18. Perbedaan waktu

Perasaan Li Xiang terhadap Xu Kai begitu rumit sampai dia berpikir bahwa dia tidak bisa memilah hasil untuk waktu yang lama. Seperti benang wol yang kusut, masing-masing mewakili semacam perasaan, ada rasa hargai, kagum, iri, bersalah, percaya, berterima kasih, takut, suka, benci, tidak berdaya ... semua terjerat bersama, tidak bisa diurai dan dia tidak tahu wol mana yang paling panjang untuk mewakili perasaannya. Hanya saja, dia tidak terganggu berhubungan dengan Xu Kai, dan juga tidak terganggu didominasi olehnya. Jadi setelah turun dari bus, meskipun masih merasa canggung, Li Xiang memilih untuk pulang dengannya.

Ketika berhenti di depan sepeda, Li Xiang mengingat adegannya yang hampir jatuh dari sepeda tadi pagi dan bertanya kepada Xu Kai. "Apa kita masih akan kembali dengan sepeda?"

"Ya, rumahku jauh."

Li Xiang melangkah maju dan duduk didepan. Dia berbalik situasi dengan provokatif.

Xu Kai duduk menyamping di kursi belakang. Kedua kakinya yang panjang sepertinya tidak punya tempat untuk ditempatkan, dan hanya bisa digantung di udara.

Li Xiang mulai bersepeda, "Tunjukkan jalan rumahmu, bos."

Xu Kai tidak kesal, "Hm," tangannya melingkari pinggang Li Xiang.

Meski sedikit malu, Li Xiang dengan semangat membungkukkan tubuhnya dan berjuang mengayuh sepeda dengan sangat cepat. Suara angin bersiul menerpanya, dia merasa telah menjadi bocah angin puyuh. "Aku mengayuh lebih cepat darimu!"

"Ini lebih cepat dariku."

Dengan jawaban ini, Li Xiang merasa bangga dan akhirnya menemukan sisinya yang lebih kuat daripada Xu Kai, meskipun itu adalah aspek yang tidak relevan. "Aku masih bisa lebih cepat!” Li Xiang mempercepat kayuhan sampai kakinya mati rasa.

Kemudian dia mendengar suara Xu Kai di belakangnya, "Rumahku sudah lewat."

"..."

Setelah berbalik, Li Xiang akhirnya berhasil berhenti di depan rumah Xu Kai.

Komunitas tempat Xu Kai tinggal begitu megah. Ketika Li Xiang turun dari sepeda, dia merasa bahwa komunitas ini benar-benar tiran lokal. Apartemen dengan lebih dari selusin lantai, dinding eksterior dirawat secara teratur, terlihat sangat baru. Komunitas ini dipenuhi dengan tanaman hijau, dan pusatnya memiliki air mancur atmosfer kelas atas. Kolam di bawahnya juga memiliki ikan mas. Li Xiang juga melihat gym yang dilengkap di samping.

Terletak di pusat kota, harganya tinggi, dan fasilitas pendukung di komunitas ini sangat sempurna, pasti mahal.

Dia mengikuti Xu Kai ke apartemennya di lantai 9.

Dekorasi minimalis dan warnanya putih susu  Intinya adalah bahwa ruangan itu terlalu besar. Li Xiang mengukur secara visual melebihi 300 meter persegi. Kemudian, dia menemukan bahwa Xu Kai hanya tinggal sendirian.

Xu Kai bertanya. "Apa yang ingin kau makan?"

"Apa saja."

Xu Kai mengambil bahan makanan dari lemari es dan pergi ke dapur untuk mulai memasak. Membiarkan Li Xiang mengganggap tempat ini sebagai rumahnya sendiri dan melakukan kegiatannya sendiri. Li Xiang menyentuh kulkas bertekstur logam besar, berpikir bahwa produk ini sangat mahal, jadi dia menjaga jarak. Kemudian dia berkeliaran ke sekeliling ruangan. Setiap ruang cukup besar, tetapi furniturnya tidak banyak, dan beberapa kosong. Kamar Xu Kai benar-benar rapi, tempat tidurnya sangat teliti, selimut biru tua, hehe. Kursi kulit ruang kerja terasa sangat maju, dan sangat nyaman untuk diduduki, pasti sangat mahal, jadi harus menjaga jarak. Selain kamar tidur, ruang belajar, dua kamar masih kosong, apakah itu kamar tamu? TV LCD di ruang tamu sangat besar dan tipis~ Ini rasanya berkencan dengan tiran lokal ...

