11. Gadis itu memang menyukai Bo Shangyuan

Empat hari berlalu dengan cepat.

Hari ini adalah hari kelima pelatihan militer.

Tiga hari pertama, mungkin karena awal pelatihan militer, belum beradaptasi dengan pelatihan intensitas tinggi, sehingga para siswa selalu mengeluh lelah setiap hari. Ketika pelatih membiarkan mereka beristirahat, mereka minum air dan megap-megap karena kelelahan.

Tapi dua hari ini mungkin secara bertahap beradaptasi, jadi ketika istirahat, para siswa mulai berkumpul bersama dalam dua atau tiga untuk mengobrol.

Saat ini, pelatih baru saja membubarkan barisan untuk istirahat. Shen Teng membawa Gu Yu untuk duduk di tepi lapangan, dan kemudian mengangkat dagu ke arah Shangyuan.

"Lihat."

Tidak jauh dari sana, dia melihat Meng Yifan membeli dua botol air es dari supermarket sekolah, dan kemudian mengangkat tangannya dan menepuk sisi kosong disebelahnya untuk Xia Ruojin duduk.

Adapun dua botol air es di tangan Meng Yifan, tentu saja untuk dirinya dan Xia Ruojin.

Namun, Xia Ruojin tampaknya tidak melihat gerakan Meng Yifan sama sekali. Dia mendekati Shangyuan, dan kemudian duduk di sebelahnya begitu saja.

Senyum di wajah Meng Yifan tiba-tiba membeku.

Pada kenyataannya, tidak hanya Xia Ruojin, gadis-gadis lain juga ingin duduk di sebelah Shangyuan.

Tetapi keberanian mereka terlalu kecil dan pemalu, bahkan jika memiliki ide ini, mereka hanya berani berpikir dalam hati dan tidak berani mewujudkannya.

Xia Ruojin tidak sama.

Dia sangat berani, apa yang dia pikirkan dalam benaknya, dia akan melakukannya.

Pemalu dan tidak berani, dia tidak pernah memiliki dua kata ini dalam kamusnya.

Shen Teng memandang ke arah Bo Shangyuan, dan berbisik di telinga Gu Yu, "Xia Ruojin memang menyukai Shangyuan."

Gu Yu mengikuti arah pandang Shen Teng, tetapi dia tidak melihat apa-apa.

Gu Yu berbalik dan bertanya dengan aneh. "... Bagaimana kau tahu?"

Shen Teng mengerang, "Kau tidak tahu bahwa dua hari ini dia selalu mencari muka di depan Shangyuan?"

Gu Yu mengerutkan kening dan mulai berpikir kembali, "Begitu kah?"

Shen Teng merespon tanpa ragu, "Ya! Kemarin -"

Ketika Shen Teng mengatakan ini, mata Gu Yu tiba-tiba berubah dan tanpa sadar bertanya, "Bukankah kau bilang tidak suka Shangyuan? Kenapa kau menatapnya setiap hari?"

Shen Teng membela diri dengan wajah memerah. "Aku tidak sengaja melihatnya-"

"Oh."

Shen Teng melihat ekspresi wajah Gu Yu dan menutup mulutnya dengan tenang.

"Anggap saja aku tidak mengatakan apa-apa ..."
.
.

Disisi lain

Setelah Xia Ruojin duduk, dia bicara basa-basi. "Cuaca sangat panas ..."

Suaranya tidak terlalu besar atau kecil, hanya bisa didengar Shangyuan.

Kemudian, dia menoleh pada Shangyuan dan bertanya, "Bo tongxue¹ terlihat tidak banyak berkeringat. Apa Bo tongxue tidak merasa panas?"

¹same school student, teman sekelas.

Shangyuan tidak merespon.

Tepat ketika ekspresi Xia Ruojin sedikit memalukan, suara Duan Lun terdengar di sisi Sangyuan, menyahut dengan senyuman. "Dia mengenakan jaket berlapis kapas dan berdiri di Gurun Sahara. Dia tidak merasa panas."

Xia Ruo terkekeh sambil menutup mulutnya. Dia balas tersenyum. "Duan tongxue benar-benar lucu."

