13. Ada aroma gadis ditubuhmu

Pergi ke sekolah pada hari berikutnya, Gu Yu bertemu lagi dengan Shangyuan didepan pintu rumah.

Gu Yu ragu-ragu selama dua detik di tempat yang sama, berpikir untuk menyapa Shangyuan.

Namun, ketika Gu Yu masih terdiam ragu, Shangyuan dengan tanpa ekspresi melangkah pergi.

Gu Yu berpikir, tentu saja kemarin Shangyuan hanya sekedar membantu.

Seharusnya tidak ada alasan lain.

Adapun mengapa dia tidak membantu wanita di bus pada hari itu ...

Mungkin, karena ada alasan lain.
.
.

Ketika Gu Yu turun dari bus, dia melihat Shen Teng yang berdiri di luar gerbang sekolah tampak menyeka sesuatu dikulitnya.

Gu Yu berjalan ke Shen Teng dan bertanya, "Apa yang kau lakukan?"

Mendengar suara itu, gerakan tangan Shen Teng berhenti. Dia dengan wajah berat membuka suara. "Xiao Yu ..."

Gu Yu yang tidak mengerti menunggu Shen Teng melanjutkan.

"Apa aku hitam?"

Mendengar itu, mata Gu Yu bergerak memperhatikan penampilan Shen Teng atas-bawah. "Hm, sedikit hitam."

Selama periode pelatihan militer ini, mereka berdiri di bawah sinar matahari setiap hari. Tidak aneh jika kulit menjadi lebih gelap.

Shen Teng seketika putus asa dan lanjut menyeka kulitnya dengan krim sunblock. Dia kemudian berkata pelan. "Ketika aku tiba di rumah kemarin, ibuku terkejut dan bertanya bagaimana aku bisa menjadi seperti orang Afrika. Aku masih tidak percaya dan langsung pergi ke kamar mandi untuk bercermin. Aku sangat terkejut melihat rupaku. Rasanya seperti baru kembali dari Afrika!"

Shen Teng selesai menyeka tabir surya di tubuhnya, dan kemudian menyerahkan tabir surya ke tangan Gu Yu. "Ini, Xiao Yu, kau juga harus mengoles."

Gu Yu memandangi tabir surya ditangannya dan bertanya dengan santai. "Kau dapat ini darimana?"

Gu Yu dan Shen Teng berada di meja yang sama selama tiga tahun, dia bisa sedikit memahami watak Shen Teng.

Bagi Shen Teng, waktu yang dihabiskan untuk bermain game setiap hari tidak cukup. Mana mungkin dia punya waktu untuk membeli tabir surya?

Benar saja, seperti yang diharapkan Gu Yu, Shen Teng tidak ragu untuk menjawab, "Aku curi dari ibuku. Lagi pula, ibu punya begitu banyak tabir surya, aku mengambil satu secara diam-diam seharusnya tidak masalah."

"..."

Gu Yu terdiam selama dua detik dan mengembalikan tabir surya di tangannya.

"... Aku tidak membutuhkannya."

Shen Teng yang melihat Gu Yu menolak karena hasil curian membuatnya tidak bisa menahan perasaan lebih antusias.

Shen Teng membuka tutup tabir surya dan meremas sejumlah besar krim di tangannya, lalu mengolesnya pada Gu Yu.

Dia mengerang. "Tidak apa, aku membawa semuanya!"

Shen Teng tidak hanya antusias berlebih tetapi juga sangat tidak tahu malu. Bagaimana pun Gu Yu menghalangnya, dia hanya memiliki dua tangan.

Menghalangi wajah, tidak ada tempat untuk menutupi leher dan pergelangan tangan.

Menghalangi pergelangan tangan dan leher, wajahnya kosong.

Jadi, tidak butuh waktu lama, tubuh Gu Yu penuh dengan bau gardenia¹.

¹cape jasmine (Gardenia jasminoides) - bunga kacapiring

Aroma tabir surya ini adalah aroma ringan dari gardenia.

Tahu tidak bisa dihentikan, Gu Yu menyerah begitu saja dan membiarkan Shen Teng menyeka tabir surya.

Shen Teng melihat Gu Yu melepaskan perlawanan dan menyeringai. "Betapa bagusnya menyerah lebih awal, lebih banyak usaha yang bisa dihemat."

Melihat gerakan Shen Teng yang begitu terampil menyeka krim, Gu Yu mengernyit aneh.

"Bagaimana gerakanmu begitu terampil?"

Itu seperti sudah biasa merawat diri di rumah.

Mendengar kata-kata itu, tangan Shen Teng  berhenti.

"Be-begitu kah?"

"Ya."