Tidak lama kemudian, makan malam sudah di atas meja. Xu Kai mengatur makanan dan menurunkan lampu pegas di atas meja dan menyalakannya. Lampu kuning membuat meja hangat, dan makanan di atas meja terlihat kilau berkilau yang sangat menarik.

Xu Kai memasak makanan western. Salad tuna yang enak--daun hijau, tomat merah, paprika kuning, tuna merah muda, dengan campuran minyak zaitun--, satu porsi udang mentega, sepiring daging sapi goreng, Lee Xiang meneguk air liur. Itu terlihat enak. Disana juga ada sepiring daging babi goreng di atas meja yang telah dipotong dan disajikan dengan saus pedas.

Xu Kai menuangkan anggur merah ke dalam cangkir dan berkata, "Tidak ada waktu untuk mempersiapkan, jadi aku hanya memasak makan yang sangat mudah dilakukan. Aku akan membuat beberapa hidangan rumit untukmu di masa depan. Aku khawatir kau tidak menyukainya, jadi aku juga membuat daging babi goreng, entah bagaimana rasanya."

Suara anggur merah yang mengalir ke cangkir sepertinya telah mengalir ke hati Li Xiang pada saat yang sama. Apa Xu Kai masih ingat dia pernah mengatakan suka daging babi goreng di kafetaria perusahaan? Pada saat itu, dia hanya mengatakannya dengan santai ... Dia sangat suka daging babi goreng, tetapi juga suka banyak yang lain. Dia sudah lupa tentang itu tetapi Xu Kai ternyata masih mengingatnya.

Li Xiang memasukkan sepotong daging babi goreng ke mulutnya, dan merasa campur aduk di dalam hatinya. Dia tidak tahu apa itu, tetapi dia mengacungkan jempolnya. "Enak!"

Xu Kai tersenyum kecil. "Jika kau suka, makanlah."

Setelah itu, Li Xiang mencicipi hidangan lainnya di atas meja, steaknya empuk dan anggurnya enak, udangnya segar dan harum dengan mentega, saladnya sangat menyegarkan dan sehat. Keterampilan Xu Kai benar-benar bagus, walaupun bukan kelas satu, tetapi Li Xiang merasa sangat baik. Hanya saja potongan daging babi itu sedikit asin. Li Xiang minum dua gelas anggur merah. Dia merasa panas dan kepalanya pusing.

Setelah makan malam, keduanya duduk di sofa, dan Xu Kai mengeluarkan album foto yang sangat tebal dan meletakkannya di pangkuannya  "Kita perlu meningkatkan pemahaman dan menebus tahun-tahun yang kita lewatkan."

Xu Kai perlahan membuka halaman demi halaman disertai penjelasan. "Ini adalah foto kelahiranku, aku lahir di pagi hari, ketika itu bobotku tujuh pound dua; Ini ayahku, dia suka berfoto ...; Ini fotoku saaat sekolah dasar, itu guru kelasku..."

Narasi Xu Kai begitu panjang, dan Li Xiang hanya bisa menguap, dia mendengar setengahnya dan melewatkan setengahnya, tetapi dia bisa menangkap pemahaman yang lebih dalam tentang Xu Kai.

