116. Suka, tidak masalah itu laki-laki atau perempuan.

Setelah sibuk selama hampir setahun, ibu Bo akhirnya punya waktu luang dan pergi ke SMA Chengnan.

Ibu Bo melangkah ke lingkungan sekolah  dengan sepasang sepatu hak tinggi sepuluh sentimeter.

Dia tampak muda seperti gadis SMP dan penampilannya indah dan menakjubkan, terutama aura kelas atas yang membedakannya dari orang kaya baru dan para wanita simpanan.

Karena kedatangan terakhir ibu Bo menyebabkan kejutan besar di sekolah. Jadi kali ini, begitu dia muncul, selain siswa tahun pertama, siswa tahun kedua dan ketiga langsung bisa mengenali itu ibu Bo.

Para senior dari kelas dua dan tiga berkumpul dan dengan penuh rasa ingin tahu mendiskusikan apa yang dia lakukan untuk kali ini.

Adapun siswa baru tahun pertama, menahan napas memandang wajah gadis SMP ibu Bo.

Ibu Bo muncul di sekolah, secara alami Bo Shangyuan tahu.

Namun, tidak ada respons.

Karena baginya, orang itu hanya orang asing.

Teman sekelas di kelas penuh hiruk pikuk membahas situasi ini sambil mengarahkan pandangan pada Bo Shangyuan.

Gu Yu penasaran dengan hati-hati melihat sosok ibu Bo dan kemudian menemukan bahwa wajah orang itu tampaknya sedikit mirip Bo Shangyuan.

Sama seperti reaksi orang lain, Gu Yu secara tidak sadar melihat ke arah Bo Shangyuan. Namun, tidak ada ekspresi diwajah lelaki itu.

Ketika memikirkan wajah dingin Bo Shangyuan ketika ditanya tentang keluarganya, Gu Yu ragu-ragu, dan akhirnya tidak bertanya apa-apa.
.
.

Setelah melihat denah sekolah di samping gerbang sekolah, ibu Bo langsung pergi ke ruang guru di lantai empat.

Dia berdiri di pintu kantor, melepas kacamatanya dan tersenyum pada orang di dalam. “Guru, bisakah aku masuk?”

Orang-orang di kantor melihat ibu Bo dan berdiri tanpa sadar dan berkata, “… Silahkan masuk.”

Ketika ibu Bo melangkah ke kantor, reaksi pertamanya untuk menemui guru kelas kelas A tahun kedua namun suara seorang wanita yang duduk di arah kanan kantor, berkata, “Aku dengar saat di tahun pertama sekolah menengah. Apa kau orang tua dari Bo Shangyuan?”

Ibu Bo menoleh. “Ya, dan kau…”

Cao Luoling menatap ibu Bo, memperkenalkan diri. “Halo, aku adalah guru kelas dari kelas B.”

Ibu Bo mengerti, tidak banyak berpikir. “Oh begitu, tapi aku mencari-“

“Bo Shangyuan sekarang berada di kelas B. Jika kau memiliki sesuatu, kau bisa datang dan mencariku.”

Ibu Bo tertegun.

“Dia ada di kelas B? Bagaimana bisa?”

Guru Cao mengangkat alis melihat reaksi ibu Bo, “Dia tidak memberitahumu?”

Mendengar itu, ekspresi ibu Bo sedikit tidak wajar. “Aku biasanya tidak memiliki hubungan yang baik dengan anakku. Dia tidak begitu menyukaiku, jadi apapun yang terjadi di sekolah, dia tidak pernah memberitahuku …”

Guru Cao mengerti, lalu berkata. “Hasil ujian simulasi tahun keduanya tidak ideal jadi dipindahkan ke kelas B.”

Ibu Bo tidak begitu paham, “Dia selalu peringkat pertama di sekolah, bagaimana mungkin-“

Guru Cao memotongnya, “Pada awalnya, kami berpikir nilai siswa Bo benar-benar turun. Setelah dua ujian bulanan, kami menemukan bahwa dia sengaja menjatuhkan nilainya.”

Ibu Bo tertegun, “… Sengaja?”

Guru Cao. “Ya, mungkin demi sekelas dengan teman satu mejanya saat ini.”

Ibu Bo dengan kaget mengulangi. “Demi satu kelas dengan teman satu meja… sengaja menjatuhkan nilai …”

Dia tiba-tiba teringat ucapan nenek Bo dua hari lalu ketika bertanya pada Bo Shangyuan tentang gadis yang disukainya.

Meskipun ibu Bo tidak menjalani tugasnya sebagai ibu yang untuk Bo Shangyuan tetapi setelah dua tahun bertobat, dia sedikit bisa memahami watak anaknya itu.

Dingin, tidak mudah didekati dan tidak pernah peduli pada orang lain …

Dengan watak seperti itu tetapi demi sekelas dengam teman satu mejanya, dia sengaja menjatuhkan nilai…

Jika tidak salah menebak, apa mungkin teman satu mejanya saat ini …

Memikirkan itu, ibu Bo tidak tahan untul bertanya, “Itu… Kalau boleh tahu, siapa teman satu mejanya?”

