113. Apa kau tidak berpikir itu menjijikkan?

Ketika Yu Miao berdiri dari kursi, bukan hanya Gu Yu, tapi Yao Yue yang duduk di sebelahnya juga tertegun.

Mata Yao Yue melebar, tampak tak percaya. Ungkapan itu jelas seperti mengekspresikan kalimat.

Itu tidak ditulis olehmu! Omong kosong apa yang kau bicarakan?!

Yu Miao dan Yao Yue selalu bersama, jadi dia tahu jelas Yu Miao tidak menulis surat cinta itu.

Selain itu, hal yang paling penting adalah setelah membaca novel yang dikirim oleh Jin Shilong, Yu Miao tidak mungkin membuat surat cinta lagi untuk Bo Shangyuan.

Poin ini, Yao Yue juga sangat jelas.

Yu Miao diam-diam menarik jari Yao Yue di bagian bawah meja, seakan mengatakan untuk tetap tenang.

Yao Yue hanya bisa mendengus, lalu memalingkan kepalanya.

Huh, terserah kau saja!

Disisi lain, Guru Cao pertama-tama melihat tulisan di amplop dan kemudian mengalihkan pandangannya ke Yu Miao di bawah podium.

Alisnya mengerut curiga. “Tapi kenapa ini tidak seperti milikmu?”

Tulisan Yu Miao biasanya rapi tetapi diamplop ini ditulis dengan ceroboh.

Yu Miao berbisik. “Karena … aku terlalu gugup, jadi kata-katanya tidak ditulis dengan baik …”

Guru Cao mengangkat alisnya, kemudian enggan bergumam.

“Tulis esai 5.000 kata, serahkan setelah kelas lagi.”

“Baik.” Yu Miao kembali duduk.

Kelas pun dimulai.

Yu Miao dan Jin Shilong menghela nafas panjang, tetapi Gu Yu penuh kebingungan.

Surat itu jelas miliknya, mengapa Yu Miao harus berdiri? Apakah dia salah?

Gu Yu tidak bisa memahaminya.

Setelah kelas, dia ragu untuk menghampiri Yu Miao.

Karena surat cinta tadi, saat ini orang-orang di kelas takut untuk berinteraksi, bahkan tidak berani saling memandang. Mereka takut Guru Cao lihat dan akan salah paham dan memanggil orangtua mereka.

Tidak hanya itu, mantan siswa kelas F saat tingkat satu tampaknya telah mendengar hal ini, mereka datang ke kelas B untuk membuat lelucon.

“Saling mengirim surat cinta di kelas Cao Luoling, berani sekali!”

“Saat aku dikelas F dulu, tidak ada yang berani berkencan.”

“Coba tebak, berapa ribu kata esai?”

“Kurasa tiga ribu, hahaha.”

“Hei, lihat wajah mereka yang tertekan itu …”

“Dikelas guru Cao jangan berpikir untuk bisa berkencan.”

Untuk cemoohan dari para siswa mantan kelas F, hati Gu Yu tidak merasakan apa-apa. Perhatiannya tertarik pada hal lain.

Sebuah catatan.

Yu Miao menulis itu kepadanya.

Hanya ada satu kalimat.

Do Your Best. ]

Gu Yu bingung.

Apa maksudnya?

Gu Yu menatap kertas itu untuk waktu yang lama, lalu memandang ke arah Yu Miao, tetapi gadis itu tidak melihatnya.

Yu Miao dengan penuh kebencian yang mendalam tengah menulis esai pertobatan.

Gu Yu lalu mengalihkan pandangannya pada Bo Shangyuan, menunjukkan catatan itu.

Bo Shangyuan mengangkat alis, seolah memahami sesuatu.
.
.

Sore.

Semua orang di kelas kesal dan gelisah karena takut untuk berinteraksi dengan lawan jenis. Dalam situasi ini, Gu Yu juga harus jauh dari para gadis di kelas, lebih baik tidak saling bicara dulu.

Tapi…

Gu Yu benar-benar ingin tahu arti do your best.

Dia ingin tahu apakah itu terkait dengan surat cinta.

Oleh karena itu, di kelas terakhir sore itu, ketika para guru pergi ke kafetaria untuk makan malam, Gu Yu mengajak Yu Miao ke sudut terpencil sekolah.

Tempat itu sangat bias, dan orang normal tidak akan pergi ke sana, jadi tidak perlu khawatir tentang masalah akan ketahuan.

Gu Yu langsung bertanya ke inti. “Itu, teman sekelas Yu Miao … aku ingin bertanya, apa arti dalam catatan itu?”

Yu Miao tersenyum kecil dan berkata. “… Seperti yang kau pikirkan.”