Shen Teng tertawa paksa. "Itu pasti perasaanmu saja, ah hahaha. Aku tidak mencuri pembersih wajah ibuku setiap hari!"

"..."

Disisi lain, pelatih Zhang yang baru tiba berdiri disisi lapangan sambil memegang speaker dan berteriak, "Berkumpul!"

Gu Yu dan Shen Teng segera menghentikan aktivitas mereka dan berlari ke depan pelatih untuk berbaris.

Setelah menunggu para siswa baru berbaris tertib, pelatih Zhang membuka suara. "Kita akan berlatih tinju militer pagi ini!"

Seseorang mengangkat tangan dan bertanya, "Maaf pelatih Zhang, apa itu tinju militer?"

Mendengar itu, instruktur Zhang menatap dingin ke pria itu dan berkata, "Omong kosong apa itu? Kau akan mengetahuinya nanti!"

Pria itu mendengus dan dengan diam-diam menurunkan tangannya.

Yang lain hanya bisa menahan tawa geli.

Pelatih Zhang lanjut menjelaskan, “Tinju militer adalah sejenis tinju yang terdiri dari serangkaian aksi pertempuran seperti meninju, menendang, memukul, menggunakan pisau dan pistol. Dapat memperkuat tubuh, berolahraga fisik. Jika kalian bertemu seorang gangster, kalian juga dapat membela diri! Ada tiga set tinju militer, set pertama dan set kedua adalah enam belas gerakan, set ketiga adalah tiga puluh dua gerakan.. "

Mendengar itu, para siswa telah melihat masa depan mereka yang tragis, tidak bisa menahan diri untuk mulai meratapi nasib.

Para siswa menjerit frustasi. Pelatih Zhang menatap dingin pada beberapa pria yang berteriak paling kencang, "Siapa yang masih berani terus berteriak, maju sini! Lakukan dua puluh push-up dalam tiga menit. Lebih dari satu menit, ditambah sepuluh kali."

Seketika mereka semua tenang dalam sekejap. Tenang seperti unggas.

Pelatih Zhang perlahan-lahan memulihkan pandangannya.

Setelah menarik garis pandang, nada pelatih Zhang berubah. "Itu saja. Sekarang kita mulai dengan yang paling dasar! Ikuti gerakanku—"

Para siswa merespon dengan serempak.
.
.

Tinju militer sama sekali berbeda dari latihan sebelumnya.

Ada banyak gerakan dalam tinju militer, dan gerakan itu harus sangat sesuai dan serempak. setiap pukulan yang dibuat, harus penuh kekuatan, tidak bisa terlihat lembut.

Dan untuk meningkatkan momentum, dalam pose, mulut juga harus meneriakkan slogan dengan keras. Harus seragam, keras dan lantang. Jika lemah, itu akan 'diajarkan' langsung oleh pelatih.

Tentu saja, ini bukan yang paling menyiksa.

Hal yang paling menyakitkan adalah bahwa untuk membuat gerakan tinju yang sesuai, pelatih Zhang menyuruh mereka untuk mengulangi setiap gerakan setidaknya lima kali.

Jika banyak yang tidak sesuai, ulangi setidaknya tujuh kali.

Dan saat mengulang, masih harus meneriakkan slogan.

Sekarang di paruh kedua Agustus, meskipun paruh pertama terpanas telah berlalu, suhu saat ini masih belum bisa diremehkan. Pada jam 12 hingga jam 2, suhu bisa mencapai lebih dari 37 derajat.

Meskipun begitu, belum juga sampai jam 12 siang, suhunya telah mencapai 35 derajat.

Sekarang, mereka berdiri di bawah terik matahari dengan suhu tiga puluh lima derajat, meneriakkan slogan-slogan keras dan berlatih latihan militer.

Saat ini, mereka sudah lelah dan kepanasan. Kerongkongan kering. Kekuatan fisik yang tadinya kuat, kini mulai melemah.

Gu Yu tidak sering berolahraga banyak, sehingga kebugaran fisik dan ketahanannya sedikit lebih buruk daripada yang lain. Mereka hanya sedikit kabur di pandangan, tetapi Gu Yu sudah mulai merasa pusing.

Namun karena belum waktu istirahat, Gu Yu tidak suka meminta ijin hanya karena situasi kecil yang tidak signifikan, jadi dia menahan diri.

Selain itu, para gadis masih bersikeras. Dia adalah laki-laki yang sudah besar, hanya karena kepalanya sedikit pusing, terlalu konyol untuk meminta ijin.

Terlalu memalukan mengatakannya.

