2. Dimana pangerannya?

Disekolah ini, tak ada legenda, hanya ada siapa yang ingin menjadi aneh dengan pakaian tidak biasa, mereka datang bukan untuk belajar, tetapi untuk peragaan Fashion Week; tak ada pemandangan yang indah, hanya ada semak-semak tempat pasangan kekasih bersembunyi; tak ada makanan lezat, hanya campuran nasi dan satu jenis lauk pauk yang tak pernah diganti oleh Bibi kantin; bahkan tidak ada etos belajar yang baik, hanya siswa yang pergi memanjat dinding dan bermain sepanjang malam, sekolah ini tak ada apapun selain monoton dan membosankan.

Tahun ketiga SMA adalah tragedi kedua setelah tahun pertama. Orang tua dan guru mengulurkan tangan, menggosok para siswa dengan telapak tangan mereka, menggosok bukan bentuk manusia.

Guo Zhi masuk dalam lingkungan yang membosankan dan berulang-ulang. Tak habis pikir, Ia memiliki keluarga harmonis, teman baik, hobi yang positif, dan nilai yang stabil, tetapi mengapa kadang ia mengalami kesepian yang luar biasa, kesepian yang begitu kuat, walau ia bersama orang lain rasa sepi ini tidak bisa dihilangkan, hanya kesepian yang tak berarti.
.
.

Kepala sekolah membawa senter kecil dan berkeliling sekolah. Guo Zhi berbisik ke arah semak-semak dekat taman, "Cepat pergi! Kepala sekolah datang~" Itu hanya semak belukar biasa yang ketika digerakkan, burung dan binatang lain yang berada didalamnya akan berpencar keluar, siswa yang sedang merokok, begitupun pasangan yang tak mengenakan pakaian. Secara tiba-tiba berubah menjadi talent konversi kepribadian. Seperti tak terjadi apapun, mereka membahas materi matematika, soal bahasa dan soal geografi dengan tenang ketika kepala sekolah melintas. Beginilah sekolah yang didalamnya tersembunyi bibit aktor dan aktris masa depan.

Guo Zhi bertolak pinggang dan tersenyum. "Sepertinya setiap orang menikmati kehidupan sekolah. Baguslah." 

Jenis pria seperti apa Gou Zhi ini? Bahasa halusnya, dia adalah idiot. Bahasa kasarnya, dia adalah orang idiot yang sangat bodoh. Dimatanya, semua terlihat indah. Dia sangat buta dan melihat segalanya dengan positif. Untuk kiasan sederhananya, jika langit tiba-tiba hujan, dia akan merasa seperti sedang syuting FTV. Jika terjadi hujan pisau, tidak peduli berapa banyak tusukan pada tubuhnya, ia akan memikirkan bahwa keluarganya bisa mengganti pisau dapur untuk beberapa tahun kedepan. Jika langit menurunkan hujan urine, ia akan berpikir karena ini adalah kehendak Tuhan maka itu memiliki efek keindahan. Jika darah haid wanita turun dari langit, ia akan berpikir, Tuhan sebenarnya adalah wanita.

Apapun itu, ia tak menyembunyikannya.
.
.
.

Guo Zhi kembali kedalam kelas yang tampak mati, buku-buku dan lembar review pertanyaan yang menumpuk disetiap meja siswa menjadi dua pemandangan biasa. Nilai bagus ujian mingguan, berdebat dengan semangat, hasil ujian mingguan dengan nilai jelek diapit dengan gunting kuku. Guo Zhi duduk dibangku belakang, tangan menopang pipi, menunggu bel kelas mandiri malam berbunyi.

Para siswa yang baru saja selesai bermain basket masuk kedalam kelas melewati pintu belakang sambil memantulkan bola dan kemudian bola itu terpental keluar kelas akibat membentur teman disebelahnya. Bola itu menggelinding hingga berhenti dikaki seorang siswa.

"Teman, kemarikan bolanya!"

Tanpa respon, siswa itu pergi begitu saja membiarkan bola basket masih tergeletak diposisi semula. Guo Zhi hanya bisa melihat punggung lelaki itu dengan topi dikepalanya.

"Anak itu terlihat selalu mengenakan topi. Seperti apa wajahnya?" Tanya Guo Zhi tiba-tiba.

Wang Linlin yang berada dimeja yang sama memainkan rambutnya bosan. "Entah, mungkin terlalu jelek untuk diperlihatkan, sepertinya ia diruang 3 atau 4. Aku dengar dari seorang teman disana mengatakan anak itu aneh, selalu memakai topi yang sengaja direndahkan. Selama ini tak ada yang pernah melihat wajahnya, tak ada yang ingin melihatnya. Dia adalah orang yang selalu diabaikan. Nilainya biasa saja, olahraga biasa saja, semua yang ada pada dirinya biasa saja. Sungguh tak beruntung. Bersekolah disini benar-benar menghancur leburkan fantasi romantis seperti di serial Meteor Garden. Aku dengar bahwa ada siswa baru hari ini, tolong jangan biarkan aku kecewa lagi!"

"Bukankah menjadi biasa itu wajar? Aku pikir itu sangat bagus."