Gu Yan berkedip dan tampak kosong.

Yu Miao kemudian dengan hati-hati berkata, “Aku merasa kalau kau dan dia… sedang berkencan.”

Sebelumnya, Yu Miao tidak bisa mengerti mengapa, Bo Shangyuan dan Duan Lun  memiliki waktu yang sedikit lebih lama bersama, tetapi hubungannya lebih baik dengan Gu Yu di kelas E, membeli minuman dan makanan ringan, bahkan juga sering menganggunya … Tapi dengan Duan Lun, tidak pernah seperti ini.

Dan kemudian, setelah Jin Shilong menunjukkan padanya novel danmei, dia akhirnya menyadari.

Pada saat yang sama, dia juga mengerti mengapa Jin Shilong tiba-tiba menyelanya saat akan memberi surat cinta pada Bo Shangyuan.

Mengapa?

Sangat sederhana.

– Karena Bo Shangyuan menyukai Gu Yu.

Dan, baru saja Yu Miao tidak mengatakan nama tetapi hanya menggunakan dia, karena walaupun orang tidak akan datang ke sudut ini, dia tetap harus berhati-hati.

Disisi lain, Gu Yu tertegun.

Dia paham maksudnya.

“Kau … kau tahu?”

“Hm.”

“Jadi, kau berdiri tadi juga karena … Menebak surat cinta itu milikku?”

“Hm.”

Gu Yu kehilangan semua suaranya sekaligus.

Ini terlalu mengejutkan.

Setelah beberapa saat, Gu Yu kembali bicara dengan suara serak. “… Kenapa?”

Yu Miao tersenyum malu dan berkata, “Tidak ada, hanya membantu saja.”

Gu Yu terdiam.

“Apa kau … tidak berpikir … itu menjijikkan?”

Yu Miao tidak mengerti. “Menjijikkan? Apa yang menjijikkan?”

Karena itu, suara Gu Yu tanpa sadar diturunkan.

Dia berbisik, “Apa kau tidak berpikir kalau hubungan laki-laki dan laki-laki … menjijikkan?”

Yu Miao semakin bingung. “Kenapa harus jijik?”

Gu Yu menjelaskan. “Bukankah biasanya hubungan antara laki-laki dan perempuan? Laki-laki dan laki-laki … bukankah itu tidak normal?”

Yu Miao tersenyum dan berkata, “Ini jarang, bukan tidak normal. Di negara-negara asing, sesama jenis bisa menikah. Dan aku pikir sesama lelaki berkencan itu sangat menggemaskan.”

Gu Yu berkedip.

Mata Yu Miao sedikit melengkung, “Meskipun jenis kelamin yang sama tidak dapat dipahami oleh publik sekarang, aku percaya itu hanya masalah waktu, cepat atau lambat.”

Gu Yu terdiam.

Yu Miao mengangkat tangannya dan melihat jam.

“Ah, hampir terlambat, aku akan pergi ke kafetaria untuk makan!”

Dia bersiap pergi. Namun, setelah mengambil dua langkah, dia tiba-tiba teringat sesuatu.

Yu Miao tersenyum dan berkata, “Do your best!

Dia pun berbalik dan pergi, dan ketika keluar dari sudut, Bo Shangyuan berdiri disana entah sudah berapa lama.

Yu Miao sadar, Bo Shangyuan dan Gu Yu sekarang berkencan, dan itu normal untuk tetap bersama.

Karena tahu Bo Shangyuan selalu dingin pada orang lain, Yu Miao hanya mengangguk sedikit sebagai sapaan lalu memutuskan untuk pergi.

Saat melewati Bo Shangyuan beberapa langkah ke depan, tiba-tiba dia mendengar ucapan terima kasih di belakangnya.

Itu adalah suara pria, suara itu dingin dan rendah, dan tidak ada fluktuasi emosi dalam garis suara.

Yu Miao mengira dia berhalusinasi.

Dia menoleh dengan tak percaya ke arah Bo Shangyuan.

Namun Bo Shangyuan tidak bicara apapun.

Yu Miao lanjut berjalan untuk menemukan Yao Yue. “Aku baru saja mendengar Bo Shangyuan mengucapkan terima kasih padaku …”

Yao Yue tertegun, segera menyentuh dahinya. “Apa kau sakit?”

Yu Miao memerah. “Tidak! Ini sungguhan!”

“Berarti kau berhalusinasi? Semenjak tingkat kedua dimulai, dia tidak pernah bicara padamu, bagaimana mungkin dia mengucapkan terima kasih. Lagipula, atas dasar apa dia katakan itu?”

Yu Miao berpikir sejenak. “Mungkin karena … situasi tadi pagi?”

