105. Tidak menyenangkan.

Pelajaran keempat adalah pelajaran sejarah.

Gu Yu tidak berani membiarkan Bo Shangyuan membuatkan catatan untuknya lagi. Jadi sepanjang kelas, dia mencatat dengan serius, tidak meletakkan pena.

Di bawah kelas keempat, sekarang saatnya untuk pulang sekolah.

Orang-orang di kelas mengepak kertas dan pena di atas meja dan meninggalkan ruang kelas satu demi satu. Jin Shilong pamit lalu bergegas pergi.

Gu Yu buru-buru berkemas begitu mendapati Bo Shangyuan tinggal menunggunya.

Setelah selesai, Dia berkata dengan agak malu. “Ayo pergi.”

Keduanya pun meninggalkan ruang kelas.
.
.

Jam pulang sekolah disiang hari adalah waktu yang paling ramai di bus.

Penuh sesak dengan siswa dan pekerja kantor.

Gu Yu dan Bo Shangyuan duduk disisi pintu belakang.

Karena ada banyak orang, baunya juga bercampur.

Hidung Gu Yu tidak sepeka Bo Shangyuan, tetapi dia juga bisa mencium parfum kimia yang kuat. Dalam parfum ini, pencampur memiliki sedikit bau keringat dan bau kaki, serta salep, dan beberapa bau asam dan aneh yang tidak bisa dikatakan.

Sangat tidak menyenangkan, dia bahkan tidak tahan untuk mengerutkan kening, apalagi Bo Shangyuan.

Pada saat ini, alis Bo Shangyuan berkerut dalam dan wajahnya tidak bisa dikatakan baik.

Gu Yu melihat itu lalu dengan lembut menutupi hidung Bo Shangyuan dengan telapak tangannya sendiri.

Telapak tangan Gu Yu kering dan lembut, juga ada aroma samar shower gel.

Gerakan tiba-tiba Gu Yu membuat Bo Shangyuan menoleh padanya.

Menatapnya dengan sedikit bingung.

Gu Yu berbisik, “Apa lebih baik?”

Melihat wajah Gu Yu yang tampak sedikit gugup, hati Bo Shangyuan tergerak.

Dia meraih pergelangan tangan Gu Yu dan menggerakkan telapak tangannya meluncur turun ke bawah.

Bibir dingin dan lembut menempel di telapak tangannya, wajah Gu Yu memerah lagi.

Dia mengeluh dengan tergagap. “A-ada begitu banyak orang di sekitar! Bagaimana jika ada yang lihat?”

Wajah Bo Shangyuan tampak tenang.

– Ada yang lihat, lihat saja, terus?

Pada saat bersamaan.

Ge Zijin berdiri di luar gerbang sekolah dan menunggu selama setengah jam sampai siswa terakhir keluar namun tidak melihat Bo Shangyuan.

Dia akhirnya menyadari bahwa Bo Shangyuan tidak akan muncul.

Sinar matahari yang menyilaukan di kepalanya meregangkan tubuhnya tanpa batas.

Penjaga keamanan di gerbang sekolah melihat bahwa Ge Zijin berdiri di gerbang sekolah begitu lama dan belum pergi. Jadi dia tidak mengerti dan bertanya. “Siswa, siapa yang kau tunggu?”

Ge Zijin mendengar suara itu dan perlahan mengangkat kepalanya.

“Oh, aku akan pergi …”

Dia pun berbalik dan pergi.

Setelah Ge Zijin pergi, dua gadis yang bersembunyi disudut perlahan berdiri.

Yao Yue berdiri dan meregangkan pinggangnya, “Sial, jongkok begitu lama, kakiku mati rasa …”

Yu Miao dengan malu berkata, “Maafkan aku …”

Yao Yue mendengus, “Traktir es krim, aku akan memaafkanmu!”

Mata Yu Miao sedikit menunduk dan tersenyum ringan, “Oke.”

Setelah itu, Yao Yue mengalihkan topik, “Ge Zijin sudah pergi, kau harus merasa lega kali ini.”

“Hm.”