Duan Lun melirik Shangyuan dan kemudian bertanya pada Xia Ruojin. "Aku dengar kau adalah bunga sekolah di SMP 2?"

Xia Ruoyan mendengar kata-kata itu, wajahnya merah, dan dia berbisik, "Tidak ..."

Duan Lun kembali bertanya, "Meng Yifan tampaknya juga dari SMP 2, aku dengar kalian berdua bersama?"

Xia Ruojin dengan cepat menyangkalnya. "Tidak, dia terus mengejarku, tapi aku tidak suka tipe seperti dia..."

Mendengar itu, alis Duan Lun sedikit mengangkat, dia menyeringai. "Tipe apa yang kau suka? Shangyuan yang dingin dengan mulut beracun yang tidak pernah memiliki kata yang baik di mulutnya?"

Xia Ruojin segera membela Shangyuan dengan suara pelan. "Bo tongxue tampaknya baik-baik saja, kenapa aku tidak merasa ..."

Setelah itu, Xia Ruojin mencuri pandang ke mata Shangyuan.

Dia sedang mode 'membela' Shangyuan, tetapi wajah pria itu masih tidak memiliki reaksi, seolah-olah dia tidak mendengarnya sama sekali.

Tidak, lebih tepatnya. Seolah-olah Xia Ruojin tidak ada disekitarnya sama sekali.

Melihat ini, Xia Ruojin tidak bisa menahan untuk merasa sedikit tertekan.

Setelah mendengarkan itu, Duan Lun tidak membantah, tetapi kembali bertanya. "Jadi Xia tongxue sekarang tidak punya kekasih? Aku juga tidak punya kekasih, apa kau ingin memikirkannya?"

Pertanyaan Duan Lun mencemooh.

Xia Ruojin mode 'merasa malu'. "Duan tongxue berhentilah bercanda denganku ..."

Duan Lun melihat Xia Ruo menolak, dan hanya bisa menghela nafas.

Oh, tentu saja, selama Shangyuan ada di samping, dia akan susah untuk menggoda gadis.

Hanya menghela nafas, Duan Lun tiba-tiba berkata dengan dingin, "Shangyuan tidak punya kekasih, apa kau ingin mempertimbangkannya?"

Xia Ruojin mendengar kata-kata itu, wajahnya merah, dan setelah waktu yang lama, dia perlahan berkata, "Duan tongxue jangan bercanda ... Kita baru tingkat pertama, kita harus fokus pada akademisi ..."

Meskipun ini juga lelucon, reaksi dan nada suara sangat berbeda.

Perlakuan yang berbeda jelas.

Tidak jauh dari samping, Meng Yifan tampak muram melihat arah Shangyuan dan menggigit giginya.

- Bo.Shang.Yuan.

Begitu Duan Lun akan mengatakan sesuatu yang lebih, pelatih Zhang berteriak dengan speaker, "Berkumpul-"

Shangyuan tanpa bicara langsung bangkit dan pergi.

Dari ketika Xia Ruojin datang hingga akhir, dia sama sekali tidak meliriknya.

Xia Ruojin memandangi punggung Shangyuan. Dia menggigit bibirnya, hatinya mengerang, dan terkesan tidak mau menerima.

Tunggu saja! Dia akan membuat Shangyuan menyatakan cinta padanya cepat atau lambat!
.
.

Program pelatihan pagi adalah berjalan dua puluh putaran dilapangan dalam satu jam. Lebih dari tiga menit, tambahkan penalti, dan sebagainya.

Meskipun jumlah dua puluh putaran sangat menakutkan sebelumnya, pada kenyataannya, jika itu benar-benar dijalani, itu dapat dilakukan dalam waktu satu jam.

Selain beberapa siswa baru yang kekuatan fisiknya terlalu lemah, sebagian besar dari mereka pada dasarnya bisa menyelesaikan 20 putaran dalam waktu satu jam yang ditentukan oleh pelatih.

Program pelatihan sore masih mengelilingi lapangan.

Dan, dalam hal kuantitas, hanya 10 lap dibandingkan dipagi hari.

