12. Shou itu apa?

Gu Yu secara tidak sengaja menangkap orang yang salah, sama sekali tidak menyadarinya. Dia selalu berpikir orang itu adalah Shen Teng, jadi dia tidak pernah mengangkat wajahnya.

Karena itu, sepanjang jalan, Gu Yu dengan nyaman menggenggam ujung pakaian Shangyuan dan dibawa lari bersama.

Gu Yu tidak tahu bahwa dia telah menangkap orang yang salah, tetapi Shangyuan pasti tahu siapa orang yang memegang pakaiannya.

Karena itu, kontradiksi muncul.

Belakangan ini, entah di sekolah atau kebetulan di pintu rumah, Shangyuan tidak pernah memandangnya dan tidak mengatakan apa pun pada dirinya. Oleh karena itu, Gu Yu dapat yakin bahwa Shangyuan tidak memiliki perasaan yang baik padanya.

Jadi ...

Mengapa Shangyuan tidak menepis tangannya?

Memikirkan hal ini, Gu Yu ingat beberapa hari yang lalu, dia dan Bo Shangyuan ada di dalam bus, dan ketika bus tiba-tiba rem mendadak, Shangyuan dengan tanpa ekspresi membantunya.

Jadi, bisa dikatakan, Shangyuan sebenarnya yang berhati dingin, meskipun mungkin tampak sulit untuk didekati, tetapi sebenarnya baik, dan memiliki kemauan untuk membantu orang lain?

Ketika semakin memikirkannya, masalahnya datang lagi.

Tetapi jika Shangyuan memang berbaik hati untuk membantu ... lalu kenapa saat seorang wanita di belakang mereka condong ke arah Shangyuan karena dia tidak berdiri stabil, Shangyuan tidak menahannya, hanya mengerutkan kening dan menghindar?

Sangat kontradiktif.

Gu Yu merasa aneh dan sulit dimengerti.

Gu Yu berpikir dengan sungguh-sungguh dan akhirnya sampai pada suatu kesimpulan.

Kenapa Shangyuan tidak membantu, pada kenyataannya, karena ... Dia misoginis¹?

¹Orang yang benci perempuan.

Disaat Gu Yu tengah merenung sambil mengerutkan kening, Shen Teng akhirnya selesai berlari sepuluh putaran.

Shen Teng melepaskan ikatan kantong pasir di pergelangan kaki dan datang ke sisi Gu Yu seperti anjing menopang bahu Gu Yu, terengah-engah.

Shen Teng begitu lelah sampai tidak bisa mengatakan apa-apa, tapi dia masih semat bertanya, "Ha ... kau ... kau, kau ... Bukannya kau bilang kau tidak kenal ... Bo, Shangyuan ...... ha ... ha ... ha ... apa itu tadi ... "

Dibandingkan dengan Shen Teng, Gu Yu jauh lebih penasaran apa yang terjadi tadi.

Gu Yu diam selama dua detik, "... Aku tidak tahu."

Shen Teng memandang Gu Yu, dan wajahnya tidak mengerti. "Ah?"

"... Aku kira dia adalah kau."

Shen Teng bertahan selama beberapa saat, setelah beberapa detik, dia akhirnya mengerti arti dari kalimat Gu Yu.

Ekspresi Shen Teng terdistorsi dan wajahnya aneh. "Karena kau mengira dia adalah aku, jadi kau mengambil pakaiannya dan membiarkannya membawamu lari?"

Gu Yu hanya bergumam 'um'

Shen Teng tanpa sadar bertanya. "Kenapa Shangyuan tidak menepis tanganmu?"

"Aku juga ingin tahu."

Mendengar itu, Shen Teng tampak sangat konyol sekarang.

Bukan hanya Shen Teng yang melihatnya, tetapi para siswa baru lainnya secara alami melihat pemandangan Shangyuan yang membawa Gu Yu menyelesaikan sepuluh lap.

Setelah melihatnya, mereka tidak bisa menahan diri untuk mencuri pandang.

Meskipun mereka baru mengenal Shangyuan selama beberapa hari, mereka benar-benar bisa merasakan sifat dingin Shangyuan yang tidak suka berbicara dan tidak peduli pada sekitar.

Dalam beberapa hari ini, kecuali mengobrol sesekali dengan Duan Lun, orang lain pada dasarnya dia abaikan.

Bahkan Xia Ruojin bunga sekolah dari SMP 2 tidak dia lirik sama sekali. Sepenuhnya seolah tidak ada.

Oleh karena itu, setelah melihat Shangyuan yang dingin berlari selama sepuluh putaran dengan Gu Yu, mereka sangat kaget.

Kemudian, beberapa orang tidak manahan diri untuk mulai berbicara dengan pelan.

"Apa benar bahwa Gu Yu dan Bo Shangyuan saling kenal?"

"Seharusnya tidak, aku belum pernah melihat mereka berbicara."

"Kenapa dia membawa Gu Yu lari bersama?"

"Siapa tahu ... mungkin itu niat baik yang tiba-tiba."