Yao Yue tidak bisa untuk tidak mengeluh. “Aku tidak berpikir kenapa kau harus khawatir dengan Bo Shangyuan. Kau tidak dengar, saat SMP, tidak ada yang berani memprovokasinya, Hampir semua dari mereka yang berani mencari masalah langsung dikirim ke rumah sakit.”

Yu Miao balas berbisik, “Aku … aku hanya merasa khawatir.”

Yao Yue cukup bingung. “Kau bilang, kau sangat khawatir, kenapa tidak langsung mengaku padanya? Jika menjadi kekasihnya, bukankah kau bisa memperhatikannya dengan lebih baik?”

Yu Miao menggigit bibir dan meremas jemarinya. “Tapi aku … kurasa dia sudah punya kekasih.”

“Siapa?”

“Xie Yunyan dari kelas A … ah, dia sudah pindah ke kelas C.”

Yao Yue tidak ragu untuk menjawab: “Tidak, aku bertanya padanya di pagi hari, dia bilang tidak berkencan dengan Bo Shangyuan. Tingkah dia sebelumnya itu karena ingin Bo Shangyuan membuat kelas untuknya.”

Yu Miao berkedip, “Postingan itu …”

Yao Yue merentangkan tangannya, “Itu hanya gosip.”

Yu Miao menghela nafas lega dan wajahnya lebih baik.

Tapi sedetik kemudian, dia ragu-ragu lagi.

Dia tidak tahu apakah itu ilusinya, atau dia hanya memikirkannya … Indra keenamnya mengatakan kepadanya bahwa Bo Shangyuan memang sedang berkencan dengan orang lain.

“Mungkin … mungkin dia berkencan dengan seseorang sekarang?”

Yao Yue menatapnya aneh dan bertanya, “Bo Shangyuan berkencan dengan orang lain, apakah kau merasa bahagia?”

“Aku tidak bermaksud ini …”

Yao Yue memutar mata, “Oke, jangan bicara lagi. Kau selalu seperti ini setiap kali membahasnya … Belikan aku eskrim, tepati janjimu.”

Yu Miao mengangguk, “Baik …”
.
.

Karena Bo Shangyuan tidak muncul, Ge Zijin menjadi semakin tidak senang.

Di matanya, Bo Shangyuan tidak penuhi janji temu, sepenuhnya karena dia takut padanya.

Jika tidak takut, mengapa tidak datang?

Oleh karena itu, Ge Zijin terus memprovokasinya setiap hari.

Namun Bo Shangyuan sama sekali mengabaikannya.

Saat ini hati dan pikirannya penuh dengan Gu Yu, orang lain tidak layak dia urus.

Sebagai gantinya, teman sekelas lain di kelas menyarankan Ge Zijin untuk tidak memprovokasi Bo Shangyuan karena ada info hampir tidak ada seorang pun di sekolah menengah pertama yang berani memprovokasinya.

Namun Ge Zijin tidak percaya.

Hanya mengandalkan penampilan dingin, tidak ada yang berani memancing? Siapa yang percaya.

Disisi lain, Duan Lun yang melihat tingkah Ge Zijin, merasa tidak senang.

Jadi, tiga hari kemudian, saat senam pagi, Duan Lun menghampiri Bo Shangyuan kemudian mengangkat dagu ke arah Ge Zijin dan berkata, “Ingin aku mengurusnya… Hm?”

Bo Shangyuan bahkan tidak melihat ke arah Ge Zijin dan berkata tanpa ekspresi. “Tidak perlu.”

Duan Lun mendengus.

Oke, dia memang suka ikut campur.

Setelahnya, seakan mencium bau yang tidak enak, Bo Shangyuan mengerutkan hidungnya dan mundur setengah langkah.

Dia menatap Duan Lun dengan alis berkerut.

Meskipun tidak berbicara, arti menjijikkan sudah menjadi jelas.

Duan Lun memang menyemprotkan parfum hari ini.

Tapi hanya sedikit.

Duan Lun, “…”

Dia dengan wajah hitam, berbalik dan pergi.

Jika dia ikut campur lagi, dia adalah babi!
.
.

Sudah seminggu sejak mulai sekolah. Entah apakah itu ilusi, atau apakah itu benar-benar tidak seperti yang dipikirkannya, Gu Yu menemukan… Sepertinya banyak siswi baru yang lalu lalang diluar kelas.