Xu Kai tampaknya adalah seorang master yang lahir dengan sendok emas. Dia tidak kekurangan makanan dan pakaian, menerima pendidikan terbaik, dan selalu peringkat pertama. Ada berbagai penghargaan trofi didalam rumah. Anggota keluarga intinya ada ayah, ibu, dan saudara laki-laki. Ibu Xu Kai sangat cantik, dan ayahnya biasa saja. Ironisnya adalah bahwa Xu Kai mewarisi gen ibu, dan menumbuhkan wajah yang baik menipu. Kakaknya mewarisi ayah, dan terlihat sangat berbeda dengan Xu Kai, bahkan namanya tidak sebagus wajahnya, disebut Xu Gang.

Sofa disandar pada tirai tebal, dan di belakang tirai ada balkon. Karena efek minum anggur, Li Xiang merasa panas, dia membuka tirai dan pergi ke balkon untuk mencari angin. Dia tertegun ketika membuka tirai, dan ada pemandangan sungai yang indah di depannya, lampu-lampu kota yang ramai terlihat, dan kapal feri melaju ke depan dengan bayangannya sendiri.

“Menakjubkan!” Li Xiang berlari kembali ke ke dalam dan mengambil anggur yang baru diminum setengah diatas meja sebelum kembali ke balkon.  Xu Kai tidak mengerti dengan tingkahnya. Li Xiang menjelaskan, "Kesempatan langka, pastikan harus bly B." Tangan satunya memegang ponsel dan melakukan selfi dengan pemandangan sebagai latar belakang sambil memegang gelas anggur merah di satu sisi. Setelah mengambil foto, dia merasa bosan dan menghapusnya.

"Kenapa hapus?" Tanya Xu Kai.

"Tidak ada," Li Xianh menyesap anggur merah. "Bly B tidak berarti apa-apa." Dia biasanya menggulir WeChat dan Weibo, dan seseorang selalu menggunakan berbagai foto bly B, seolah dunianya lebih tinggi daripada yang lain. Li Xiang juga berpikir tentang menemukan peluang untuk membalas dendam. Tapi apa yang telah berubah dalam hidupnya dengan foto seperti itu? Bisakah dia hanya menganggukkan kepalanya pada pelanggan dalam pekerjaan dan benar-benar tinggal di sebuah rumah besar dalam hidupnya? Tidak perlu menemukan rasa keberadaan.

Xu Kai tidak mengatakan apa-apa, hanya berdiri di sampingnya dan menyaksikan pemandangan yang sama dengannya.

Dia tidak memperhatikannya untuk sementara waktu, Li Xiang sudah menghabiskan segelas anggur merah dan mabuk.

Ketika Xu Kai menoleh, Li Xiang tiba-tiba meraih wajahnya. "Bos benar-benar tampan!" Ini adalah apa yang tidak akan pernah dia katakan ketika dia terjaga.

Xu Kai mengambil gela dari tangannya, "Jangan minum."

Li Xiang yang sudah mabuk, berjuang sambil berteriak. "Aku tidak mabuk, aku bisa terus minum, minum!" Berjuang sia-sia, gelas anggurnya telah disita.

Li Xiang diletakkan di sofa yang sangat lembut, jadi dia berbaring dan meringkuk dalam posisi yang nyaman.

Setelah Xu Kai menutupinya dengan selimut, dia membersihkan meja makan. Ketika selesai, dia pergi ke sofa dan memberi tahu Li Xiang.

Li Xiang melihat Xu Kai duduk, dengan alkohol, matanya sedikit lembab. "Bos, kau sangat baik padaku!"

Xu Kai tertegun dan mendapati bahwa Li Xiang masih mabuk, perlahan-lahan mendekati dan berlutut di lantai untuk melihatnya, ragu-ragu untuk sementara waktu dan bertanya dengan hati-hati. "Apa kau menyukaiku?"

Li Xiang menatapnya dengan kosong, mengulurkan tangan kanannya, dan mengangkat dagu Xu Kai. "Terlihat sangat tampan ... Ayo senyum!"

Mengetahui bahwa dia tidak bisa mendapatkan jawaban, Xu Kai benar-benar menunjukkan senyuman. Li Xiang tersenyum puas, lalu tertidur.