Untungnya pada saat ini, pelatih Zhang yang memandang matahari di atas kepala, dan melihat bentuk reyot mereka, akhirnya berbelas kasih. Dia bertepuk tangan, "Baiklah, latihan sampai disini dulu. Istirahat."

Para siswa menghela napas panjang lega dan segera bubar. Ada yang membeli air dan ada pergi ke tempat yang dingin untuk duduk.

Gu Yu haus dan lelah, juga pusing.

Karena benar-benar tidak mungkin pergi ke supermarket sekolah untuk membeli air, jadi Gu Yu akan mencari tempat yang dingin untuk beristirahat sebentar.

Namun, baru saja maju dua langkah ke depan, tubuh Gu Yu mulai limbung.

Gu Yu tahu bahwa tubuhnya akan jatuh, tetapi karena dia lemah, bahkan jika dia tahu, dia tidak dapat mengubah apa pun.

Saat Gu Yu hampir jatuh ke tanah, sebuah tangan dingin memegangnya dari belakang.

Satu tangan mencengkeram bahu Gu Yu dengan erat, tangan lainnya dengan lembut meraih pergelangan tangannya. Dengan postur ini, tubuh Gu Yu sepenuhnya dalam dekapan orang itu.

Suhu tubuh yang agak dingin dari pergelangan tangan itu membuat Gu Yu sedikit lebih terjaga.

Setelah kembali berdiri tegak, Gu Yu mengangkat kepalanya, "Terima kasih ..."

Setelah melihat siapa pihak lainnya, Gu Yu membeku.

Pada saat yang sama, suaranya tidak secara sadar melemah.

... Orang yang memegangnya bukan orang lain, itu Shangyuan.

Shangyuan sepertinya mencium baru sesuatu, keningnya berkerut namun dia tetap bertahan.

Dia dengan ekspresi acuh bertanya, "... tidak apa-apa?"

Suara dingin dan rendah itu membuat Gu Yu tiba-tiba sadar sepenuhnya.

Dia menatap Bo Shangyuan, pikirannya mulai menjadi lebih rumit.

Hatinya selalu membenci Shangyuan, tetapi dia telah membantunya lagi dan lagi.

Gu Yu terdiam selama dua detik dan berkata, "Terima kasih, aku sudah lebih baik."

Shangyuan melepaskan tangannya dan kemudian pergi begitu saja.

Gu Yu melihat ke arah Shangyuan dan suasana hatinya menjadi semakin rumit.

Karena adegan keduanya hanya beberapa detik, jadi tidak ada orang lain yang menyadarinya, dan tidak ada yang menanggapi.

Sementara Shangyuan sedang mencari posisi yang dingin untuk duduk, Duan Lun didekatnya mengendus sesuatu dan tiba-tiba matanya melebar. Ekspresinya sulit percaya. "Xing¹ Bo, ada aroma gadis ditubuhmu!

¹family name, marga.

Meskipun aroma ini sangat samar, Duan Lun yang selalu menyemprotkan parfum selama bertahun-tahun, dapat meneliti yang sangat mendalam tentang wewangian tersebut.

Adapun mengapa Duan Lun begitu yakin aromanya berasal dari gadis...

Kalau bukan dari seorang gadis, apakah aromanya berasal dari kelompok anak laki-laki kasar yang bahkan tidak menggunakan pembersih wajah?

Pada titik ini, Duan Lu melihat ke arah Shangyuan, ekspresinya terkejut, sangat tidak bisa dipercaya.

Saat SMP, karena tidak peduli gadis manapun yang menyatakan cinta, Shangyuan tidak ragu untuk menolak, jadi Duan Lun pernah berpikir bahwa Shangyuan itu ... Uh, membenci wanita.

Jadi tidak mengherankan kalau Duan Lun sangat terkejut saat ini.

"..."

Melihat Shangyuan yang hanya diam tidak menanggapi, mata Duan Lun yang curiga menyipit dan melihat ke atas dan ke bawah dengan hati-hati, lalu menyentuh dagunya dan berpikir. "... pasti disaat aku tidak memperhatikan, kau diam-diam pergi berkencan dengan seorang gadis. Hm, bukankah kita sudah seperti saudara, katakan padaku, kau sudah punya kekasih kan?!"

"Tidak."

Duan Lun tidak mempercayainya, "Kalau begitu beri tahu aku dari mana aroma bunga gardenia di tubuhmu itu? Jangan bilang itu berasal dari tangan laki-laki."

Setelah itu, dia menambahkan kalimat. "Kau bisa menipu orang lain, jangan pikir kau bisa membohongiku."

"..."


Donasi buat Choco
Chapter terbaru tidak muncul di Select Chapter jadi klik judulnya dibawah!
Loading

Comments