Kelas tahun pertama berada dilantai satu dan dua, sementara tahun kedua berada di lantai tiga dan empat.

Kantor guru di lantai dua.

Menurut akal sehat, seharusnya para siswi baru ini tidak pergi ke lantai kelas mereka.
.
.

Setelah Gu Yu selesai makan malam dan menyelesaikan pekerjaan rumahnya, dia berbaring di tempat tidur, bermain ponsel dengan santai.

Meskipun Shen Teng dan Jiang Zhenshan masuk ke kelas yang berbeda, kelompok kecil mereka di WeChat masih belum bubar.

Namun, nama grup berubah.

Dari ‘Kami tidak suka belajar‘ telah menjadi, ‘Mengapa Tuhan memisahkan kami.

Topiknya seperti biasa, masih gibahin guru dan gosip antara beberapa siswa.

Tiga orang mengobrol dan mengobrol, lalu Jin Shilong tiba-tiba mengirim sebuah tautan.

Xiao Jin Jin Lucu [ Kalian lihat ini. ]

Xiao Jin Jin Lucu [ http: //www.*****.bbs.com ]

HEHEHE [ Apa ini? ]

(= ∩ω∩ =) [ Coba aku lihat … ]

Dua menit kemudian.

HEHEHE [ WTF, apa Bo Shangyuan begitu ganas saat SMP? ]

(= ∩ω∩ =) [ Wow, aku tidak menyangka siswa Bo seperti ini saat SMP… Aku tidak melihatnya sama sekali. ]

HEHEHE [ Tiba-tiba aku sadar Bo Shangyuan sangat baik … ]

HEHEHE [ ☺ ]

Xiao Jin Jin Lucu [ @ Gu Yu. ]

Xiao Jin Jin Lucu [ Apa kau di sana, lihatlah~]

Tiba-tiba, di mention, Gu Yu membuka WeChat.

[ Apa yang terjadi? ]

Xiao Jin Jin Lucu [ Lihatlah tautan yang baru aku kirim. ]

[ ? ]

Gu Yu dengan tidak mengerti menggulir layar dan menemukan tautan yang baru saja dikirim Jin Shilong, lalu klik.

Ini adalah posting di forum sekolah.

Judul: Aku dulu satu SMP dengan Bo Shangyuan dan akan membagikan informasi tentang keganasan Bo Shangyuan yang begitu populer pada kalian.

OP: Hati memiliki otak

Isi konten utama: Perkenalan diri lebih dulu (* ^ ▽ ^ *), aku adalah siswa baru di SMA Chengnan, mohon perhatiannya dimasa depan~ Jika aku mengatakan sesuatu yang membuat kalian merasa tidak bahagia, ayo saling adu bacot disini!

Uhuk, kembali ke topik.

Aku dulu satu SMP dengan Bo Shangyuan, tapi aku satu tingkat lebih rendah darinya. Saat itu, dia sangat terkenal di sekolah. Banyak gadis menyukainya dan menulis surat cinta kepadanya, tetapi dia tidak menerimanya.

Aku ingat saat itu mungkin di paruh kedua kelas dua, atau paruh pertama kelas tiga, ada seorang gadis dari kelas yang sama memberinya surat cinta, tetapi gadis itu ditolak dan menangis.

Pada saat itu, ada seorang laki-laki di kelas yang sama diam-diam menyukai gadis itu. Ketika melihat gadis itu menangis, dia mengajak beberapa laki-laki dari kelas lain untuk mencari masalah dengan Bo Shangyuan.

Pada kelas mandiri malam, Bo Shangyuan dan laki-laki itu tidak berada dibangku mereka. Ketika guru tiba di ruang kelas dan melihat bahwa mereka tidak kembali, guru merasa aneh, jadi bertanya kepada orang-orang di kelas di mana mereka pergi. Tapi tidak ada yang tahu.

Jadi guru mengirim seseorang untuk mencari mereka ke sekeliling sekolah dan akhirnya menemukan mereka di toilet.

Tidak hanya siswa laki-laki itu, tetapi juga beberapa laki-laki dari kelas lain.

