak menuju kantor Xu Kai.

Dia mengetuk pintu.

"Masuk."

Jadi Li Xiang memutar pegangan pintu dan masuk.

Xu Kai duduk dikursinya dan menatapnya sekilas, mengisyaratkan untuk duduk. Ekspresi wajahnya seperti es, dan tidak ada suhu.

Li Xiang baru duduk, lalu ingat bahwa dia tidak menutup pintu. "Apa perlu menutup pintu?"

"Terserah."

Li Xiang berpikir sejenak, berdiri dan menutup pintu, lalu duduk. Kemudian dia mulai bertanya-tanya, apa Xu Kai akan salah paham bahwa dia ingin menutup pintu untuk melakukan hal yang salah.

“Namamu Li Xiang 'kan?” Xu Kai mengklik mouse dan melirik informasi Li Xiang di layar. “Beri aku pengantar singkat tentang dirimu.”

"Uh ... namaku, ya, namaku Li Xiang. Aku memasuki perusahaan H sekitar setahun yang lalu dan bekerja pada penjualan parafin ... um ... Itu saja ..."

Li Xiang mencuri pandang melihat ekspresi Xu Kai. Ekspresinya tidak berubah. Sepertinya dia tidak keberatan dengan jawaban bodohnya.

“Apa yang membuatmu memilih perusahaan H?” Xu Kai kini menatap ponselnya, bertanya santai.

"Itu karena bus antar-jemput. Aku dulu melihat bus antar-jemput perusahaan H dalam perjalanan ke tempat kerja. Aku merasa itu sangat bagus. Tidak perlu berdesakan di bus untuk pergi bekerja dan menghemat uang."

Xu Kai menatapnya dan Li Xiang benar-benar ingin menampar mulutnya. Kenapa dia mengatakan shuttle bus? Kenapa dia harus mengatakan shuttle bus!

Dia benar-benar tidak memikirkan itu, bukankah itu akan mengingatkan Xu Kai tentang dia yang menyentuh pahanya?

Li Xiang mengamati ekspresi Xu Kai dengan hati-hati, "Lalu, ada banyak hal lain yang menarik bagiku! Misalnya, kafetaria sangat baik, misalnya, um, kantornya juga sangat indah ..."

Xu Kai tiba-tiba tidak bereaksi karena mendengar bus antar-jemput. Setelah mendengarkan kalimat selanjutnya, dia kembali melihat ponselnya. "Tampaknya kantin dan bus sangat penting bagi perusahaan."

Sepertinya ... Dia tidak ingat? Sepertinya Xu Kai tidak mengenalinya! Li Xiang berpikir sejenak, juga, hari itu jam pulang kerja dan cahaya di bus tidak baik, mungkin Xu Kai tidak melihat penampilannya. Bisa saja dia tidak mengenalinya. Untunglah, Li Xiang bisa bernapas lega. Tampaknya tidak perlu mengundurkan diri.

"Ketika Ji Lao masih disini, apakah kau selalu melaporkan langsung padanya?" Tanya Xu Kai.

"Ya. Ketika aku pertama kali datang, Ji Lao masih menjadi manajer, dan direktur penjualan dipegang orang lain. Tidak lama setelah direktur penjualan dipindahkan ke unit bisnis lain, Ji Lao naik dari manajer ke direktur. Posisi manajer belum ada yang direkrut jadi aku melapor langsung ke direktur." Beban Li Xiang menguar dan jawabannya jauh lebih logis sekarang.

"Ternyata begitu, berarti kau akan melaporkan langsung kepadaku nanti." Suara samar Xu Kai terdengar, senyum diwajah Li Xiang berubah kaku. Dia tiba-tiba merindukan Ji Lao, meskipun dia tidak respek padanya, meskipun dia tidak memberinya kenaikan gaji, tetapi Ji Lao setidaknya suka tersenyum dan tertawa, tidak seperti wajah datar ini. Bagaimana bisa dia menghadapinya! Dia tidak ingin menghadapi es batu, apalagi dia mungkin suatu waktu akan ingat bahwa Li Xiang yang menyentuh pahanya!

Meskipun demikian, sebagai sales profesional, Li Xiang masih berusaha tersenyum. "Baik, aku merasa terhormat!"


Donasi buat Choco
Chapter terbaru tidak muncul di Select Chapter jadi klik judulnya dibawah!
Loading

Comments