“Namanya Gu Yu.”

… Gu Yu?

Ibu Bo mengerutkan kening dan bertanya-tanya. “… bagaimana ini terdengar seperti nama laki-laki?”

Guru Cao mengangkat alisnya, “Dia laki-laki.”

Ibu Bo seketika kaku, “…Laki…laki?”

Guru Cao mengangguk, “Ya.”

Setelahnya, Guru Cao bertanya. “Ah ya, kau tiba-tiba datang ke sekolah, apa ada sesuatu?”

Ibu Bo tersenyum tidak wajar dan berkata, “Oh, tidak ada apa-apa, hanya ingin bertanya tentang prestasi dan keadaannya baru-baru ini.”

Guru Cao mengangguk, tidak banyak berpikir. “Sangat bagus. Kecuali untuk ujian simulasi tahun kedua, yang lainnya dia selalu peringkat pertama. Selain tidak terlalu suka bicara, juga tidak suka menjawab terlalu banyak. Tidak ada yang perlu dikhawatirkan.”

Ibu Bo tersenyum dan berkata, “Ya, itu bagus …”

Dia melanjutkan, “Apa aku bisa pergi dan melihatnya sekarang?”

Guru Cao bergumam dan mengangkat tangannya, melihat jam.

“Sekarang kelas sedang berlangsung, apa sebaiknya kau menunggu setelah kelas selesai?”

Ibu Bo berbisik, “Aku hanya ingin melihatnya dari luar, tidak melakukan apa pun.”

Guru Cao ragu-ragu dan akhirnya mengangguk. “… Hm, lihatlah sekarang.”

Ibu Bo mengangguk dan keluar dari kantor setelah mengucapkan berpamitan.

Setelahnya bergerak ke arah kelas B.

Takut dilihat Bo Shangyuan, ibo Bo mengintip dari celah antara pintu depan dan dinding.

Pandangannya menyapu seseisi kelas dan segera menemukan sosok Bo Shangyuan.

Setelahnya, dia beralih ke sosok teman satu meja yang membuat Bo Shangyuan sengaja menjatuhkan nilainya.

Dia sedikit terkejut begitu menatap wajah Gu Yu yang manis, lembut dan polos kekanak-kanakan.

Apa seperti ini anak yang disukai Bo Shangyuan?

Pada saat ini, dia tidak tahu apa yang terjadi, dia hanya melihat wajah tertekan Gu Yu dan terlihat sedikit marah.

Gu Yu meletakkan pena, memindahkan bangku ke samping, menjauhkan dirinya dari Bo Shangyuan.

Sementara Bo Shangyuan menatapnya dengan penuh senyum.

Sudut bibirnya melengkung lalu mengatakan sesuatu pada Gu Yu, karena jarak yang jauh, ibu Bo tidak bisa mendengar dengan jelas.

Namun, dia benar-benar membeku melihat wajah senyum anaknya itu.

… Dalam beberapa tahun terakhir, tidak ada seorang pun di keluarga Bo yang melihat Bo Shangyuan tersenyum.

Setelah mengamati keduanya, ibu Bo perlahan menarik pandangannya.

Sepertinya dia sangat menyukai bocah itu.

Suka, tidak masalah itu laki-laki atau perempuan.

Ibu Bo pun berbalik pergi dengan tasnya.

Setelah pergi, pandangan Bo Shangyuan jatuh ke arah pintu depan.

Hanya sekilas.
.
.

Sejak terakhir ibu Gu curiga dia berkencan, entah kenapa Gu Yu selalu merasa ibu Gu belakangan ini selalu membahas tentang kencan remaja.

Seperti saat ini, ketika satu keluarga itu tengah makan siang, Ibu Gu tiba-tiba bertanya pada ayah Gu yang sedang membaca koran. “Putra Lao Li di lantai bawah berkencan dengan gadis di kelas. Apa kau tahu ini?”

Ayah Gu tidak mendongak, “Tahu, apa yang salah.”

Alis ibu Gu berkerut. “Saat tahu anaknya berkencan, reaksi pertama Lao Li adalah membiarkan putranya dan gadis itu putus. Akibatnya, siapa sangka, putranya tidak hanya tidak mendengarkan, tetapi juga berkata ingin lari dengan gadis itu.”

Mendengar itu, ayah Gu tidak bisa menahan tawa. “Lari dengan kekasih? Anak-anak jaman now benar-benar menarik.”

Melihat ayah Gu tidak menanggapi dengan serius, ibu Gu meningkatkan nada suaranya. “Apa yang kau tertawakan, aku bicara serius padamu!”

“Anak orang lain yang berkencan, apa urusannya dengan kita?”

“Pencegahan! Bagaimana jika anak kita juga berkencan?”

Ayah Gu akhirnya mengangkat kepalanya dan berkata, “Jika dia ingin berkencan, berkencan saja, apa masalahnya.”

Ibu Gu terkejut, tidak bisa dipercaya. “Apa masalahnya, ini masalah besar! Jika dia berkencan dan tidak belajar dengan baik, bagaimana dia bisa masuk ke universitas yang bagus? Hanya untuk cinta, apa kau ingin dia menghancurkan hidupnya?”