Ketika dia bangun, Li Xiang mengenali selimut biru gelap di kamar Xu Kai.  Menarik selimut ke bawah dan melihat ke bawah, pakaian di tubuhnya telah diganti. Dia mengenakan piyama abu-abu besar, tampaknya milik Xu Kai.

Li Xiang memegang kepalanya yang terasa sakit, dia hanya ingat semalam pergi ke balkon bersama Xu Kai, dan kemudian tidak ada kesan sama sekali.

Dengan banyak tanda tanya, Li Xiang keluar dari kamar. Apa yang terjadi semalam? Bagaimana dia bisa tidur di kamar bos? Bagaimana pakaiannya berubah? Bos?

Xu Kai sedang meletakkan sarapan di meja, melihat Li Xiang, mengangkat tangannya dan berkata, "Pagi."

"Pagi." Li Xiang menjawab dan tampak bingung.

"Aku baru ingin membangunkanmu ... Mandi dulu, kau tidur terlalu buruk tadi malam, bersihkan tubuhmu. Kamar mandinya ada di sana."

"Oh, baik..."

"Kau pergilah mandi, baju ganti akan aku berikan nanti. Pakai punyaku dulu."

“Ya.” Sambil menggarul dahi, Li Xiang berjalan ke kamar mandi.

Saat melepas piyama, dia menemukan bahwa pakaian dalamnya tidak berubah. Coraknya adalah ultraman bertarung dengan monster.



Memikirkan Xu Kai pasti sudah melihatnya, Li Xiang merasa tamat, benar-benar memalukan dan rasanya ingin mengungsi ke kampung halaman. Dia tidak boleh minum alkohol lain kali, dosa.

Setelah melepas pakaian, dia memasuki bilik kamar mandi. Air panas mengalir ke tubuh dan sakit kepalanya mereda lalu meremas gel mandi yang tergantung di dinding, aroma yang bagus, ini adalah aroma tubuh Xu Kai.

Pintu kamar mandi terbuka, mengetahui bahwa Xu Kai mengirim pakaian, Li Xiang yang berada didalam bilik mandi segera membelakangi dan bersembunyi disudut. Meskipun kaca buram, tetapi transparansi masih sangat tinggi.

"Pakaiannya ada di sini. Kaus kaki, pakaian dalam itu baru, sudah dicuci, aman dikenakan." Suara Xu Kai datang. "Apa yang kau lakukan?"

Wajah Li Xiang menghitam. "Ya, mandilah. Kalau sudah selesai, cepat keluar!"

Xu Kai tampaknya tertawa. "Malu? Tadi malam aku sudah melihat semuanya saat mengganti pakaianmu, tidak masalah."

Tidak masalah? Astaga! Bukankah seharusnya aku yang katakan kepadamu untuk tidak keberatan, kita sesama laki-laki, dan tidak masalah jika kau melihat orang lain.

"Figur yang baik," komentar Xu Kai. Li Xiang mendengar suara pintu terbuka, Sebelum menutup pintu, Xu Kai menambahkan, "Pantatmu menempel di kaca."

Tidak heran pantatnya terasa dingin, ternyata dia menempel pada kaca kamar mandi! Apa yang dilihat oleh Xu Kai ... tidak bisa dibayangkan, Li Xiang merasa semakin malu. Jika dia bisa, dia ingin menggali lubang dan langsung pulang.

Setelah mandi, Li Xiang keluar melihat Xu Kai sudah duduk di meja makan, "Ayo sarapan." Wajahnya normal dan nadanya normal, seakan tidak ada yang terjadi sebelumnya.

Li Xiang duduk, di depan sepiring sandwich telur dan segelas susu. Sandwich itu hanya dipanggang dengan mesin sandwich, dan roti itu menunjukkan warna cokelat muda yang berangsur-angsur. Melihat isi meja, Li Xianh bertanya. "Apa kau sesekali membuat sarapan sendiri?"

"Kalau ada waktu."

“Bukankah kau membelinya setiap pagi?” Setiap hari, Xu Kai selalu membawa sarapan di bus. Sangat menyenangkan, hehe. Eh? Sandwich ini rasanya enak.