"Kau adalah seseorang yang menganggap semuanya baik."

"Benarkah?" Guo Zhi tersenyum kecil. "Jika kau merasa apapun tidak baik. Apa gunanya hidup?"

Percakapan mereka terhenti saat guru mereka masuk dengan seorang siswa baru. Para siswi luar biasa senang. Wang Linlin bahkan lebih bahagia. Tatapannya seakan ingin menelanjangi siswa baru itu, "Aku telah berharap selama tiga tahun ini, dan akhirnya harapanku terwujud."

"Selama tiga tahun ini kau tak mengharapkan hal lain? Misalnya mendapatkan nilai yang baik." Perkataan Guo Zhi ini membuat Wang Linlin menatapnya sangar, namun kemudian menghentak antusias, "Tidakkah kau lihat pangeran didepan sana?! Sungguh tampan. Sekolah kita akhirnya terselamatkan."

Guo Zhi ikut memperhatikan siswa baru itu.  Potongan rambut pendek, berwajah tampan dengan senyuman yang memikat para gadis, gaya berpakaiannya yang modis membuatnya seperti bangsawan yang tiba-tiba masuk kedalam tempat kumuh. Guo Zhi mengangguk, "Cukup tampan."

"Apanya yang cukup? Dia itu sangat tampan. Jika dibandingkan dengan seluruh lelaki disekolah ini, tak ada yang bisa menandinginya. Oh, pangeran impianku."

"Kau terlalu berlebihan."

"Reaksimu yang terlalu hambar."

"Aku bukan seorang gadis. Akan jadi aneh jika aku bereaksi berlebihan."

Guru mereka memperkenalkan siswa baru itu yang bernama Hua Guyu, pindah dari salah satu SMA di kota besar. Ketika mendengar kata kota besar, mata para siswi memberinya penilaian semakin tinggi. Hua Guyu sepertinya sudah biasa menjadi pusat perhatian, ia berjalan ke bangkunya dengan bangga.

Setelah menerima materi dari guru, kelas malam berakhir. Hari ini Guo Zhi bertugas untuk menghapus papan tulis dan mengumpulkan tugas rumah para murid. Setelah menunggu sampai semuanya selesai ia meletakkan tugas rumah itu diruang guru.

Guo Zhi kembali ke asrama dengan buku ditangannya. Ia berjalan pelan menaiki tangga yang penerangannya redup. Langkah kakinya terdengar jelas. Disaat yang sama, seorang lelaki berjalan menuruni tangga. Mereka saling berpapasan.

Guo Zhi tiba-tiba berbalik, menatap punggung lelaki itu yang sudah melewatinya. "Tidak apa-apa. Kau tak perlu malu karena berwajah jelek. Menurutku itu tidak buruk."

Lelaki itu berhenti dan dengan dingin berkata, "Idiot."

"Maaf, aku tidak mengejekmu. Aku hanya tidak ingin kau merasa rendah karena wajahmu. Kenapa kau ingin menutupi wajahmu dengan topi? Bukankah melihat sinar matahari itu sangat bagus? Apa ada bekas luka diwajahmu? Atau kau memang terlahir jelek? Tak apa. Aku juga punya banyak teman yang jelek." Guo Zhi, kau mengatakan ini untuk membuat lelaki itu lebih baik, tapi apakah kau tak memikirkan perasaan teman-temanmu?

Lelaki itu tidak berniat untuk menanggapi pertanyaan menyebalkan Guo Zhi dan memilih pergi. Guo Zhi pikir ia telah melukai hati lelaki itu jadi ia menahan bahunya. Lelaki itu dengan dingin berbalik. Mereka berhadapan. Wajah Guo Zhi sejajar dengan ujung topi lelaki itu.

"Aku tidak bercanda. Jika kau tak percaya, biarkan aku melihat wajahmu. Aku tak akan takut dengan wajah jelekmu." Kata Guo Zhi dengan serius dan tulus. Tanpa menunggu respon lelaki itu, jarinya bergerak ke ujung topi dan dengan pelan menariknya keatas hingga seluruh wajah itu terlihat dibawah sinar remang lampu tangga. Wajahnya, matanya, bulu matanya secara bertahap jatuh dalam pandangan Guo Zhi. Dua detik kemudian, ia kembali menurunkan topi itu. Detak jantungnya menggila. "Kau memang pantas memakai topi, selamat tinggal!" Dengan panik Guo Zhi melarikan diri.

Lelaki itu melihat kearah larinya Guo Zhi, "Benar-benar idiot."
.
.
.

Malam itu, kegelapan mengambil alih dan menyelimuti pandangan, namun dipikiran Guo Zhi, potret itu tak bisa dilenyapkan. Bagaimana bisa lelaki itu membuat hatinya goyah hanya dalam dua detik? Wajah itu, keindahannya membuat orang tak tahan untuk terus melihat. Didetik pertama topi itu dilepaskannya, hanya satu hal yang melintas dipemikiran Guo Zhi, pangeran sesungguhnya sudah ada disini.

Donasi buat Choco
Chapter terbaru tidak muncul di Select Chapter jadi klik judulnya dibawah!
Loading

Comments