18. Kode sandi buka enam nol

Shangyuan tidak ada cara untuk menyangkal jadi setelah beberapa saat hening, dia akhirnya mengikuti Gu Yu pergi ke rumah sakit.

Karena rumah sakit pusat kota di kota S tidak jauh dari posisi mereka sekarang, maka hanya perlu untuk berjalan kaki selama 15 menit.

Keduanya memakai seragam SMA Chengnan namun karena Shangyuan tinggi dan tampan dengan temperamen yang luar biasa jadi dibandingkan dengan Gu Yu keduanya berbeda 180 derajat.

Tentu saja, kebanyakan orang akan melihat Shangyuan.

Ketika di sekolah, Shangyuan seperti sumber cahaya yang menarik perhatian semua siswa di sekitar, jadi Gu Yu sudah menduga dan itu tidak mengejutkan.

Gu Yu berpikir bahwa orang yang lalu lalang hanya akan melihat Shangyuan, tapi dia tidak menyangka bahwa ada beberapa gadis yang mengawasinya diam-diam.

Dan, isi obrolan mereka agak ... aneh.

"Tinggi Gongnya lebih dari setengah tinggi Shou!"

"Kenapa mereka tidak bergandengan tangan ..."

"Oh, Xiao Shou pasti pemalu."

"Tapi, apa dengan tubuh sekecil itu si Shou bisa tahan dengan guncangan Gong di malam hari?"

"Pikiranmu terlalu berwarna / liar, euh? Hehe, tapi aku suka ..."

"Menurutmu Gong akan melakukannya tiga kali semalam atau tujuh kali semalam?"

"Satu kali satu malam, satu malam sekalian~"

Sebelumnya karena tautan itu, Gu Yu mengetahui dari Shen Teng bahwa itu tentang gay.

Tetapi apa artinya Xiao Shou?

Xiao tóngxìngliàn?

*gay people

Kalau Xiao Shou adalah artinya pria gay, lalu apa itu 'pekerjaan'?

*work --> gong ( 工 ) Gu Yu missheard, lol. Padahal yang dimaksud itu gong ( 攻 ) --> Top, seme 😁

¹Gōngzhǒng? ²Göngchéng? ³Gōngsī? *Gōngmíng?


¹Jenis pekerjaan dalam produksi (mis. Bangku, pekerjaan pengecoran dll)
 
²Prefektur Miyagi di utara pulau utama Jepang


³Perusahaan bisnis

*Ketenaran

Ada juga guncangan dimalam hari ... Apa yang bisa diguncangkan di malam hari?

Ekspresi Gu Yu aneh.
.
.

Setelah lima belas menit.

Mereka tiba dirumah sakit.

Karena Bo Shangyuan tidak pernah pergi ke rumah sakit pusat kota, jadi ketika dia melangkah ke lobi lantai pertama rumah sakit, langkah kakinya otomatis berhenti.

Gu Yu menoleh kesamping, menatapnya tidak mengerti. "Bo tongxue?"

Shangyuan balas menatap Gu Yu, "Pergi ke mana?"

Gu Yu tidak merespons untuk sementara waktu.

"Hm? Maksudnya?"

Shangyuan tanpa ekspresi. "... Aku belum pernah ke sini."

Gu Yu akhirnya mengerti arti kata Shangyuan. Dia diam sejenak sebelum kembali bersuara. "Kau belum pernah ke sini?"

Shangyuan bergumam 'um'.

Gu Yu bertanya lagi. "Kau bukan orang lokal?"

Shangyuan kembali merespon 'um'.

Gu Yu terdiam sejenak dan tidak tahan untuk bertanya. "Kalau ketika kau sakit, kau tidak pergi ke rumah sakit, bagaimana penyakitmu disembuhkan?"

Shangyuan menjawab ringan. "... ada dokter pribadi di rumah."

"..."

Kemiskinan membatasi imajinasinya.

Gu Yu terdiam selama beberapa detik sebelum dia memulihkan suaranya lagi.

Gu Yu memandang ke arah kantor registrasi dan kemudian menoleh pada Shangyuan. "Ada banyak orang yang mendaftar, antrian panjang. Kita harus menemukan tempat untuk duduk dulu."

Setelah itu, Gu Yu berdiri dan melihat sekeliling lalu dengan cepat dia menemukan tempat duduk disebelah kiri tempat pengambilan obat.