Xu Kai mendongak dan matanya menatap wajah Li Xiang. "Kau pikir untuk siapa?"
Pertanyaan ini, tanpa bertanya mengapa, adalah untuk siapa, terlalu terarah. Li Xiang merasakan demam, dan dengan cepat mengubah topik pembicaraan. "Aku tidak melakukan apa-apa setelah mabuk kemarin?"

“Kau ingin tahu?” Xu Kai menyesap susu dan meninggalkan lapisan putih di luar bibirnya yang tampan, “Kau tidak akan percaya jika aku mengatakannya.”

"Ayo katakan,  aku pasti percaya."

Mungkinkah dia memukulnya?

Xu Kai mengulurkan tangan dan mengangkat dagu Li Xiang. "Kemarin, kau seperti ini, seperti pria vulgar, memegang daguku... Lalu, kau berkata ... Aku terlihat tampan, kau menyukai dan ingin tinggal bersamaku selamanya. Tidak terpisah."

Li Xiang menyesap susu. "Omong kosong! Kau bohong!"

Xu Kai tidak peduli, mengangkat bahu. "Aku sudah bilang kau pasti tidak akan percaya."

Li Xiang tidak bisa berkata-kata, dia hanya bisa menundukkan kepalanya dan mengigit sandwich.

Ketika pergi, Li Xiang menemukan bahwa sudah lewat jam 8:30 pagi dan bus shuttle sudah melaju dari setengah jam yang lalu. Dia sama sekali tidak perhatikan waktu, sungguh teledor.

Xu Kai selalu bisa menguasai waktu, ketika dia ada, Li Xiang tidak perlu khawatir.
Xu Kai mengguncang kunci mobil, "Naik mobilku."

"Kita akan terlambat ..."

“Bosmu ada di sini, apa yang kau takutkan?” Xu Kai menarik Li Xiang keluar.

"Bagaimana dengan bosmu?"

“Dia off.” Li Xiang memikirkan ini, bos Xu Kai ada di amerika, perbedaan waktu.

Mobil berhenti di komunitas Li Xiang sejenak, membiarkannya pulang dan mengganti pakaiannya, milik Xu Kai masih sedikit lebih besar.

Waktu keberangkatan terlambat, jalan sangat terhalang, dan puncak lalu lintas padat. Ketika keduanya tiba di kantor, sudah jam 10 pagi. Kolega melihat Xu Kai dan Li Xiang datang bersama, terlambat selama satu setengah jam, dan mereka semua membelalakkan mata mereka.

Tidak ada yang berani bertanya karena posisi Xu Kai.

Hanya Vivian yang tersenyum dan berdiri. "Kane, kau baru datang? Kenapa terlambat, apa yang terjadi?"

Jantung Li Xiang berdetak liar. Bagaimana cari alasan agar tidak ketahuan? Busnya datang terlambat? Vivian sudah cukup lama tidak lagi naik bus, tetapi ada begitu banyak orang dikantor yang naik bus, dia bisa saja mencari tahu kebenarannya dari orang lain... Atau bilang saja dirinya bertemu dengan nenek di jalan dan mengirimnya ke rumah sakit? Ah, bagaimana kalau katakan dia jatuh ke sebuah lubang hitam? Ketika turun dari bus pukul 8:30, dia tersedot oleh lubang hitam, dan tiba-tiba sudah pukul 10!

Xu Kai berkata santai. "Li Xiang menemaniku menghadiri pertemuan dengan orang amerika, begitu selesai, aku memberinya tumpangan."

Vivian tidak ragu. "Bos telah bekerja keras."

Li Xiang menghela nafas lega. Xu Kai dengan lancar membuat alibi dan wajahnya tidak berubah. Jadi apa yang dia katakan di pagi hari pasti bohong.

Bagaimana mungkin aku memegang dagunya? Aku bukan pria vulgar.


Donasi buat Choco
Chapter terbaru tidak muncul di Select Chapter jadi klik judulnya dibawah!
Loading

Comments