"Menurut kalian ... Jika aku meminta Shangyuan membawaku lari, apakah dia akan melakukannya?"

"Lihat dirimu yang sangat jelek seperti kecipratan urine itu."

"Brengsek! Mana yang jelek dari Laozi! Dasar arogan!"

Di antara mereka, yang paling terkejut adalah Xia Ruojin.

Shangyuan tidak ragu untuk menolaknya. Ketika dia menoleh, dia malah berlari sepuluh putaran dengan Gu Yu ...

Ekspresi Xia Ruojin tidak bisa dipercaya, dan hatinya tertekan.

Shangyuan lebih suka membawa laki-laki daripada membawanya!

Apa maksudnya ini?

Dibandingkan dengannya, Shangyuan lebih suka membawa laki-laki?!

Xia Ruojin bingung dan jengkel. Hatinya tidak menerima.

Pada saat ini, Meng Yifan baru saja datang dan mungkin ingin mengatakan sesuatu kepada Xia Ruojin. Namun, sebelum membuka mulut, Xia Ruojin menoleh dan lebih dulu bicara. "Aku tidak ingin melihatmu sekarang. Menjauh dariku!"

Setelah itu, dia tidak mengatakan apa-apa lagi dan pergi begitu saja.

Meng Yifan seolah-olah menjadi sarung tinju¹.

¹Pelampiasan emosi

Dia berdiri diam di tempat yang sama, dan senyumnya semakin pekat.

Pada saat ini, beberapa siswa disekitarnya membahas Shangyuan.

"Siapa sebenarnya Bo Shangyuan itu?"

"Aku tidak tahu, aku dengar keluarganya punya banyak uang."

"Aku tidak iri sama sekali, tidak sama sekali ..."

"Aku hampir ragu kalau dia bukan spesies seperti kita."

Kata-kata para siswa itu penuh dengan rasa iri.

Meng Yifan yang sudah tidak senang dengan Shangyuan, ditambah dirinya ditolak oleh calon kekasih masa depan. Begitu mendengar kata-kata ini, darahnya naik ke ubun-ubun.

Meng Yifan mengepalkan tangan dan matanya memancarkan amarah yang mematikan.

Tetapi sekarang pelatih masih ada disekitar, bahkan jika dia begitu ingin melabrak Shangyuan, dia hanya bisa menahan diri.

Meng Yifan memalingkan kepalanya dan berteriak pada sekelompok orang yang membahas Shangyuan, dia menggertakkan giginya, "Siapa yang berani membanggakan Shangyuan akan aku habisi!"

Seperti yang dikatakan Shen Teng sebelumnya, Meng Yifan dulunya adalah bos di SMP 2. Jika Meng Yifan mengatakan bahwa dia ingin memukul orang ... Dia benar-benar akan melakukannya, tidak bercanda.

Ketika mendengar ini, mereka yang dirutuk merasa takut dan terdiam.

Melihat mereka terdiam ketakutan, Meng Yifan merasa sedikit membaik. Dia mendengus dan berbalik pergi

Ketika Meng Yifan pergi, beberapa orang mulai berbicara lagi.

"Kenapa dengan orang bernama Meng itu memarahi kita?"

"Cuih, dia baru saja ditolak gadis incarannya, jadi melampiaskannya pada kita."

"Kenapa dia tampaknya tidak senang dengan Shangyuan?"

"Jelas nilai Shangyuan sangat baik dan lebih tampan, tentu saja pasti ada yang tidak senang."

Beberapa orang tertawa dan mencibir pada Meng Yifan.

Namun, tidak peduli seberapa menghina, tidak ada yang berani mengatakan kalimat terakhir di depan Meng Yifan.

Jika Meng Yifan benar-benar mengangkat tangannya, itu bukan perkelahian kecil biasa, tetapi dapat langsung mengirim orang ke rumah sakit.

Dulu di SMP, seseorang dibelakang Meng Yifan secara diam-diam menyatakan cinta pada Xia Ruojin, setelah diketahui oleh Meng Yifan, dia menyuruh seseorang untuk mengirim orang itu ke rumah sakit.

Walaupun hanya luka ringan, namun hal semacam ini dapat digambarkan sebagai peristiwa besar di sekolah. Bagaimana mengatakan bahwa Meng Yifan akan dihukum.

Konsekuensi membuat masalah serius akan dikeluarkan dari sekolah.

Namun, karena Meng Yifan meminta berandalan di luar sekolah untuk menghajar pria itu dan bukan dirinya langsung yang terlibat dan kurangnya bukti   sehingga pihak sekolah hanya bisa membiarkan masalah ini.

Sejak saat itu, tidak ada yang berani memprovokasi Meng Yifan.

Demikian pula, karena ini, perilaku Meng Yifan menjadi semakin sombong.

Bahkan jika dia tidak diprovokasi, selama Meng Yifan melihat seseorang yang tidak enak dipandang, dia masih akan menghajarnya. Bahkan tidak terlibat, dia tidak akan membiarkan orang itu lolos.