Alasan pengurangan sepuluh putaran adalah karena pada sore hari, mereka akan mengelilingi lapangan dengan beban kantung pasir yang diikat di pergelangan kaki.

Karena para siswa ini tidak pernah mengalami itu, mereka menerima begitu saja. Bukankah itu hanya masalah sepele?

Bahkan jika mungkin sedikit lelah, seberapa lelah?

Lelah karena berlari sepuluh lap, bukan apa-apa.

Mereka menganggap sepele, tetapi setelah empat putaran dengan beban kantung pasir dikaki, sebagian besar sudah mulai tertatih.

Kaki mereka tampaknya diisi dengan timah, langkah demi langkah mulai semakin berat.

Kekuatan fisik Meng Yifan yang selalu baik, setelah dia menyelesaikan lap kelima, dia juga mulai susah payah. Dengan kekuatan tersisa, dia mengedarkan pandangannya mencari sosok Xia Ruojin.

Meng Yifan berpikir bahwa tubuh Xia Ruojin sangat kurus, dia juga pasti sangat kesulitan. Sebagai calon kekasih, dia harus membantunya. Tidak peduli apapun.

Tidak butuh waktu lama dia dengan cepat menemukan siluet Xia Ruojin.

Meng Yifan terkesiap dan berlari ke sisi Xia Ruojin. "Jika kau tidak bisa berlari, berpegang padaku, aku masih memiliki kekuatan, aku akan membawamu berlari."

Meng Yifan berpikir dirinya yang dalam mode "Hero Save Beauty," tampan dan mendominasi, Xia Ruojin pasti sangat tersentuh sekarang.

... Namun, hati Xia Ruojin tidak ada apa-apa selain rasa bosan.

Xia Ruojin tersenyum dan menolak tanpa ragu. "Terima kasih atas kebaikanmu, tapi tidak, aku tidak suka menyusahkan orang lain."

Setelah itu, Xia Ruojin mengambil napas dan tanpa berkata lagi, dia meninggalkan Meng Yifan dibelakang.

Xia Ruojin berlari sambil mencari sosok Shangyuan. Tidak lama kemudian, dia akhirnya menemukan siluet Shangyuan.

Mata Xia Ruojin berbinar.

Xia Ruoxi mengambil napas dalam-dalam dan mempercepat langkahnya, memperpendek jarak keduanya.

Setelahnya Xia Ruojin dengan hati-hati meraih sudut pakaian Shangyuan dan kemudian berbisik, "Bo tongxue ..."

Baru juga menyebut namanya, Shangyuan menoleh ke belakang, dan meliriknya tanpa ekspresi, lalu hanya melontarkan satu kata, "Tangan."

Xia Ruojin tertegun, tanpa sadar melepaskan tangannya yang memegang sudut pakaian Shangyuan lalu menatap telapak dan punggung tangannya.

... Kenapa dengan tangannya? Xia Ruojin tampak tidak paham.

Shangyuan segera melarikan diri.

Dalam satu kedipan mata, jaraknya dengan Xia Ruojin sudah dua ratus meter.

Ternyata begitu, Xia Ruojin akhirnya tahu maksud Shangyuan.

Xia Ruojin menggigit bibirnya dengan ekspresi tertekan.

Selama bertahun-tahun tidak ada pria yang memperlakukannya seperti ini!

Xia Ruojin merasa tertekan, tetapi masih belum punya ide untuk menyerah.

Bukan hanya itu, semakin tertekan itu membuatnya semakin berani.

Dia sangat cantik, perhatian dan pengertian. Dia tidak percaya Shangyuan tidak tergoda olehnya! Kecuali Shangyuan menyukai laki-laki!

Tidak jauh dari situ, Meng Yifan yang melihat itu menggertakkan gigi, dan mengepalkan tangannya.

Dia sudah bilang jika ada yang berani merebut miliknya, dia akan membunuhnya!
.
.

Gu Yu tidak berolahraga secara teratur, jadi kekuatan fisiknya juga buruk.

Disaat Shangyuan sudah mencapai lap ketujuh dengan mudah, Gu Yu masih berjuang selangkah demi selangkah di lap keempat.