Gu Yu mengangkat tangannya dan mengarahkan jarinya ke arah itu. Dia mengarahkan Shangyuan untuk mengikutinya, "Ada tempat di sana."

Ketika Gu Yu selesai, dia mengangkat kakinya dan berjalan ke arah itu.

Pikiran bawah sadar Gu Yu berpikir bahwa Bo Shangyuan pasti akan mengikuti. Tanpa diduga, dia berjalan dua langkah ke depan dan tidak mendengar gerakan sedikit pun di belakangnya.

... sepertinya agak terlalu tenang.

Gu Yu mengerutkan alisnya dan berbalik.

Tidak jauh dari sana, dia melihat dua wanita mengenakan pakaian bercorak bunga menahan jalan Shangyuan, sepertinya mencari cara untuk menanyakan arah.

Itu normal untuk menanyakan arah.

Tapi ... bukankah help desk tidak jauh?

Gu Yu mengerutkan kening dan ekspresinya aneh.

Disisi lain...

"Adik, kemana ruang penyakit dalam?"

"..."

"Di mana tempat registrasi, bisakah adik mengantar kakak kesana?"

"..."

"Kenapa adik tidak bicara, ayo bicaralah pada kakak."

"..."

Shangyuan belum pernah ke rumah sakit pusat kota, jadi dia mana tahu ruang penyakit dalam. Dia hanya dibantu oleh Gu Yu.

Selain itu, arah di belakang kedua orang tersebut adalah meja informasi. Jika benar-benar ingin tahu di mana ruang penyakit dalam, langsung kesana untuk bertanya apakah itu sulit?

Alih-alih pergi ke meja informasi, dua orang asing ini malah menghentikannya dan bertanya.

Shangyuan tidak bodoh, dia tahu maksud terselubung dua orang ini.

Dia tidak ingin terjerat dengan mereka, membuang-buang waktu, jadi dia dengan cepat menghindar.

Shangyuan berkata dengan dingin bahwa dia tidak mengetahuinya lalu mengangkat kakinya dan berbalik, dia siap untuk pergi.

Tanpa diduga, masing-masing tangannya dipeluk oleh dua wanita itu.

Wanita satunya tersenyum. "Jangan pergi adik, mari mengobrol lebih lama dengan kakak."

Wanita lain juga tersenyum, "Apa adik punya kekasih? Jika tidak, mau kakak memperkenalkan? Tapi mungkin sedikit lebih tua daripada usiamu ..."

Setelahnya kedua wanita itu membandingkan jemarinya dengan Shangyuan.

Setelah jari-jarinya bersilangan, kedua wanita itu menutup mulut dan terkekeh kecil.

Shangyuan mengerutkan kening dan bersiap untuk menarik lengannya dari wanita itu. Namun, dia mencoba untuk menggerakkan lengannya. Wanita itu tampaknya menyadari niatnya dalam sekejap, dan tiba-tiba dia memegangnya lebih erat.

Ekspresi Shangyuan menggelap.

Melihat pemandangan ini, Gu Yu tidak bodoh.

Dia menatap ekspresi rumit Shangyuan, dan tidak bisa menahan perasaan keseimbangan.

... Bukan hal yang buruk untuk menjadi tampan.

Setelahnya, Gu Yu mengangkat kakinya dan berjalan ke arah Shangyuan kemudian menariknya dari belakang membuat pegangan kedua wanita itu terlepas dan berkata dengan tenang. "Maaf, dia adalah murid pindahan dari luar kota. Dia belum pernah kesini, jadi tidak tahu di mana lokasinya. Kalau kakak tidak bisa menemukan arah, bisa tanyakan dimeja informasi sebelah sana."

Gu Yu berkata sambil menunjuk ke meja informasi tidak jauh di belakang keduanya.

Setelahnya, Gu Yu mengambil tangan Shangyuan dan menyeretnya pergi.

Shangyuan tertegun sejenak sebelum melirik tangannya yang digenggam, dia hanya diam.

Setelah sampai ditempat duduk yang kosong, langkah kaki Gu Yu berhenti. Dia berbalik dengan mengerutkan kening dan ingin bertanya kenapa Shangyuan tidak langsung melepas tangannya dari dua wanita itu, tetapi ketika dia berbalik, dia melihat Shangyuan sedang menatap kebawah dengan diam, dan tidak mengatakan apa-apa.

Gu Yu yang tidak mengerti mengikuti arah pandangnya dan baru sadar kalau dia mengambil tangan Shangyuan dan menyeretnya kesini.