Meng Yifan sangat tidak senang pada Shangyuan sekarang.

Mereka berpikir: Shangyuan benar-benar tidak beruntung.
.
.

Fakta Shangyuan membawa Gu Yu berlari sepuluh putaran tidak hanya menyebar ke seluruh SMA Chengnan, tetapi bahkan ke tempat-tempat aneh lainnya.

Pada malam hari, Gu Yu selesai makan malam dan kembali ke kamar. Shen Teng diam-diam mengirim tautan post ke Gu Yu di WeChat.

[ Lihat! 🤦🏻‍♂ ]

[ ? ]

[ Apa ini? ]

[ Kau akan tahu setelah melihatnya. ]

Gu Yu yang tidak paham membuka tautan yang dikirim Shen Teng.

Setelah melihat isi tautan, tiba-tiba Gu Yu terdiam.

Berikut ini adalah konten posting:

[ Aku tidak ingin memikirkannya, tetapi hari ini aku tidak bisa menahannya ...
 
Disekolah kami memiliki pria yang tampan, tinggi, dan nilai yang bagus. Sepenuhnya dapat disebut sebagai *Dewa.

*Male God, Mr. Perfect, Prince Charming.

Namanya tidak nyaman untuk diungkapkan, jadi sebut saja dia Dewa.

Adapun protagonis lainnya, sebut sebagai *Xiaoshou.

*Shou - bahasa gaul uke 😂

Kami memiliki pelatihan militer hari ini, menjalankan 20 putaran di pagi hari dan 10 putaran di sore hari dengan beban kantong pasir. Xiaoshou bertubuh lebih pendek dari Dewa dan tubuhnya terlihat lebih lemah. Setelah berlari selama beberapa putaran, dia tidak bisa berlari.

Sekarang, intinya akan datang ...

Lalu, kami semua tertegun, Dewa yang tidak suka bicara dan biasanya tidak suka didekati, tidak segan-segan memberi pegangan pada Xiaoshou dan membawanya untuk berlari sepuluh putaran!

Yang paling penting adalah aku mendengar bahwa Dewa berlari tiga kali lagi demi Xiaoshou! Oh Tuhan! Ini terasa seperti adegan bromance!!  Ah, ah, ah!!!! ]

Balasan di bawah pos:

[ Mungkin dia hanya membantu...]

[ Apakah itu adegan bromance? OP, berapa banyak yang kau ketahui? ]

[ Kecurigaan yang masuk akal bahwa ini adalah pos halu. ]

[ Pict? No pict = hoax. Dasar b*tch!

Melihat balasan di bawah pos yang tidak percaya, dan bahkan dicurigai sebagai pos yang menipu, OP dengan marah langsung menyisipkan gambar.

Setelah memposting gambar, balasan berubah.

[ WTF, sangat imut!!! ]

[ OP, apa boleh aku menulis adegan ini ke dalam fiksiku? ]

[ Sangat manis, lanjutkan! ]

[ Dewa benar-benar tampan! Penampilan Xiaoshou yang ditangkap juga sangat imut!! Aw! Aw! Aw! ]

[ Bagaimana kabar Dewa dan Xiaoshou sekarang? ]

Gu Yu membaca tulisan itu dengan diam, lalu kembali ke WeChat dan bertanya pada Shen Teng.

[ Shou itu apa? ]

[ Uh ... itu ... Gay. ]

[ ...... ]

Gu Yu yang hanya secara tidak sengaja menangkap orang yang salah, dipanggil gay.

... Apa yang dipikirkan orang-orang sekarang.

Gu Yu terdiam selama dua detik.

Lalu, bertanya lagi.

[ Bagaimana kau tahu itu gay? ]

[ ..... ]

Shen Teng telah lama terdiam.

Kemudian, ponsel Gu Yu berdering.

Shen Teng mengirim pesan.

[ Maaf! Da Yu! ]

[ Anggap saja aku tidak mengatakan apa-apa. ]

[ Anggap saja aku tidak mengirim pos itu. ]

[ Aku juga tidak tahu apa artinya Xiaoshou. ]

[ ...... ]

Shen Teng takut Gu Yu akan terus bertanya dan dengan cepat menemukan alasan untuk mengatakan bahwa dia akan tidur.

Setelah Shen Teng 'tidur', Gu Yu mematikan WeChat dan kemudian kembali untuk melihat pos.

Tetapi tidak melihat gambar, juga tidak melihat balasan di bawah pos. Matanya tertuju ada satu kalimat yang mengatakan Shangyuan berlari tiga putaran lagi.

Saat itu Gu Yu hanya memikirkan sepuluh putaran ketika dia bisa selesai berlari, dia tidak memperhatikan bahwa Shangyuan telah berlari tiga putaran lagi.

Mengetahui itu, suasana hatinya menjadi lebih rumit.

... dia semakin tidak dapat memahami Shangyuan.

Donasi buat Choco
Chapter terbaru tidak muncul di Select Chapter jadi klik judulnya dibawah!
Loading

Comments