Ayah Gu melambaikan tangannya, tidak setuju. “Ini tidak seburuk seperti yang kau katakan…”

Ibu Gu marah, menyuap nasi ke mulutnya. “Jangan bicara lagi, kau tidak masuk akal!”

Ayah Gu mengangkat bahu dengan polos.

Ibu Gu tidak lagi berbicara, perhatian ayah Gu kembali pada koran, jadi tidak berbicara lagi.

Adapun Gu Yu, diam dan tidak ada yang dikatakan.

Pada saat ini, ponselnya tiba-tiba berdering.

Gu Yu hanya mengatur notifikasi nada untuk Bo Shangyuan, siapa yang mengirimnya pesan, tak usah dikatakan lagi.

Mendengar suara itu, ibu Gu menatapnya tanpa sadar.

Gu Yu tidak berani mengeluarkan ponselnya, takut konten pesannya dilihat oleh ibu Gu, jadi dia berkata. “… Spam iklan.”

Ibu Gu mengambil kembali garis pandang.

Gu Yu menghela nafas lega dan melepaskan hatinya.
.
.

Dalam beberapa hari ini, ibu Gu selalu berbicara tentang masalah cinta monyet dari waktu ke waktu, dan Gu Yu juga menjadi gelisah.

Sebelumnya, saat pergi ke sekolah di pagi hari atau ketika keluar dari sekolah di malam hari, Gu Yu saling bercanda bersama Bo Shangyuan.

Tapi sekarang, dia takut tidak sengaja dilihat oleh ibu Gu dan merasa curiga, jadi selama itu di rumah, dia akan menjaga jarak tertentu dari Bo Shangyuan.

Meskipun Bo Shangyuan kesal, karena dia menjelaskan alasannya di sekolah, jadi dia tidak bisa mengatakan apa pun.

Bo Shangyuan memberi masukan untuk sebaiknya berterus terang pada ibu Gu, tetapi Gu Yu yang panik langsung menolak.
.
.

Lebih dari sebulan berlalu.

Dalam sekejap mata, itu adalah liburan musim dingin.

Entah apakah itu hati yang baik, atau akhirnya ada naluri manusia dalam kamusnya. Liburan musim dingin ini, Bo Shangyuan memutuskan untuk mengesampingkan kelas tambahan dan mengajak Gu Yu keluar untuk bermain.

Oh, juga bersama Duan Lun.

Secara alami, Duan Lun yang muka tebal pasti ikut.

Setelah menerima pesan, Gu Yu sangat senang dan bertanya mengapa Bo Shangyuan tiba-tiba ingin mengajaknya bermain.

Ini jawabannya.

Karena tidak bisa mencium dan memelukmu di rumah, aku akan melakukannya di luar. ]

[ … Jadi kau membawaku keluar bermain, hanya untuk mencium dan memelukku. ]

Hm. ]

[ … oh. ]

Semua kegembiraan wajah Gu Yu menghilang dalam sekejap tanpa jejak.
.
.

Pergi bermain keluar bersama Bo Shangyuan, secara alami Gu Yu harus mendapatkan izin dari orang tuanya.

Setelah tiga hari gugup, Gu Yu akhirnya berani mengatakan pada orangtuanya.

Di hati ibu Gu dan ayah Gu, Bo Shangyuan memiliki nilai bagus, tampan, dan akademisi yang sangat baik. Dia sempurna. Segera setelah mendengar bahwa dia akan membawa Gu Yu keluar untuk bermain, mereka tentu saja langsung setuju.

Ayah Gu berkata dengan tersentuh. “Nak Yuanyuan benar-benar baik, kalau saja dia jadi anak angkat kita.”

Ibu Gu mencibir. “Keluarganya begitu kaya, bagaimana mungkin jadi anak angkatmu? Jangan pikirkan tentang hal itu, cuci muka dan tidur.”

Ayah Gu mengeluh. “Aku hanya sekedar bicara saja …”

Berbicara tentang ini, ibu Gu tidak bisa menahan perasaannya untuk berkata, “Tapi Bo Shangyuan benar-benar baik pada Yu Yu. Kadang-kadang aku bahkan berpikir itu terlalu baik. Jika saja Yu Yu seorang gadis, aku pasti sudah berpikir dia  menyukai Yu Yu kita …”

Ayah Gu dengan aneh melirik ibu Gu dan berkata, “Kau bicara omong kosong. Anak kita laki-laki.”

“Aku hanya mengumpamakan.”

Disisi lain, Gu Yu, tidak berani mendengarkan lagi. Dia pamit lalu kembali ke kamar.

Setelah masuk, Gu Yu dengan cepat menutup pintu.

Dia duduk di lantai, hatinya penuh rasa khawatir.

Setelah melihat reaksi positif Yu Miao dan Ge Zijin tentang hubungan sesama lelaki, dia punya harapan yang sama terhadap reaksi orang tuanya saat memberitahu mereka nanti.

Tetapi pada saat ini, itu hanyalah angan-angan.


Donasi buat Choco
Chapter terbaru tidak muncul di Select Chapter jadi klik judulnya dibawah!
Loading

Comments