Gu Yu terdiam selama dua detik.

Shangyuan tidak berbicara.

Keduanya berdiri di tempat yang sama, dan mereka terdiam selama beberapa detik.

Setelahnya seperti sengatan listrik, Gu Yu dengan cepat melepaskan tangannya yang menggenggam tangan Shangyuan.

Selama bertahun-tahun, ini pertama kalinya Gu Yu mengambil inisiatif untuk menggenggam tangan pria. Gu Yu dan Shen Teng duduk di meja yang sama selama tiga tahun di SMP, Gu Yu tidak pernah mengambil inisiatif untuk menggenggam tangan Shen Teng.

Tentu saja, ini bukan intinya.

Intinya dia selalu membenci Shangyuan.

Memikirkan hal ini, ekspresi Gu Yu aneh.

Bagaimana mungkin dia menggenggam tangan Shangyuan begitu saja?

...  Apa pikirannya panas?

Gu Yu mengerutkan kening dan berpikir sejenak. "Err... maaf."

Shangyuan tidak berbicara, perlahan-lahan menarik tangannya dan melihat telapak tangan yang kosong, dan tidak tahu bagaimana, hatinya agak aneh.

Bukan merasa jijik, tapi seperti ada bulu yang lembut berayun dihatinya, membuatnya terasa sedikit menggelitik.

Setelahnya Gu Yu menoleh dan melihat ke arah kantor registrasi, dia kembali menatap Shangyuan. "Kau belum pernah ke rumah sakit jadi kau duduk di sini dulu, aku akan membantumu mendaftar."

Gu Yu bersiap untuk pergi. Namun, saat dia mengangkat kakinya, langkahnya berhenti lagi.

Gu Yu mengulurkan tangan dan menyentuh saku seragam sekolahnya, lalu menoleh dan bertanya pada Bo Shangyuan. "... apa kau membawa uang?"

Shangyuan tidak mengerti. "Hm?"

Gu Yu mengangkat tangannya dan menunjuk ke arah kantor pendaftaran. Dia berkata, "Butuh beberapa yuan untuk biaya pendaftaran dan aku tidak membawa uang."

Shangyuan menyadari itu dan kemudian menyentuh saku seragam sekolahnya. Setelah menyentuhnya, dia melihat ke arah Gu Yu dan tidak berbicara.

"..."

Gu Yu mengerti.

Tepat ketika keduanya berdiri dalam keheningan, Shangyuan mengambil ponsel di saku dan bertanya pelan. "Bisa dibayar lewat ponsel?"

Mendengar itu mata Gu Yu berbinar. Dia memikirkan ini setelahnya. "... oh ya, kau bisa membayarnya lewat ponsel!"

Saat ini, ponsel pada dasarnya dibuka di rumah sakit besar. Jika tidak membawa uang tunai, dapat membayar lewat ponsel.

Setelahnya Gu Yu tanpa sadar bertanya, "Apa uang di ponselmu cukup?"

Meskipun pendaftaran hanya beberapa yuan, tetapi dengan uang untuk rekap dan resep, perlu untuk menghabiskan beberapa ratus lagi.

Jika sedikit lebih, mungkin ada lebih dari seribu yuan.

Shangyuan mengerutkan kening, tidak yakin. "Seharusnya cukup."

Mendengar itu, Gu Yu tiba-tiba menjadi tidak pasti.

Untungnya datang ke rumah sakit, tidak perlu dikatakan uang yang mereka bawa tidak cukup untuk menemui dokter ...

Gu Yu berpikir sejenak dan berkata, "Kau perlihatkan ponselmu padaku."

Niat asli Gu Yu adalah membiarkan Bo Shangyuan membuka sendiri ponselnya, dan kemudian membuka cabang / pay / bao atau uang di WeChat wallet, dan biarkan dia melihatnya. Dia tidak menyangka, Shangyuan tanpa bicara langsung menyerahkan ponsel kepadanya.

Shangyuan menyerahkan iPhone hitam di tangannya pada Gu Yu, dan berkata dengan ekspresi datar. "Kode sandi 747496, itu kode sandi pembayaran dan kode sandi untuk pembuka."

"..."

Gu Yu mendongak dan menatap Shangyuan, seolah-olah dia telah ditekan oleh tombol beku, dia tidak bergerak untuk waktu yang lama.

Shangyuan yang melihat Gu Yu tidak bergerak untuk waktu yang lama, tidak tahan untuk mengerutkan kening.