Selain Bo Shangyuan, mereka semua terbaring dilantai, terutama dia yang berada di kelas yang sama dengan Bo Shangyuan sangat menderita dan lengannya patah. Setelah ditemukan oleh teman sekelas pada hari itu, dia langsung dikirim ke rumah sakit.
  
Beberapa orang lainnya tidak pergi ke rumah sakit, tetapi mereka tetap tidak berdaya.

Menurut akal sehat, Bo Shangyuan yang sudah menyebabkan masalah besar ini harus diberi hukuman.

Namun, mereka yang mengambil inisiatif untuk berkelahi mengaku salah, jadi Bo Shangyuan tidak bersalah.

Ketika memikirkannya, sungguh mengerikan, dia dikeroyok tetapi tidak terluka sedikitpun.

Namun … Tampaknya Bo Shangyuan semakin tampan!

Aku ingin bertanya, apakah dia punya kekasih sekarang?

Komentar:

1L [ Jadi, apa dua kalimat terakhir itu fokusmu? ]

2L [ Seperti OP, aku dulu juga satu SMP dengan Bo Shangyuan. Aku takut ketika melihatnya. Tapi sekarang saat SMA, tampaknya dia menjadi lebih baik … ]

3L [ OP, jangan berharap, sana cuci muka dan pergi tidur, Bo Shangyuan tidak akan bersamamu. ]

4L [ Tidak benar, aku di kelas B. Teman sekelas kami, Ge Zijin setiap hari memprovokasinya tetapi dia sama sekali diabaikan. ]

5L [ Aku juga di kelas B, aku tidak percaya… ]

Gu Yu secara garis besar melihat isi pos, dan kemudian mengirim tautan pos ini ke Bo Shangyuan.

Pihak lain merespon dengan cepat.

? ]

[ Lihatlah. ]

Lihat apa. ]

[ Tautan tadi. ]

Dua menit kemudian.

Lalu. ]

[ Benarkah? ]

Kau ingin tahu? ]

[ … Hm. ]

Kemari. ]

[ ? ]

Aku beri tahu secara langsung. ]

Gu Yu mematung.

Dia kemudian tersipu dan membalas dua kata tanpa ragu-ragu.

[ Tidak mau. ]

[ Oke. ]

Melihat itu, Gu Yu kembali mengunci ponsel dan mengesampingkannya.

Dia tidak akan kesana!

Lima menit kemudian.

Gu Yu beranjak dari tempat tidur, memegang kunci yang diserahkan Bo Shangyuan kepadanya dan pergi ke rumah sebelah.

Gu Yu memandang pintu yang tertutup dan diam.

Dia menjilat bibirnya dan berkata pada dirinya sendiri bahwa dia hanya ingin tahu untuk bertanya tentang posting itu, tidak ada niat lain.

Setelah itu, perlahan memasukkan kunci dan membuka pintu.

Ruangan itu sunyi, dan lampu-lampu terang di bagian atas kepalanya menyilaukan.

Di ruang tamu, Bo Shangyuan berdiri didekat meja bar dengan posisi membelakangi Gu Yu.

Ide jahil seketika muncul, Gu Yu melangkah dengan pelan mendekati Bo Shangyuan, kemudian menodong pinggangnya dengan jemari dibentuk pistol.

Gu Yu dengan sengaja menebalkan suaranya. “Jangan bergerak.”

Bo Shangyuan tidak bergerak.

Gu Yu melanjutkan, “Perampokan, serahkan uangmu.”

Bo Shangyuan merespon tenang. “Hanya uang? Tidak ingin orangnya?”

Gu Yu mendelik dan menekan suaranya. “Tidak, hanya uang.”

“Begitu ya … tetapi aku sudah memberimu kata sandi.”

Gu Yu terdiam lalu menurunkan tangannya.

Dia bergumam sendiri dengan suasana hati tertekan: tidak menyenangkan …

Bo Shangyuan berbalik dan saat menatap wajah Gu Yu yang tidak bahagia, dia mengangkat alisnya. “Mau ulang sekali lagi?”

“Tidak usah.”


Donasi buat Choco
Chapter terbaru tidak muncul di Select Chapter jadi klik judulnya dibawah!
Loading

Comments