Yao Yue mengangkat alisnya, “Memangnya dia tahu kalau sebenarnya kau berdiri hanya untuk membantu?”

Yu Miao menggelengkan kepalanya. “Tidak, dia tidak tahu.”

Yao Yue mengangkat bahu dan berkata, “Hm, berarti hanya halusinasimu.”

“Oh … mungkin itu benar-benar halusinasiku …”

Sisi lain.

Setelah Yu Miao pergi untuk waktu yang lama, Gu Yu akhirnya mengingat sesuatu.

Benar! Esai pertobatan!

Yu Miao sudah membantunya, dan esai itu harus dia yang menulisnya. Bagaimanapun, surat cinta itu juga miliknya.

Setelah memikirkannya, Gu Yu segera mengangkat kakinya untuk mengejar ketinggalan, tetapi Bo Shangyuan muncul didepannya. “Mau kemana.”

Gu Yu menunjuk ke arah perginya Yu Miao. “Dia … dia berdiri karena aku …”

“Lalu.”

Gu Yu tidak ragu. “Aku yang harus menulis esai.”

Suara Bo Shangyuan tenang. “Dia sudah selesai menulis.”

“Ah, ternyata dia sudah selesai menulisnya …”

Gu Yu melihat ke bawah dan tiba-tiba menyadari sesuatu.

Tunggu sebentar.

Dia mendongak, “Kau sudah tahu?”

“Hm.”

“Kalau begitu, kenapa tidak memberitahuku.”

“Tidak perlu.”

“Bagaimana itu tidak perlu? Jika kau mengatakannya lebih awal, aku akan menulis …”

Bo Shangyuan memotongnya. “Jika kau yang tulis, guru akan tahu tulisan tangan itu milikmu dan kemudian memanggilmu ke kantor lalu menghubungi orang tuamu.”

Gu Yu berbisik. “Setidaknya kau harus katakan padaku …”

Dia merasa sedikit tertekan.

Namun, sentimen negatif ini dengan cepat menghilang.

Ketika memikirkan tentang apa yang baru saja dikatakan Yu Miao, suasana hati Gu Yu tiba-tiba melonjak.

“Yu Miao sangat baik.”

Bo Shangyuan hanya bergumam ringan, tidak peduli.
.
.

Karena perasaan bersalah, keesokan harinya, Gu Yu bersikap lebih baik pada Yu Miao.

Di pagi hari, memberikan makanan.

Pada siang hari, terus memberikan makanan yang enak.

Di malam hari, masih memberikan makanan yang enak.

Ketika jeda kelas, dia akan membelikan minuman.

Adapun Bo Shangyuan … benar-benar dikesampingkan.

Setelah dua hari berlangsung, Bo Shangyuan akhirnya tidak bisa menahan diri.

Pada hari ketiga, Bo Shangyuan dengan wajah dingin mengabaikannya.

Sadar suasana hatinya tidak benar, Gu Yu dengan hati-hati bertanya, “Ada apa?”

“Menurutmu?”

Disisi lain, Yu Miao juga tidak tahan. Jadi, sebelum kelas sore, dia menarik Gu Yu ke sudut dan berbisik. “Jangan kirim lagi, sudah cukup.”

Gu Yu ragu-ragu, “Tapi …”

“Jika kau terus memberiku makanan, guru akan berpikir kita sedang berkencan.”

“Maaf, aku tidak memikirkannya.”

“Hm, dan jika kau terus mengirimnya, Bo Shangyuan akan marah.”

“Ya … dia sudah marah.”

Setelah itu, Gu Yu akhirnya berhenti mengirim makanan.

Dan dia harus menghibur Bo Shangyuan yang sedang cemburu untuk waktu yang lama, membiarkan Bo Shangyuan menciumnya sampai puas hingga suasana hatinya kembali membaik.
.
.

Di akhir pekan, ibu Gu bersiap untuk kembali mengunjungi keluarga Ge Zijin.

Karena Gu Yu mengenal Ge Zijin, jadi kali ini ibu Gu juga mengajaknya.

Ibu Gu berdiri di kamar mandi, sedang  berkaca, dan berteriak keras. “Yu Yu, ganti bajumu, ayo keluar!”

Gu Yu yang tengah bertukar pesan dengan Bo Shangyuan mengalihkan perhatiannya dari ponsel dan bertanya, “Pergi kemana?”

Ibu Gu kembali berteriak, “Rumah teman sekelasmu Ge Zijin!”

Meskipun Gu Yu memang keluar untuk bermain dengan Ge Zijin terakhir kali, dia masih lebih suka santai di rumah daripada pergi bermain.

Tepat ketika dia siap untuk menolak, Bo Shangyuan mengirimnya pesan mengejutkan.