"... Ada apa."

Karena Gu Yu tahu bahwa Shangyuan dari keluarga kaya, dia merasa sangat dan sangat tidak dapat dimengerti tentang fakta bahwa Shangyuan begitu ringan dalam memberi tahu orang lain tentang sandi ponsel.

Bahkan orang lain itu adalah dirinya sendiri.

Gu Yu ragu-ragu untuk mengambil alih ponsel Shangyuan, dan tidak bisa membantu untuk berkata, "Kau baru saja memberi tahuku kata sandi telepon dan sandi pembayaran, itu tidak baik ..."

Shangyuan bertanya pelan. "Apa yang tidak baik?"

Gu Yu berpikir sejenak dan berkata, "Kau memberitahuku kata sandi seperti ini. Mungkin aku akan mengawasimu lalu mencuri ponselmu, mentransfer uang dari ponselmu, atau diam-diam menghabiskannya..."

Shangyuan menjawab ringan. "Tidak ada banyak uang disana."

Gu Yu bergumam 'oh' dan segera lega.

Lalu membuka saldo Shangyuan di Alipay, dia tiba-tiba terdiam.

Seratus ribu.

- Tidak banyak uang.

Setelah Gu Yu terdiam selama beberapa detik, dia mendesah pelan.

Lagipula, keluarga Shangyuan sangat kaya, bahkan selembar karpet di ruang tamu adalah ratusan ribu yuan. Ini hanya seratus ribu yuan disatu tempat. Bagi Bo Shangyuan, itu bukan apa-apa.

... Shen Teng berkata benar.

Orang seperti ini benar-benar menyebalkan.

Setelah Gu Yu mengambil alih ponsel Shangyuan, dia berbalik dan pergi untuk mendaftar, namun tiba-tiba memikirkan sesuatu, dan kembali berhenti.

Gu Yu ragu-ragu selama dua detik lalu mengeluarkan ponsel di sakunya dan menyerahkannya didepan Shangyuan.

"Kode sandi buka enam nol."

Shangyuan menatapnya tidak mengerti.

Gu Yu menjelaskan dengan lambat. "... kau memberiku ponsel, bukankah kau juga harus menggunakan ponsel?"

Melihat wajah Gu Yu yang serius, Shangyuan pun mengambil ponsel itu.

Setelahnya, ponsel Gu Yu berdering.

Shangyuan melihat ID penelepon dan menyerahkan kembali ponsel itu ke Gu Yu.

 ... Caller ID adalah ibu.

Gu Yu melihat ID penelepon, lalu menjawab panggilan.

Kata-kata Ibu Gu langsung pada inti, "Sudah jam berapa ini, kenapa tidak pulang? Kau berkeliaran dimana lagi?"

Wajah Gu Yu tanpa ekspresi. "Bermain game di rumah Shen Teng, aku akan pulang sebentar lagi."

Mendengar itu, Shangyuan melihat ke bawah dan menatap Gu Yu.

Benar saja, Gu Yu baru saja selesai mengatakan itu, Ibu Gu segera tidak bisa menahan diri untuk mulai mengoceh di telepon.

Ibu Gu berteriak. "Belajar tidak baik, yang kau ingat hanya bermain game sepanjang hari. Kau lihat nilaimu, kau masih ingin bermain game di rumah orang lain? Lihat tetangga Shangyuan, nilainya sangat bagus, tidak sepertimu, hanya berpikir untuk bermain game setiap hari ... "

Ocehan Ibu Gu terus melantun bahkan Shangyuan yang berdiri di sampingnya bisa mendengar.

Gu Yu dengan tenang memegang ponselnya dan dengan tenang menunggu.

Setelah setengah jam, ibu Gu menutup telepon dengan datar.

Gu Yu menjauhkan ponsel, dan seperti tidak ada yang terjadi, kembali memberikannya pada Shangyuan.

Gu Yu berkata dengan pelan, "Aku harus mengantri. Telepon aku jika ada sesuatu yang harus kau lakukan."

Setelahnya dia berbalik dan pergi.

Shangyuan menatap punggung Gu Yu lalu melihat ponsel di telapak tangannya, dia teringat ekspresi diam yang luar biasa ketika Gu Yu menjawab telepon, dan tiba-tiba dia menyadari sesuatu.

Donasi buat Choco
Chapter terbaru tidak muncul di Select Chapter jadi klik judulnya dibawah!
Loading

Comments