Gu Yu lelah dan panas, kakinya lemas dan wajahnya penuh keringat.

Pada saat ini, punggung Gu Yu benar-benar basah oleh keringat. Seragam sekolah menempel di punggungnya. Basah dan lengket, membuat tidak nyaman.

Gu Yu selangkah demi selangkah mendekat ke landasan pacu, kali ini, sudut matanya secara tidak sengaja menangkap sosok Shen Teng, langkah kaki Gu Yu terhenti dan menunggu Shen Teng berlari ke sisinya lalu segera mengulurkan tangan dan memegang sudut pakaiannya.

Orang itu melewati landasan pacu namun sudut bajunya ditangkap lagi, jadi dia mengerutkan kening dengan ekspresi tidak senang. Dia menoleh kebelakang dan begitu mendapati Gu Yu yang memegang pakaiannya, dia menatapnya diam dan perlahan wajah tidak senang tadi sedikit melembut.

Gu Yu menunduk dengan terengah, dia berkata lemah. "Aku ... aku tidak bisa lari, kau bawa aku ..."

Orang itu memandang Gu Yu selama dua detik dengan wajah tenang dan menarik kembali pandangannya lalu berlari sambil menyeret Gu Yu yang memegang ujung pakaiannya.

Selama enam lap berikutnya, Gu Yu terus berlari sambil menunduk.

Karena pihak lain tidak menolak, dan Gu Yu berpikir bahwa orang yang dia pegang adalah Shen Teng, jadi dalam enam putaran ini, Gu Yu tidak meragukan identitas pihak lain.

Selama periode itu, Gu Yu sempat bertanya-tanya kenapa Shen Teng tiba-tiba menjadi begitu pendiam. Tetapi karena dia terlalu lelah, dia mengesampingkan hal itu.

Dalam enam lap ini, Shen Teng tentu saja melihat Gu Yu dan terutama setelah Shen Teng melihat siapa yang membantu Gu Yu, dia melongo dengan mata melebar.

Meskipun Shen Teng ingin maju dan berbicara dengan Gu Yu, tetapi dia tidak memiliki kekuatan yang cukup dan memadai.

Shen Teng berlari perlahan, dan seluruh kekuatannya sudah terkuras dan tidak bisa bicara, bagaimana bisa mengejar Gu Yu apalagi sambil bicara.

Oleh karena itu, melihat Gu Yu yang dibantu selama 10 lap.

Wajah Shen Teng penuh dengan rasa iri dan benci.

Siapa yang akan membantunya!

Gu Yu selalu berpikir bahwa itu adalah Shen Teng, sehingga tidak mengangkat wajahnya selama berlari. Ketika akhirnya menyelesaikan sepuluh lap, Gu Yu melepaskan sudut pakaian orang itu dan mengangkat kepalanya untuk bersiap mengucapkan terima kasih lalu seketika membeku.

Bagaimana mungkin Shen Teng. Dia masih berlari dilapangan dengan susah payah.

Yang membawanya untuk berlari sepuluh putaran ternyata Shangyuan.

Gu Yu yang tidak menyangka membeku beberapa saat. Setelahnya dia berbisik, "... terima kasih."

Shangyuan hanya bergumam 'um' dengan samar lalu berbalik dan pergi.

Gu Yu menatap punggung Shangyuan, pikirannya rumit.

Shangyuan mencari tempat teduh untuk duduk. Baru saja duduk, Duan Lun yang sudah menyelesaikan sepuluh putaran mendekat. Dia mengangkat alisnya dan bertanya dengan santai, "Pelatih jelas hanya meminta kita berlari sepuluh putaran... tapi aku baru saja menghitung, bagaimana our handsome boy berlari tiga putaran lagi?"

Setelah itu, nada Duan Lun berubah. Matanya menyipit dengan wajah gosip. "Sejak kapan our handsome boy Shangyuan menjadi suka membantu?"

Shangyuan tampak tidak peduli.


Donasi buat Choco
Chapter terbaru tidak muncul di Select Chapter jadi klik judulnya dibawah!
Loading

Comments