Datanglah untuk kelas tambahan. ]

Waktumu tiga menit. ]

Melihat ini, Gu Yu meletakkan ponsel tanpa ragu, dan mendongak. “Baik! Aku akan berganti pakaian sekarang.”

Setelahnya dia dengan cepat membalas pesan.

[ Ibu akan membawaku keluar hari ini, lain kali saja. ]

[ …… ]

[ Ibu menyuruhku bergegas, dadah. ]

[ …… ]
.
.

Rumah Ge.

Karena merasa biasa saja, jadi saat Gu Yu datang, Ge Zijin langsung mengajaknya ke kamar untuk bermain game.

Ge Zijin tidak percaya bahwa dia yang telah bermain game selama bertahun-tahun, langsung seperti ayam yang lemah ketika baru saja memulai.

Ada dua komputer di rumah, satu desktop dan satu laptop, sehingga dia memilih game yang kompetitif.

Gu Yu disisi merah, Ge Zijin biru.

Setelah lima belas menit, Ge Zijin game over.

Gu Yu, 19 membunuh, 0 mati.

Ge Zijin, 0 membunuh, 10 mati.

Ge Zijin melirik Gu Yu dan bertanya, “Apa kau curang?”

“Tidak.”

“Aku tidak percaya, coba aku periksa.”

Gu Yu menyerahkan mouse.

Ge Zijin mengambil alih dan kemudian benar-benar mulai serius memeriksa apakah dia telah curang.

Seperti yang diketahui, beberapa perangkat lunak saat ini suka memasukkan iklan. Misalnya, ketika memainkan permainan, ada iklan di dalam permainan, atau, ketika membaca halaman web, ada iklan di halaman web, atau bahkan beberapa perangkat lunak yang di unduh, juga akan memunculkan iklan dari waktu ke waktu di sudut kanan bawah layar.

Karena itu, ketika Ge Zijin tampak serius memeriksa, sebuah iklan muncul di sudut kanan bawah layar.

Jika itu adalah iklan biasa, maka itu tidak masalah, tetapi inti gambar pada iklan ini … adalah dua pria. Tapi untungnya, itu bukan orang sungguhan, itu anime.

Ge Zijin melihat iklan yang muncul, dan dengan tidak sabar langsung menutupnya.

Gu Yu melihat iklan itu dan tertegun, “Ini …”

Ge Zijin tidak menoleh. “Iklan. Sekarang beberapa perangkat lunak selalu merekomendasikan beberapa iklan yang berantakan, benar-benar menyebalkan harus menutupnya berulang.”

Mendengarkan nada tidak sabar Ge Zijin, Gu Yu ragu-ragu dan berkata. “Jadi, apa menurutmu itu … tidak normal?”

Ge Zijin tidak mau berpikir. “Tentu saja.”

Jantung Gu Yu tenggelam.

Ge Zijin tidak menyadari keanehannya dan kemudian berkata. “Kemarin iklan produk perawatan kesehatan, lalu bra wanita sehari sebelum kemarin. Apa-apaan merekomendasikan bra ada anak laki-laki? Memang tidak normal kan?”

Gu berkedip dan menyadari bahwa dia salah.

“Bukan karena kedua pria tadi …”

Ge Zijin melihatnya sekilas dan bertanya. “Memangnya kenapa dengan kedua pria tadi?”

Gu Yu ragu-ragu. “Aku pikir kau merasa jijik karena melihat dua pria tadi.”

Ge Zijin menatapnya aneh.

“Kenapa harus jijik pada dua pria?”

Gu Yu tertegun.

Ge Zijin lanjut bicara, “Tidak ada aku di sana, untuk apa jijik.”

Gu Yu berpikir sejenak dan berkata, “Jika … Ada di kehidupan nyata?”

“Ya terus? Mereka yang berhubungan, itu bukan urusanku.”

Gu Yu menutup mulutnya dan berhenti bertanya.

Meskipun Ge Zijin memiliki nada yang buruk, Gu Yu senang.

Dia berpikir bahwa semua orang akan berpikir bahwa dua pria bersama akan sangat aneh.

Tetapi pada saat ini, tampaknya ini bukan masalah.
.
.

Malamnya.

Gu Yu dalam suasana hati yang baik. Ketika  sampai di rumah, dia mengirim pesan pada Bo Shangyuan dan menceritakan tentang hal ini.

Jadi, hari ini kau ke rumah Ge Zijin? ]

[ …… ]

[ Maaf, aku salah. ]

Ok, kali ini dia harus menghibur Bo Shangyuan lagi.


Donasi buat Choco
Chapter terbaru tidak muncul di Select Chapter jadi klik judulnya dibawah!
Loading

Comments